hehe.. Mantap Pak MN, walaupun banyak sudah berusia tidak muda,, tapi tingkat produktivitas bapak melebihi yang muda atau yang kekinian,, ☺
Wassalam, *st. eF Zainal Sikumbang* *Kuala Lumpur* Pada 30 Desember 2015 11.04, 'Mochtar Naim' via RantauNet < [email protected]> menulis: > Fitr, > UIMN lah badiri di Bukittinggi dengan inisiatif kawan2 dari YARSI. > Alhamdu lillah. MN > > > On Wednesday, December 30, 2015 4:23 AM, Fitrianto < > [email protected]> wrote: > > > Lah 4 tahun, lai sampai dimaa UIMN tu, Pak? > > Talampau banyak nan dikaca dek pak MN, bantuaknyo alun adoh nan manjadi. > Nan karajo mambuek DIM manuruik ambo nan beko paliang banyak mamacah > energi... > > Wassalam > fitr > lk/41/Albany > > 2015-12-29 9:33 GMT-05:00 'Mochtar Naim' via RantauNet < > [email protected]>: > > > > *MOCHTAR NAIM AJAK WARGA MINANG BANGUN UIMN * > London, 28/7/11 (ANTARA) - Sosiolog terkemuka yang juga dikenal sebagai > ahli Minangkabau, Mochtar Naim mengajak warga Minang di perantauan > khususnya di Inggris Raya ikut mewujudkan cita-citanya membangun "memorial > university" di Sumatera Barat, yaitu Universitas Islam Mohammad Natsir > (UIMN). > > Hal itu disampaikan anggota DPD RI Mochtar Naim saat berdialog dengan > masyarakat Minang yang ada di Inggris khususnya di London, yang diadakan di > rumah Atase Pendidikan KBRI London Dr Fauzi Soelaiman, Rabu (27/7) malam. > > Menurut Mochtar Naim kepada koresponden ANTARA London, pendirian UIMN > sebenarnya sudah lama diidamkan oleh masyarakat Minang yang ada di Sumatera > Barat dan juga di Tanah Air. > > Namun diakuinya banyak kendala yang dihadapi untuk merealisasikannya. Ide > itu, menurut dia, kembali mencuat setelah Mohammad Natsir dikukuhkan > sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008. > > "Sekarang pintu terbuka lebar bagi kita untuk merealisasikan idaman yang > sudah lama terpendam," ujar Ketua Jurusan Sosiologi Universitas Andalas > Padang itu. > > Dikatakannya, yang dibutuhkan adalah tekad dan kesepakatan untuk membuat > cita-cita tersebut menjadi kenyataan. "Universitas Mohammad Natsir bukan > hanya menjadi milik sekelompok orang, tetapi milik kita semua," ujar > anggota Senat Universitas Andalas itu. > > Berbagai pertimbangan untuk mendirikan UIMN di Sumatera Barat, menurut > dia, selain alasan emosional yang kebetulan dilahirkan di Alahan Panjang, > Solok, Sumatera Barat, juga karena semakin terbatasnya sumber daya alam di > Ranah Minang. > > Menurut Muchtar Naim, dulu Sumbar dikenal dengan tambang batubaranya, tapi > sekarang sudah semakin menipis. Untuk itu, satu-satunya cara mengembalikan > kejayaan Sumatera Barat yang telah melahirkan banyak cendekiawan seperti > yang diusulkan Prof Emil Salim adalah dengan menjadikan Sumatera Barat > sebagai pusat "industri otak". > > "Industri" itu diharapkan dapat melahirkan para cendekiawan yang bukan > hanya untuk generasi muda dan anak cucu orang Sumatera Barat, tetapi untuk > siapa pun di Indonesia dan bahkan dunia Melayu pada umumnya, dimana > Sumatera Barat merupakan bagian dari tanah Melayu termasuk Malaysia dan > Brunei, ujarnya. > "Apalagi Allah mentakdirkan manusia-manusia dan budaya Minang yang suka > berguru kepada alam, yang terungkap dalam pepatah 'alam takambang manjadi > guru' sangat menyukai ilmu sebagaimana yang diajarkan oleh Islam," katanya > menambahkan. > > Perkembangan sekolah dan pendidikan di Sumatera Barat sejak zaman kolonial > hingga alam kemerdekaan, menurut dia, sudah terliat. Suasana intelektual, > emosional, spiritual dan sosial cultural yang kondusif akan membantu > merealisasikannya, ujar Mochtar yang tercatat sebagai pendiri Fakultas > Sastra Unand pada 1980 itu. > > Untuk itu, Mochtar Naim yang menulis buku "Bibliografi Minangkabau" yang > diterbitkan University of Singapore Press serta "Merantau, Pola Migrasi > Suku Minangkabau" (GMU Press) mengajak masyarakat Sumatera Barat dimana pun > berada untuk dapat ikut membantu merealisasikan UIMN. > > Hal yang sama juga dilakukan Mochtar Naim saat berkunjung ke Amerika > Serikat dan Australia. Ia berharap dengan dukungan dari seluruh masyarakat > Sumatera Barat yang dikenal senang merantau itu, UIMN dapat diwujudkan. > > Menurut ayah empat anak itu, Sumatera Barat memiliki pemandangan yang > sangat indah yang tidak ada duanya di Indonesia. "Siapa pun yang datang ke > Sumatera Barat tidak akan memungkirinya," ujar pria yang pernah menjadi > Direktur Centre for Minangkabau Studies itu. > > Sayangnya, katanya, pada saat bersamaan Sumatera Barat miskin akan sumber > daya alam. Selain Semen Padang, Sumbar sudah tidak memiliki apa pun, > batubara sudah habis, tambang-tambangnya juga sudah tidak ada lagi, begitu > pun tanahnya sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi, ujar Mocthar Naim yang > dikenal vocal. > > "Satu-satunya yang dapat dibanggakan dari ranah Minang adalah menjadikan > Sumatera Barat menjadi pusat 'industri otak'," ujar Mocthar Naim. ***4*** > (T.H-ZG/B/R014/R014) 28-07-2011 18:12:05 > Diposkan oleh Antara Jendela Dunia di 14.51 > <http://antarajendeladunia.blogspot.co.id/2011/07/mochtar-naim.html> > -- > . > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
