Lah 4 tahun, lai sampai dimaa UIMN tu, Pak? Talampau banyak nan dikaca dek pak MN, bantuaknyo alun adoh nan manjadi. Nan karajo mambuek DIM manuruik ambo nan beko paliang banyak mamacah energi...
Wassalam fitr lk/41/Albany 2015-12-29 9:33 GMT-05:00 'Mochtar Naim' via RantauNet < [email protected]>: > > > *MOCHTAR NAIM AJAK WARGA MINANG BANGUN UIMN * > London, 28/7/11 (ANTARA) - Sosiolog terkemuka yang juga dikenal sebagai > ahli Minangkabau, Mochtar Naim mengajak warga Minang di perantauan > khususnya di Inggris Raya ikut mewujudkan cita-citanya membangun "memorial > university" di Sumatera Barat, yaitu Universitas Islam Mohammad Natsir > (UIMN). > > Hal itu disampaikan anggota DPD RI Mochtar Naim saat berdialog dengan > masyarakat Minang yang ada di Inggris khususnya di London, yang diadakan di > rumah Atase Pendidikan KBRI London Dr Fauzi Soelaiman, Rabu (27/7) malam. > > Menurut Mochtar Naim kepada koresponden ANTARA London, pendirian UIMN > sebenarnya sudah lama diidamkan oleh masyarakat Minang yang ada di Sumatera > Barat dan juga di Tanah Air. > > Namun diakuinya banyak kendala yang dihadapi untuk merealisasikannya. Ide > itu, menurut dia, kembali mencuat setelah Mohammad Natsir dikukuhkan > sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008. > > "Sekarang pintu terbuka lebar bagi kita untuk merealisasikan idaman yang > sudah lama terpendam," ujar Ketua Jurusan Sosiologi Universitas Andalas > Padang itu. > > Dikatakannya, yang dibutuhkan adalah tekad dan kesepakatan untuk membuat > cita-cita tersebut menjadi kenyataan. "Universitas Mohammad Natsir bukan > hanya menjadi milik sekelompok orang, tetapi milik kita semua," ujar > anggota Senat Universitas Andalas itu. > > Berbagai pertimbangan untuk mendirikan UIMN di Sumatera Barat, menurut > dia, selain alasan emosional yang kebetulan dilahirkan di Alahan Panjang, > Solok, Sumatera Barat, juga karena semakin terbatasnya sumber daya alam di > Ranah Minang. > > Menurut Muchtar Naim, dulu Sumbar dikenal dengan tambang batubaranya, tapi > sekarang sudah semakin menipis. Untuk itu, satu-satunya cara mengembalikan > kejayaan Sumatera Barat yang telah melahirkan banyak cendekiawan seperti > yang diusulkan Prof Emil Salim adalah dengan menjadikan Sumatera Barat > sebagai pusat "industri otak". > > "Industri" itu diharapkan dapat melahirkan para cendekiawan yang bukan > hanya untuk generasi muda dan anak cucu orang Sumatera Barat, tetapi untuk > siapa pun di Indonesia dan bahkan dunia Melayu pada umumnya, dimana > Sumatera Barat merupakan bagian dari tanah Melayu termasuk Malaysia dan > Brunei, ujarnya. > "Apalagi Allah mentakdirkan manusia-manusia dan budaya Minang yang suka > berguru kepada alam, yang terungkap dalam pepatah 'alam takambang manjadi > guru' sangat menyukai ilmu sebagaimana yang diajarkan oleh Islam," katanya > menambahkan. > > Perkembangan sekolah dan pendidikan di Sumatera Barat sejak zaman kolonial > hingga alam kemerdekaan, menurut dia, sudah terliat. Suasana intelektual, > emosional, spiritual dan sosial cultural yang kondusif akan membantu > merealisasikannya, ujar Mochtar yang tercatat sebagai pendiri Fakultas > Sastra Unand pada 1980 itu. > > Untuk itu, Mochtar Naim yang menulis buku "Bibliografi Minangkabau" yang > diterbitkan University of Singapore Press serta "Merantau, Pola Migrasi > Suku Minangkabau" (GMU Press) mengajak masyarakat Sumatera Barat dimana pun > berada untuk dapat ikut membantu merealisasikan UIMN. > > Hal yang sama juga dilakukan Mochtar Naim saat berkunjung ke Amerika > Serikat dan Australia. Ia berharap dengan dukungan dari seluruh masyarakat > Sumatera Barat yang dikenal senang merantau itu, UIMN dapat diwujudkan. > > Menurut ayah empat anak itu, Sumatera Barat memiliki pemandangan yang > sangat indah yang tidak ada duanya di Indonesia. "Siapa pun yang datang ke > Sumatera Barat tidak akan memungkirinya," ujar pria yang pernah menjadi > Direktur Centre for Minangkabau Studies itu. > > Sayangnya, katanya, pada saat bersamaan Sumatera Barat miskin akan sumber > daya alam. Selain Semen Padang, Sumbar sudah tidak memiliki apa pun, > batubara sudah habis, tambang-tambangnya juga sudah tidak ada lagi, begitu > pun tanahnya sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi, ujar Mocthar Naim yang > dikenal vocal. > > "Satu-satunya yang dapat dibanggakan dari ranah Minang adalah menjadikan > Sumatera Barat menjadi pusat 'industri otak'," ujar Mocthar Naim. ***4*** > (T.H-ZG/B/R014/R014) 28-07-2011 18:12:05 > Diposkan oleh Antara Jendela Dunia di 14.51 > <http://antarajendeladunia.blogspot.co.id/2011/07/mochtar-naim.html> > > -- > . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
