Terima kasih banyak Bu Doktor Hanifah atas pencerahannya yang sangat berharga bagi kami dan insya' Allah saya akan share buat anak kami kalau mereka tidak mudah putus asa dengan segala persoalan yang dihadapinya. Semoga ini menjadi ilmu yang bermamfaat yg sudah dibagikan kepada orang lain khususnya kami sklg
Wassalam, Zainul Akhir Tanjung, Pku-Riau -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Hanifah Damanhuri Sent: Wednesday, June 22, 2016 11:32 AM To: rantaunet Subject: [**EXTERNAL**] [R@ntau-Net] Keikhlasan Menuntut Ilmu Keikhlasan Menuntut Ilmu Ketika seorang sahabat di DUMAY Bercerita padaku tentang anaknya yang lambat tamat Aku teringat masa-masa aku menjalani tugas belajar Aku butuh waktu yang lama dari yang seharusnya Tetapi aku harus bersyukur Aku masih beruntung dari teman-teman seangkatanku Kala itu aku termasuk yang cepat selesai Alhamdulillah Direntang waktu yang cukup lama itu Aku teringat Beberapakali terjadi perbedaan pendapat Pembimbing maunya A Aku maunya B Aku lakukan B Akibatnya aku susah sendiri Terombang ambing “Ulang semuanya dari awal”, kata pembimbing Dalam keadaan terombang ambing Kuminta saran pada sahabat sejatiku “Tundukkan hati, jiwa, dan fikiranmu pada gurumu Lakukan semua dengan baik sampai tuntas”, pesannya Tidak ada penjelasan lainnya Sebelum mengulang mulai dari validasi sampai ambil data Aku minta maaf dulu pada pembimbing Kamipun saling bermaafan Aku ikuti arahan pembimbing Sampai akhirnya tuntas Alhamdulillah Kukatakan pada sahabat di DUMAY Agar anaknya mengikuti arahan pembimbingnya Apa uang kukatakan, kuceritakan pada sahabat sejatiku Alhamdulillah ami dapat penjelasan yang agak panjang Tentang “Keikhlasan Menuntut Ilmu” 1. Keikhlasan menuntut ilmu menjadi salah satu kunci penting dlm menata diri utk menumbuhkan ILMU dalam diri....tanpa hal ini maka kemungkinan besar kita hanya akan dapat "pengetahuan" (atau bahkan hanya "informasi") belaka. Mendapatkan ILMU adalah tataran tertinggi yg perlu dicapai dalam proses belajar,.....dan merugilah kita JIKA hanya mendapatkan "pengetahuan" atau "informasi" belaka. ILMU ada di dalam badan kita,....bukan di luar badan kita.....Semua informasi/pengetahuan yg kita dapat disekolah ...serta berbagai fenomena kehidupan yg kita saksikan dlm kehidupan sehari-hari ...sesungguhnya hanyalah suatu "elemen" yg dibutuhkan utk memicu tumbuhnya "ilmu dlm diri kita. 2. Dalam "ruang ilmu"......terdapat "ilmu" itu sendiri,....terdapat "pengetahuan"....serta terdapat "informasi". Apa yg tertulis di suatu buku dan/atau diajarkan oleh seorang guru semata-mata hanyalah berupa "informasi" dan "pengetahuan" belaka....dan sama sekali BUKAN lah "ilmu" itu sendiri. Serangkaian "informasi" dan "pengetahuan" akan bisa menjelma jadi suatu "ilmu" JIKA dan HANYA JIKA syarat tumbuhnya "ilmu" itu bisa kita penuhi,....diantaranya adalah: "keikhlasan" dalam menuntut ilmu,...."kesadaran" yg utuh dalam menjalani proses menuntut "ilmu"......"kejujuran" dan "ketekunan" dalam mengumpulkan "informasi" serta "pengetahuan" terkait...."lurusnya niat" dalam melakukan semua hal tsb.....serta sikap "tawadhu" yg bhasil mhilangkan kesombongan diri. Semua hal itu adalah ibarat proses yg kita lakukan dalam mengolah lahan yang akan kita tanami.......dgn keikhlasan, kejujuran dan ketekunan, niat yg lurus serta sikap tawadhu maka berarti kita sdg melakukan proses pengolahan "alam qalbi" dan "alam fikir" kita.....utk kemudian siap "ditaburi" (baca : diberi) "informasi" sebagai "benih" suatu "tumbuhan-ilmu" ...dan/atau "pengetahuan" sebagai "bibit" suatu "tumbuhan ilmu". 3. Serangakaian "syarat" yg berat tersebut adalah erat kaitannya dengan "dekatnya" korelasi "ilmu" dengan "iman". Suatu "ilmu" yg diridhai ALLAH utk dimiliki seorang hamba, akan mampu mhantarkan hamba tersebut untuk menegakan "satu butir iman" nya.....sedangkan tegaknya "iman" seorang hamba akan menjadikan seluruh isi jagad raya "tunduk" pd iman tersebut. 4. Atas hal itulah maka "cobaan" yg akan dihadapi oleh seorang hamba dalam menuntut ilmu bisa dikatakan sama beratnya dgn yg akan dia hadapi ketika dia menyatakan diri "beriman" pd ALLAH atas segala hal yg telah diajarkan ALLAH pd manusia. "Engkau katakan pada KU bhw engkau beriman pada KU, apakah engkau fikir AKU akan percaya begitu saja tanpa AKU uji ?".....ayat tsb juga pasti akan berlaku pada seorang yg sedang menuntut "ilmu"......pasti akan banyak ujian yg datang dlm berbagai bentuk.....termasuk ujian atas sikap2 seorang guru/dosen yg (brgkali) secara kasat mata dpt kita katakan tidak ideal (atau bahkan salah).....Namun demikian jangan lah kita terperangkap pada dinamika itu,....melainkan sebaiknya mari kita panjatkan doa " Ya ALLAH buka kan lah mata dan pintu hati ku utk mpelajari serta mengamalkan ilmu dunia dan ilmu akhirat MU dgn sebaik-baiknya.....berilah aku kepahaman atas sikap dan arahan guruku....dan bukakankah hijab MU tentang segala ilmu MU yg ada di dalam nya bagi ku". Salam, r.a Semoga bisa membantu para sahabat Yang sedang kesulitan dalam menyelesaian kuliah Salam Hanifah Damanhuri Kisah PEJUANG SEJATI https://fadillaazeaza.wordpress.com/2016/06/20/ep-1-living-without-privilege-makes-you-a-stronger/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
