Sudah saatnya Indonesia menjadi pemain dan melakukan kerja sama di bidang 
kemaritiman karena posisi yang sangat strategis .
Kita juga berharap daerah bisa memamfaatkan potensi Maritim didaerahnya apalagi 
seperti Pariaman yang sangat kaya dengan sumber Maritim …

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Fashridjal M. Noor
Sent: Friday, March 10, 2017 10:07 AM
To: Rantaunet
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [R@ntau-Net] Re: MONUMEN ANGKATAN LAUT DI PARIAMAN


Poros Maritim Dunia sudah lama terbentuk
1. Menghubungkan Asia Timur dengan India, Timur Tengah, Afrika Timur, dan Eropa
2. Menghubungkan Asia Timur dengan benua Amerika
3. Menghubungkan benua Eropa dan Afrika Barat dengan benua Amerika

Indonesia hanya jadi penonton saja karena yang disinggahi di Asia Tenggara 
hanyalah pelabuhan Singapura.

Dulu memang Indonesia menjadi tujuan perdagangan rempah2. Tapi itu 600 tahun 
yang lalu

On Mar 10, 2017 10:00, "Sjamsir Sjarif" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:

[http://ads.antaranews.com/www/delivery/lg.php?bannerid=1617&campaignid=709&zoneid=936&loc=http%3A%2F%2Fwww.antarasumbar.com%2Fberita%2F199692%2Fksal-ajak-mahasiswa-berperan-kembangkan-budaya-maritim.html&referer=http%3A%2F%2Fwww.antarasumbar.com%2F&cb=0bf76f1048]
KSAL Ajak Mahasiswa Berperan Kembangkan Budaya Maritim


Kamis, 9 Maret 2017 18:08 WIB
Pewarta : Aadiaat Makruf Sabir
[http://sumbar.antaranews.com/image/2016/04/ori/20160413Ade_Supandi.jpg]
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi. (Antara)
Pariaman, (Antara Sumbar) - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade 
Supandi mengajak mahasiswa Sumatera Barat untuk berperan mengembangkan budaya 
maritim, guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Budaya maritim merupakan hal yang paling utama dalam mewujudkan Indonesia 
sebagai poros maritim dunia," katanya saat tampil menjadi pemateri pada kuliah 
umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariaman, Sumbar, di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan dengan berkembangnya budaya maritim, maka pemanfaatan laut 
Indonesia menjadi lebih maksimal, apalagi mahasiswa ikut dalam pengembangan 
tersebut.

Peran mahasiswa bisa berupa penerapan ilmu sesuai jurusan masing-masing untuk 
memanfaatkan potensi laut Indonesia.

Mahasiswa dapat memaksimalkan potensi laut seperti mengembangkan ilmu 
penangkapan ikan, pariwisata, dan industri atau transportasi laut, katanya.

"Mahasiswa perlu bergerak cepat guna mendukung rencana Indonesia menjadi poros 
maritim dunia, rencana ini jangan sampai gagal karena didahului oleh negara 
lain," ujarnya.

Ia mengatakan perlunya pengembangan maritim karena budaya maritim merupakan 
induk ilmu seperti seseorang belajar astronomi, dan bahkan untuk berperang.

Hal tersebut dibuktikan dengan datangnya Belanda ke Indonesia dan orang Bugis 
di Madagaskar juga dari ilmu kemaritiman.

Belanda bisa datang ke Indonesia karena memiliki budaya maritim sehingga dapat 
berlayar ke berbagai pulau dan menguasai daerah tersebut.

Orang Bugis di Madagaskar dalam perjalanannya menuju negara tersebut dahulunya 
juga berlayar, karena memiliki budaya maritim sehingga sampai ke tujuan, jadi 
bukan karena kebetulan.

"Bahkan sekarang orang keturunan Bugis di Madagaskar memiliki posisi penting," 
ujar dia.

Sementara itu Ketua STIE Pariaman, Dr. Nurtati mengatakan rakyat Indonesia 
banyak bergantung pada laut namun pemanfaatannya belum maksimal.

Apabila mahasiswa berkomitmen untuk ikut berperan dalam mengembangkan budaya 
maritim, maka rencana Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros 
maritim dunia akan dapat tercapai, katanya.

Ia menjelaskan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia tersebut yaitu 
dengan memanfaatkan Samudera Hindia, karena samudera yang membentang dari 
selatan Asia hingga Antartika itu akan menjadi masa depan dunia.

"Meskipun banyak hambatan, namun kita yakin kita bisa menyelesaikannya," 
ujarnya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017


On Thursday, March 9, 2017 at 6:54:45 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:

KASAL Resmikan Monumen AL di Pariaman
Rabu, 8 Maret 2017 18:42 WIB
Pewarta : Aadiaat Makruf S H
[http://sumbar.antaranews.com/image/2016/04/ori/20160413Ade_Supandi.jpg]
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi.
Pariaman, (Antara Sumbar) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi 
meresmikan Monumen Angkatan Laut di Pantai Gandoriah Pariaman, Sumatera Barat, 
Rabu.

"Peresmian monumen tersebut untuk mengingat sejarah AL di Pariaman pada akhir 
1948," katanya di Pariaman, Rabu.

Ia menjelaskan tahun tersebut merupakan saat-saat menjelang pengakuan Belanda 
terhadap kedaulatan Indonesia dan saat itu Belanda masih menjalankan Agresi 
Militer II di Sumbar.

Ia menerangkan pada saat itu para pemuda dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laut 
berupaya mempertahankan Kota Pariaman agar tidak jatuh ke tangan Belanda.

"Namun kita tahu bahwa perjuangan bangsa pada masa-masa kemerdekaan belum 
memiliki persenjataan seperti sekarang sehingga saat itu TKR Laut berperang 
lebih banyak di darat," ujarnya.

Belanda sudah menggunakan kapal-kapal yang bisa menyerang TKR Laut dari laut ke 
darat sehingga menghancurkan fasilitas yang ada di daratan Pariaman, katanya.

Melihat hal tersebut membuat TKR Laut harus berpindah-berpindah sambil 
berperang guna mempertahankan daerah agar tidak jatuh ke tangan musuh, ujarnya.

"Saya berharap monumen tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh 
masyarakat dan Pemerintah Kota Pariaman serta prajurit AL," katanya.

Ia mengatakan monumen tersebut dapat dimanfaatkan di sektor pariwisata dan 
edukasi guna mengingat perjuangan kemerdekaan sehingga timbul rasa untuk 
membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari masyarakat.

Bagi prajurit dapat sebagai inspirasi bahwa tidak mudah untuk menjadi AL dan 
berjuang demi mempertahankan dan kemajuan bangsa, ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan kedatangan 
Laksamana TNI Ade Supandi sudah lama diimpikan masyarakat Pariaman untuk dapat 
meresmikan Monumen AL.

"Monumen tersebut juga merupakan tuntutan dari masyarakat dan para veteran 
perang," katanya.

Ia menjelaskan monumen tersebut dibuat dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja 
Daerah Kota Pariaman pada 2016 sekitar Rp500 juta dan desainnya dikoordinasikan 
dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang dan disetujui 
oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi.

"Monumen tersebut dilengkapi dengan tank dan meriam yang berada di sisi kanan 
dan kiri monumen," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan memperluas alun-alun monumen tersebut agar 
wisatawan bisa lebih nyaman ke tempat itu sehingga meningkatkan pariwisata Kota 
Pariaman. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke