Bos nan paliang gadang di Jakarta suko bana jo band metalika Ka baa wak lai On Jan 12, 2016 1:43 PM, "Harlizon MBAu" <[email protected]> wrote:
> Oalah Buk…! > > TIGO TUNGKU SAJARANGAN… > > Bukankah promotor Organ dan Band tu adolah niniak mamak gadang dan boss > gadang pendidikan Bu Netri Y sendiri, seperti terlihat pada beberapa > link-link berikut ? Apa bukan Bu Netri seharusnya mendukung ...... ? > > > > > http://m.covesia.com/berita/4312/band-irwan-prayitno-tampil-sebagai-pembuka-festival-band-lagu-minang.html > > > http://www.laksus.com/berita/653/aksi-band-irwan-prayitno-tampil-memukau.html > > https://www.youtube.com/watch?v=8Up97qg53ag > > http://www.mp3tunes.tk/download?v=K1gp9bcu5hc > > > > Mengajak anak kamanakan ka zaman sabalun Rasullullah dahulu? > > > > *Sembahyang mereka **di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan > dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.* > > *Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk > menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, > kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke > dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,* > > *supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan > menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang > lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka > Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.* > > *Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari > kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa > mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan > berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu."* > > *Al Qur'an, Al Anfaal (Harta Rampasan Perang) [8]:35-38* > > > > Barangkali lebih mantap jika ditambah dengan “terompet sangkakala tunggal” > sbb ?: > > > > http://mosaicmagazine.com/observation/2014/09/remembrance-of-trumpets-past/ > > > http://www.huffingtonpost.com/2014/09/22/shofar-rosh-hashanah_n_5849764.html > > > http://www.messianicjudaism.me/yinon/2014/09/22/awaken-your-soul-%E2%80%9Cthe-cry-of-the-shofar%E2%80%9D/ > > > http://his-israel.com/appointments-with-god/fall-feasts/rosh-hashanah-feast-of-trumpets/ > > > http://www.blog.standforisrael.org/articles/photo-friday-blowing-the-shofar-for-yom-kippur > > https://www.youtube.com/watch?v=9ht0ailWQf8 > > > > Nampaknyo bakal rami acara-acara TIGO TUNGKU SAJARANGANnyo Pak Mochtar > Naim jiko dihiasi jo nan co itu… > > > > Bravo P Mochtar ! > > > > > 2016-01-09 17:28 GMT+07:00 Mizardi <[email protected]>: > >> Renungan: >> Surat terbuka dari guru di Pariaman kpd Walikota-nya >> >> Selasa, 05 Januari 2016 >> >> Tertibkan Orgen Tunggal, Selamatkan Moral Kemenakan! >> >> Aku hanya seorang gadis kecil yang coba menulis sesuatu padamu >> yang pantasnya ku panggil Mamak, bukan, Pak. Surat ini bukan suatu bentuk >> pembangkangan, kagadang-gadangan atau sok mengajari pandeka basilek. >> Sepuluh jari kemenakan susun beserta kepala, memohon maaf apabila ada >> kata-kata kemanakan yang patut dibimbing ini yang tidak enak Mamak baca. >> >> Mamak, disini aku ingin berbicara tentang orgen tunggal di >> Pariaman. Kemenakan kecilmu ini kini telah beranjak dewasa, hingga ketika >> aku menyaksikan orgen tunggal yang menampilkan biduannya berpakaian minim, >> seolah-olah aku yang sedang ditelanjangi, ditonton dan dijadikan objek >> tertawa licik para lelaki yang puas menatapnya. Aku malu! >> >> Hingga sebelum acara itu usai aku sudah lebih dulu pergi karena >> terbayang apa yang akan aku saksikan selanjutnya. Ya, seperti yang >> sudah-sudah, seperti yang sama-sama diketahui, seperti yang sudah mulai >> dimaklumi, para biduan wanita itu akan melecuti beberapa bagian pakaiannya >> lebih minim lagi, lebih terbuka lagi, lebih memancing hawa nafsu lagi, lalu >> mereka bersama pemuda-pemuda bahkan mamak-mamak yang tengah mabuk akan >> berpesta pora. Bergoyang seolah lupa siapa mereka. Apa kedudukan mereka. >> Seorang mamak akan lupa memberi contoh yang baik pada kemenakannya. Pemuda >> yang masih sekolah lupa akan apa tanggungjawabnya esok pagi. Dan itu >> berlangsung hingga pukul empat pagi. Hampir mendekati subuh. Dan hal >> tersebut digelar diruang terbuka. >> >> Maka akan sangat miris lagi ketika pagi-pagi beberapa bocah >> usia sekolah dasar menceritakan perihal apa yang dilihatnya dari gelaran >> orgen tunggal semalam yang ditontonnya itu pada teman sebayanya. >> Menceritakan bagaimana terbukanya pakaian biduan-biduan wanitanya. >> Menyebutkan nama-nama orang kampungnya yang mabuk berat malam itu, dan >> menceritakan siapa-siapa saja yang memeluk biduan wanita seraya memberi >> beberapa lembar uang saweran. Miris! Bocah sekecil itu menurutku hanya >> boleh bercerita tentang bagaimana ia menyelesaikan PR Matematikanya >> semalam. Bukan bercerita tentang tontonan tak pantas yang disuguhkan >> kakaknya, ayahnya, mamak-mamaknya dan tetangga-tetangganya. >> >> Lebih miris lagi ku saksikan di kota ini, nasionalisme >> pemudanya hanya sebatas gelaran orgen tunggal. Mereka menanti datangnya >> hari peringatan kemerdekaan demi berpesta dengan orgen tunggal dengan >> goyangan eotis lengkap dengan minuman keras, lalu acara itu dikemas dengan >> tajuk ALEK PEMUDA. Apa dengan begitu mereka akan tahu bagaimana perjuangan >> para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan mungkin lagu wajib >> Indonesia raya saja mereka tak tahu. Mereka lebih hafal judul lagu dangdut >> koplo yang membuat goyangan mereka semakin asyik dan malam mereka semakin >> panas. Toh kemerdekaan bagi mereka adalah sebatas bebas bermabuk-mabukan >> dan bebas menikmati aurat yang dipertontonkan. >> >> Aku bukan ahli agama, Mamak. Tapi yang aku tahu mengumbar >> aurat itu berdosa. Meliuk-liukan badan dengan pakaian super pendek itu >> berdosa. Melelang harga diri dengan beberapa lembar rupiah yang diserukan >> dengan pengeras suara itu amat berdosa. Minuman keras itu berdosa. Bukankah >> oranng Minang terkenal dengan adat istiadat dan agamanya? Lalu kenapa >> Pariaman kini seolah menjadi Pantura jilid dua? >> >> Aku teringat himbauan “Maghrib mengaji” yang Mamak serukan >> dulu. Lalu kenapa tak bisa mamak buat himbauan “Pariaman bebas orgen >> tunggal”? Jikapun rumah orang baralek dan alek pemuda harus dihibur orgen >> tunngal, kenapa tak tegas tegakkan aturan orgen tunggal hanya boleh hingga >> pukul dua belas malam saja dengan menjunjung tinggi adat kesopanan dan >> nilai agama? >> >> Aku yang bodoh ini menangkap adanya pergeseran nilai di ranah >> yang begitu ku sanjung ini, Mamak. Jika dulu kemenakan segan bertemu mamak >> di lapau, kini kemanakan dan mamak duduk bersama bermain domino. Bahkan >> menonton orgen dilokasi yang sama dengan kelakuan yang sama. Begitu sedih >> aku mendapati hal tersebut. Seolah-olah Minang kabau kini tak lagi bisa >> dijadikan panutan. Seolah-olah nilai-nilai kesopanan dipertaruhkan demi >> tameng “hiburan”. >> >> Lakukanlah sesuatu, Mamak! Anggaplah biduan wanita itu, >> pemuda-pemuda itu dan anak-anak kecil yang gemar menonton orgen tunggal itu >> adalah kemenakan-kemanakanmu juga yang pantas Mamak ajari hal-hal baik dan >> Mamak lindungi dari segala yang tercela. Tak ku minta biduan-biduan seksi >> itu lantas berbaju kurung, Mamak, setidaknya buat mereka lebih menghargai >> badan mereka sendiri. Jjika tidak bisa mamak buat pemuda-pemuda itu kembali >> ke Surau, setidaknya buat mereka kembali ke rumah orang tuanya lebih awal. >> Aku menulis surat terbuka ini bukan berangkat dari resahku sendiri. Namun >> dari resahnya Bundo Kanduang oleh dunia yang tak lagi “talok diaja”. Aku >> sadar benar, Mamak bukanlah orang yang patut dipersalahkan. Ada orang tua, >> niniak mamak, dan urang tuo di kampung-kampung yang harusnya lebih paham >> menjaga anak kemenakannya. Tapi bolehkah aku memohon, Mamak? Datanglah ke >> lapau-lapau tiap kampung itu, temuai tiap niniak mamaknya, beritahu mereka >> apa yang seharusnya mereka lakukan. Ingatkan mereka jikalau lupa. >> Berbincang-bincanglah di lapau dengan mereka, sebagaimana biasa Mamak >> lakukan di masa-masa kampanye dulu. >> >> Aku mohon diri mengakhiri surat ini, Mamak. Aku masih harus >> memeriksa hasil ulangan anak didikku yang mengerjakan ulangan dengan mata >> terkantuk-kantuk ulah orgen tunggal 'bahoyak' di kampung mereka semalam... >> >> Netri Yeni di 06.15 >> >> >> http://netriolala.blogspot.co.id/2016/01/2016-pariaman-harus-bebas-orgen-tunggal.html?m=1 >> >> Salam, >> Mizardi Amir. >> >> *Dari: *Mochtar Naim [email protected] [surau] >> *Terkirim: *Selasa, 5 Januari 2016 14.51 >> *Ke: *RantauNet Group; Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo; Nasir Zulhasril; >> Asmun Sjueib; Mohcholilbaridjambek; Amri AZIZ; Mestika Zed; Alfitri FISIP; >> Harlizon MBAu; Anggun Gunawan; Dr. Gusti ASNAN; Edy Utama; Basri Mangun; >> Drs Sjafnir Aboe NAIN; Mas'oed ABIDIN; Zulharbi Salim; Lies Suryadi; BADRUL >> MUSTAFA; BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU; yahoogroups; Azmi Dt >> Bgd Abu; Yahoo!; Prof Dr Taufik ABDULLAH; Prof Dr Djohermansyah DJOHAN; >> Prof. Dr Azyumardi AZRA; Ilhamy Elias; Fasli JALAL; Miko Kamal; Irman >> Gusman; Chairil Anwar; Emil Habli HasanNaim; Herlina Hasan Basri; Dr. >> Saafroedin BAHAR; Ir. Raja Ermansyah YAMIN; Feraldi W. Loeis; Zulhendri >> Chaniago; Jusril Jamarin; Nurmatias Zakaria; Jafrinur Jafrinur; >> [email protected]; Novesar62; Dr. Herwandi WENDY; Arief Rangkayo >> Mulia; Bunda Nismah; Redaksi_haluan; Kardimatus Suheimi; Elfitra Baikoeni; >> Meuthia Suyudi; yahoogroups; Khairul Jasmi; Prof.Dr Emil SALIM; Novizar >> Zen; Muslim Kasim; Yuliasma Muluk; Ambiar Lani; Abdurrahman Aman; M. ABDUH; >> Amelia Naim Indrajaya; Gebuminang Pusat; Opinihaluan; Sutan Sinaro; Darman >> - MOENIR; Eri Bagindo Rajo; Sjamsir_sjarif; OBS Saldi; Riri Chaidir; Muslih >> Sayan; Zulfahmi Burhan; S. SURYADI; Zizie Fauzan; WiNda AmeLia; Elvira >> Naim; Herman Jambak; Asmardi Arbi; Rahim Jabbar; Susi Moeis; >> [email protected]; Nina Rivai; Rizal Ramli; Datuk Endang; >> Revrisond Baswir; Zuriyati Ati; Ajoduta; ADMIN DIM ORI; PUSAT KAJIAN ADAT >> ALAM MINANGKABAU; Yeyen Kiram; Mahyudin Al Mudra; Kasim Musliar; Dutamardin >> Umar; Asril Tanjung; Chaca Mesyarah; Wannofri Samry; Marwan Batubara >> *Balas Ke: *[email protected] >> *Perihal: *[surau] MOCHTAR NAIM: "RM DAN ABS-SBK" >> >> >> >> >> *REVOLUSI MENTAL (“RM”) dan “ABS-SBK”* >> >> *Mochtar Naim* >> *5 Jan 2016* >> >> P >> ERTANYAAN pertama yang wajar dikemukakan dengan didengungkannya konsep >> Revolusi Mental (“RM”) oleh Presiden Joko Widodo adalah: Dapatkah konsep RM >> yang berjalan secara nasional juga berjalan seirama dengan konsep ABS-SBK >> di bumi Minangkabau dalam konteks DIM ke masa depan? >> Jawabnya tentu saja: Kenapa tidak? Kita tahu bahwa dari >> keduanya itu ada yang sejalan ada yang tidak. Beda yang jelas antara >> keduanya ialah bahwa yang satu, RM, sifatnya adalah sinkretik, sementara >> ABS-SBK, sintetik. Seperti halnya dengan ciri budaya Jawa di mana-mana, >> semua agama itu dasarnya sama. Jawanya: *Sadaya agami sami kemawon. *Malah >> yang satu bisa mengisi yang lainnya. Dan yang satu sama lain saling >> isi-mengisi. Begitu agama, begitu adat dan budaya lain-lainnya. >> Kalau di Minang, tidak. Dengan prinsip ABS-SBK, seperti >> bunyinya itu: Adatnya bersandarkan Syarak, dan Syarak berdasar Kitabullah. >> Yang tertinggi adalah Kitabullah Al Qur’anul Karim itu. Syarak berada di >> bawahnya, sementara Adat tidak ada yang boleh bertentangan dengan Syarak. >> Mana-mana Adat yang bertentangan dengan Syarak, dibuang. Dikatakan: Syarak >> mengata, Adat memakai. >> Diskrepansi yang terjadi dalam budaya nasional NKRI adalah: >> Kendati Sila Pertama Pancasila mengatakan: Ketuhanan Yang Maha Esa, yang >> mengukuhkan prinsip ketauhidan dari Islam, dan Islam adalah satu-satunya >> agama berdasar kepada Ketuhanan YME itu, namun dalam pengakuannya semua >> agama diakui sebagai sama, baik yang Maha Esa (Islam), Tri Esa (Trinitas >> Kristen), Poli Esa alias politheisme (Hindu), maupun yang tak jelas >> diakui apakah Tuhan itu ada atau tidak (Budhisme dan Kong Hu Chu). Bahkan >> di zaman Orde Lama Soekarno, komunisme yang jelas-jelas atheist juga diakui >> – karena Soekarno, katanya, tidak mau menunggangi kuda berkaki tiga: Islam, >> Sosialisme dan Nasionalisme. Karena itu komunisme-atheismenya PKI juga >> diakui. Juga, kendati 80 % dari penduduk Indonesia adalah muslim, namun >> Indonesia dinyatakan bukanlah Negara Islam, seperti halnya dengan Malaysia, >> Brunai, Bangladesh, Pakistan, negara-negara Arab, Mesir, Turki, dsb, yang >> semua adalah Negara Islam. Indonesia sekarang walau bukan negara Islam, >> tetapi statistiknya diakui sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim >> terbesar dan terbanyak di dunia ini. >> Di DIM sendiri, kendati prinsipnya adalah ABS-SBK, tetapi >> tidak menghalangi penduduk yang bukan muslim, seperti masyarakat Mentawai, >> Masyarakat Nias, masyarakat Batak non-muslim, masyarakat non-pribumi Cina, >> dsb, untuk tetap menjadi warga Provinsi Sumbar dan nantinya warga Provinsi >> Daerah Istimewa Minangkabau itu. Kecuali di dua kota suci, Mekkah dan >> Madinah, orang Kristen dan Yahudi dan non-muslim lainnya di seluruh dunia >> Arab diakui sebagai sama dengan warga muslim. Begitu juga di DIM >> sendiri, warga muslim dan non-Muslim diperlakukan sebagai sama, dan hak-hak >> mereka sebagai warga-negara sebagai sama. >> Dikotomi antara RM dan ABS-SBK makin terasa di mana mental >> dalam konteks RM diartikan dalam artian etika dan estetika, sementara >> mental dalam konteks ABS-SBK tidak hanya dalam arti etika dan estetika >> tetapi juga adalah bahagian yang esensial dan tak terpisahkan dari ibadah >> dan mu’amalah yang diartikan sebagai “akhlâq” dan sempurnanya: “akhlâqul >> karîmah.” Tegasnya, Islam akan tiada makna tanpa akhlaq dan akhlaqul >> karimah itu. >> Dalam RM, sebagai contoh, laki-laki dan perempuan yang >> berduaan dalam ruang tertutup, lalu melakukan praktek hubungan seks, tidak >> akan diapa-apakan, dan tidak akan diproses secara hukum, jika tidak ada >> yang mengadukan. Makanya kamar hotel dan penginapan dan tempat-tempat >> indehoi lainnya di tepi pantai, di daerah resort pariwisata, dsb, adalah >> tempat yang aman untuk melakukan hubungan mesum antar gender itu. Dalam >> Islam, seperti yang juga diberlakukan dalam ABS-SBK, jangankan sampai >> berhubungan seks, tinggal berduaan dalam ruangan saja, atau jalan berduaan >> untuk tujuan indehoi saja, sudah dilarang; apalagi kalau dengan tujuan mau >> gituan pula. Dalam Islam yang menentukan itu adalah motif atau niat kita >> melakukan sesuatu itu. Niat yang baik dengan cara yang baik maka >> ganjarannya akan baik yang akan diterimakan tidak hanya di dunia ini saja, >> tetapi juga di akhirat nanti. Ganjaran baik sorga tantangannya; ganjaran >> jelek neraka tantangannya. Dalam RM tidak ada perhitungan buruk-baik dengan >> ganjaran surga-neraka itu. Perhitungan RM hanyalah semata perhitungan >> untung-rugi >> secara material saja. >> RM dengan tujuan untuk mendorong kerja keras, kerja >> berdisiplin, kerjasama berkelompok yang optimal, saling tolong-menolong, >> santun-menyantuni, dsb, tentu saja baik, dan sangat baik sekali. Tapi >> karena ada jarak dan bahkan jurang antara pengusaha yang memiliki badan >> usaha dan buruh dan pekerja yang menjual tenaga dan keahliannya, apalagi >> dalam sistem ekonomi yang bersifat kapitalistik, RM sukar menerapkannya; >> tidak lain karena motif yang berbeda itu. Badan usaha yang sifatnya >> kapitalistik itu menginginkan adanya RM yang tinggi dengan produktivitas >> yang tinggi, dan keuntungan material yang tinggi. Sementara badan usaha >> yang sifatnya syar’i dan islami, kecuali itu, adalah keberkatan yang juga >> tinggi, yang dinikmati secara bersama, di dunia ini dan di akhirat nanti. >> *** >> >> >> __._,_.___ >> ------------------------------ >> Posted by: Mochtar Naim <[email protected]> >> ------------------------------ >> Reply via web post >> <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/messages/49981;_ylc=X3oDMTJxNjcyM2szBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzQ5OTgxBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--?act=reply&messageNum=49981> >> • Reply to sender >> <[email protected]?subject=Re%3A%20MOCHTAR%20NAIM%3A%20%22RM%20DAN%20ABS-SBK%22> >> • Reply to group >> <[email protected]?subject=Re%3A%20MOCHTAR%20NAIM%3A%20%22RM%20DAN%20ABS-SBK%22> >> • Start a New Topic >> <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/newtopic;_ylc=X3oDMTJlb3JwbWVxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--> >> • Messages in this topic >> <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/conversations/topics/49981;_ylc=X3oDMTM2a2JuOG1pBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BG1zZ0lkAzQ5OTgxBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQR0cGNJZAM0OTk4MQ--> >> (1) >> "Sudahkah anda shalat dan berinfaq hari ini ? >> >> >> <*> To unsubscribe from this group, send an email to: >> [email protected] >> >> <*> To subscribe from this group, send an email to: >> [email protected] >> Visit Your Group >> <https://groups.yahoo.com/neo/groups/surau/info;_ylc=X3oDMTJlamxzZzE2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTQ1MTk4MDI5OQ--> >> >> >> [image: Yahoo! Groups] >> <https://groups.yahoo.com/neo;_ylc=X3oDMTJkcmRvbTUxBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzE4NTcwNTQEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNjk1BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxNDUxOTgwMzAw> >> • Privacy <https://info.yahoo.com/privacy/us/yahoo/groups/details.html> >> • Unsubscribe <[email protected]?subject=Unsubscribe> • Terms >> of Use <https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/> >> >> . >> >> __,_._,___ >> >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
