Assalamu'alaikum wr.wb. Bantuak nyo alun ado lulusan UIMN ko lai : http://yarsisumbar.org/?p=1450
Salam Reza 2015-12-30 11:44 GMT+07:00 muhammad syahreza <[email protected]>: > Assalamu'alaikum wr.wb. > > > http://sumbar.antaranews.com/berita/150060/universitas-mohammad-natsir-hadir-di-bukittinggi.html > > Salam > > Reza > > 2015-12-30 11:24 GMT+07:00 Fitrianto <[email protected]>: > >> Alhamdulillah lah tagak, Pak. >> Lah 4 tahun, berarti lah adoh lulusannyo? >> Di maa sajo bakiprahnyo? >> >> Wassalam >> Fitr >> >> Sent from my iPad >> >> On Dec 29, 2015, at 10:04 PM, 'Mochtar Naim' via RantauNet < >> [email protected]> wrote: >> >> Fitr, >> UIMN lah badiri di Bukittinggi dengan inisiatif kawan2 dari YARSI. >> Alhamdu lillah. MN >> >> >> On Wednesday, December 30, 2015 4:23 AM, Fitrianto < >> [email protected]> wrote: >> >> >> Lah 4 tahun, lai sampai dimaa UIMN tu, Pak? >> >> Talampau banyak nan dikaca dek pak MN, bantuaknyo alun adoh nan manjadi. >> Nan karajo mambuek DIM manuruik ambo nan beko paliang banyak mamacah >> energi... >> >> Wassalam >> fitr >> lk/41/Albany >> >> 2015-12-29 9:33 GMT-05:00 'Mochtar Naim' via RantauNet < >> [email protected]>: >> >> >> >> *MOCHTAR NAIM AJAK WARGA MINANG BANGUN UIMN * >> London, 28/7/11 (ANTARA) - Sosiolog terkemuka yang juga dikenal sebagai >> ahli Minangkabau, Mochtar Naim mengajak warga Minang di perantauan >> khususnya di Inggris Raya ikut mewujudkan cita-citanya membangun "memorial >> university" di Sumatera Barat, yaitu Universitas Islam Mohammad Natsir >> (UIMN). >> >> Hal itu disampaikan anggota DPD RI Mochtar Naim saat berdialog dengan >> masyarakat Minang yang ada di Inggris khususnya di London, yang diadakan di >> rumah Atase Pendidikan KBRI London Dr Fauzi Soelaiman, Rabu (27/7) malam. >> >> Menurut Mochtar Naim kepada koresponden ANTARA London, pendirian UIMN >> sebenarnya sudah lama diidamkan oleh masyarakat Minang yang ada di Sumatera >> Barat dan juga di Tanah Air. >> >> Namun diakuinya banyak kendala yang dihadapi untuk merealisasikannya. Ide >> itu, menurut dia, kembali mencuat setelah Mohammad Natsir dikukuhkan >> sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008. >> >> "Sekarang pintu terbuka lebar bagi kita untuk merealisasikan idaman yang >> sudah lama terpendam," ujar Ketua Jurusan Sosiologi Universitas Andalas >> Padang itu. >> >> Dikatakannya, yang dibutuhkan adalah tekad dan kesepakatan untuk membuat >> cita-cita tersebut menjadi kenyataan. "Universitas Mohammad Natsir bukan >> hanya menjadi milik sekelompok orang, tetapi milik kita semua," ujar >> anggota Senat Universitas Andalas itu. >> >> Berbagai pertimbangan untuk mendirikan UIMN di Sumatera Barat, menurut >> dia, selain alasan emosional yang kebetulan dilahirkan di Alahan Panjang, >> Solok, Sumatera Barat, juga karena semakin terbatasnya sumber daya alam di >> Ranah Minang. >> >> Menurut Muchtar Naim, dulu Sumbar dikenal dengan tambang batubaranya, >> tapi sekarang sudah semakin menipis. Untuk itu, satu-satunya cara >> mengembalikan kejayaan Sumatera Barat yang telah melahirkan banyak >> cendekiawan seperti yang diusulkan Prof Emil Salim adalah dengan menjadikan >> Sumatera Barat sebagai pusat "industri otak". >> >> "Industri" itu diharapkan dapat melahirkan para cendekiawan yang bukan >> hanya untuk generasi muda dan anak cucu orang Sumatera Barat, tetapi untuk >> siapa pun di Indonesia dan bahkan dunia Melayu pada umumnya, dimana >> Sumatera Barat merupakan bagian dari tanah Melayu termasuk Malaysia dan >> Brunei, ujarnya. >> "Apalagi Allah mentakdirkan manusia-manusia dan budaya Minang yang suka >> berguru kepada alam, yang terungkap dalam pepatah 'alam takambang manjadi >> guru' sangat menyukai ilmu sebagaimana yang diajarkan oleh Islam," katanya >> menambahkan. >> >> Perkembangan sekolah dan pendidikan di Sumatera Barat sejak zaman >> kolonial hingga alam kemerdekaan, menurut dia, sudah terliat. Suasana >> intelektual, emosional, spiritual dan sosial cultural yang kondusif akan >> membantu merealisasikannya, ujar Mochtar yang tercatat sebagai pendiri >> Fakultas Sastra Unand pada 1980 itu. >> >> Untuk itu, Mochtar Naim yang menulis buku "Bibliografi Minangkabau" yang >> diterbitkan University of Singapore Press serta "Merantau, Pola Migrasi >> Suku Minangkabau" (GMU Press) mengajak masyarakat Sumatera Barat dimana pun >> berada untuk dapat ikut membantu merealisasikan UIMN. >> >> Hal yang sama juga dilakukan Mochtar Naim saat berkunjung ke Amerika >> Serikat dan Australia. Ia berharap dengan dukungan dari seluruh masyarakat >> Sumatera Barat yang dikenal senang merantau itu, UIMN dapat diwujudkan. >> >> Menurut ayah empat anak itu, Sumatera Barat memiliki pemandangan yang >> sangat indah yang tidak ada duanya di Indonesia. "Siapa pun yang datang ke >> Sumatera Barat tidak akan memungkirinya," ujar pria yang pernah menjadi >> Direktur Centre for Minangkabau Studies itu. >> >> Sayangnya, katanya, pada saat bersamaan Sumatera Barat miskin akan sumber >> daya alam. Selain Semen Padang, Sumbar sudah tidak memiliki apa pun, >> batubara sudah habis, tambang-tambangnya juga sudah tidak ada lagi, begitu >> pun tanahnya sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi, ujar Mocthar Naim yang >> dikenal vocal. >> >> "Satu-satunya yang dapat dibanggakan dari ranah Minang adalah menjadikan >> Sumatera Barat menjadi pusat 'industri otak'," ujar Mocthar Naim. ***4*** >> (T.H-ZG/B/R014/R014) 28-07-2011 18:12:05 >> Diposkan oleh Antara Jendela Dunia di 14.51 >> <http://antarajendeladunia.blogspot.co.id/2011/07/mochtar-naim.html> >> -- >> . >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
