Sejak awal 2014 sebenarnya sudah ditetapkan 9 Destinasi Wisata Syariah di Indonesia, di mana Sumbar merupakan salah satu di antaranya. Potensinya revenuenya besar.
Ini paradigma baru untuk menggusur paradigma lama bahwa pariwisata harus 3S: sun, sand, s*x. http://travel.kompas.com/read/2014/01/07/1717322/Inilah.9.Destinasi.Wisata.Syariah.di.Indonesia Wassalam, ANB Pada 2 Juni 2015 20.29, Hanifah Damanhuri <[email protected]> menulis: > Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml > > Mudah-mudahan tulisan Bapak dibaca oleh Bapak Andrinof dan Da Nofrins. > > Hanifah tidak punya ilmu untuk menjawab pertanyaan Bapak. > > Disatu sisi mungkin Bapak benar, namun disisi lain tujuan dari pariwisata > untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat juga tidak salah. > > Jadi yang perlu difikirkan bagaimana caranya agar tujuan pariwisata > tercapai tanpa mengorbankan ajaran agama islam, adat istiadat dan budaya > Ranahminang. > > Mohon maaf atas jawaban singkat hanifah > > Salam > > Hanifah > > > Pada 2 Juni 2015 18.16, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: > >> Bu Ifah dan sanak dipalanta n.a.h >> >> >> >> Ambo ambiak saketek puisi ibu: >> >> >> >> Semoga pesta yang baru saja digelar >> >> Telah membuka mata dan matahati warga masyarakat >> >> Tentang keelokkan nagari yang mereka huni >> >> Tentang para tamu yang akan mengunjungi >> >> Tentang peranan masyarakat yang menanti >> >> Tentang sikap masyarakat yang harus dimiliki >> >> Sehingga para tamu nyaman, bahagia dan mau kembali lagi >> >> >> >> Ambo mungkin terlalu kolot barangkali, satiok tadanga/tabaco kato-kato >> pariwisata, pelisiran bahaso awaknyo, tabayang berkeliarannyo doly jo >> gigolo. >> >> Tapi kebanyakan generasi nan lahir 60-80-an sangek bersumangek menggelorakan >> pariwisata gunung/maritim untuk meningkatkan PAD termasuk pimpinan >> tertinggi negara ini. >> >> Malayang-layang pikiran ambo ka BALI. >> >> Suatu ciri parawisata, dimanapun di dunia ini, kalau tak ada wanita >> sewaannya tak akan ramai. Pada milenium ke 3 ini terang-terangan tapil >> lagi laki-laki sewaan yang dikenal dengan gigolo, ini sudah populer di Bali >> >> >> >> Menurut pendapek ambo nan singkek, untuk daerah lain mungkin cocok, tapi >> untuk minang, saya kuatir akan lebih banyak kerugiannya dari keuntungannya. >> >> Kekawatiran ambo adolah membanjirnyo kedatangan tamu ex Doly Surabaya,dan >> Doly-Doly lainya baik dalam negeri maupun luar negeri. >> >> Kalau pintu parwisata (kasarnya pelisiran) sudah dibuka semua akan >> terbuka. >> >> Kita tak akan bisa membendung, karena itu mata pencaharian dan kita ingat >> Wali-wali kota di Sumbar bukan Trisma Rini. >> >> Trisma Rini disamping keberaniannya dari dalam dirinya, keberanian ini >> tak surut karena pejabat lain yang dihadapi dari suku yang sama, Gubenur, >> Panglima, Kapolda, Kejati, Korem, Kapolres dst kebawah dari suku yang sama. >> >> Wakot / Bupati, sampai Gubenur di Sumbar, apa berani, masih tanda tannya. >> >> >> >> Penertiban tenda-tenda ceper dari Bungus di Padang alangkah susahnya, >> sampai sekarang apakah sudah bersih atau pindah tempat tak tahulah. >> >> Begitu juga kehidupan malam di Bikittinggi dan Padang yang banyak >> doly-dolynya (http://www.nagari.or.id/?moda=palanta&no=112). >> >> Kalau kita membuka pintu pariwisata/pelisiran, kita harus bersedia juga >> menerima doly, kecuali kalau pariwisatanya jalan, doly tak boleh datang >> tapi siapa yang mau mengontrol, apa UU daerahnya. >> >> Apalagi bagi pengelola yang penting uang masuk, apa yang terjadi di >> diarena wisata bukan urusan prioritas. Lebih lagi kalau keyakinan yang >> dianut pengelolanya memang esek-esek itu adalah hak individu seperti >> yang kebanyakan diteriakan corong HAM sekarang ini. keadaan akan lebih >> merusak kebudayaan minang. >> >> Maafkan ambo kalau berpekiran terlalu kuno. >> >> Wass, >> >> Maturidi (L/76) Talang Solok, Kutianyia, Duri Riau >> >> >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
