Pak Mochtar Naim dan dunsanak sado no.

 

Saya mendukung sikap dan pilihan sistem penddikan yang integral dan 
terpadu  utk Sumbar dibawah  DIM dgn landasan  nilai budaya utama ABS SBK. 
Artinya, mendukung integraliasi pendidikan umum dan agama  yang seimbang 
untuk membendung pengaruh  pendidikan liberal-sekuler-hedonistik- paham 
pluralisme agama , paham sinkretisme, kejawen dsbnya.

 

Untuk itu perlu disusun bersama  melibatkan unsur pemerintah, masyarakat 
dan lembaga-lembaga yang kompeten untuk mewujudkan  konsep sistem 
pendidikan  yang integral termasuk implementasinya antara ilmu modern dan 
ilmu agama  yang seimbang . 

Dalam bidang pendidikan agama  perlu diarahkan kepada  bagaimana mendidik 
akhlak sebagai tujuan utama. Kata  akhlak dalam bahasa Indonesia dapat 
diartikan dengan akhlak, moral, etika, watak, budi pekerti, tingkah laku, 
perangai dan kesusilaan.

Pendikan ilmu dibagi 3 kategori:  fisika , sosial, humanoria termasuk 
filasafat sastara-bahasa-budaya agama. Semua ilmu disusun dalam rangka 
pengabdian kepada ALLAh swt. 

 

Sumber-sumber pendidikan moral di dalam keluarga bisa digali dari 
adat-istiadat, peradaban, kebudayaan, dan ajaran agama yang benar dan 
cocok. Dari sumber-sumber tersebut dapat diperoleh unsur-unsur nilai moral 
yang mengakar pada dunia universal atau dunia spiritual. Selain itu juga 
diperlukan kecerdasan intelektual. Untuk itulah diperlukan sistem 
pendidikan yang terencana, metodis, sistematis, efektif dan efisien. Corak 
lembaga pendidikan demikian diselenggarakan di lembaga pendidikan  formal 
di sekolah umum. Dan lembaga pendidikan non formal di  madrasah, 
  pesantren dan surau-surau .  Rencana integralistik ini harus diikuti 
dengan penambahan 

Jumlah  asrama yang menjadi pusat pendidikan.

Program pendidikan  sesuai kriteria umur dirancang bertingkat untuk peserta 
didik mulai dari PAUD, PAUS (TK s/d Universitas) , PUOD, PUOT.

Dalam implementasinya  ruang lingkup pendidikan akhlak  pada tingkat 
pertama dan utama adalah melalui pendidikan keluarga sebagai sumber 
pencerdasan spiritual. Selanjutnya disinkronkan dengan memajukan pendidikan 
sekolah   umum, madrasah,  pesantren s/d  universitas sebagai sumber 
pencerdasan intelektual . Di sekolah agama (madrasah, pesantren, 
universitas) diajarkan Alquran dan ilmu modern secara seimbang.  Anak muda  
akan memahami isi alquran, menjadikan alquran pedoman hidup, mencintai 
alquran dan tidak melupakan alquran. Beri penghargaan kepada penghafal 
Alquran.

Mengubah Lembaga pendidikan madrasah, pesantren  , surau-surau dari yang 
secara umum melahirkan satu keahlian, menjadi lembaga pendidikan yang 
melahirkan multi keahlian, yang akan menjawab tantangan umat di masa yg 
akan datang.

Selanjutnya dirancang  sistem  pendidikan di masyarakat sebagai sumber 
pencerdasan emosional.

 

*Mengutip pendapat  ulama legendaris Turki, Badiuzzaman Said Nursi, Kunci 
keberhasilan  ionsep integralisasi pendidikan menuju kemajuan suatu bangsa 
  harus * memiliki dan menghayati dan mengamalkan  5 pilar  sbb:

1.Persatuan hati, harus bersatu padu mempertahanan integritas bangsa. 
Bersatu melawan musuh-musuh  yang menginginkan kematiannya. Bersatu padu 
seumpama gerakan shalat  dalam jemaah yang rapi..

2. Cinta bangsa, artinya  memiliki cinta kepada bangsa melebihi  diri 
sendiri.. Juga mencintai saudara sebangsa.  Menjauhi kerusuhan sesama anak 
bangsa.

3. Pendidikan. Seluruh rakyat memiliki pendidikan yg baik, menjadi manusia 
yang berkualitas. Pendidikan yg dimaksud menyatukan pendiikan agama dan  
pendidikan ilmu modern.

4. Memaksimalkan daya upaya  manusia.. Artinya semua orang dihargai 
keahliannya sehingga memperoelh pekerjaan yg layak dengan gaji  yg 
memadai.  Dengan demikian semua rakyat akan menggunakan tenaga dan 
pikirannya secara positif. Dan kreataifitas akan terus terproduksi. Negara 
pun maju dan bangsa menjadi makmur. 

5.Menghentikan pemborosan dan pemubadziran.  Seluruh elemen bangsa  harus 
berdisiplin menghentikan pemborosan , hidup seadanya, tidak pamer materi 
dan berlebih-lebihan. Itu adalah penyakit pejabat negara yang sangat akut.

 

Kesimpulan: Persatuan, manusia yang berkualitas  yang menguasi imu modern 
dan ilmu agama  secara seimbang, kepatuhan kepada ajaran agama Islam, 
berjalannya pemerintahan yang sesuai konstitusi yang konsekuen dan 
berhasil, praktik-praktik bernegara yang benar berlandaskan prinsip-prinsip 
musyawarah akan menciptakan bangsa yang mampu bersaing dengan negara-negara 
maju.

 

Wassalam

Muslim Atin (73 thn) - Bukittinggi

 

 

                

>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke