MENGAPA PEMIMPIN MUSLIM?

Oleh: Dr. Adian Husaini

Ada pertanyaan: Jika muslim menolak kepemimpinan orang kafir (non-muslim), maka 
menyingkir saja ke gunung, tinggalkan pesawat terbang, laptop, dan alat-alat 
teknologi lain buatan orang kafir.

Jawab kita:

Pertama, dalam melakukan setiap tindakan, muslim selalu mengacu kepada al-Quran 
dan Sunnah Nabi saw. Sebab, itulah pesan Nabi, bahwa jika muslim berpegang 
teguh kepada keduanya, maka pasti mereka tidak tersesat. Muslim hidup untuk 
dunia dan akhirat. Bahkan, keselamatan akhirat lebih utama, karena merupakan 
kehidupan yang abadi. Sikap ini berbeda dengan kaum lainnya, atau juga kaum 
sekuler yang tidak percaya al-Quran dan Sunnah Rasul menjadi pedoman untuk 
seluruh aspek kehidupan manusia. Mereka lebih percaya kepada "buku-buku lain" 
ketimbang al-Quran. Itu pilihan. Nanti kita akan sama-sama menghadap Allah SWT 
dan mempertanggungjawabkan pilihan kita masing-masing.

Kedua, Muslim punya suri teladan yang utama dan abadi, yakni Nabi Muhammad saw. 
Dalam hal sekecil-kecilnya, seperti bagaimana cara bangun tidur atau masuk 
kamar mandi, bagaimana adab naik kendaraan, maka muslim berusaha mencontoh 
tata-cara (adab) Nabi Muhammad saw. Beliau adalah utusan Allah SWT untuk 
seluruh umat manusia. Beliau adalah suri tauladan. Inilah keyakinan kami, orang 
muslim. Mohon dihormati. Dalam memilih pemimpin, Nabi saw telah memberikan 
contoh yang abadi.

Ketiga, dalam konsep Islam, "pemimpin" (imam) sebagaimana disabdakan oleh Nabi 
Muhammad saw, adalah ibarat perisai (junnah). Tentu saja, dalam segala aspek 
kehidupan, mulai rumah tangga, organisasi, sekolah, universitas, sampai negara, 
idealnya sang pemimpin adalah orang yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak 
mulia. Bukan sekedar yang beragama Islam. Seorang muslim akan lebih merasa 
nyaman, jika pilot pesawat adalah muslim yang taat, yang mengajak penumpang 
pesawat untuk berdoa sebelum terbang. Meskipun, secara hukum Islam, boleh saja, 
seorang muslim naik pesawat yang pilotnya non-muslim. Muslim boleh kuliah di 
satu universitas yang rektornya bukan muslim. Tetapi, bukankah lebih baik jika 
rektornya muslim yang taat yang memimpin kampus dengan nilai-nilai kenabian?

Keempat, dalam soal kepemimpinan politik kenegaraan, memang seorang muslim 
wajib memilih pemimpin yang muslim. Itu karena dalam konsep kepemimpinan Islam, 
pemimpin masyarakat bertugas memimpin dan membimbing rakyatnya agar hidupnya 
selamat, sejahtera, dan bahagia dunia dan akhira. Ini bedanya dengan konsep 
kepemimpinan sekuler, yang memandang pemimpin hanya sebatas aspek materi dan 
duniawi saja.

Pemimpin politik/kenegaraan, memiliki wewenang untuk membuat hukum dan 
peraturan bagi masyarakat. Tentu diharapkan, pemimpin yang baik akan membuat 
paraturan yang baik pula. Rencana Gubernur DKI, Ahok, untuk melegalkan 
pelacuran di Jakarta, menunjukkan bahwa pemimpin politik memiliki kedudukan 
yang sangat strategis untuk memperbaiki atau merusak masyarakat. Benarlah kata 
Imam al-Ghazali, bahwa rakyat rusak karena pemimpin (penguasa/umara) rusak. 
Umara rusak karena ulama rusak, dan seterusnya.

Kelima, jika kondisi muslim tidak mungkin memilih pemimpin yang beriman, 
bertaqwa, dan berakhlak mulia, -- karena seluruh calon pemimpin itu bukan 
muslim, seperti di berbagai negara Eropa dan Amerika -- , maka tentu saja, kaum 
muslim akan memilih yang "terbaik" di antara yang ada. Sebab, Islam adalah 
agama yang bersifat rahmatan lil-alamin. Kaum muslim harus menjadi rahmat untuk 
semua.

Keenam, muslim diperintahkan berbuat adil, terhadap seluruh umat manusia. Tidak 
boleh kebencian kepada seseorang atau kepada suatu kaum menyebabkan tindakan 
yang zalim (tidak adil). Jika ada pemimpin non-muslim yang melakukan tindakan 
yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat -- selama tidak bertentangan dengan 
syariat Islam -- maka tindakan itu harus diberikan apresiasi. Bahkan, pemimpin 
muslim harus melakukan yang lebih baik lagi, daripada yang dilakukan oleh 
pemimpin non-muslim. Karena itu, kaum muslim pun perlu lebih keras dan selektif 
dalam memilih pemimpin; bukan asal beragama Islam.

Ketujuh, dalam al-Quran dijelaskan, bahwa amal perbuatan orang kafir tidak ada 
nilainya di mata Allah SWT, ibarat fatamorgana (QS 24:39). Itu sangat logis, 
karena orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang 
berhak disembah dan ditaati. Mereka juga menolak utusan Tuhan Yang Maha Esa 
(Nabi Muhammad). Tentulah tidak masuk akal, jika seorang warga negara meminta 
gaji dari Presidennya, sementara dia sendiri tidak mengakui sang Presiden 
sebagai pemimpin yang sah dan berhak ditaati.

Demikianlah, sekilas pandangan, mengapa kita perlu pemimpin muslim yang tidak 
sekedar beragama Islam, tetapi yang benar-benar beriman, bertaqwa, dan 
berakhlak mulia. Umat Islam harus menjadi umat terbaik (QS 3:110), karena 
mereka mendapatkan amanah melanjutkan perjuangan para Nabi dalam menegakkan 
kebenaran.

Masalah siapa yang akan jadi gubernur DKI nanti tidak perlu sampai menjadikan 
kaum muslim kehilangan iman. Iman lebih mahal harganya dari kursi gubernur itu 
sendiri. Siapa pun yang jadi gubernur, jangan sampai kita menukar iman kita 
dengan godaan dunia. Siapa pun gubernurnya, kita harus dan bisa menjadi muslim 
yang baik. Kewajiban kita berjuang menyampaikan kebenaran. Yang mau terima 
silakan. Yang tidak mau, semoga suatu ketika terbuka pintu hatinya untuk 
menerima kebenaran. Jika orang tuanya belum mau, semoga anak atau cucunya nanti 
yang terima kebenaran.

Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat. Mohon maaf, jika ada hal-hal yang 
kurang berkenan. Wallahu a'lam bish-shawab.



Wassalamu'alaikum


Hanif / Bekasi / 43

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke