hetongan lah salasai, studinyo alah adoh.
tingga kemauan menegakkkannyo sajo lai.

Wassalam
fitr

2016-09-09 5:47 GMT-04:00 Akhir, Zainul (zainula) <[email protected]>:

> Sasuai bana saran Pak Prof dan masuak papatah Minang duduak surang
> basampik – sampik duduak basamo balapang – lapang dimano kalau kito jalani
> nasehat dan petunjuk DKP Kab.Agam insya’ Allah bisa dikurangi resikonyo
> karano lah ado wadah forom Wali Nagari sa Kecamtang Tanjung Raya yang akan
> menjembati sanak kamanakan kito di Kampuang.
>
> Tolong lakukan evaluasi liak dengan melibatkan ahlinyo supayo jan acok
> bana taulang kajadianko yang merugikan masyarakat dan berdampak kadaerah
> kito
>
>
>
> Salam Perantau
>
> Zainul Akhir Tanjung
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Fashridjal M. Noor
> *Sent:* Friday, September 09, 2016 11:11 AM
> *To:* Rantaunet
> *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [R@ntau-Net] 5.760 Ton Pakan Mengendap di
> Danau Maninjau Setiap Tahun
>
>
>
> Itu akibat bisnis surang2 se. Padohal yang digarap barang basamo.
>
> Istilah dalam planning & public policy :
> FAILURE OF THE COMMONS
>
> Bukik se kalau ditaruko barami-rami bisa jadi data
>
> Tiok urang hanyo mamikiakan kepentingan bisnis masing2
>
> Indak bapikia menyeluruh
>
> Bisa diatasi dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Labiah elok minta
> pakar atau tenaga ahli perikanan diundang untuk hadir dan membuat
> perhitungan berapa daya tampung danau Maninjau tersebut dan berapa jumlah
> pakan normal yang bisa diberikan.
>
> Juga perlu I was dibuat tata kelola yang akan dilaksanakan basamo dengan
> disiplin.
>
> Kemudian perlu ada pemantauan / monitoring dan evaluasi berkala.
>
>
>
> On Sep 9, 2016 11:02, "muhammad syahreza" <[email protected]>
> wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>
>
>
>
> Apo yang disamai, itu yang dituai. Kegagalan yang berulang tiap tahun,
> arti nya itu resiko bisnis.
>
>
>
>
>
> Salam
>
>
>
> Reza
>
>
>
> 2016-09-09 7:22 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>:
> *5.760 Ton Pakan Mengendap di Danau Maninjau Setiap Tahun*
>
> Rabu, 7 September 2016 19:58 WIB
>
> Pewarta : Yusrizal
>
> [image: Image removed by sender.]
>
> Ikan mati mulai mengapung di Danau Mininjau dan menimbulkan bau menyengat.
>
> Lubuk Basung, (*Antara Sumbar*) - Sebanyak 5.760 ton pakan ikan mengendap
> di dasar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setiap tahun
> akibat pemberian pakan secara berlebihan yang dilakukan petani.
>
>
>
> "Pakan ini mengendap ke dasar danau setelah petani memberikan pakan secara
> berlebihan setiap harinya. Diperkirakan sekitar ratusan ribu ton pakan ikan
> mengendap di dasar danau semenjak keramba jaring apung pada tahun 1990,"
> kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Agam Ermanto di Lubuk
> Basung, Rabu.
>
>
>
> Ia mengatakan kebutuhan pakan ikan dengan merek konfik, chinta, marbar,
> dan bintang untuk 17.226 petak keramba jaring apung sekitar 19.200 ton
> setiap tahun atau setiap minggu sekitar 400 ton.
>
>
>
> Diperkirakan sekitar 30 persen atau 5.760 ton pakan ikan ini mengendap ke
> dasar danau.
>
>
>
> Dengan kondisi ini, katanya, maka danau akan tercemar yang mengakibatkan
> ikan akan mati secara mendadak setelah oksigen berkurang diperairan itu.
>
>
>
> Ini yang terjadi beberapa minggu lalu yang mengakibatkan sekitar 3.100 ton
> ikan mati secara mendadak, katanya.
>
>
>
> "Perusahaan harus bertangung jawab terhadap pencemaran ini dengan cara
> memberikan bantuan alat penyedot pakan ikan di dasar danau," katanya.
>
>
>
> Untuk mengatasi pencemaran itu, DKP Agam telah mengimbau petani agar
> membuat keramba jaring apung ramah lingkungan dengan tiga lapis.
>
>
>
> Pada lapis pertama dengan jenis ikan nila, lapis kedua ikan majalaya dan
> lapisan ketiga ikan patin.
>
>
>
> "Ikan ini akan memakan seluruh pakan yang diberikan petani sehingga pakan
> tidak akan terbuang," tegasnya.
>
>
>
> Selain itu, petani juga mengurangi pemberian pakan ikan dari 10 kilogram
> perhari menjadi lima kilogram perhari.
>
>
>
> Sementara itu, Koordinator Wali Nagari se-Kecamatan Tanjung Raya,
> Nazirudin mengatakan pemerintah harus melarang mobil dengan ukuran besar
> masuk ke Tanjung Raya untuk membawa pakan ikan dan membatasi bambu untuk
> bahan baku keramba jaring apung masuk ke Tanjung Raya.
>
>
>
> "Apabila ini dilakukan, maka harga pakan akan naik dan tidak ada keramba
> jaring apung yang baru, sehingga jumlah keramba dan pencemaran akan
> berkurang," katanya.
>
>
>
> Selama ini, masyarakat Tanjung Raya setiap bulan melakukan gotong royong
> untuk membersihkan Danau Maninjau dari limbah rumah tangga, limbah pakan
> ikan dan enceng gondok.
>
>
>
> "Ini bentuk komitmen masyarakat dalam menyelamatkan danau vulkanik itu
> dari pencemaran," ujarnya. (*)
>
>
>
> Editor : Joko Nugroho
>
> COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2016
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke