ISLAM, MASYARAKAT ISLAM, NEGARA ISLAMMochtar Naim27/08/2015    
|  I  |

SLAM, saat ini, muncul sebagai agama terbesar denganpenganut terbanyak di 
dunia. Islam sebagai agama tidak hanya mengatur tentang hubunganantara manusia 
dengan Tuhannya, tetapi juga antara sesama manusia, baik antarasesama muslim 
maupun juga dengan bukan muslim. Islam dalam pengaturannyabersifat 
kaffah-menyeluruh. Tidak ada yang tidak diatur oleh Islam, dunia danakhirat.    
        MasyarakatIslam, sebaliknya, terbagi-bagi, tergantung kepada posisi dan 
kekuatannya dalammasyarakat dalam kontur sejarah, baik internal maupun 
eksternal. Ketika diadalam keadaan lemah dan bahkan terjepit dalam kontur 
sejarah itu, dia terjajahdan di bawah kendali kekuatan eksternal. Dari tiga 
kali gelombang peradaban yangtelah dan sedang dia lalui, gelombang pertama yang 
berjalan selama masa 7 abad,yakni dari lahirnya Islam di padang pasir Sahara di 
Saudi Arabia di abad ke 6M, sampai ke zenitnya di abad ke 14, lalu menurun 
selama 7 abad pula pada gelombangkedua dengan tenggelamnya seluruh dunia Islam 
ke bawah penjajahan Barat yangKeristen di abad ke 14, dengan rubuhnya Baghdad 
dan Kordoba, yang berlanjutsampai selesainya Perang Dunia Kedua di pertengahan 
abad ke 20. Sekarang sejakterbebaskannya dunia dan masyarakat Islam sesudah 
Perang Dunia Kedua itu,masyarakat dan ummat Islam sedang berada pada awal dari 
periode gelombangketiga, yaitu bangkitnya kembali ummat Islam, yang 
diperkirakan juga akanberlanjut selama 7 abad ke depan pula.            
Tanda-tandakebangkitan kembali Dunia Islam itu, tidak hanya karena munculnya 
Islam sebagaiagama terbesar dengan penganut dalam jumlah terbesar itu, tetapi 
juga dengantanda-tanda yang makin jelas dan makin menonjol. Sampai dengan 
pergantian abad,dari abad ke 20 yl ke abad ke 21 sekarang ini, wanita muslimah 
sedikit yangmemakai pakaian jilbab, seperti yang diajarkan oleh Islam itu. 
Tetapi sekarang,hanya dalam jangka waktu dua dekade saja, mayoritas terbesar 
dari wanita Islam,di manapun, telah memakai pakaian muslimah, berjilbab. Dengan 
pergantian pakaian, maka berganti pula yanglain-lainnya. Karena yang berpakaian 
muslimah tidak hanya perempuan dewasa,tetapi juga anak-anak wanita yang masih 
bersekolah dari SD ke SMP, SMA dan PT, terjadipula pergantian sistem 
pendidikan.  Dariyang tadinya bagaikan rel kereta api yang dua sejalan tapi tak 
pernah bertemu,sekarang mulai menyatu antara sistem pendidikan umum yang 
sekuler dengan sistempendidikan agama yang religius. Sekarang praktis tidak ada 
lagi sistempendidikan yang benar-benar terpisah, di mana sekolah umum hanya 
mengajarkanmata pelajaran yang umum saja, dan sekolah agama, seperti pesantren, 
madrasah,dsb, hanya agama saja. Di bidang ekonomi, siapa mengira jika sistem 
ekonomi syariah,dan khususnya sistem perbankan syariah, telah menjalar ke 
mana-mana, praktis keseluruh dunia. Di negara-negara bekas penjajah dunia Islam 
di Eropah, sistemekonomi perbankan syariah berkembang pesat dan berjalan 
paralel dengan sistemekonomi perbankan liberal-materialistis-kapitalistis. Hal 
yang sama jugaterjadi di negara-negara Islam sendiri, tidak kurangnya juga di 
Indonesia. DiIndonesia, praktis semua bank, baik bank-bank negara maupun 
bank-bank swasta miliksiapapun, di samping bank konvensional yang telah ada 
selama ini, juga munculberdampingan bank-bank syariah. Karena mayoritas 
penduduk adalah muslim, wajarkalau sistem ekonomi syariah juga akhirnya 
memasuki bidang-bidang yang selamaini tak termasuki. Hubungan kerjasama ekonomi 
yang saling menguntungkan dibidang apapun berangsur-angsur menggantikan 
hubungan yang timpang selama ini dimana yang kuat menguasai yang lemah. 
Demikian juga di bidang politik, sosial, budaya, dsb.Sistem demokrasi ala Barat 
di mana yang kuat menguasai yang lemah, dan yangminoritas yang kuat menguasai 
yang mayoritas yang lemah, karena kiblatnya padasupremasi kekuasaan itu, 
sekarang secara berangsur-angsur beralih kepada pentadbiran‘musyawarah’ di mana 
supremasi kekuasaan beralih kepada supremasi kebenaran dankeadilan – seperti 
yang diajarkan oleh Islam. Bagaimanapun, peralihan-peralihan yang 
sifatnyafundamental ini memerlukan waktu dan peluang yang panjang ke depan. 
Dalamsituasi seperti ini kita melihat betapa kelompok muslim yang meski dalam 
jumlahmerupakan mayoritas, tetapi dalam kekuatan dan kekuasaan, seperti yang 
kitalihat sekarang, mereka bagai minoritas.  Sepertiyang Hamka bilang, mereka 
bagaikan orang asing atau tamu di rumah sendiri.Dalam masa yang mengganjil 
seperti sekarang ini, kitalihat, bagaimana dari kelompok muslim sendiri muncul 
ide-ide seperti yangdiungkapkan oleh dua kelompok organisasi besar NU dan 
Muhammadiyah sertagembong-gembong dan partai-partai yang berkiblat ke sana. 
Maka muncullah ide:“Islam Nusantara,” “Islam liberal,” “Islam terbuka,” “Islam 
tengah-tengah,”“Islam Damai,” dsb. Tujuannya tidak lain adalah untuk 
menghindarkan diri dari tuduhanyang biasa dialamatkan kepada kelompok radikal 
yang ingin mendirikan NegaraIslam di bumi Nusantara ini, dengan dalih bahwa 
kelompok muslim merupakanmayoritas terbesar di NKRI ini, sementara Islam 
mengharuskan adanya NegaraIslam dalam masyarakat yang mayoritas penduduknya 
beragama Islam. Malaysia yangjumlah penduduk muslimnya hanya lebih sedikit dari 
separuh saja sudahmenyatakan diri sebagai Negara Islam, apatah lagi Indonesia 
yang 80 %penduduknya beragama Islam.Diskrepansi seperti ini wajar terjadi 
karena kelompokIslam bukan saja terpecah-pecah tetapi juga karena mereka 
kendati mayoritastetapi minoritas dalam kekuatan dan kekuasaan, baik di ekonomi 
maupun politik,dsb. Namun ke depan, dalam era gelombang ketiga peradaban Islam 
sekarang yangbaru dimulai, tentu banyak halangan dan hambatan yang akan dilalui 
dan dihadapi.Secara paradigmatik, bagaimanapun, sudah bisa diduga dan 
diproyeksikanbagaimana perkembangannya ke masa depan. ***

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke