Assalamu'alaikum Wr.Wb.aaa) Alhamdulillah wa Syukurillah kiriman tulisan dan komentar MD jo Palanta lainnyo sangeik mambuka cakrawala jo pemahaman nyato satantangan sikon rahayat Nagori wak dimaso kiniko tarutamo Ekonomi Kerakyatan. Ambo manangkok bahwa Rahayat Nagori wak di Minangkabau terdiri dari PETANI/USAHO MIKRO/BURUH, PNS / ABRI / POLRI dan PEDAGANG dan lainnyo. MD : Sekarang ini nagari dihuni:1. Penduduk tempatan umumnya petani, merekadomonan (anak nagari, asli nagari maupun yang mengaku bermamak ke penghulu dinagari).2. PNS/Aparat baik tempatan maupun dari luar (guru, aparat pemerintahan lainya)3. Pedagang (tempatan atau dari luar) bbb) Permasalahan utama mereka adolah kebutuhan hidup sehari-hari (Sembako), Pembiayaan pendidikan/sekolah anak2, biaya kesehatan masyarakat dan lainnyo ; Peranan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Kecamatan jo TTS juga sangeik besar dalam kebijakan2 untuk dapeik maringankan beban rahayat Nagori tersebut ;MD : Masalah yang menjadi bebanbagi para petani ini ialah: 1. Biaya sekolah anak keSLTP dan SLTA dan PT (perguruan tinggi). SLTP mungkin sudah hadir di nagari, SLTAmasih kecamatan, PT hanya di Kabupaten.2. Biaya kesehatanccc) Nampak jaleih bahwa sangeik diperlukan keberadaan limbago ekonomi rakyat Nagori seperti unit Koperasi Simpan Pinjam (pembiayaan pertanian) dan Koperasi Rakyat Nagori sajalan jo Pasal 33 UUD RI 1945 ; Juo nampak jaleih suatu sistem pembinaan Ekonomi Kerakyatan dngan pemenuhan Saprodi dan pasca panen sarato pemasaran hasil pertanian Rahayat Nagori tasabuik ; MD : Untuk pendidikan tinggilakukan secara halaqah dengan memanfatkan surau dan mesjid, surau siangnyakosong, mesjid 6 hari dalam seminggukosong. Pendidikan di nagari jangan terlalu ditujukan untuk ijazah tapiuntuk meningkatkan wawasan rakyat nagari.Mungkin untuk samantaro baru itu nan dapeik ambo tangkok. Mudah2an bermanfaat untuk wak kunyah2 basamo.Waasalam, Haasma Depok Catatan : mungkin tulisan pendek Angku Guru MCB tantang Ekonomi Kerakyatan ado manfaatnyo sebagai referensi.
Sanak dipalanta n.a.h : Untuk membangun nagari perlukita lihat kehidupan di nagari. Sekarang ini nagari dihuni:1. Penduduk tempatan umumnya petani, merekadomonan (anak nagar, asli nagari maupun yang mengaku bermamak ke penghulu dinagari).2. PNS/Aparat baik tempatan maupun dari luar (guru, aparat pemerintahan lainya)3. Pedagang (tempatan atau dari luar) A. Mereka yang disebutdiangka 1 atau petani, hidupnya sederhana, meskipun ada berkemampuan namunmasih dalam koridor kesederhanaan. Mereka inilah yang produktif dalam soalpangan, merekalah penyedia pangan bagi yang tersebut diangka 2 dan 3 diatas. Rencana kerja mereka takmuluk-muluk.Laki-laki pagi kesawah bawanasi atau diantar istri untuk makan siang disawah, habis ashar pulang. Ada kelebihan pendapatanditabung dengan beli emas, ternak atau dipegangkan kesawah kalau ada yangmenggadai. Yang belum banyak tanggungan, mereka bisa menabung. Masalah yang menjadi bebanbagi para petani ini ialah: 1. Biaya sekolah anak keSLTP dan SLTA dan PT (perguruan tinggi). SLTP mungkin sudah hadir di nagari, SLTAmasih kecamatan, PT hanya di Kabupaten. 