Oalah Buk…! TIGO TUNGKU SAJARANGAN…
Bukankah promotor Organ dan Band tu adolah niniak mamak gadang dan boss gadang pendidikan Bu Netri Y sendiri, seperti terlihat pada beberapa link-link berikut ? Apa bukan Bu Netri seharusnya mendukung ...... ? http://m.covesia.com/berita/4312/band-irwan-prayitno-tampil-sebagai-pembuka-festival-band-lagu-minang.html http://www.laksus.com/berita/653/aksi-band-irwan-prayitno-tampil-memukau.html https://www.youtube.com/watch?v=8Up97qg53ag http://www.mp3tunes.tk/download?v=K1gp9bcu5hc Mengajak anak kamanakan ka zaman sabalun Rasullullah dahulu? *Sembahyang mereka **di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.* *Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,* *supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.* *Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu."* *Al Qur'an, Al Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]:35-38* Barangkali lebih mantap jika ditambah dengan “terompet sangkakala tunggal” sbb ?: http://mosaicmagazine.com/observation/2014/09/remembrance-of-trumpets-past/ http://www.huffingtonpost.com/2014/09/22/shofar-rosh-hashanah_n_5849764.html http://www.messianicjudaism.me/yinon/2014/09/22/awaken-your-soul-%E2%80%9Cthe-cry-of-the-shofar%E2%80%9D/ http://his-israel.com/appointments-with-god/fall-feasts/rosh-hashanah-feast-of-trumpets/ http://www.blog.standforisrael.org/articles/photo-friday-blowing-the-shofar-for-yom-kippur https://www.youtube.com/watch?v=9ht0ailWQf8 Nampaknyo bakal rami acara-acara TIGO TUNGKU SAJARANGANnyo Pak Mochtar Naim jiko dihiasi jo nan co itu… Bravo P Mochtar ! 2016-01-09 17:28 GMT+07:00 Mizardi <[email protected]>: > Renungan: > Surat terbuka dari guru di Pariaman kpd Walikota-nya > > Selasa, 05 Januari 2016 > > Tertibkan Orgen Tunggal, Selamatkan Moral Kemenakan! > > Aku hanya seorang gadis kecil yang coba menulis sesuatu padamu yang > pantasnya ku panggil Mamak, bukan, Pak. Surat ini bukan suatu bentuk > pembangkangan, kagadang-gadangan atau sok mengajari pandeka basilek. > Sepuluh jari kemenakan susun beserta kepala, memohon maaf apabila ada > kata-kata kemanakan yang patut dibimbing ini yang tidak enak Mamak baca. > > Mamak, disini aku ingin berbicara tentang orgen tunggal di > Pariaman. Kemenakan kecilmu ini kini telah beranjak dewasa, hingga ketika > aku menyaksikan orgen tunggal yang menampilkan biduannya berpakaian minim, > seolah-olah aku yang sedang ditelanjangi, ditonton dan dijadikan objek > tertawa licik para lelaki yang puas menatapnya. Aku malu! > > Hingga sebelum acara itu usai aku sudah lebih dulu pergi karena > terbayang apa yang akan aku saksikan selanjutnya. Ya, seperti yang > sudah-sudah, seperti yang sama-sama diketahui, seperti yang sudah mulai > dimaklumi, para biduan wanita itu akan melecuti beberapa bagian pakaiannya > lebih minim lagi, lebih terbuka lagi, lebih memancing hawa nafsu lagi, lalu > mereka bersama pemuda-pemuda bahkan mamak-mamak yang tengah mabuk akan > berpesta pora. Bergoyang seolah lupa siapa mereka. Apa kedudukan mereka. > Seorang mamak akan lupa memberi contoh yang baik pada kemenakannya. Pemuda > yang masih sekolah lupa akan apa tanggungjawabnya esok pagi. Dan itu > berlangsung hingga pukul empat pagi. Hampir mendekati subuh. Dan hal > tersebut digelar diruang terbuka. > > Maka akan sangat miris lagi ketika pagi-pagi beberapa bocah > usia sekolah dasar menceritakan perihal apa yang dilihatnya dari gelaran > orgen tunggal semalam yang ditontonnya itu pada teman sebayanya. > Menceritakan bagaimana terbukanya pakaian biduan-biduan wanitanya. > Menyebutkan nama-nama orang kampungnya yang mabuk berat malam itu, dan > menceritakan siapa-siapa saja yang memeluk biduan wanita seraya memberi > beberapa lembar uang saweran. Miris! Bocah sekecil itu menurutku hanya > boleh bercerita tentang bagaimana ia menyelesaikan PR Matematikanya > semalam. Bukan bercerita tentang tontonan tak pantas yang disuguhkan > kakaknya, ayahnya, mamak-mamaknya dan tetangga-tetangganya. > > Lebih miris lagi ku saksikan di kota ini, nasionalisme > pemudanya hanya sebatas gelaran orgen tunggal. Mereka menanti datangnya > hari peringatan kemerdekaan demi berpesta dengan orgen tunggal dengan > goyangan eotis lengkap dengan minuman keras, lalu acara itu dikemas dengan > tajuk ALEK PEMUDA. Apa dengan begitu mereka akan tahu bagaimana perjuangan > para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan mungkin lagu wajib > Indonesia raya saja mereka tak tahu. Mereka lebih hafal judul lagu dangdut > koplo yang membuat goyangan mereka semakin asyik dan malam mereka semakin > panas. Toh kemerdekaan bagi mereka adalah sebatas bebas bermabuk-mabukan > dan bebas menikmati aurat yang dipertontonkan. > > Aku bukan ahli agama, Mamak. Tapi yang aku tahu mengumbar > aurat itu berdosa. Meliuk-liukan badan dengan pakaian super pendek itu > berdosa. Melelang harga diri dengan beberapa lembar rupiah yang diserukan > dengan pengeras suara itu amat berdosa. Minuman keras itu berdosa. Bukankah > oranng Minang terkenal dengan adat istiadat dan agamanya? Lalu kenapa > Pariaman kini seolah menjadi Pantura jilid dua? > > Aku teringat himbauan “Maghrib mengaji” yang Mamak serukan > dulu. Lalu kenapa tak bisa mamak buat himbauan “Pariaman bebas orgen > tunggal”? Jikapun rumah orang baralek dan alek pemuda harus dihibur orgen > tunngal, kenapa tak tegas tegakkan aturan orgen tunggal hanya boleh hingga > pukul dua belas malam saja dengan menjunjung tinggi adat kesopanan dan > nilai agama? > > Aku yang bodoh ini menangkap adanya pergeseran nilai di ranah > yang begitu ku sanjung ini, Mamak. Jika dulu kemenakan segan bertemu mamak > di lapau, kini kemanakan dan mamak duduk bersama bermain domino. Bahkan > menonton orgen dilokasi yang sama dengan kelakuan yang sama. Begitu sedih > aku mendapati hal tersebut. Seolah-olah Minang kabau kini tak lagi bisa > dijadikan panutan. Seolah-olah nilai-nilai kesopanan dipertaruhkan demi > tameng “hiburan”. > > Lakukanlah sesuatu, Mamak! Anggaplah biduan wanita itu, > pemuda-pemuda itu dan anak-anak kecil yang gemar menonton orgen tunggal itu > adalah kemenakan-kemanakanmu juga yang pantas Mamak ajari hal-hal baik dan > Mamak lindungi dari segala yang tercela. Tak ku minta biduan-biduan seksi > itu lantas berbaju kurung, Mamak, setidaknya buat mereka lebih menghargai > badan mereka sendiri. Jjika tidak bisa mamak buat pemuda-pemuda itu kembali > ke Surau, setidaknya buat mereka kembali ke rumah orang tuanya lebih awal. > Aku menulis surat terbuka ini bukan berangkat dari resahku sendiri. Namun > dari resahnya Bundo Kanduang oleh dunia yang tak lagi “talok diaja”. Aku > sadar benar, Mamak bukanlah orang yang patut dipersalahkan. Ada orang tua, > niniak mamak, dan urang tuo di kampung-kampung yang harusnya lebih paham > menjaga anak kemenakannya. Tapi bolehkah aku memohon, Mamak? Datanglah ke > lapau-lapau tiap kampung itu, temuai tiap niniak mamaknya, beritahu mereka > apa yang seharusnya mereka lakukan. Ingatkan mereka jikalau lupa. > Berbincang-bincanglah di lapau dengan mereka, sebagaimana biasa Mamak > lakukan di masa-masa kampanye dulu. > > Aku mohon diri mengakhiri surat ini, Mamak. Aku masih harus > memeriksa hasil ulangan anak didikku yang mengerjakan ulangan dengan mata > terkantuk-kantuk ulah orgen tunggal 'bahoyak' di kampung mereka semalam... > > Netri Yeni di 06.15 > > > http://netriolala.blogspot.co.id/2016/01/2016-pariaman-harus-bebas-orgen-tunggal.html?m=1 > > Salam, > Mizardi Amir. > > *Dari: *Mochtar Naim [email protected] [surau] > *Terkirim: *Selasa, 5 Januari 2016 14.51 > *Ke: *RantauNet Group; Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo; Nasir Zulhasril; > Asmun Sjueib; Mohcholilbaridjambek; Amri AZIZ; Mestika Zed; Alfitri FISIP; > Harlizon MBAu; Anggun Gunawan; Dr. Gusti ASNAN; Edy Utama; Basri Mangun; > Drs Sjafnir Aboe NAIN; Mas'oed ABIDIN; Zulharbi Salim; Lies Suryadi; BADRUL > MUSTAFA; BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU; yahoogroups; Azmi Dt > Bgd Abu; Yahoo!; Prof Dr Taufik ABDULLAH; Prof Dr Djohermansyah DJOHAN; > Prof. Dr Azyumardi AZRA; Ilhamy Elias; Fasli JALAL; Miko Kamal; Irman > Gusman; Chairil Anwar; Emil Habli HasanNaim; Herlina Hasan Basri; Dr. > Saafroedin BAHAR; Ir. Raja Ermansyah YAMIN; Feraldi W. Loeis; Zulhendri > Chaniago; Jusril Jamarin; Nurmatias Zakaria; Jafrinur Jafrinur; > [email protected]; Novesar62; Dr. Herwandi WENDY; Arief Rangkayo > Mulia; Bunda Nismah; Redaksi_haluan; Kardimatus Suheimi; Elfitra Baikoeni; > Meuthia Suyudi; yahoogroups; Khairul Jasmi; Prof.Dr Emil SALIM; Novizar > Zen; Muslim Kasim; Yuliasma Muluk; Ambiar Lani; Abdurrahman Aman; M. ABDUH; > Amelia Naim Indrajaya; Gebuminang Pusat; Opinihaluan; Sutan Sinaro; Darman > - MOENIR; Eri Bagindo Rajo; Sjamsir_sjarif; OBS Saldi; Riri Chaidir; Muslih > Sayan; Zulfahmi Burhan; S. SURYADI; Zizie Fauzan; WiNda AmeLia; Elvira > Naim; Herman Jambak; Asmardi Arbi; Rahim Jabbar; Susi Moeis; > [email protected]; Nina Rivai; Rizal Ramli; Datuk Endang; Revrisond > Baswir; Zuriyati Ati; Ajoduta; ADMIN DIM ORI; PUSAT KAJIAN ADAT ALAM > MINANGKABAU; Yeyen Kiram; Mahyudin Al Mudra; Kasim Musliar; Dutamardin > Umar; Asril Tanjung; Chaca Mesyarah; Wannofri Samry; Marwan Batubara > *Balas Ke: *[email protected] > *Perihal: *[surau] MOCHTAR NAIM: "RM DAN ABS-SBK" > > > > > *REVOLUSI MENTAL (“RM”) dan “ABS-SBK”* > > *Mochtar Naim* > *5 Jan 2016* > > P > ERTANYAAN pertama yang wajar dikemukakan dengan didengungkannya konsep > Revolusi Mental (“RM”) oleh Presiden Joko Widodo adalah: Dapatkah konsep RM > yang berjalan secara nasional juga berjalan seirama dengan konsep ABS-SBK > di bumi Minangkabau dalam konteks DIM ke masa depan? > Jawabnya tentu saja: Kenapa tidak? Kita tahu bahwa dari > keduanya itu ada yang sejalan ada yang tidak. Beda yang jelas antara > keduanya ialah bahwa yang satu, RM, sifatnya adalah sinkretik, sementara > ABS-SBK, sintetik. Seperti halnya dengan ciri budaya Jawa di mana-mana, > semua agama itu dasarnya sama. Jawanya: *Sadaya agami sami kemawon. *Malah > yang satu bisa mengisi yang lainnya. Dan yang satu sama lain saling > isi-mengisi. Begitu agama, begitu adat dan budaya lain-lainnya. > Kalau di Minang, tidak. Dengan prinsip ABS-SBK, seperti > bunyinya itu: Adatnya bersandarkan Syarak, dan Syarak berdasar Kitabullah. > Yang tertinggi adalah Kitabullah Al Qur’anul Karim itu. Syarak berada di > bawahnya, sementara Adat tidak ada yang boleh bertentangan dengan Syarak. > Mana-mana Adat yang bertentangan dengan Syarak, dibuang. Dikatakan: Syarak > mengata, Adat memakai. > Diskrepansi yang terjadi dalam budaya nasional NKRI adalah: > Kendati Sila Pertama Pancasila mengatakan: Ketuhanan Yang Maha Esa, yang > mengukuhkan prinsip ketauhidan dari Islam, dan Islam adalah satu-satunya > agama berdasar kepada Ketuhanan YME itu, namun dalam pengakuannya semua > agama diakui sebagai sama, baik yang Maha Esa (Islam), Tri Esa (Trinitas > Kristen), Poli Esa alias politheisme (Hindu), maupun yang tak jelas > diakui apakah Tuhan itu ada atau tidak (Budhisme dan Kong Hu Chu). Bahkan > di zaman Orde Lama Soekarno, komunisme yang jelas-jelas atheist juga diakui > – karena Soekarno, katanya, tidak mau menunggangi kuda berkaki tiga: Islam, > Sosialisme dan Nasionalisme. Karena itu komunisme-atheismenya PKI juga > diakui. Juga, kendati 80 % dari penduduk Indonesia adalah muslim, namun > Indonesia dinyatakan bukanlah Negara Islam, seperti halnya dengan Malaysia, > Brunai, Bangladesh, Pakistan, negara-negara Arab, Mesir, Turki, dsb, yang > semua adalah Negara Islam. Indonesia sekarang walau bukan negara Islam, > tetapi statistiknya diakui sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim > terbesar dan terbanyak di dunia ini. > Di DIM sendiri, kendati prinsipnya adalah ABS-SBK, tetapi > tidak menghalangi penduduk yang bukan muslim, seperti masyarakat Mentawai, > Masyarakat Nias, masyarakat Batak non-muslim, masyarakat non-pribumi Cina, > dsb, untuk tetap menjadi warga Provinsi Sumbar dan nantinya warga Provinsi > Daerah Istimewa Minangkabau itu. Kecuali di dua kota suci, Mekkah dan > Madinah, orang Kristen dan Yahudi dan non-muslim lainnya di seluruh dunia > Arab diakui sebagai sama dengan warga muslim. Begitu juga di DIM > sendiri, warga muslim dan non-Muslim diperlakukan sebagai sama, dan hak-hak > mereka sebagai warga-negara sebagai sama. > Dikotomi antara RM dan ABS-SBK makin terasa di mana mental > dalam konteks RM diartikan dalam artian etika dan estetika, sementara > mental dalam konteks ABS-SBK tidak hanya dalam arti etika dan estetika > tetapi juga adalah bahagian yang esensial dan tak terpisahkan dari ibadah > dan mu’amalah yang diartikan sebagai “akhlâq” dan sempurnanya: “akhlâqul > karîmah.” Tegasnya, Islam akan tiada makna tanpa akhlaq dan akhlaqul > karimah itu. > Dalam RM, sebagai contoh, laki-laki dan perempuan yang > berduaan dalam ruang tertutup, lalu melakukan praktek hubungan seks, tidak > akan diapa-apakan, dan tidak akan diproses secara hukum, jika tidak ada > yang mengadukan. Makanya kamar hotel dan penginapan dan tempat-tempat > indehoi lainnya di tepi pantai, di daerah resort pariwisata, dsb, adalah > tempat yang aman untuk melakukan hubungan mesum antar gender itu. Dalam > Islam, seperti yang juga diberlakukan dalam ABS-SBK, jangankan sampai > berhubungan seks, tinggal berduaan dalam ruangan saja, atau jalan berduaan > untuk tujuan indehoi saja, sudah dilarang; apalagi kalau dengan tujuan mau > gituan pula. Dalam Islam yang menentukan itu adalah motif atau niat kita > melakukan sesuatu itu. Niat yang baik dengan cara yang baik maka > ganjarannya akan baik yang akan diterimakan tidak hanya di dunia ini saja, > tetapi juga di akhirat nanti. Ganjaran baik sorga tantangannya; ganjaran > jelek neraka tantangannya. Dalam RM tidak ada perhitungan buruk-baik dengan > ganjaran surga-neraka itu. Perhitungan RM hanyalah semata perhitungan > untung-rugi > secara material saja. > RM dengan tujuan untuk mendorong kerja keras, kerja > berdisiplin, kerjasama berkelompok yang optimal, saling tolong-menolong, > santun-menyantuni, dsb, tentu saja baik, dan sangat baik sekali. Tapi > karena ada jarak dan bahkan jurang antara pengusaha yang memiliki badan > usaha dan buruh dan pekerja yang menjual tenaga dan keahliannya, apalagi > dalam sistem ekonomi yang bersifat kapitalistik, RM sukar menerapkannya; > tidak lain karena motif yang berbeda itu. Badan usaha yang sifatnya > kapitalistik itu menginginkan adanya RM yang tinggi dengan produktivitas > yang tinggi, dan keuntungan material yang tinggi. Sementara badan usaha > yang sifatnya syar’i dan islami, kecuali itu, adalah keberkatan yang juga > tinggi, yang dinikmati secara bersama, di dunia ini dan di akhirat nanti. > *** > > > __._,_.___ > ------------------------------ > Posted by: Mochtar Naim <[email protected]> > ------------------------------ > Reply via web post > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/messages/49981;_ylc=X3oDMTJxNjcyM2szBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzQ5OTgxBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--?act=reply&messageNum=49981> > • Reply to sender > <[email protected]?subject=Re%3A%20MOCHTAR%20NAIM%3A%20%22RM%20DAN%20ABS-SBK%22> > • Reply to group > <[email protected]?subject=Re%3A%20MOCHTAR%20NAIM%3A%20%22RM%20DAN%20ABS-SBK%22> > • Start a New Topic > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/newtopic;_ylc=X3oDMTJlb3JwbWVxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--> > • Messages in this topic > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/topics/49981;_ylc=X3oDMTM2a2JuOG1pBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzQ5OTgxBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQR0cGNJZAM0OTk4MQ--> > (1) > "Sudahkah anda shalat dan berinfaq hari ini ? > > > <*> To unsubscribe from this group, send an email to: > [email protected] > > <*> To subscribe from this group, send an email to: > [email protected] > Visit Your Group > <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/info;_ylc=X3oDMTJlamxzZzE2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--> > > > [image: Yahoo! Groups] > <https://groups.yahoo.com/neo;_ylc=X3oDMTJkcmRvbTUxBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxNDUxOTgwMzAw> > • Privacy <https://info.yahoo.com/privacy/us/yahoo/groups/details.html> • > Unsubscribe <[email protected]?subject=Unsubscribe> • Terms > of Use <https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/> > > . > > __,_._,___ > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
