Kanda MD nah

Ass WW

(1). Hitungan ketimpangan per orang antara elit dengan masyarakat
Indonesia secara rata rata barangkali lebih kurang sebagaimana
perhitungan berikut ini:

PDB Indonesia thn 2014 US $. 888,5 Milyar

Data ini tidak saya muat dalam tulisan sebelumnya.

0,02 % Elit (43.000 orang ) memperoleh 25 % PDB atau = US$.222,125
Milyar. Atau per orang memperoleh pendapatan : US.222,125 Milyar
dibagi dengan 43.000 =  US$, 5.165.698,-  ( Lima juta seratus
enampuluh lima ribu  enamratus Sembilan puluh delapan  US Dollar).
Dalam rupiah menjadi 5.165.698  x Rp.13.298 (kurs rata rata tahun
2014) -  = Rp.68.693.452,004,- (Enam puluh delapan milyar enam ratus
Sembilan puluh tiga juta empat ratus limapuluh dua ribu empat rupiah)

Kalau dihitung per hari, dibagi dengan 365 = Rp.190.815.144,-
(Seratus Sembilan puluh juta delapan ratus limabelas ribu seratus
empat puluh empat Rupiah).

Perhitungan pendapatan per kapita masyarakat sbb : Sisa PDB (75 %)
sebesar US$.666,375  milyar secara rata rata (diluar elit) =
666.375.000.000 : 249.570.000*) = Us.$. 2.670 **) atau dalam Rupiah =
2670  x 13.298 = Rp. Rp.35.506,000,-(Tiga puluh lima jutan lima ratus
enam ribu Rupiah)  per orang per tahun. Atau per hari Rp. 98,626
,-per orang

Elit memperoleh Rp. 190 juta  per hari  rakyat badarai rata rata
memperoleh Rp. 98 ribu per hari. Walau angka berbeda kesimpulan dari
orek orek kanda MD tetap valid. Bahwa kesenjangan antara elit dengan
rakyat sangat lebar,

*) Jumlah penduduk setalah dikurangi jumlah elit

**) Kalau dihitung langsung dari PDB per capita thn 2014 sebesar
US.3492 hasilnya adalah 75 % x US$.3492 = US.2.619. Angkanya malahan
lebih kecil Selisih sebesar US 51,- karena pembulatan pembulatan.

(2) Tentang lapangan kerja di bidang pertanian.

Dari tahun ke tahun ekonomi kita bergeser dari bidang pertanian dan
industri kecil /industri rumaha ke Industri Manufaktur dan  jasa . Hal
ini disebabkan bidang manufaktur dan jasa memberikan penghasilan  yang
lebih tinggi dari usaha di bidang pertanian. Kecendrungan itu jelas
nampak dari perkembangan sbb :

Perkembangan kegiatan ekonomi menurut bidang:

                                          1965        1980
1999           2010

 Pertanian                             51%         24%            16%
        15%

 Industri Manufaktur              13%         42%            43%          47%

 Jasa                                    36%         34%
41%          38%

Kegiatan ekonomi di bidang pertaniann terus menurun dan bidang
manufaktur terus meningkat. Hal ini menjadi penyebab bahwa lapangan
kerja di bidang pertanian menjadi lebih terbuka namun minat terhadap
lowongan itu semakin kecil , karena penghsilan dari bekerja di bidang
pertanian ini   semakin kecil di bandingkan dengan bidang manufaktur
atau lainnya. Trend nya memang masyarakat lebih cendrung bekerja di
perkotaan dan kalau menyangkut bidang usaha, maka daya tarik bidang
jasa dan manufaktur tetap lebih tinggi ketimbang bekerjan di bidang
pertanian. Trend ini sulit dilawan, lebih lebih  bagi tenaga kerja
terdidik.

(3) Mengenai masalah pengangguran, Meningkatkan investasi adalah jalan
keluar dalam menyerap tenaga pengangguran. Tapi sebagaimana dibahas
dalam tulisan saya itu, jelas bahwa imbalan bagi mereka tidak memadai.
Tenaga kerja tetap memperoleh porsi paling kecil dari kegiatan
investasi itu. Elit semakin kaya. Kontradiktif dengan itu sebagian
besar tenaga yang menganggur itu enggan pula masuk ke bidang
pertanian, kecuali sudah tidak ada jalan lain .

(4) Hal lain menyangkut land reform, dan penataan tanah ambo
sependapat dengan kanda MD.


Wass

Dunil Zaid, 73. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg Tinga di  jkt.

2016-06-21 17:54 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
> Maaf, iko  lampirannyo
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke