*KASAL Resmikan Monumen AL di Pariaman* 
Rabu, 8 Maret 2017 18:42 WIB 
Pewarta : Aadiaat Makruf S H
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi.
Pariaman, (*Antara Sumbar*) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade 
Supandi meresmikan Monumen Angkatan Laut di Pantai Gandoriah Pariaman, 
Sumatera Barat, Rabu.

"Peresmian monumen tersebut untuk mengingat sejarah AL di Pariaman pada 
akhir 1948," katanya di Pariaman, Rabu.

Ia menjelaskan tahun tersebut merupakan saat-saat menjelang pengakuan 
Belanda terhadap kedaulatan Indonesia dan saat itu Belanda masih 
menjalankan Agresi Militer II di Sumbar.

Ia menerangkan pada saat itu para pemuda dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) 
Laut berupaya mempertahankan Kota Pariaman agar tidak jatuh ke tangan 
Belanda.

"Namun kita tahu bahwa perjuangan bangsa pada masa-masa kemerdekaan belum 
memiliki persenjataan seperti sekarang sehingga saat itu TKR Laut berperang 
lebih banyak di darat," ujarnya.

Belanda sudah menggunakan kapal-kapal yang bisa menyerang TKR Laut dari 
laut ke darat sehingga menghancurkan fasilitas yang ada di daratan 
Pariaman, katanya.

Melihat hal tersebut membuat TKR Laut harus berpindah-berpindah sambil 
berperang guna mempertahankan daerah agar tidak jatuh ke tangan musuh, 
ujarnya.

"Saya berharap monumen tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya 
oleh masyarakat dan Pemerintah Kota Pariaman serta prajurit AL," katanya.

Ia mengatakan monumen tersebut dapat dimanfaatkan di sektor pariwisata dan 
edukasi guna mengingat perjuangan kemerdekaan sehingga timbul rasa untuk 
membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari 
masyarakat.

Bagi prajurit dapat sebagai inspirasi bahwa tidak mudah untuk menjadi AL 
dan berjuang demi mempertahankan dan kemajuan bangsa, ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan kedatangan 
Laksamana TNI Ade Supandi sudah lama diimpikan masyarakat Pariaman untuk 
dapat meresmikan Monumen AL.

"Monumen tersebut juga merupakan tuntutan dari masyarakat dan para veteran 
perang," katanya.

Ia menjelaskan monumen tersebut dibuat dengan Anggaran Pendapatan dan 
Belanja Daerah Kota Pariaman pada 2016 sekitar Rp500 juta dan desainnya 
dikoordinasikan dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II 
Padang dan disetujui oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi.

"Monumen tersebut dilengkapi dengan tank dan meriam yang berada di sisi 
kanan dan kiri monumen," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan memperluas alun-alun monumen tersebut agar 
wisatawan bisa lebih nyaman ke tempat itu sehingga meningkatkan pariwisata 
Kota Pariaman. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke