Poros Maritim Dunia sudah lama terbentuk
1. Menghubungkan Asia Timur dengan India, Timur Tengah, Afrika Timur, dan
Eropa
2. Menghubungkan Asia Timur dengan benua Amerika
3. Menghubungkan benua Eropa dan Afrika Barat dengan benua Amerika

Indonesia hanya jadi penonton saja karena yang disinggahi di Asia Tenggara
hanyalah pelabuhan Singapura.

Dulu memang Indonesia menjadi tujuan perdagangan rempah2. Tapi itu 600
tahun yang lalu

On Mar 10, 2017 10:00, "Sjamsir Sjarif" <[email protected]> wrote:


*KSAL Ajak Mahasiswa Berperan Kembangkan Budaya Maritim*


Kamis, 9 Maret 2017 18:08 WIB
Pewarta : Aadiaat Makruf Sabir
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi. (Antara)
Pariaman, (*Antara Sumbar*) - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana
TNI Ade Supandi mengajak mahasiswa Sumatera Barat untuk berperan
mengembangkan budaya maritim, guna mewujudkan Indonesia sebagai poros
maritim dunia.

"Budaya maritim merupakan hal yang paling utama dalam mewujudkan Indonesia
sebagai poros maritim dunia," katanya saat tampil menjadi pemateri pada
kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariaman, Sumbar, di
Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan dengan berkembangnya budaya maritim, maka pemanfaatan laut
Indonesia menjadi lebih maksimal, apalagi mahasiswa ikut dalam pengembangan
tersebut.

Peran mahasiswa bisa berupa penerapan ilmu sesuai jurusan masing-masing
untuk memanfaatkan potensi laut Indonesia.

Mahasiswa dapat memaksimalkan potensi laut seperti mengembangkan ilmu
penangkapan ikan, pariwisata, dan industri atau transportasi laut, katanya.

"Mahasiswa perlu bergerak cepat guna mendukung rencana Indonesia menjadi
poros maritim dunia, rencana ini jangan sampai gagal karena didahului oleh
negara lain," ujarnya.

Ia mengatakan perlunya pengembangan maritim karena budaya maritim merupakan
induk ilmu seperti seseorang belajar astronomi, dan bahkan untuk berperang.

Hal tersebut dibuktikan dengan datangnya Belanda ke Indonesia dan orang
Bugis di Madagaskar juga dari ilmu kemaritiman.

Belanda bisa datang ke Indonesia karena memiliki budaya maritim sehingga
dapat berlayar ke berbagai pulau dan menguasai daerah tersebut.

Orang Bugis di Madagaskar dalam perjalanannya menuju negara tersebut
dahulunya juga berlayar, karena memiliki budaya maritim sehingga sampai ke
tujuan, jadi bukan karena kebetulan.

"Bahkan sekarang orang keturunan Bugis di Madagaskar memiliki posisi
penting," ujar dia.

Sementara itu Ketua STIE Pariaman, Dr. Nurtati mengatakan rakyat Indonesia
banyak bergantung pada laut namun pemanfaatannya belum maksimal.

Apabila mahasiswa berkomitmen untuk ikut berperan dalam mengembangkan
budaya maritim, maka rencana Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia
sebagai poros maritim dunia akan dapat tercapai, katanya.

Ia menjelaskan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia tersebut
yaitu dengan memanfaatkan Samudera Hindia, karena samudera yang membentang
dari selatan Asia hingga Antartika itu akan menjadi masa depan dunia.

"Meskipun banyak hambatan, namun kita yakin kita bisa menyelesaikannya,"
ujarnya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017


On Thursday, March 9, 2017 at 6:54:45 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>
>
> *KASAL Resmikan Monumen AL di Pariaman*
> Rabu, 8 Maret 2017 18:42 WIB
> Pewarta : Aadiaat Makruf S H
> Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi.
> Pariaman, (*Antara Sumbar*) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade
> Supandi meresmikan Monumen Angkatan Laut di Pantai Gandoriah Pariaman,
> Sumatera Barat, Rabu.
>
> "Peresmian monumen tersebut untuk mengingat sejarah AL di Pariaman pada
> akhir 1948," katanya di Pariaman, Rabu.
>
> Ia menjelaskan tahun tersebut merupakan saat-saat menjelang pengakuan
> Belanda terhadap kedaulatan Indonesia dan saat itu Belanda masih
> menjalankan Agresi Militer II di Sumbar.
>
> Ia menerangkan pada saat itu para pemuda dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR)
> Laut berupaya mempertahankan Kota Pariaman agar tidak jatuh ke tangan
> Belanda.
>
> "Namun kita tahu bahwa perjuangan bangsa pada masa-masa kemerdekaan belum
> memiliki persenjataan seperti sekarang sehingga saat itu TKR Laut berperang
> lebih banyak di darat," ujarnya.
>
> Belanda sudah menggunakan kapal-kapal yang bisa menyerang TKR Laut dari
> laut ke darat sehingga menghancurkan fasilitas yang ada di daratan
> Pariaman, katanya.
>
> Melihat hal tersebut membuat TKR Laut harus berpindah-berpindah sambil
> berperang guna mempertahankan daerah agar tidak jatuh ke tangan musuh,
> ujarnya.
>
> "Saya berharap monumen tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
> oleh masyarakat dan Pemerintah Kota Pariaman serta prajurit AL," katanya.
>
> Ia mengatakan monumen tersebut dapat dimanfaatkan di sektor pariwisata dan
> edukasi guna mengingat perjuangan kemerdekaan sehingga timbul rasa untuk
> membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari
> masyarakat.
>
> Bagi prajurit dapat sebagai inspirasi bahwa tidak mudah untuk menjadi AL
> dan berjuang demi mempertahankan dan kemajuan bangsa, ujar dia.
>
> Sementara itu, Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan kedatangan
> Laksamana TNI Ade Supandi sudah lama diimpikan masyarakat Pariaman untuk
> dapat meresmikan Monumen AL.
>
> "Monumen tersebut juga merupakan tuntutan dari masyarakat dan para veteran
> perang," katanya.
>
> Ia menjelaskan monumen tersebut dibuat dengan Anggaran Pendapatan dan
> Belanja Daerah Kota Pariaman pada 2016 sekitar Rp500 juta dan desainnya
> dikoordinasikan dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II
> Padang dan disetujui oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi.
>
> "Monumen tersebut dilengkapi dengan tank dan meriam yang berada di sisi
> kanan dan kiri monumen," ujarnya.
>
> Ia mengatakan pihaknya akan memperluas alun-alun monumen tersebut agar
> wisatawan bisa lebih nyaman ke tempat itu sehingga meningkatkan pariwisata
> Kota Pariaman. (*)
>
>
> Editor : Joko Nugroho
>
> COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017
>
>
> --
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke