Assalamualaikum WW bapak bapak dan Ibu ibu anggota lapau nan terhormat
Sebagai tataran KONSEP tulisan diatas sangat tepat..
Pada tataran strategis dilanjutkan dengan tataran tehnis operasional serta
tataran PROGRAM KERJAdi perlukan pendalaman dan pemahaman atas kondisi situasi
dan letak geografis masing masing nagari.
Elemen dasar dalam nagari adalah MANUSIA, kemudian SUMBER DAYA non manusia..
Sakitu dulu sebagai pancingan, banyak ahli dan konseptor serta executor
berbagai program pemberdayaanwilayah dalam lapau awak ko.. (nan penting jan
tajadi baliak carito JAWI SIMENTHAL.).
Banyak maafWassalamualaikum E Dt Marajo nan Tuo (pdg, 58thn)(Asli rang Lambah,
ngarai Sianok)
Pada Kamis, 3 September 2015 6:26, 'Mochtar Naim' via RantauNet
<[email protected]> menulis:
MEMBANGUN NAGARITUMPUAN DIM KE MASA DEPAN Mochtar Naim 2 September 2015
| D |
ALAM kita merancang DIM kemasa depan, kita sudah harus tahu ke mana biduk itu
akan dikayuhkan. Karenabasis kehidupan ber-minang-minang itu ada di Nagari,
maka mau tak mau dansendirinya pembangunan ke masa depan itu harus diarahkan ke
Nagari, dandiletakkan di Nagari. Nagari makmur, makmurlah Minang itu. Nagari
diabaikanmaka hancurlah Minang itu. Jumlah keseluruhan dari Nagari itulah yang
kitamaksudkan dengan Minangkabau itu. Membangun Nagari, oleh karena
itu, haruslah dari segalasegi, dari atas dan dari bawah, secara sinkron dan
simultan. Yang membangunNagari, oleh karena itu, tidak hanya anak nagari di
Nagari itu, baik yang di ranahdi kampung halaman maupun yang di rantau di
manapun, tetapi juga dari pusat dandaerah secara sinkron dan simultan. Artinya
juga dari provinsi, kabupaten/kota,kecamatan dan Nagari itu sendiri.
Dasar filosofinya sudah kita sepakati, yaitu ABS-SBK.Selain Pancasila, UUD1945
dan ketentuan perundang-undangan di NKRI ini yangjuga berlaku secara sepenuhnya
di wilayah provinsi DIM itu, DIM menghidupkankembali daya dan semangat dari
ABS-SBK itu. ABS-SBK tidak hanya sekadardiucap-ucapkan seperti selama ini
tetapi benar-benar dipraktekkan dan diamalkantanpa reserve apapun. Dengan itu,
ABS-SBK adalah dasar dari perundang-undanganyang berlaku di wilayah DIM, dan
ABS-SBK sekaligus adalah juga filosofi dansumber ideologi dan moralitas dari
kita membangun Nagari dan DIM itu secaratotalitas ke masa depan.
Rujukan moralitas yang tertuang ke dalam ABS-SBK yangmengintegrasikan
nilai-nilai adat dan syarak secara terpadu itu, ke depansangat kita harapkan,
karena pembangunan dari segala segi tidak hanya
bersifatteknis-material-administratif-fisikal saja, tetapi juga moral, akhlaq
dan nilai-nilai luhur adat dan agama itu.Kesalahan demi kesalahan yang telah
kita lakukan di NKRI selama 70 tahunmerdeka ini sudah harus kita habisi dan
ganti dengan pembangunan yang berakhlaqdan bermoral tinggi yang dasarnya adalah
adat dan agama: Adat yang berdasarkansyarak, dan Syarak yang bersendikan
Kitabullah.* Dengan dasar ABS-SBK itu kita membangun semua
aspekkehidupan di Nagari dan di DIM itu. Di bidang politik dan
administratifpemerintahan, kita membina sistem pemerintahan yang bersih dan
adil, yang jauhdari KKN, dari korupsi, kolusi dan nepotisme, dengan dasar
demokrasi kerakyatanyang mengutamakan kepentingan rakyat dan masyarakat. Setiap
pelanggaranharuslah dengan sanksi dan hukuman yang berat yang bersifat dan
berakibat jera. Trias politika: eksekutif, legislatif, yudikatif,
jugaberlaku di Nagari. Nagari adalah bagaikan republik-republik mini yang
jugadikenal dalam khazanah ilmu pengetahuan dunia. Nagari yang dipimpin oleh
WaliNagari didampingi oleh sistem kepemimpinan kolegial TTS: Tungku nan
TigoSajarangan, Tali nan Tigo Sapilin, yang terdiri dari Ninik Mamak, Alim
Ulama,Cerdik Pandai, yang lalu diperkuat dengan Bundo Kanduang dan
Pemuda.Masing-masing punya tugas dan wewenang sendiri yang berbeda, tapi
bersifatsaling melengkapi dan isi-mengisi. Unsur-unsur kepemimpinan yang
kolegial-kolektif ini juga terisi dantercermin ke dalam wadah legislatif
berbentuk DPR Nagari. Sementara aspek yudikatifnya dimainkan olehkepemimpinan
TTS menurut fungsi dan tugasnya masing-masing, baik di Nagarimaupun di Jorong
dan Suku masing-masing. * Di bidang ekonomi dan wirausaha, kita
melandaskannya kepadausaha bersama yang bersifat kooperatif dengan dasar
syariah bagi-hasil. Untukitu Nagari kita jadikan sebagai BUMNagari berbentuk
koperasi dari ajaran Hattayang diperkuat dan dijiwai dengan ajaran ekonomi
syariah yang mengutamakankerjasama bagi-hasil tanpa bunga dan riba. Dengan itu
diNagari ada Bank Syariah Nagari yang menjadi bendaharanya usaha
ber-Nagari,selain juga menfasilitasi usaha simpan-pinjam usaha ber-Nagari yang
dikelolasecara koperasi. Semua usaha apapun di Nagari, baik pertanian,
perkebunan,perikanan, peternakan, industri rumah tangga, apapun, yang bukan
usaha pribadi,adalah usaha kerjasama bagi-hasil, yang dikelolakan secara
koperasi syariah. Potensiekonomi yang ada dan menonjol di Nagari, baik berupa
kekayaan alam maupunmanusianya, adalah basis dari usaha ekonomi di Nagari yang
perlu digarap dandikelolakan secara bersama itu. Tanah-tanahulayat yang telah
di HGUkan kepada perusahaan-perusahaan asing dan konglomeratnon-pri yang luas
totalnya sampai ratusan ribu hektar seluruhnya di SumateraBarat saja, dengan
sistem ekonomi koperasi berlandaskan syariah ini perlu danharus ditarik
kembali. Yang sudah habis masa pakainya, tanah dan usaha yang adadi atasnya
seyogyanya diserahkan kembali kepada rakyat dari Nagaribersangkutan. Sementara
yang belum habis, bisa dilanjutkan dengan kerjasamabagi-hasil dengan rakyat di
Nagari ikut serta secara berpadanan dalampengelolaannya. Usaha-usaha yang tidak
mampu dilakukan oleh orang per orang,tetapi bisa dikelolakan secara bersama,
dikelola dalam bentuk Koperasi SyariahNagari. Ekonomi Nagari, dasarnya adalah
koperasi syariah. Dengan koperasisyariah kita membangun Ekonomi Nagari, yang
sendirinya adalah DIM secaratotalitas.DIM danNagari-nagari dalam kebijaksanaan
ekonominya, bagaimanapun, selalu bersifatterbuka. Yang dituju adalah kerjasama
ekonomi yang setimpal dan seimbang,dengan siapapun, yang bersifat saling
menguntungkan dan saling terbuka, denganjuga mengindahkan prinsip ekonomi
kooperatif dengan dasar syariah. * Di bidangsosial, pendidikan dan kebudayaan,
selain dengan dasar ABS-SBK, kitapunmengambil manfaat dari pengalaman
mancanegara yang telah memperlihatkankeunggulan dan kelebihannya dalam
bidang-bidang ini, yang di mana perlu kitabelajar banyak dari mereka dan
pengalaman mereka. Keunggulan negara-negara majudi Barat dan di Timur perlu
kita cermati dan manfaatkan bagi membangun masadepan DIM itu. Oleh karena
itulah,selain dari kita meningkatkan kualitas SDM kita melalui pendidikan
dansosial-budaya serta agama ini, kita banyak-banyak mencontoh dari semua
yangbaik-baik, yang kalau perlu juga mengirimkan banyak anak-anak kita
untukmelanjutkan sekolahnya ke luar negeri ke negara-negara maju itu – seperti
yangdilakukan sebelumnya oleh negara-negara yang sekarang telah maju,
sepertiJepang, Korea dan Cina, ataupun Singapura dan Malaysia sendiri yang
dekatdengan kita. Bukankah Islam sendiri mengajarkan: “Tuntutlah ilmu walau
kenegeri Cina sekalipun.”Seiringdengan itu, kitapun juga perlu mempertanyakan,
dan menyeligi kembali, kekuatanapa di masa lalu di Minangkabau ini yang
memungkinkan dan membikin rakyat danmasyarakat Minang bisa maju sehingga mampu
melebihi dan mengungguli rakyat daridaerah-daerah lainnya di Nusantara ini. Ini
dibuktikan dengan banyaknya pemimpin-pemimpinnasional yang menggerakkan dan
memerdekakan negara ini yang berasal dari Sumatera Barat/Minangkabauini.
Sementara sebaliknya, dengan nafas yang sama, kita juga perlu bertanya
danmempertanyakan, ada apa, kok sekarang rakyat dan masyarakat Minang yang
sama,menurut catatan BPS, meluncur habis ke tingkat kesejahteraan yang
nyaristerendah di bumi Nusantara ini? * Sebagaipenutup dari saya, mari kita
sinsingkan lengan kita dan kerja kerasbersama-sama dalam membangun Nagari dan
Minangkabau yang kita cintai inimelalui DIM itu. Mari kita saling
ingat-mengingatkan dan saling bertegur-sapa,agar DIM ini tidak hanya impian,
tetapi fakta yang kita garap dan realisasikansecara bersama-sama. Kita perlu
idealisme yang tinggi serta konsep yang jelaske depan untuk membangun Nagari
dan DIM itu.Semoga Allahmemberi hidayah dan ma’unahNya kepada kita semua, amin!
***--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.