2. Biaya kesehatan Mengatasinya:1. Biaya sekolaha. DIM wajib menghadirkan jenjang pendidikan itudi nagari, rakyat nagari harus dibebaskan dari biaya pendidikan.b. DIM wajib membebaskan biaya kesehatan kepada rakyat.Komersialisai pendidikan dilarangdidaerah DIM. Untukl pendidikan tinggilakukan secara halaqah dengan memanfatkan surau dan mesjid, surau siangnyakosong, mesjid 6 hari dalam seminggukosong. Pendidikan di nagari jangan terlalu ditujukan untuk ijazah tapiuntuk meningkatkan wawasan rakyat nagari. 2. Untuk pengobatan, hendaknya ahli kesehatan atau yang ahlidibidangnya harus merintis / mengusahakan bagaimana caranya agar tanaman obat bisadiberikan dosis mentahnya. Rakyat tinggal petik tanaman obat dihalaman kemudian direbus lalu diminum. Sekarang ini hanyapara dukun yang berperan dalam dosis mentah ini. Kedepan kita harapkan dari dokter. Masalah lainnya , sandang,pangan, papan secara sederhana bisa mereka penuhi. B. Mereka yang disebutdiangka 2 dan 3. Kebanyakan mereka sudahpernah atau berada di kota atau pernah mengenyam kehidupan kota.Mereka inilah yang membawaperubahan ke nagari atau istilah sekarang modernisasi Sayangnya perubahan itu adapula negatifnya.1. Mungkin dituntut oleh tugas,benar apa tidak mereka yang tahu, caramereka bertingkah laku sehari-hari, dengan bawaan konsumptifnya terasa mewah oleh petani. Golongan ini umumnya tidakmemproduksi bahan pangan, mereka beli dari kedai.Dengan kedatangan mereka kenagari, otomatis diikuti juga oleh hadirnya barang-barang yang dianggap mewahdi nagari, mau tak mau petani sedikitbanyak terimbas. 2. Dalam memenuhi keperluantak jarang mereka yang PNS/Aparat menggadaikan SK nya dan yang pedagangmenggadaikan asetnya baik ke pegadaian maupun Bank.Banyak juga yang bankrut, lebihkalut lagi dari petani biasa Hal negative 1 dan 2 iniberimbas ke petani termasuk petani pas-pasan, petani ikut-ikutan dengan gayamereka, ujungnya menipiskan atau malah mengahbiskan tabungan. Hal ini tak bisadiatasi kecuali kesadaran petani sendiri. Beban berat bagi PNS/Aparat danpedagang ini mungkin sama juga denganpara petani yaitu ongkos pendidikan anak dan biaya kesehatan. Mengatasinya sama dengan parapetani diatas. Kalau beban diatas bisadiatasi dengan menghadirkan sarana pendidikan dan membebaskan biayanya serta adanya dosis menta tanaman obat, ini mungkinsudah merupakan salah sastu upayapembangunan ekonomi rakyat di nagari. Mereka yang hidup di kota-kota yang umumnyaPNS/aparat, pedagang, dan Buruh semuanya boleh dikatakan konsumen, didaerahDIM, fokus pembangunannya tentu lainlagi, karena ini merupakan segmen sendiri, jumlah mereka mungkin kecil darimereka yang ada dinagari namun jumlah barang dan uangyang beredar jauh lebih besar dari Nagari, perlu pemikiran tersendiri namunjangan sekali-kali mencontoh Jakarta, Surabaya dan Menado. Jakarta secara tak disadaritelah menyediakan dirinya untuk menjadi Singapura.Pribumi secara bertahap danberangsur dikeluarkan dari Jakarta (tanah dan orangnya hilang dari peredaran). Pendatang pribumi baik berupaPNS/Aparat, pedagang, para pensiunan yang mengahbiskan masa tuanya di Jakartajuga banyak yang tak akan lama bertahan, generasi berikutnya akan terdesak dengan berbagai cara, akhirnyakeluar Jakarta tarik diri seperti yang dialami pribumi Betawi sekarang ini. Yang salah kebijakan daerah,di Sumbar hendaknya jangan kejadian, dinegeri sendiri rakyat terusir keluar. Sakitu dulu, silakan kawanlapau manyambuangnyo. Wass, Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
