Sebutkanlah calonnya, biar nanti bisa dinilai orang banyak layak tak layaknya.
Wassalam fitr 2016-03-17 3:49 GMT-04:00 Muhammad Hanif <[email protected]>: > MENGAPA PEMIMPIN MUSLIM? > > Oleh: Dr. Adian Husaini > > Ada pertanyaan: Jika muslim menolak kepemimpinan orang kafir (non-muslim), > maka menyingkir saja ke gunung, tinggalkan pesawat terbang, laptop, dan > alat-alat teknologi lain buatan orang kafir. > > Jawab kita: > > Pertama, dalam melakukan setiap tindakan, muslim selalu mengacu kepada > al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Sebab, itulah pesan Nabi, bahwa jika muslim > berpegang teguh kepada keduanya, maka pasti mereka tidak tersesat. Muslim > hidup untuk dunia dan akhirat. Bahkan, keselamatan akhirat lebih utama, > karena merupakan kehidupan yang abadi. Sikap ini berbeda dengan kaum > lainnya, atau juga kaum sekuler yang tidak percaya al-Quran dan Sunnah > Rasul menjadi pedoman untuk seluruh aspek kehidupan manusia. Mereka lebih > percaya kepada "buku-buku lain" ketimbang al-Quran. Itu pilihan. Nanti kita > akan sama-sama menghadap Allah SWT dan mempertanggungjawabkan pilihan kita > masing-masing. > > Kedua, Muslim punya suri teladan yang utama dan abadi, yakni Nabi Muhammad > saw. Dalam hal sekecil-kecilnya, seperti bagaimana cara bangun tidur atau > masuk kamar mandi, bagaimana adab naik kendaraan, maka muslim berusaha > mencontoh tata-cara (adab) Nabi Muhammad saw. Beliau adalah utusan Allah > SWT untuk seluruh umat manusia. Beliau adalah suri tauladan. Inilah > keyakinan kami, orang muslim. Mohon dihormati. Dalam memilih pemimpin, Nabi > saw telah memberikan contoh yang abadi. > > Ketiga, dalam konsep Islam, "pemimpin" (imam) sebagaimana disabdakan oleh > Nabi Muhammad saw, adalah ibarat perisai (junnah). Tentu saja, dalam segala > aspek kehidupan, mulai rumah tangga, organisasi, sekolah, universitas, > sampai negara, idealnya sang pemimpin adalah orang yang beriman, bertaqwa, > dan berakhlak mulia. Bukan sekedar yang beragama Islam. Seorang muslim akan > lebih merasa nyaman, jika pilot pesawat adalah muslim yang taat, yang > mengajak penumpang pesawat untuk berdoa sebelum terbang. Meskipun, secara > hukum Islam, boleh saja, seorang muslim naik pesawat yang pilotnya > non-muslim. Muslim boleh kuliah di satu universitas yang rektornya bukan > muslim. Tetapi, bukankah lebih baik jika rektornya muslim yang taat yang > memimpin kampus dengan nilai-nilai kenabian? > > Keempat, dalam soal kepemimpinan politik kenegaraan, memang seorang muslim > wajib memilih pemimpin yang muslim. Itu karena dalam konsep kepemimpinan > Islam, pemimpin masyarakat bertugas memimpin dan membimbing rakyatnya agar > hidupnya selamat, sejahtera, dan bahagia dunia dan akhira. Ini bedanya > dengan konsep kepemimpinan sekuler, yang memandang pemimpin hanya sebatas > aspek materi dan duniawi saja. > > Pemimpin politik/kenegaraan, memiliki wewenang untuk membuat hukum dan > peraturan bagi masyarakat. Tentu diharapkan, pemimpin yang baik akan > membuat paraturan yang baik pula. Rencana Gubernur DKI, Ahok, untuk > melegalkan pelacuran di Jakarta, menunjukkan bahwa pemimpin politik > memiliki kedudukan yang sangat strategis untuk memperbaiki atau merusak > masyarakat. Benarlah kata Imam al-Ghazali, bahwa rakyat rusak karena > pemimpin (penguasa/umara) rusak. Umara rusak karena ulama rusak, dan > seterusnya. > > Kelima, jika kondisi muslim tidak mungkin memilih pemimpin yang beriman, > bertaqwa, dan berakhlak mulia, -- karena seluruh calon pemimpin itu bukan > muslim, seperti di berbagai negara Eropa dan Amerika -- , maka tentu saja, > kaum muslim akan memilih yang "terbaik" di antara yang ada. Sebab, Islam > adalah agama yang bersifat rahmatan lil-alamin. Kaum muslim harus menjadi > rahmat untuk semua. > > Keenam, muslim diperintahkan berbuat adil, terhadap seluruh umat manusia. > Tidak boleh kebencian kepada seseorang atau kepada suatu kaum menyebabkan > tindakan yang zalim (tidak adil). Jika ada pemimpin non-muslim yang > melakukan tindakan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat -- selama tidak > bertentangan dengan syariat Islam -- maka tindakan itu harus diberikan > apresiasi. Bahkan, pemimpin muslim harus melakukan yang lebih baik lagi, > daripada yang dilakukan oleh pemimpin non-muslim. Karena itu, kaum muslim > pun perlu lebih keras dan selektif dalam memilih pemimpin; bukan asal > beragama Islam. > > Ketujuh, dalam al-Quran dijelaskan, bahwa amal perbuatan orang kafir tidak > ada nilainya di mata Allah SWT, ibarat fatamorgana (QS 24:39). Itu sangat > logis, karena orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai satu-satunya > Tuhan yang berhak disembah dan ditaati. Mereka juga menolak utusan Tuhan > Yang Maha Esa (Nabi Muhammad). Tentulah tidak masuk akal, jika seorang > warga negara meminta gaji dari Presidennya, sementara dia sendiri tidak > mengakui sang Presiden sebagai pemimpin yang sah dan berhak ditaati. > > Demikianlah, sekilas pandangan, mengapa kita perlu pemimpin muslim yang > tidak sekedar beragama Islam, tetapi yang benar-benar beriman, bertaqwa, > dan berakhlak mulia. Umat Islam harus menjadi umat terbaik (QS 3:110), > karena mereka mendapatkan amanah melanjutkan perjuangan para Nabi dalam > menegakkan kebenaran. > > Masalah siapa yang akan jadi gubernur DKI nanti tidak perlu sampai > menjadikan kaum muslim kehilangan iman. Iman lebih mahal harganya dari > kursi gubernur itu sendiri. Siapa pun yang jadi gubernur, jangan sampai > kita menukar iman kita dengan godaan dunia. Siapa pun gubernurnya, kita > harus dan bisa menjadi muslim yang baik. Kewajiban kita berjuang > menyampaikan kebenaran. Yang mau terima silakan. Yang tidak mau, semoga > suatu ketika terbuka pintu hatinya untuk menerima kebenaran. Jika orang > tuanya belum mau, semoga anak atau cucunya nanti yang terima kebenaran. > > Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat. Mohon maaf, jika ada hal-hal > yang kurang berkenan. Wallahu a'lam bish-shawab. > > > > Wassalamu'alaikum > > > Hanif / Bekasi / 43 > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
