Assalamu'alaikum wr.wb. Da Hanif

Ambo mandukuang Ahok jadi DKI 1 tapi ambo warga Jabar. :-)
Jiko Ahok gagal jadi DKI 1, kito suruah se maju jadi Jabar 1 baa??
Bia kancang pembangunan Bekasi saketek...


Salam


Reza

2016-03-17 23:03 GMT+07:00 Fitrianto <[email protected]>:

> Sebutkanlah calonnya, biar nanti bisa dinilai orang banyak layak tak
> layaknya.
>
> Wassalam
> fitr
>
> 2016-03-17 3:49 GMT-04:00 Muhammad Hanif <[email protected]>:
>
>> MENGAPA PEMIMPIN MUSLIM?
>>
>> Oleh: Dr. Adian Husaini
>>
>> Ada pertanyaan: Jika muslim menolak kepemimpinan orang kafir
>> (non-muslim), maka menyingkir saja ke gunung, tinggalkan pesawat terbang,
>> laptop, dan alat-alat teknologi lain buatan orang kafir.
>>
>> Jawab kita:
>>
>> Pertama, dalam melakukan setiap tindakan, muslim selalu mengacu kepada
>> al-Quran dan Sunnah Nabi saw. Sebab, itulah pesan Nabi, bahwa jika muslim
>> berpegang teguh kepada keduanya, maka pasti mereka tidak tersesat. Muslim
>> hidup untuk dunia dan akhirat. Bahkan, keselamatan akhirat lebih utama,
>> karena merupakan kehidupan yang abadi. Sikap ini berbeda dengan kaum
>> lainnya, atau juga kaum sekuler yang tidak percaya al-Quran dan Sunnah
>> Rasul menjadi pedoman untuk seluruh aspek kehidupan manusia. Mereka lebih
>> percaya kepada "buku-buku lain" ketimbang al-Quran. Itu pilihan. Nanti kita
>> akan sama-sama menghadap Allah SWT dan mempertanggungjawabkan pilihan kita
>> masing-masing.
>>
>> Kedua, Muslim punya suri teladan yang utama dan abadi, yakni Nabi
>> Muhammad saw. Dalam hal sekecil-kecilnya, seperti bagaimana cara bangun
>> tidur atau masuk kamar mandi, bagaimana adab naik kendaraan, maka muslim
>> berusaha mencontoh tata-cara (adab) Nabi Muhammad saw. Beliau adalah utusan
>> Allah SWT untuk seluruh umat manusia. Beliau adalah suri tauladan. Inilah
>> keyakinan kami, orang muslim. Mohon dihormati. Dalam memilih pemimpin, Nabi
>> saw telah memberikan contoh yang abadi.
>>
>> Ketiga, dalam konsep Islam, "pemimpin" (imam) sebagaimana disabdakan oleh
>> Nabi Muhammad saw, adalah ibarat perisai (junnah). Tentu saja, dalam segala
>> aspek kehidupan, mulai rumah tangga, organisasi, sekolah, universitas,
>> sampai negara, idealnya sang pemimpin adalah orang yang beriman, bertaqwa,
>> dan berakhlak mulia. Bukan sekedar yang beragama Islam. Seorang muslim akan
>> lebih merasa nyaman, jika pilot pesawat adalah muslim yang taat, yang
>> mengajak penumpang pesawat untuk berdoa sebelum terbang. Meskipun, secara
>> hukum Islam, boleh saja, seorang muslim naik pesawat yang pilotnya
>> non-muslim. Muslim boleh kuliah di satu universitas yang rektornya bukan
>> muslim. Tetapi, bukankah lebih baik jika rektornya muslim yang taat yang
>> memimpin kampus dengan nilai-nilai kenabian?
>>
>> Keempat, dalam soal kepemimpinan politik kenegaraan, memang seorang
>> muslim wajib memilih pemimpin yang muslim. Itu karena dalam konsep
>> kepemimpinan Islam, pemimpin masyarakat bertugas memimpin dan membimbing
>> rakyatnya agar hidupnya selamat, sejahtera, dan bahagia dunia dan akhira.
>> Ini bedanya dengan konsep kepemimpinan sekuler, yang memandang pemimpin
>> hanya sebatas aspek materi dan duniawi saja.
>>
>> Pemimpin politik/kenegaraan, memiliki wewenang untuk membuat hukum dan
>> peraturan bagi masyarakat. Tentu diharapkan, pemimpin yang baik akan
>> membuat paraturan yang baik pula. Rencana Gubernur DKI, Ahok, untuk
>> melegalkan pelacuran di Jakarta, menunjukkan bahwa pemimpin politik
>> memiliki kedudukan yang sangat strategis untuk memperbaiki atau merusak
>> masyarakat. Benarlah kata Imam al-Ghazali, bahwa rakyat rusak karena
>> pemimpin (penguasa/umara) rusak. Umara rusak karena ulama rusak, dan
>> seterusnya.
>>
>> Kelima, jika kondisi muslim tidak mungkin memilih pemimpin yang beriman,
>> bertaqwa, dan berakhlak mulia, -- karena seluruh calon pemimpin itu bukan
>> muslim, seperti di berbagai negara Eropa dan Amerika -- , maka tentu saja,
>> kaum muslim akan memilih yang "terbaik" di antara yang ada. Sebab, Islam
>> adalah agama yang bersifat rahmatan lil-alamin. Kaum muslim harus menjadi
>> rahmat untuk semua.
>>
>> Keenam, muslim diperintahkan berbuat adil, terhadap seluruh umat manusia.
>> Tidak boleh kebencian kepada seseorang atau kepada suatu kaum menyebabkan
>> tindakan yang zalim (tidak adil). Jika ada pemimpin non-muslim yang
>> melakukan tindakan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat -- selama tidak
>> bertentangan dengan syariat Islam -- maka tindakan itu harus diberikan
>> apresiasi. Bahkan, pemimpin muslim harus melakukan yang lebih baik lagi,
>> daripada yang dilakukan oleh pemimpin non-muslim. Karena itu, kaum muslim
>> pun perlu lebih keras dan selektif dalam memilih pemimpin; bukan asal
>> beragama Islam.
>>
>> Ketujuh, dalam al-Quran dijelaskan, bahwa amal perbuatan orang kafir
>> tidak ada nilainya di mata Allah SWT, ibarat fatamorgana (QS 24:39). Itu
>> sangat logis, karena orang kafir tidak mengakui Allah SWT sebagai
>> satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati. Mereka juga menolak
>> utusan Tuhan Yang Maha Esa (Nabi Muhammad). Tentulah tidak masuk akal, jika
>> seorang warga negara meminta gaji dari Presidennya, sementara dia sendiri
>> tidak mengakui sang Presiden sebagai pemimpin yang sah dan berhak ditaati.
>>
>> Demikianlah, sekilas pandangan, mengapa kita perlu pemimpin muslim yang
>> tidak sekedar beragama Islam, tetapi yang benar-benar beriman, bertaqwa,
>> dan berakhlak mulia. Umat Islam harus menjadi umat terbaik (QS 3:110),
>> karena mereka mendapatkan amanah melanjutkan perjuangan para Nabi dalam
>> menegakkan kebenaran.
>>
>> Masalah siapa yang akan jadi gubernur DKI nanti tidak perlu sampai
>> menjadikan kaum muslim kehilangan iman. Iman lebih mahal harganya dari
>> kursi gubernur itu sendiri. Siapa pun yang jadi gubernur, jangan sampai
>> kita menukar iman kita dengan godaan dunia. Siapa pun gubernurnya, kita
>> harus dan bisa menjadi muslim yang baik. Kewajiban kita berjuang
>> menyampaikan kebenaran. Yang mau terima silakan. Yang tidak mau, semoga
>> suatu ketika terbuka pintu hatinya untuk menerima kebenaran. Jika orang
>> tuanya belum mau, semoga anak atau cucunya nanti yang terima kebenaran.
>>
>> Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat. Mohon maaf, jika ada hal-hal
>> yang kurang berkenan. Wallahu a'lam bish-shawab.
>>
>>
>>
>> Wassalamu'alaikum
>>
>>
>> Hanif / Bekasi / 43
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke