SUMATERA THAWALIB PARABEK Melirik ke Cara Pesantren di Jawa Menghimpun Dana
Mochtar Naim 28 April 2016 | S | EBAGAI sesama mantan AnggotaDPD dan MPR RI, saya banyak mengikuti sepak terjang dari KH Mahmud Ali Zaindari Pasuruan, Jawa Timur, yang mengayomi sebuah pesantren di Pasuruan, JawaTimur. Di pesantren itu semuasantri-pelajar, serta para orang tua, para guru dan para pegawai pesantren diikut-sertakandalam usaha menghimpun dana bagi pengelolaan pesantren dalam bentuk usahaekonomi pesantren yang sifatnya produktif. Semua apapun usaha yang digerakkandi lingkungan pesantren, termasuk usaha penyediaan makanan dan minuman sertakebutuhan buku, alat-alat tulis, pakaian, dll bagi para santri yang tinggal diasrama dan di luarpun, diusahakan oleh usaha ekonomi pesantren itu. Usahaekonomi pesantren itu diusahakan secara terorganisasi berbentuk badan hukumbercorak PT ataupun Koperasi Syariah Pesantren. PT atau Koperasi Syariah Pesantren ini mengembangkanusaha perekonomian produktif di bidang-bidang yang potensial bisa dikembangkandi lingkungan geografis pesantren, yang arealnya bisa di manapun di provinsiJatim, baik di bidang pertanian-perkebunan, perikanan, peternakan, industrirumah tangga ataupun industri bisnis mikro dan menengah-makro sekalipun. Dari informasi yang diberikan, usahaperekonomian produktif yang digerakkan dan dikelolakan di pesantren itu totalassetnya sudah mencapai miliaran rupiah, sehingga wang sekolah santri bisaditekan sampai ke tingkat yang relatif sangat rendah dan murah, sementara gajiguru dan kebutuhan material pengelolaan sekolah ditingkatkan. Hal yang samajuga berlaku di banyak pesantren di Jawa. * Semua itubisa ditiru oleh sekolah-sekolah swasta, termasuk madrasah dan pesantren yangjuga berkembang di Sumbar dan di manapun di Indonesia ini. Saya sendiri sudahpernah membawakannya ke ketua pengurus harian sekolah Thawalib Parabek, yangsaya kebetulan juga duduk di dalamnya, tetapi disambut dengan dingin dan takmenyelera. Pada hal saya sudah berkunjung sebelumnya ke Wali Nagari SungaiTanang, bersebelahan dengan Parabek, menanyakan prospek kerjasama pengelolaanbisnis air minum kemasan, kerjasama dengan Sumatera Thawalib Parabek, yangdisambut dengan entusias dan positif. Saya tuliskancerita ini di sini untuk mendapatkan respons dan reaksi dari kita-kita yangmengurus sekolah Sumatera Thawalib Parabek, dan semua sekolah-sekolah danmadrasah-madrasah serta pesantren-pesantren swasta di manapun di ranah Minang diSumatera Barat. Mari, kitabelajar dari contoh-contoh bagus dari manapun datangnya. Uthlubul ‘ilma walau bish shîn. Ke Cinapun kita dihasung untukmencari ilmu oleh agama kita sendiri. *** Wassalam, Mochtar Naim KompInhutani, Blok M5, Ciputat, Tangsel. HP: 0813 1719 8778. Email:[email protected] Ref: KHMahmud Ali Zain, HP: 0812 3300 421, Email: [email protected] -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
