Keikhlasan Menuntut Ilmu

Ketika seorang sahabat di DUMAY
Bercerita padaku tentang anaknya yang lambat tamat
Aku teringat masa-masa aku menjalani tugas belajar
Aku butuh waktu yang lama dari yang seharusnya
Tetapi aku harus bersyukur
Aku masih beruntung dari teman-teman seangkatanku
Kala itu aku termasuk yang cepat selesai
Alhamdulillah

Direntang waktu yang cukup lama itu
Aku teringat
Beberapakali terjadi perbedaan pendapat
Pembimbing maunya A
Aku maunya B
Aku lakukan B
Akibatnya aku susah sendiri
Terombang ambing
“Ulang semuanya dari awal”, kata pembimbing

Dalam keadaan terombang ambing
Kuminta saran pada sahabat sejatiku
“Tundukkan hati, jiwa, dan fikiranmu pada gurumu
Lakukan semua dengan baik sampai tuntas”, pesannya
Tidak ada penjelasan lainnya

Sebelum mengulang mulai dari validasi sampai ambil data
Aku minta maaf dulu pada pembimbing
Kamipun saling bermaafan
Aku ikuti arahan pembimbing
Sampai akhirnya tuntas
Alhamdulillah

Kukatakan pada sahabat di DUMAY
Agar anaknya mengikuti arahan pembimbingnya
Apa uang kukatakan, kuceritakan pada sahabat sejatiku
Alhamdulillah ami dapat penjelasan yang agak panjang
Tentang “Keikhlasan Menuntut Ilmu”


1.      Keikhlasan menuntut ilmu menjadi salah satu kunci penting dlm
menata diri utk menumbuhkan ILMU dalam diri....tanpa hal ini maka
kemungkinan besar kita hanya akan dapat "pengetahuan" (atau bahkan
hanya "informasi") belaka. Mendapatkan ILMU adalah tataran tertinggi
yg perlu dicapai dalam proses belajar,.....dan merugilah kita JIKA
hanya mendapatkan "pengetahuan" atau "informasi" belaka. ILMU ada di
dalam badan kita,....bukan di luar badan kita.....Semua
informasi/pengetahuan yg kita dapat disekolah ...serta berbagai
fenomena kehidupan yg kita saksikan dlm kehidupan sehari-hari
...sesungguhnya hanyalah suatu "elemen" yg dibutuhkan utk memicu
tumbuhnya "ilmu dlm diri kita.

2. Dalam "ruang ilmu"......terdapat "ilmu" itu sendiri,....terdapat
"pengetahuan"....serta terdapat "informasi". Apa yg tertulis di suatu
buku dan/atau diajarkan oleh seorang guru semata-mata hanyalah berupa
"informasi" dan "pengetahuan" belaka....dan sama sekali BUKAN lah
"ilmu" itu sendiri. Serangkaian "informasi" dan "pengetahuan" akan
bisa menjelma jadi suatu "ilmu" JIKA dan HANYA JIKA syarat tumbuhnya
"ilmu" itu bisa kita penuhi,....diantaranya adalah: "keikhlasan" dalam
menuntut ilmu,...."kesadaran" yg utuh dalam menjalani proses menuntut
"ilmu"......"kejujuran" dan "ketekunan"  dalam mengumpulkan
"informasi" serta "pengetahuan" terkait...."lurusnya niat" dalam
melakukan semua hal tsb.....serta sikap "tawadhu" yg bhasil mhilangkan
kesombongan diri. Semua hal itu adalah ibarat proses yg kita lakukan
dalam mengolah lahan yang akan kita tanami.......dgn keikhlasan,
kejujuran dan ketekunan, niat yg lurus serta sikap tawadhu maka
berarti kita sdg melakukan proses pengolahan "alam qalbi" dan "alam
fikir" kita.....utk kemudian siap "ditaburi" (baca : diberi)
"informasi" sebagai "benih" suatu "tumbuhan-ilmu" ...dan/atau
"pengetahuan" sebagai "bibit" suatu "tumbuhan ilmu".

3. Serangakaian "syarat" yg berat tersebut adalah erat kaitannya
dengan "dekatnya" korelasi "ilmu" dengan "iman". Suatu "ilmu" yg
diridhai ALLAH utk dimiliki seorang hamba, akan mampu mhantarkan hamba
tersebut untuk menegakan "satu butir iman" nya.....sedangkan tegaknya
"iman" seorang hamba akan menjadikan seluruh isi jagad raya "tunduk"
pd iman tersebut.

4. Atas hal itulah maka "cobaan" yg akan dihadapi oleh seorang hamba
dalam menuntut ilmu bisa dikatakan sama beratnya dgn yg akan dia
hadapi ketika dia menyatakan diri "beriman" pd ALLAH atas segala hal
yg telah diajarkan ALLAH pd manusia.
 "Engkau katakan  pada KU bhw engkau beriman pada KU, apakah engkau
fikir AKU akan  percaya begitu saja tanpa AKU uji ?".....ayat tsb juga
pasti akan berlaku pada seorang yg sedang menuntut "ilmu"......pasti
akan banyak ujian yg datang dlm berbagai bentuk.....termasuk ujian
atas sikap2 seorang guru/dosen yg (brgkali) secara kasat mata dpt kita
katakan tidak ideal (atau bahkan salah).....Namun demikian jangan lah
kita terperangkap pada dinamika itu,....melainkan sebaiknya mari kita
panjatkan doa " Ya ALLAH buka kan lah mata dan pintu hati ku utk
mpelajari serta mengamalkan ilmu dunia dan ilmu akhirat MU dgn
sebaik-baiknya.....berilah aku kepahaman atas sikap dan arahan
guruku....dan bukakankah hijab MU tentang segala ilmu MU yg ada di
dalam nya bagi ku".



Salam,
r.a


Semoga bisa membantu para sahabat
Yang sedang kesulitan dalam menyelesaian kuliah

Salam

Hanifah Damanhuri

Kisah PEJUANG SEJATI

https://fadillaazeaza.wordpress.com/2016/06/20/ep-1-living-without-privilege-makes-you-a-stronger/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke