Sebagai konsumer... pandangan ambo ttg perbedaan antara mart mart dengan warung/lapau ialah
1. Jaminan mutu barang yang dijual dan pelayanan yg serba cepat/terjamin pd mart mart...quality assurance ! 2. Rumah makan Padang mungkin bisa dijadikan contoh, belum mampu menjadi "brand name" yg memiliki jaringan luas ! wassalam Abraham Ilyas Pada 21 Mei 2016 10.14, Isna Huriati <[email protected]> menulis: > Kalu mau organisasi yang tepat harus berbentuk Koperasi, hanya saja sifat > orang kita yang mau maju sendiri sendiri adalah problem. Di Jawa koperasi > Batik maju sampai omsetnya ber milyar rupiah. Saya diceritakan oleh > seorang bekas aktifis bidang ekonomi Muhamadiah yang sudah survey keseluruh > daerah Jawa, bahkan Jepang, Singapure dan Asia lain. Mereka kuat karena > Koperasi, misalnya koperasi pembuat pintu Mobil dll. jadi mereka memiliki > usaha itu. Koperasi dibuat dalam kelomopk misalnya setiap 10 orang , kalau > satu orang meminjam duit semua anggota menganilisa keperluan peminjaman, > baru dapat pinjaman kalau mereka setuju semua, dengan kata lain mereka > bertanggung jawab atas pencicilan utang tersebut. > > Isna Huriati > > On 5/21/2016 9:17 AM, 'asmiyakob' via RantauNet wrote: > >> Apa bedanya Minang Mart dgn alfa/indo mark??? Tetap sama2 jadi pesaing >> dgn kedai2 tradisional, apakah ini solusi untuk kesejahteraan rakyat >> Minang??? Coba dikaji lagi deh saya rasa gak ada bedanya lho cuma ganti >> nama doang terkecuali punya konsep yg berbeda dan menguntungkan untuk >> pengusa2 kedai2 kecil selama ini ygada di desa2. Salam buat bpk2 semua. >> >> Asmi Yakob >> Jkt 65thnJkt 65thn</div> >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> >> -----Original Message----- >> From: "Mochtar Naim [email protected] [surau]" <[email protected] >> > >> Sender: [email protected] >> Date: Sat, 21 May 2016 02:08:09 >> To: RantauNet Group<[email protected]>; Mas'oed ABIDIN< >> [email protected]>; Asmun Sjueib<[email protected]>; Nasir >> Zulhasril<[email protected]>; Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo< >> [email protected]>; BADRUL MUSTAFA<[email protected]>; Lies Suryadi< >> [email protected]>; Anggun Gunawan<[email protected]>; Alfitri >> FISIP<[email protected]>; Harlizon MBAu<[email protected]>; Dr. Gusti >> ASNAN<[email protected]>; Edy Utama<[email protected]>; >> Mohcholilbaridjambek<[email protected]>; Amri AZIZ<[email protected]>; >> Basri Mangun<[email protected]>; Mestika Zed<[email protected]>; >> Drs Sjafnir Aboe NAIN<[email protected]>; Facebook Groups< >> [email protected]>; yahoogroups<[email protected]>; >> Azmi Dt Bgd Abu<[email protected]>; Yahoo!< >> [email protected]>; Prof Dr Taufik ABDULLAH< >> [email protected]>; Prof. Dr Azyumardi AZRA< >> [email protected]>; Prof Dr Djohermansyah DJOHAN<[email protected]>; >> Ilhamy Elias<[email protected]>; Miko Kamal<[email protected]>; >> Fasli JALAL<[email protected]>; Irman Gusman<[email protected]>; >> Chairil Anwar<[email protected]>; Emil Habli HasanNaim< >> [email protected]>; Herlina Hasan Basri<[email protected]>; >> Feraldi W. Loeis<[email protected]>; Zulhendri Chaniago< >> [email protected]>; Jusril Jamarin<[email protected]>; >> Jafrinur Jafrinur<[email protected]>; Dr. Saafroedin BAHAR< >> [email protected]>; Ir. Raja Ermansyah YAMIN< >> [email protected]>; Nurmatias Zakaria<[email protected]>; >> [email protected]<[email protected]>; Novesar62< >> [email protected]>; Dr. Herwandi WENDY<[email protected]>; >> Arief Rangkayo Mulia<[email protected]>; Bunda Nismah< >> [email protected]>; Elfitra Baikoeni<[email protected]>; >> Kardimatus Suheimi<[email protected]>; yahoogroups<[email protected]>; >> Khairul Jasmi<[email protected]>; Novizar Zen< >> [email protected]>; Prof.Dr Emil SALIM<[email protected]>; >> Muslim Kasim<[email protected]>; Ambiar Lani<[email protected]>; >> Yuliasma Muluk<[email protected]>; M. ABDUH<[email protected]>; Amelia >> Naim Indrajaya<[email protected]>; Abdurrahman Aman< >> [email protected]>; Opinihaluan<[email protected]>; Meuthia >> Suyudi<[email protected]>; Sjamsir_sjarif<[email protected]>; >> Darman - MOENIR<[email protected]>; OBS Saldi<[email protected]>; >> Eri Bagindo Rajo<[email protected]>; Gebuminang Pusat< >> [email protected]>; Riri Chaidir<[email protected]>; S. >> SURYADI<[email protected]>; Zizie Fauzan<[email protected]>; >> WiNda AmeLia<[email protected]>; Sutan Sinaro<[email protected]>; >> Susi Moeis<[email protected]>; Rahim Jabbar<[email protected]>; Asmardi >> Arbi<[email protected]>; Nina Rivai<[email protected]>; >> Herman Jambak<[email protected]>; Ajoduta<[email protected]>; Datuk >> Endang<[email protected]>; [email protected]< >> [email protected]>; Facebook Groups< >> [email protected]>; Rizal Ramli<[email protected]>; >> Zuriyati Ati<[email protected]>; Revrisond Baswir< >> [email protected]>; Facebook Groups<[email protected]>; >> Mahyudin Al Mudra<[email protected]>; Yeyen Kiram< >> [email protected]>; Elvira Naim<[email protected]>; Kasim Musliar< >> [email protected]>; Dutamardin Umar<[email protected]>; Asril >> Tanjung<[email protected]>; Wannofri Samry<[email protected]>; >> Chaca Mesyarah<[email protected]>; Tata Marnarita< >> [email protected]>; Indra J. Piliang<[email protected]>; Imsa Us< >> [email protected]>; Zukri Saad<[email protected]>; Midawati >> Unand<[email protected]>; Sylvia Tajuddin Jaelani< >> [email protected]>; Hanifah Daman<[email protected]> >> Reply-To: [email protected] >> Subject: [surau] 1000 Minang Mart [1 Attachment] >> >> 1000 MINANG MART >> >> INILAH YANG DITUNGGU-TUNGGU >> >> SELAMA INI >> >> >> >> Mochtar Naim >> >> 20 Mei 2016 >> >> >> | >> | >> >> >> >> | G >> >> | >> >> UBERNUR IRWAN PRAYITNO padaawal masa kerja keduanya ini akhirnya tampil >> dengan sebuah gagasan rencanakerja yang sangat menjanjikan. Gagasan ini >> terasa sangat tepat karena telahdidahului oleh usaha melarang masuknya >> mart-mart seperti Indomart dan Alfamartmasuk ke Sumbar yang sifatnya >> kapitalistik dan membunuh usaha-usaha mini bisnisritel pewarungan >> kerakyatan di seluruh Indonesia. Apalagi dalam upaya melaksanakan usaha >> mini bisnisritel berbasis kerakyatan ini dikaitkan pula dengan upaya >> kerjasama dengan BankNagari sebagai pemasok dana permodalan. Syukur-syukur, >> dan memang diharapkan,kalau juga diikuti oleh bank-bank lainnya, khususnya >> bank-bank syariah, baikbank-bank syariah negara maupun swasta. >> >> Ada bagusnya kalau Minang Mart yang mau dikembangkan >> itu,sifatnya menyeluruh, tidak hanya tersebar di kota-kota tetapi juga di >> setiapNagari di Sumbar. Minimal ada satu Minang Mart di setiap Nagari, yang >> kapasitasnyadisesuaikan dengan kapasitas kebutuhan konsumptif di Nagari >> itu. Bukan mustahil, bahkan, kalau ide 1000 MinangMart dengan nama yang >> bisa berbagai ini juga berkembang ke rantau manapun yangbanyak dimasuki >> oleh para perantau Minang, baik di Indonesia ini maupun diKawasan Nusantara >> lainnya, termasuk Malaysia, Brunai, Sabah, dsb. >> >> Yang diperlukan tidak lain adalah “4K”: Kemauan, Kerjakeras, >> Kejujuran dan Kerjasama antara sesama, serta bimbingan yang kuat dariPemda >> sendiri. Seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur Irwan akan >> komitmendari Pemda Sumbar untuk menjadikan bisnis ritel pewarungan dengan >> nama MinangMart ini sebagai pertaruhan akan keberhasilan maupun kegagalan >> dari PemdaSumbar ke masa depan, begitupun mestinya rakyat Sumbar sendiri, >> baik yang diranah maupun yang di rantau di mana saja di dunia ini. Kita >> sudah lihat sendiribagaimana kerjasama antara pemerintah dan rakyatnya, >> baik yang di ranah maupundi rantau, dari ketiga raksasa Dunia Kuning: >> Jepang, Korea dan Cina, sekarangini mampu merebut dunia bisnis dan industri >> di seluruh dunia. Semua itu dimulaitidak lain dari “4 K” itu: Kemauan, >> Kerja keras, Kejujuran dan Kerjasama. >> >> Kemauan, Kerjakeras, Kejujuran dan Kerja sama inilah yang perlu kita >> kembangkan di bumibertuah Minangkabau ini, yang dahulu pernah kita >> sanjung-sanjung karenamemiliki unsur-unsur budaya yang kita perlukan itu, >> tetapi yang sekarang telahmeluncur habis sampai ke tingkat ketiga dari >> bawah dalam ukuran keberhasilan diIndonesia dan Nusantara ini. Munculnya >> ide mau menciptakan Sumbar menjadi DIM(Derah Istimewa Minangkabau) >> tujuannya tidak lain adalah itu; tidak hanyasekedar memasukkan ideologi >> ABS-SBK ke dalam program pembangunan Pemda Sumbar,tetapi sekaligus sebagai >> kekuatan hukumnya dengan menjadikan Pemda Sumbar inimenjadi Provinsi DIM >> itu, seperti halnya dengan ke empat provinsi lainnya yangsudah menjadi >> Daerah Istimewa itu, yaitu Aceh, Yogya, Papua dan DKI Jakarta.Kalau jadi, >> Sumbar akan menjadi yang ke lima dari 34 provinsi yang ada di NKRIini. Dan >> peluang ini dibukakan oleh UUD1945 sendiri, khususnya Pasal 18 B.Tinggal >> kita memanfaatkan peluang yang dibukakan itu, justru untukmengembalikan >> Sumbar dengan budaya Minangkabaunya yang sudah terperosok jauhini kembali >> kepada marwah dan nama baik yang pernah diembannya itu. >> >> Denganmenjadikan Provinsi Sumbar menjadi Provinsi DIM itu, nilai budaya >> ABS-SBK itutidak hanya sekadar disebut-sebut seperti selama ini tetapi >> benar-benar menjadipatokan hukum dengan kekuatan hukum, seperti halnya >> hukum danperundang-undangan negara yang berlaku di ranah Minang sendiri. >> Artinya, adatdan agama Islam di bumi Minangkabau dijadikan sebagai sumber >> kekuatan hukumyang bisa menghitam-memutihkan di semua sisi kehidupan, baik >> di pemerintahanmaupun di masyarakat sendiri. >> >> Kembali keide penciptaan 1000 Minang Mart yang dilancarkan oleh Gubernur >> Irwan itu,pengalaman menyesakkan nafas dari usaha Koperasi Nagari di masa >> lalu yangmanajemennya dikuasai dan dikendalikan oleh pejabat pemerintah di >> Kecamatan danNagari yang merupakan sumber KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), >> dihapus dandigantikan oleh manajeman koperasi yang bersih dan rasional, >> yang meluludikendalikan oleh rakyat sendiri. Minang Mart dan mart-mart >> lainnya yang bermunculandari rakyat sendiri, seluruhnya dikelolakan dengan >> prinsip “ekonomi kerakyatanberbasiskan koperasi syariah” di Nagari dan di >> mana saja. Cita-cita koperasi BungHatta yang kita perkaya dengan konsep >> ekonomi syariah kerakyatan, insya Allahakan kita munculkan bersama di ranah >> leluhur kita sendiri, Minangkabau, dankita kembangkan ke manapun di tanah >> air kita ini, dan di manapun, dengan kitamenjadikan Sumbar menjadi Provinsi >> DIM yang kerkekuatan hukum dan bercorakOtonomi Daerah. >> >> Semoga Allahswt membukakan peluang dengan ma’unah dan mau’izhahNya, amin! >> *** >> >> >> >> On Thursday, April 28, 2016 5:22 PM, Mochtar Naim < >> [email protected]> wrote: >> >> SUMATERA THAWALIB PARABEKMelirik ke Cara Pesantren di Jawa Menghimpun >> Dana Mochtar Naim28 April 2016 >> | S | >> >> EBAGAI sesama mantan AnggotaDPD dan MPR RI, saya banyak mengikuti sepak >> terjang dari KH Mahmud Ali Zaindari Pasuruan, Jawa Timur, yang mengayomi >> sebuah pesantren di Pasuruan, JawaTimur. Di pesantren itu >> semuasantri-pelajar, serta para orang tua, para guru dan para pegawai >> pesantren diikut-sertakandalam usaha menghimpun dana bagi pengelolaan >> pesantren dalam bentuk usahaekonomi pesantren yang sifatnya produktif. >> Semua apapun usaha yang digerakkandi lingkungan pesantren, termasuk usaha >> penyediaan makanan dan minuman sertakebutuhan buku, alat-alat tulis, >> pakaian, dll bagi para santri yang tinggal diasrama dan di luarpun, >> diusahakan oleh usaha ekonomi pesantren itu. Usahaekonomi pesantren itu >> diusahakan secara terorganisasi berbentuk badan hukumbercorak PT ataupun >> Koperasi Syariah Pesantren. PT atau Koperasi Syariah Pesantren >> ini mengembangkanusaha perekonomian produktif di bidang-bidang yang >> potensial bisa dikembangkandi lingkungan geografis pesantren, yang arealnya >> bisa di manapun di provinsiJatim, baik di bidang pertanian-perkebunan, >> perikanan, peternakan, industrirumah tangga ataupun industri bisnis mikro >> dan menengah-makro sekalipun. Dari informasi yang diberikan, >> usahaperekonomian produktif yang digerakkan dan dikelolakan di pesantren >> itu totalassetnya sudah mencapai miliaran rupiah, sehingga wang sekolah >> santri bisaditekan sampai ke tingkat yang relatif sangat rendah dan murah, >> sementara gajiguru dan kebutuhan material pengelolaan sekolah ditingkatkan. >> Hal yang samajuga berlaku di banyak pesantren di Jawa.*Semua itubisa ditiru >> oleh sekolah-sekolah swasta, termasuk madrasah dan pesantren yangjuga >> berkembang di Sumbar dan di manapun di Indonesia ini. Saya sendiri >> sudahpernah membawakannya ke ketua pengurus harian sekolah Thawalib >> Parabek, yangsaya kebetulan juga duduk di dalamnya, tetapi disambut dengan >> dingin dan takmenyelera. Pada hal saya sudah berkunjung sebelumnya ke Wali >> Nagari SungaiTanang, bersebelahan dengan Parabek, menanyakan prospek >> kerjasama pengelolaanbisnis air minum kemasan, kerjasama dengan Sumatera >> Thawalib Parabek, yangdisambut dengan entusias dan positif.Saya >> tuliskancerita ini di sini untuk mendapatkan respons dan reaksi dari >> kita-kita yangmengurus sekolah Sumatera Thawalib Parabek, dan semua >> sekolah-sekolah danmadrasah-madrasah serta pesantren-pesantren swasta di >> manapun di ranah Minang diSumatera Barat. Mari, kitabelajar dari >> contoh-contoh bagus dari manapun datangnya. Uthlubul ‘ilma walau bish shîn. >> Ke Cinapun kita dihasung untukmencari ilmu oleh agama kita sendiri. >> ***Wassalam, Mochtar NaimKompInhutani, Blok M5, Ciputat, Tangsel. HP: 0813 >> 1719 8778. Email:[email protected] Ref: KHMahmud Ali Zain, HP: 0812 >> 3300 421, Email: [email protected] >> >> >> > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi > tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email > One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
