Insya Allah yang satu menjadi contoh yang baik, terkelola rapi, self 
sufficient. Sementara yang satu contoh yang tak baik.

<div>-------- Original message --------</div><div>From: Akmal Nasery Basral 
<[email protected]> </div><div>Date:08/03/2015  6:30 PM  (GMT+08:00) 
</div><div>To: [email protected] </div><div>Cc:  </div><div>Subject: 
[R@ntau-Net] MUKTAMAR: DARI RENCANA PEMBUNUHAN HINGGA PERCERAIAN </div><div>
</div>
Akmal Nasery Basral
5 hrs · Edited · 
MUKTAMAR: DARI RENCANA PEMBUNUHAN HINGGA PERCERAIAN
Dua ormas Islam terbesar di tanah air, Muhammadiyah dan Nahdlatul 'Ulama, 
sedang sibuk menghelat muktamar, yang dalam pengertian umum disebut musyawarah 
atau perundingan.
Muktamar berasal dari kata "amr" (perkara, urusan), dan ketika menjadi 
"i'timar" maka maknanya adalah "qabulul amri" yang berarti menerima urusan. 
Sehingga muktamar mengandung esensi i'timar adalah karena adanya penerimaan 
dari semua pihak yang terlibat atas hal yang dimusyawarahkan. Di dalam Al 
Qur'an hanya dua ayat yang menampilkan kata muktamar (transliterasi yang lebih 
tepat: mu'tamar), yakni dalam QS Al Qashash (28):20 dan QS Ath Thalaq (65):6.
Pada ayat pertama, kisahnya tentang Nabi Musa sehabis membunuh seorang lelaki 
secara tak sengaja di kota Memphis. Musa yang risau kemudian mendapat informasi 
dari seorang lelaki lain bahwa para pembesar Memphis sedang berunding 
(muktamar) untuk membunuhnya, sehingga Musa harus pergi secepatnya dari kota 
itu jika ingin selamat. Dan Musa mengikuti saran itu, meninggalkan Memphis 
menuju Madyan.
Pada ayat kedua, kata muktamar disebutkan lebih spesifik: dalam konteks 
menjelang perceraian. Pasangan yang tak bisa mengatasi masalah rumah tangga 
mereka kecuali dengan perceraian, harus berunding secara baik-baik (i'tamiru bi 
ma'ruf) agar tak ada pihak yang terzalimi. Esensi kata muktamar dalam ayat itu 
dalam bentuk i'tamiru, dalam gramatika bahasa Arab, mengambil bentuk fi'il amr 
atau kalimat perintah.
Dengan kata lain: muktamar adalah musyawarah yang harus mutlak dijalankan dalam 
keadaan ma'ruf, dengan hasil terbaik yang bisa diterima semua pihak, tanpa ada 
pihak yang merasa terzalimi.
Semoga Muhammadiyah dan NU bisa mewujudkan nilai dasar muktamar ini 
sebaik-baiknya, sehingga menjadi contoh nyata bagi masyarakat, dan menjadi 
acuan etika berunding dari tingkat keluarga hingga para pengelola negara.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke