Sasuai bana saran Pak Prof dan masuak papatah Minang duduak surang basampik – 
sampik duduak basamo balapang – lapang dimano kalau kito jalani nasehat dan 
petunjuk DKP Kab.Agam insya’ Allah bisa dikurangi resikonyo karano lah ado 
wadah forom Wali Nagari sa Kecamtang Tanjung Raya yang akan menjembati sanak 
kamanakan kito di Kampuang.
Tolong lakukan evaluasi liak dengan melibatkan ahlinyo supayo jan acok bana 
taulang kajadianko yang merugikan masyarakat dan berdampak kadaerah kito

Salam Perantau
Zainul Akhir Tanjung

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Fashridjal M. Noor
Sent: Friday, September 09, 2016 11:11 AM
To: Rantaunet
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [R@ntau-Net] 5.760 Ton Pakan Mengendap di Danau 
Maninjau Setiap Tahun


Itu akibat bisnis surang2 se. Padohal yang digarap barang basamo.

Istilah dalam planning & public policy :
FAILURE OF THE COMMONS

Bukik se kalau ditaruko barami-rami bisa jadi data

Tiok urang hanyo mamikiakan kepentingan bisnis masing2

Indak bapikia menyeluruh

Bisa diatasi dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Labiah elok minta pakar 
atau tenaga ahli perikanan diundang untuk hadir dan membuat perhitungan berapa 
daya tampung danau Maninjau tersebut dan berapa jumlah pakan normal yang bisa 
diberikan.

Juga perlu I was dibuat tata kelola yang akan dilaksanakan basamo dengan 
disiplin.

Kemudian perlu ada pemantauan / monitoring dan evaluasi berkala.

On Sep 9, 2016 11:02, "muhammad syahreza" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
Assalamu'alaikum wr.wb.


Apo yang disamai, itu yang dituai. Kegagalan yang berulang tiap tahun, arti nya 
itu resiko bisnis.


Salam

Reza

2016-09-09 7:22 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:
5.760 Ton Pakan Mengendap di Danau Maninjau Setiap Tahun
Rabu, 7 September 2016 19:58 WIB
Pewarta : Yusrizal
[Image removed by sender.]
Ikan mati mulai mengapung di Danau Mininjau dan menimbulkan bau menyengat.
Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Sebanyak 5.760 ton pakan ikan mengendap di 
dasar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setiap tahun akibat 
pemberian pakan secara berlebihan yang dilakukan petani.

"Pakan ini mengendap ke dasar danau setelah petani memberikan pakan secara 
berlebihan setiap harinya. Diperkirakan sekitar ratusan ribu ton pakan ikan 
mengendap di dasar danau semenjak keramba jaring apung pada tahun 1990," kata 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam Ermanto di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan kebutuhan pakan ikan dengan merek konfik, chinta, marbar, dan 
bintang untuk 17.226 petak keramba jaring apung sekitar 19.200 ton setiap tahun 
atau setiap minggu sekitar 400 ton.

Diperkirakan sekitar 30 persen atau 5.760 ton pakan ikan ini mengendap ke dasar 
danau.

Dengan kondisi ini, katanya, maka danau akan tercemar yang mengakibatkan ikan 
akan mati secara mendadak setelah oksigen berkurang diperairan itu.

Ini yang terjadi beberapa minggu lalu yang mengakibatkan sekitar 3.100 ton ikan 
mati secara mendadak, katanya.

"Perusahaan harus bertangung jawab terhadap pencemaran ini dengan cara 
memberikan bantuan alat penyedot pakan ikan di dasar danau," katanya.

Untuk mengatasi pencemaran itu, DKP Agam telah mengimbau petani agar membuat 
keramba jaring apung ramah lingkungan dengan tiga lapis.

Pada lapis pertama dengan jenis ikan nila, lapis kedua ikan majalaya dan 
lapisan ketiga ikan patin.

"Ikan ini akan memakan seluruh pakan yang diberikan petani sehingga pakan tidak 
akan terbuang," tegasnya.

Selain itu, petani juga mengurangi pemberian pakan ikan dari 10 kilogram 
perhari menjadi lima kilogram perhari.

Sementara itu, Koordinator Wali Nagari se-Kecamatan Tanjung Raya, Nazirudin 
mengatakan pemerintah harus melarang mobil dengan ukuran besar masuk ke Tanjung 
Raya untuk membawa pakan ikan dan membatasi bambu untuk bahan baku keramba 
jaring apung masuk ke Tanjung Raya.

"Apabila ini dilakukan, maka harga pakan akan naik dan tidak ada keramba jaring 
apung yang baru, sehingga jumlah keramba dan pencemaran akan berkurang," 
katanya.

Selama ini, masyarakat Tanjung Raya setiap bulan melakukan gotong royong untuk 
membersihkan Danau Maninjau dari limbah rumah tangga, limbah pakan ikan dan 
enceng gondok.

"Ini bentuk komitmen masyarakat dalam menyelamatkan danau vulkanik itu dari 
pencemaran," ujarnya. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2016
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke