Ajo Duta jo kawan2 di RN kasadonyo,     Kalau mancaliak latar-balakang profesi 
dan pengalaman karajonyo, Pak Johermansyah alias Pak Jo kelihatannya cocok 
untuak kito tampilkan sebagai Calon Gubernur Sumbar 2016-2021 yad. Tingga 
komitmen dari baliau. Lai ka amuah manjadi Gubernur nan barasiah, indak korup, 
dan maniaikkan malakukan tugas sebagai samato ibadah kapado Allah swt.      
Sudah itu, tantu sajo, basadio pulo mandukuang dan sekaligus memperjuangkan 
berdirinyo DIM manggantikan Prov Sumbar nan kini. Kalau basadio, insya Allah 
rakyat Sumbar nan setuju dengan DIM akan sapanuahnyo mandukuang baliau. Ado 
atau ndak ado pitih, itu soal nomor duo. A guno pitih kalau rakyat langsuang 
mandukuang.    Nan diparalukan dari liau, pernyataan sacaro tulus dan terbuka 
di media pers nan bahaso baliau basadio manjadi gubernur nan ka manjadi 
pamimpin rakyat Sumbar nan barasiah dan berjuang basamo rakyat mambangun Sumbar 
nan lah tapuruak ko. Silahkan mangajak para ekonom dan pengusaha dari mano pun 
datangnyo, tapi dengan prinsip kerjasama nan saliang manguntuangkan dan ndak 
ado embel2 kristenisasinyo.     Wassalam, Mochtar Naim, 12/06/15 


     On Friday, May 29, 2015 12:13 AM, ajo duta <[email protected]> wrote:
   

 Nakan Al,
Ambo cocok Djohermansyah jadi Cagub. Februari lalu ambo memenuhi undangan 
beliau mangopi dirumahnyo di Jakarta. Lai ambo sabuik soal cagub ko. Jawek 
beliau ambo indak ado dana. Kalau cari sponsor, takuik bautang jaso. Bialah 
ambo jadi guru sajo bang.
Baa caronyo kito gerakkan masyarakat. Sahinggo betul2 keinginan rakyaik badarai 
dan dana nan diparalukan tantu minim.


Wassalaamu'alaikum WW

Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),17/8/1947, suku Mandahiliang, gala BagindoGasan 
Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -Jakarta - Sterling, Virginia 
USA------------------------------------------------------------
2015-05-27 7:40 GMT-04:00 Syafruddin AL <[email protected]>:

JAKARTA-- Busra calon Gubernur Sumatera Barat jelang Pimilihan Umum Kepala 
Daerah(Pilkada) serentak Desember 2015 terus bermunculan. Selain nama-nama yang 
sudahsanter dibicarakan dan dimunculkan oleh daerah, dari Jakarta 
(kalanganperantau) pun mulai memunculkan sejumlah nama. Salah satunya adalah 
nama mantanDirjen Otonomi Daerah, Prof. Djohermansyah Djohan, MA, yang 
difavoritkan untukmemimpin Ranah Minang lima tahun ke depan.Secaraspontan, 
Gubernur Sumbar 1987-1997 dan Menteri Agraria/Kepala BPN KabinetReformasi, Drs. 
Hasan Basri Durin ketika dihubungi pekan lalu, menyebut namaDjohermansyah 
Djohan sebagai salah satu figur yang dianggap mampu menjawabpersoalan Sumatera 
Barat terkini dalam pengelolaan tata pemerintahan, termasukmenghadapi tantangan 
masa depan dengan akan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN2015.MenurutHasan, 
persoalan Sumbar saat ini adalah tata kelola pemerintahan yang 
mengalamikemunduran, soal kemasyarakatan dan budaya, termasuk hubungan ranah 
denganrantau, dan tantangan global dengan akan diberlakukannya MEA 2015. Karena 
itu,Hasan menyebut tiga nama yang pantas didukung semua pihak untuk 
menjadiGubernur, yaitu mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian 
DalamNegeri, Djohermansyah Djohan, atau dua nama lainnya, masing-masing 
mantanWalikota Padang Syahrul Udjud dan mantan Ketua Kadinda Sumbar H. Basril 
Djabar.“Darinama-nama yang sudah mengapung, saya lebih melihat tiga figur itu 
yang akanmampu menjawab kondisi terkini dan tantangan Sumatera Barat. Tokoh 
Minanglainnya di Jakarta juga saya dengar begitu,” kata Hasan 
menegaskan.Ketikadisebutkan bahwa partai lebih berperan dalam menentukan siapa 
yang akan menjadicalon kepala daerah, Hasan tidak menampiknya. Namun mantan 
pamong karier inimengingatkan ego partai jangan sampai mengorbankan kepentingan 
daerah. “Lihatkondisi Sumbar yang sedang terperosok jauh ketimbang daerah 
tetangga danprovinsi lain di Indonesia. Saya pikir, Sumbar sangat butuh seorang 
pemimpinyang memahami persoalan mendasar masyarakat saat ini dan tantangan 
SumateraBarat ke depan, bukan sekedar omongan saja,” kata Gubernur yang 
berhasilmenghantarkan Sumbar meraih penghargaan Prajojana Parasamnya Purnakarya 
Nugrahaitu.Dimunculkannyanama Djohermansyah Djohan adalah karena beliau adalah 
seorang ahli pemerintahanyang diharapkan mampu menata kembali pemerintahan di 
Ranah Minang yang sedangterpuruk. Sedang nama Syahrul Udjud dan Basril Djabar, 
menurut Hasan BasriDurin adalah  karena kedua tokoh inilebih memahami kondisi 
masyarakat yang perlu kembali dibangkitkan untuk mampumenghadapi tantangan. 
“Sayatidak melihat dari sisi umur, karena mereka sudah di atas kepala enam, 
tetapikita harus realistis melihat kebutuhan seorang pemimpin. Seorang Gubernur 
diSumbar itu bukan hanya menjadi sekedar bisa menjadi pemimpin untuk 
orangSumatera Barat, tetapi adalah presidennya orang Minang se dunia,” kata 
Hasan.Arsitek OtonomiDaerahProf.DR. Djohermansyah Djohan, MA, bukan hanya 
seorang ahli pemerintahan sebagaimenjadi guru besar di Institut Pemerintahan 
Dalam Negeri (IPDN) yang sekaligus sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga 
AlumniPendidikan Tinggi Kepamongprajaan dan merupakan lulusan terbaik sarjana 
IIPtahun 1984. Akan tetapi, selain merupakan Ketua Tim sejumlah UU, seperti 
UUPemda No.23 Tahun 2014, UU Pilkada, RUU Daerah Otonomi Baru, dan RUU 
PercepatanPembangunan Daerah Kepulauan, Djohermansyah Djohan juga pernah 
menjadi Deputi SekretarisWapres Bidang Politik (2005-2010) dan Direktur 
Jenderal Otonomi DaerahKementerian Dalam Negeri (2010-2014), dan saat ini masih 
menjadi AnggotaPanitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian Dalam 
Negeri. Djo –demikianpanggilan akrab Djohermasyah Djohan—merupakan salah 
seorang arsitek OtonomiDaerah.PutraKelahiran Padang, 21 Desember 1954 ini, 
pernah ditunjuk oleh Mengadri GamawanFauzi menjadi Pejabat Gubernur Riau dan 
sukses menyelenggarakan pemilihangubenur pada akhir 2013 silam. Sebelumnya, 
Djohermansyah Djohan pernah bertugasdi Padangpanjang sebagai Kepala Seksi 
Perekonomian Desa (1978-1981), kemudianpengabdi di APDN Bukittingi selebum 
akhirnya diangkat menjadi Kepala BagianPenerangan dan Pemberitaan, Biro Humas 
Kantor Gubernur Sumbar (1988-1989). (*)  -- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke