Angin Segar kah ini? Bagaimana menurut kita semua di sini? Bagaimana menurut pak Maturidi? Kemendes Dukung Jorong Pemerintahan Terendah Selasa,23 Februari 2016 - 03:19:50 wib | Dibaca: *336* kali
Angin segar bagi Sumbar datang dari Sekjen Kemendes, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi. Dia mendukung jorong dijadikan pemerintahan terendah. *PADANG, HALUAN* — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menyebutkan ada peluang besar bagi Sumbar untuk menjadikan Jorong sebagai pusat pemerintahan terendah di Sumbar. Untuk itu Pemprov Sumbar diminta aktif melakukan pengajuan ke pusat. “Dalam Undang-undang (UU) desa, daerah khusus itu tercantum di dalamnya. Jadi, usulan menjadikan Jorong menjadi desa/nagari bisa dilakukan,” katanya usai menjadi Keynote Specker dalam Acounting Week 2016 di Convetion Center, Universitas Andalas (Unand) Minggu (21/2) kemarin. Dengan ketentuan wilayah khusus dimana pembagian dana desa bisa saja berbeda dari formulasi yang ada saat ini. “Dimana 90 persen itu dibagi rata baru 10 berdasarkan kriteria yang ada dalam undang-undang. Ini bisa saja berbeda nanti apakah itu 80 berbanding 20 atau 75 berbanding 25. Ini akan kita bahas nanti,” ujarnya. Wacana menjadikan Jorong sebagai unit pemerintahan terendah, menguak ketika anggaran dana desa yang diterima Sumbar jauh lebih kecil bila dibanding Jambi dan Bengkulu. Di Sumbar hanya ada 880 desa dan nagari yang terdapat di 14 Kabupaten dan dua kota di Sumbar. Sementara dua provinisi tetangga itu mencapai ribuan. Sehingga dana desa yang diterima jauh lebih besar. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Syafrizal Sabtu (21/2) mengatakan, dana desa yang diterima Sumbar tahun lalu dengan rata-rata desa/nagari mendapat Rp300 juta, sehingga ditotal apabila dikalikan dengan jumlah nagari/desa hanya Rp265 miliar. “Sangat berbeda dengan Aceh yang ada seribuan desa maka akan menerima lebih besar,” ungkapnya. Saat ini usulan menjadikan Jorong sebagai unit pemerintahan terendah telah diusulkan. “Jadi, kalau ini dikabulkan akan terdapat sedikitnya 4.000 Jorong di Sumbar, dan dana yang diterima juga besar,” ungkapnya. *Terendah Terkendala Aturan* Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Sumbar, Aristo Munandar mengatakan bahwa keinginan Sumbar untuk mendapatkan anggaran yang lebih besar dengan mendorong jorong sebagai penerima dana desa, sekaligus sebagai sistem pemerintah terendah, harus ada syarat yang dipenuhi. Yakni, sesuai UU No 6 tahun 2014 tentang desa, dalam pemekaran desa atau pembentukan desa tradisional, jumlah kepala keluarga (kk) disyaratkan minimal 800 kk, dan jumlah penduduk minimal 4.000 jiwa. “Melihat pada jorong di Sumbar yang dengan rata-rata penduduk hanya sekitar 300-400 jiwa, syarat menjadikan jorong sebagai pemerintahan terendah atau desa tradisional belum bisa dipenuhi oleh Sumbar,” katanya. Untuk ini, katanya, wacana menjadikan jorong sebagai sistem pemerintahan terendah memang akan sulit diwujudkan di tahun 2016 mendatang. Sebab, jika ingin melakukan itu sumbar harus mendata ulang setiap jorong yang ada. Selanjutnya, harus dicari cara agar jorong yang diajukan bisa memenuhi syarat yang ditetapkan undang-undang. “Untuk memenuhi syarat yang 4.000 jiwa tadi , bisa saja dua jorong dilebur menjadi satu, atau dicari cara yang lain. Namun untuk merealisasikan itu tentunya butuh pendataan ulang, dan membutuhkan banyak waktu. Agar semua bisa terwujud akan dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun,” jelasnya. Ia menjelaskan, meski sebahagian kalangan menginginkan jorong diperjuangkan sebagai penerima dana desa, namun dari aspirasi yang berkembang dan diterima oleh DPRD, masih ada kalangan yang tak setuju dengan rencana tersebut. Sejumlah alasan mengemuka dari ketidaksetujuan itu. Di antaranya, adanya kecemasan saat jorong dijadikan sebagai sistem pemerintahan administratif, itu akan merusak tatanan adat yang ada. Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKA AM) Sumbar, Sayuti Datuak Rajo Panghulu mendukung rencana untuk menjadikan jorong sebagai pusat pemerintahan terendah. Wacana menjadikan Jorong sebagai pemerintah terendah juga mendapat tanggapan dari Pamong Senior, Rusdi Lubis. Mantan Sekda Provinsi Sumbar ini mengatakan, tak ada masalah jika Sumbar berkeinginan menjadikan jorong sebagai pemerintahan terendah sebagai yang akan menerima dana desa. Selain butuh pendataan ulang, tambah Rusdi, pemerintah tidak bisa juga dengan langsung memutuskan jorong sebagai pemerintahan daerah. “Sebab, semua harus dibicarakan dulu dengan semua lapisan, mulai dari pemuka adat, akademisi, serta pihak terkait lainnya.,” pungkas Rusdi. *(h/isr/mg-len)* Pada 28 Februari 2016 20.48, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: > > *PENDIDIKAN INTEGRAL TERPADU* > > > > Bidang pendidikan memang harus ada perubahan. > > > Sistim pedidikan sekarang : > > 1. - Merugikan rakyat. > > Demi pendidikan rakyat menguras asetnya, itupun belum tentu dapat > pekerjaaan selesai pendidikan > > 2. -Sebagian besar mengarahkan anak didik menjadi buruh/kuli/budak > belum untuk menjadi tuan dilahannya sendiri. > > 3. -Menciptakan lapisan/elit dari kalangan tertentu/menengah keatas, > > anak Pejabat, karyawan, PNS, TNI/POLRI dll > > > > Sedikit mengenal Sekolah Dasar (SD) kita > > 1) Anak SD kelas 1 dan 2, sebenarnya tiap hari hanya pergi absen saja > kesekolah, pelajaran dan PR dikerjakan sebagian besar oleh orang tua. > Pelajaran dan PR ini untuk orang tua yang buruh/karyawan, PNS dan > TNI/POLRI dan setaranya mungkintidak begitu masalah. > > Bagaimana dengan anak petani di desa yang sebagian besar orang tuanya buta > huruf, tak tamat SD, pagi kesawah/ladang, pulangnya sore hampir magrib > dan malamnya sudah cape/letih, membayar les tak sanggup. Siapa yang > membantu pelajaran dan PR anak mereka. > > Mudah-mudahan jadi renungan untuk semua. > > > > 2) Buku untu murid SD cukup banya karena pelajaran juga banyak. > > SD mata pelajarannya sampai 10 dengan 10 buku cetak ditambah 6-8 buku LKS > yang setiap 6 bulan diganti dan buku tulis ( semua jenis buku ini ada yang > dibantu pemerintah dan ada yang harus dibeli murid). > > > > Isi bukunya cukup lumayan, wali murid/orang tua tamat SLTA/SMU saja > mungkin kadang sulit mencerna. > > Sistim ini berlajut sampai ke atas, seakan-akan anak didik dikarbid. > Sudah umum diketahui yang masak dengan karbid ini, kurang memuaskan. Memang > ada juga yang menonjol / hebat tapi berapa persen dari anak didik, > mungkin hitungan jari > > > > Perbaikan yang harus dilakukan kalau cocok : > > 1) Untuk SD sampai kelas 3 cukup mata pelajarannya 1. Membaca / Bahasa, > 2. Menulis (latin dan arab) dan 3. Berhitung ( mengenal bilangan , tambah/ > kurang (kelas 1), kali/bagi (kelas 2) dan pecahan ( dikelas 3). > > Setelah mereka pandai /paham dasar membaca, menulis dan berhitung diatas, > dilanjutkan dikelas 4 masuk mata pelajaran dengan buku yang 10 diatas. > > > > 2) Untuk SLTP/SLTA dan Perguruan Tinggi (PT) harus ditarik ke > Jorong/Nagari dengan penyesuaian, terutama PT, kuliah bisa dengan halaqah, > memanfaatkan musala kosong siang hari, dan mesjid kosong selain Jumat. > > Kalau ini bisa terlaksana seluruh rakyat jorong dan nagari dapat mengenyam > pendidikan minimal sampai PT/strata 1, efek dominonya dimana biaya > kos-kos-san, transportasi bisa dikurangi atau malah dihilangkan, dan > terjauhnya > anak didik dari ABSSBK bisa tercegah. > > Dengan kuliah/belajar dinagari, kesaharaian anak didik dapat dimonitor > oleh orang tua dan mamak/penghulunya. > > > Dengan menghadirkan pendidikan tinggi di jorong /nagari dengan > memanfaatkan surau dan mesjid untuk ruang belajar/kuliah, sangat > membantu rakyat dari biaya kos, transportasi dan uang pembangunan. > > > > Dari kelima kebutuhan pokok (-sandang, -pangan, -papan-pendidikan dan > kesehatan). biaya yang paling berat bagi rakyat adalah biaya pendidikan. > Dengan kehadiran pendidikan PT ini di jorong/nagari, secara tak langsung > pemerintah sudah menaikkan kemamkmuran rakyat nagari. > > > > Itulah usul perbaikan mengenai pendidikan yang mungkin cocock untuk minang > dan bisa direalisasikan diera DIM nantinya. > > > > Wass, > > > > Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau > > > Pada 25 Februari 2016 23.18, Muslim Atin <[email protected]> > menulis: > >> >> Pak Mochtar Naim dan dunsanak sado no. >> >> >> >> Saya mendukung sikap dan pilihan sistem penddikan yang integral dan >> terpadu utk Sumbar dibawah DIM dgn landasan nilai budaya utama ABS SBK. >> Artinya, mendukung integraliasi pendidikan umum dan agama yang seimbang >> untuk membendung pengaruh pendidikan liberal-sekuler-hedonistik- paham >> pluralisme agama , paham sinkretisme, kejawen dsbnya. >> >> >> >> Untuk itu perlu disusun bersama melibatkan unsur pemerintah, masyarakat >> dan lembaga-lembaga yang kompeten untuk mewujudkan konsep sistem >> pendidikan yang integral termasuk implementasinya antara ilmu modern dan >> ilmu agama yang seimbang . >> >> Dalam bidang pendidikan agama perlu diarahkan kepada bagaimana mendidik >> akhlak sebagai tujuan utama. Kata akhlak dalam bahasa Indonesia dapat >> diartikan dengan akhlak, moral, etika, watak, budi pekerti, tingkah laku, >> perangai dan kesusilaan. >> >> Pendikan ilmu dibagi 3 kategori: fisika , sosial, humanoria termasuk >> filasafat sastara-bahasa-budaya agama. Semua ilmu disusun dalam rangka >> pengabdian kepada ALLAh swt. >> >> >> >> Sumber-sumber pendidikan moral di dalam keluarga bisa digali dari >> adat-istiadat, peradaban, kebudayaan, dan ajaran agama yang benar dan >> cocok. Dari sumber-sumber tersebut dapat diperoleh unsur-unsur nilai moral >> yang mengakar pada dunia universal atau dunia spiritual. Selain itu juga >> diperlukan kecerdasan intelektual. Untuk itulah diperlukan sistem >> pendidikan yang terencana, metodis, sistematis, efektif dan efisien. Corak >> lembaga pendidikan demikian diselenggarakan di lembaga pendidikan formal >> di sekolah umum. Dan lembaga pendidikan non formal di madrasah, >> pesantren dan surau-surau . Rencana integralistik ini harus diikuti >> dengan penambahan >> >> Jumlah asrama yang menjadi pusat pendidikan. >> >> Program pendidikan sesuai kriteria umur dirancang bertingkat untuk >> peserta didik mulai dari PAUD, PAUS (TK s/d Universitas) , PUOD, PUOT. >> >> Dalam implementasinya ruang lingkup pendidikan akhlak pada tingkat >> pertama dan utama adalah melalui pendidikan keluarga sebagai sumber >> pencerdasan spiritual. Selanjutnya disinkronkan dengan memajukan pendidikan >> sekolah umum, madrasah, pesantren s/d universitas sebagai sumber >> pencerdasan intelektual . Di sekolah agama (madrasah, pesantren, >> universitas) diajarkan Alquran dan ilmu modern secara seimbang. Anak muda >> akan memahami isi alquran, menjadikan alquran pedoman hidup, mencintai >> alquran dan tidak melupakan alquran. Beri penghargaan kepada penghafal >> Alquran. >> >> Mengubah Lembaga pendidikan madrasah, pesantren , surau-surau dari yang >> secara umum melahirkan satu keahlian, menjadi lembaga pendidikan yang >> melahirkan multi keahlian, yang akan menjawab tantangan umat di masa yg >> akan datang. >> >> Selanjutnya dirancang sistem pendidikan di masyarakat sebagai sumber >> pencerdasan emosional. >> >> >> >> *Mengutip pendapat ulama legendaris Turki, Badiuzzaman Said Nursi, Kunci >> keberhasilan ionsep integralisasi pendidikan menuju kemajuan suatu bangsa >> harus * memiliki dan menghayati dan mengamalkan 5 pilar sbb: >> >> 1.Persatuan hati, harus bersatu padu mempertahanan integritas bangsa. >> Bersatu melawan musuh-musuh yang menginginkan kematiannya. Bersatu padu >> seumpama gerakan shalat dalam jemaah yang rapi.. >> >> 2. Cinta bangsa, artinya memiliki cinta kepada bangsa melebihi diri >> sendiri.. Juga mencintai saudara sebangsa. Menjauhi kerusuhan sesama anak >> bangsa. >> >> 3. Pendidikan. Seluruh rakyat memiliki pendidikan yg baik, menjadi >> manusia yang berkualitas. Pendidikan yg dimaksud menyatukan pendiikan agama >> dan pendidikan ilmu modern. >> >> 4. Memaksimalkan daya upaya manusia.. Artinya semua orang dihargai >> keahliannya sehingga memperoelh pekerjaan yg layak dengan gaji yg >> memadai. Dengan demikian semua rakyat akan menggunakan tenaga dan >> pikirannya secara positif. Dan kreataifitas akan terus terproduksi. Negara >> pun maju dan bangsa menjadi makmur. >> >> 5.Menghentikan pemborosan dan pemubadziran. Seluruh elemen bangsa harus >> berdisiplin menghentikan pemborosan , hidup seadanya, tidak pamer materi >> dan berlebih-lebihan. Itu adalah penyakit pejabat negara yang sangat akut. >> >> >> >> Kesimpulan: Persatuan, manusia yang berkualitas yang menguasi imu modern >> dan ilmu agama secara seimbang, kepatuhan kepada ajaran agama Islam, >> berjalannya pemerintahan yang sesuai konstitusi yang konsekuen dan >> berhasil, praktik-praktik bernegara yang benar berlandaskan prinsip-prinsip >> musyawarah akan menciptakan bangsa yang mampu bersaing dengan negara-negara >> maju. >> >> >> >> Wassalam >> >> Muslim Atin (73 thn) - Bukittinggi >> >> >> >> >> >> >> >>> >>> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- *Andri Satria Masri, S.E., M.E.* Kasubag Hubungan Masyarakat dan Media Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Padang Pariaman L/43/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman Handphone: 081374001167, Pin BB: 288E864B *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.* My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image: Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image: WordPress] <http://andrisatria.wordpress.com> [image: Twitter] <http://twitter.com/AndriSatria> Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y! messenger] [email protected] Get a signature like this. <http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> CLICK HERE. <http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
