*PENDIDIKAN INTEGRAL TERPADU*


Bidang pendidikan memang harus ada perubahan.


Sistim pedidikan sekarang :

1.   - Merugikan rakyat.

Demi pendidikan  rakyat menguras asetnya, itupun belum tentu dapat
pekerjaaan selesai pendidikan

2.    -Sebagian besar mengarahkan anak didik  menjadi buruh/kuli/budak
belum untuk menjadi tuan dilahannya sendiri.

3.    -Menciptakan lapisan/elit dari kalangan tertentu/menengah keatas,

anak Pejabat, karyawan, PNS, TNI/POLRI dll



Sedikit mengenal Sekolah Dasar (SD) kita

1)  Anak SD kelas 1 dan 2, sebenarnya tiap hari hanya pergi absen saja
kesekolah, pelajaran dan PR   dikerjakan sebagian besar oleh orang tua.
Pelajaran dan PR ini untuk orang tua yang  buruh/karyawan, PNS  dan
TNI/POLRI dan setaranya  mungkintidak begitu masalah.

Bagaimana dengan anak petani di desa yang sebagian besar orang tuanya buta
huruf,  tak tamat SD,  pagi kesawah/ladang, pulangnya  sore hampir magrib
dan malamnya sudah cape/letih, membayar les tak sanggup. Siapa yang
membantu pelajaran dan PR anak mereka.

Mudah-mudahan jadi renungan untuk semua.



2)  Buku untu murid SD  cukup banya karena pelajaran juga banyak.

SD mata pelajarannya sampai 10 dengan 10 buku cetak ditambah 6-8 buku  LKS
yang setiap 6 bulan diganti dan buku tulis ( semua jenis buku ini ada yang
dibantu pemerintah dan ada yang harus dibeli murid).



Isi bukunya  cukup lumayan, wali murid/orang tua   tamat SLTA/SMU saja
mungkin kadang  sulit mencerna.

Sistim ini berlajut sampai ke atas, seakan-akan anak didik  dikarbid. Sudah
umum diketahui yang masak dengan karbid ini, kurang memuaskan. Memang ada
juga yang menonjol / hebat tapi berapa persen dari  anak didik, mungkin
hitungan jari



Perbaikan yang harus dilakukan kalau cocok :

1)  Untuk SD sampai kelas 3 cukup mata pelajarannya 1. Membaca / Bahasa, 2.
Menulis (latin dan arab) dan 3. Berhitung ( mengenal bilangan , tambah/
kurang (kelas 1), kali/bagi (kelas 2) dan pecahan ( dikelas 3).

Setelah mereka pandai /paham  dasar membaca, menulis dan berhitung
diatas,  dilanjutkan
 dikelas 4 masuk mata pelajaran dengan buku yang 10 diatas.



2) Untuk SLTP/SLTA dan Perguruan Tinggi (PT) harus ditarik ke Jorong/Nagari
dengan penyesuaian, terutama PT, kuliah bisa dengan halaqah, memanfaatkan
musala kosong siang hari,  dan mesjid kosong selain Jumat.

Kalau ini bisa terlaksana seluruh rakyat jorong dan nagari dapat mengenyam
pendidikan minimal sampai PT/strata 1, efek dominonya dimana biaya
kos-kos-san, transportasi bisa dikurangi atau malah dihilangkan, dan
terjauhnya
anak didik dari ABSSBK bisa  tercegah.

Dengan  kuliah/belajar dinagari, kesaharaian anak didik dapat dimonitor
oleh orang tua dan mamak/penghulunya.


Dengan menghadirkan pendidikan  tinggi di jorong /nagari dengan
memanfaatkan surau dan mesjid untuk ruang belajar/kuliah,  sangat membantu
rakyat dari biaya  kos, transportasi dan uang pembangunan.



Dari kelima kebutuhan pokok  (-sandang, -pangan, -papan-pendidikan dan
kesehatan). biaya yang paling berat bagi rakyat adalah biaya pendidikan.
Dengan kehadiran pendidikan PT ini di jorong/nagari, secara tak langsung
pemerintah sudah menaikkan kemamkmuran rakyat nagari.



Itulah usul perbaikan mengenai pendidikan yang mungkin cocock untuk minang
dan bisa direalisasikan diera  DIM nantinya.



Wass,



Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau


Pada 25 Februari 2016 23.18, Muslim Atin <[email protected]>
menulis:

>
> Pak Mochtar Naim dan dunsanak sado no.
>
>
>
> Saya mendukung sikap dan pilihan sistem penddikan yang integral dan
> terpadu  utk Sumbar dibawah  DIM dgn landasan  nilai budaya utama ABS SBK.
> Artinya, mendukung integraliasi pendidikan umum dan agama  yang seimbang
> untuk membendung pengaruh  pendidikan liberal-sekuler-hedonistik- paham
> pluralisme agama , paham sinkretisme, kejawen dsbnya.
>
>
>
> Untuk itu perlu disusun bersama  melibatkan unsur pemerintah, masyarakat
> dan lembaga-lembaga yang kompeten untuk mewujudkan  konsep sistem
> pendidikan  yang integral termasuk implementasinya antara ilmu modern dan
> ilmu agama  yang seimbang .
>
> Dalam bidang pendidikan agama  perlu diarahkan kepada  bagaimana mendidik
> akhlak sebagai tujuan utama. Kata  akhlak dalam bahasa Indonesia dapat
> diartikan dengan akhlak, moral, etika, watak, budi pekerti, tingkah laku,
> perangai dan kesusilaan.
>
> Pendikan ilmu dibagi 3 kategori:  fisika , sosial, humanoria termasuk
> filasafat sastara-bahasa-budaya agama. Semua ilmu disusun dalam rangka
> pengabdian kepada ALLAh swt.
>
>
>
> Sumber-sumber pendidikan moral di dalam keluarga bisa digali dari
> adat-istiadat, peradaban, kebudayaan, dan ajaran agama yang benar dan
> cocok. Dari sumber-sumber tersebut dapat diperoleh unsur-unsur nilai moral
> yang mengakar pada dunia universal atau dunia spiritual. Selain itu juga
> diperlukan kecerdasan intelektual. Untuk itulah diperlukan sistem
> pendidikan yang terencana, metodis, sistematis, efektif dan efisien. Corak
> lembaga pendidikan demikian diselenggarakan di lembaga pendidikan  formal
> di sekolah umum. Dan lembaga pendidikan non formal di  madrasah,
>   pesantren dan surau-surau .  Rencana integralistik ini harus diikuti
> dengan penambahan
>
> Jumlah  asrama yang menjadi pusat pendidikan.
>
> Program pendidikan  sesuai kriteria umur dirancang bertingkat untuk
> peserta didik mulai dari PAUD, PAUS (TK s/d Universitas) , PUOD, PUOT.
>
> Dalam implementasinya  ruang lingkup pendidikan akhlak  pada tingkat
> pertama dan utama adalah melalui pendidikan keluarga sebagai sumber
> pencerdasan spiritual. Selanjutnya disinkronkan dengan memajukan pendidikan
> sekolah   umum, madrasah,  pesantren s/d  universitas sebagai sumber
> pencerdasan intelektual . Di sekolah agama (madrasah, pesantren,
> universitas) diajarkan Alquran dan ilmu modern secara seimbang.  Anak muda
> akan memahami isi alquran, menjadikan alquran pedoman hidup, mencintai
> alquran dan tidak melupakan alquran. Beri penghargaan kepada penghafal
> Alquran.
>
> Mengubah Lembaga pendidikan madrasah, pesantren  , surau-surau dari yang
> secara umum melahirkan satu keahlian, menjadi lembaga pendidikan yang
> melahirkan multi keahlian, yang akan menjawab tantangan umat di masa yg
> akan datang.
>
> Selanjutnya dirancang  sistem  pendidikan di masyarakat sebagai sumber
> pencerdasan emosional.
>
>
>
> *Mengutip pendapat  ulama legendaris Turki, Badiuzzaman Said Nursi, Kunci
> keberhasilan  ionsep integralisasi pendidikan menuju kemajuan suatu bangsa
>   harus * memiliki dan menghayati dan mengamalkan  5 pilar  sbb:
>
> 1.Persatuan hati, harus bersatu padu mempertahanan integritas bangsa.
> Bersatu melawan musuh-musuh  yang menginginkan kematiannya. Bersatu padu
> seumpama gerakan shalat  dalam jemaah yang rapi..
>
> 2. Cinta bangsa, artinya  memiliki cinta kepada bangsa melebihi  diri
> sendiri.. Juga mencintai saudara sebangsa.  Menjauhi kerusuhan sesama anak
> bangsa.
>
> 3. Pendidikan. Seluruh rakyat memiliki pendidikan yg baik, menjadi manusia
> yang berkualitas. Pendidikan yg dimaksud menyatukan pendiikan agama dan
> pendidikan ilmu modern.
>
> 4. Memaksimalkan daya upaya  manusia.. Artinya semua orang dihargai
> keahliannya sehingga memperoelh pekerjaan yg layak dengan gaji  yg
> memadai.  Dengan demikian semua rakyat akan menggunakan tenaga dan
> pikirannya secara positif. Dan kreataifitas akan terus terproduksi. Negara
> pun maju dan bangsa menjadi makmur.
>
> 5.Menghentikan pemborosan dan pemubadziran.  Seluruh elemen bangsa  harus
> berdisiplin menghentikan pemborosan , hidup seadanya, tidak pamer materi
> dan berlebih-lebihan. Itu adalah penyakit pejabat negara yang sangat akut.
>
>
>
> Kesimpulan: Persatuan, manusia yang berkualitas  yang menguasi imu modern
> dan ilmu agama  secara seimbang, kepatuhan kepada ajaran agama Islam,
> berjalannya pemerintahan yang sesuai konstitusi yang konsekuen dan
> berhasil, praktik-praktik bernegara yang benar berlandaskan prinsip-prinsip
> musyawarah akan menciptakan bangsa yang mampu bersaing dengan negara-negara
> maju.
>
>
>
> Wassalam
>
> Muslim Atin (73 thn) - Bukittinggi
>
>
>
>
>
>
>
>>
>> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke