A kasuik angku mangecek masalah klasik di Minang. Co lah curaian saketek nan ka 
sukses manuruik angku.

Mokasi

Salam
Batuduang Ameh (50)

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Fitrianto
Sent: Wednesday, March 15, 2017 10:47 PM
To: rantaunet
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [R@ntau-Net] Re: Kunjungan Raja Salman -- Raja 
Saudi Arabia -- Ke Indonesia

klasik masalah di minang, mak Ngah

Wassalam
fitr

2017-03-14 23:26 GMT-04:00 Sjamsir Sjarif 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:
Lah Lapeh Kijang ka Rimbo Mandeh:
MasyaAllah ....
Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?

Rabu,15 Maret 2017 - 09:13:14 WIB
[Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?]

PADANG, HALUAN –  Investasi Rasa Salman di Mandeh yang disebut-sebut triliunan 
rupiah, urung terlaksana. Raja Salman belum bisa berinvestasi di kawasan Mandeh 
karena berbagai persoalan yang terjadi. Hal itu disebutkan Wakil Gubernur 
Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat Rapat Koordinasi Dan Workshop 
Percepatan Pengembagan Pariwisata Sumbar, Selasa (14/3) di Hotel Mercure, Jalan 
Purus.



Nasrul Abit mengatakan, salah satu pemicu tak jadinya Raja Salman berinvestasi 
di Mandeh karena terganjal pembebasan lahan yang masih belum rampung. "Iya. 
Raja Salman belum berinvestasi di Mandeh karena pembebasan lahan yang belum 
rampung. Mereka, tidak mau berurusan dengan perorangan. Untuk itu minta tanah 
dibebaskan terlebih dahulu. Masih ada sekitar 400 hektare di Gunung Ameh yang 
belum bebas lahannya," ucapnya.



Ia menambahkan, terganjal persoalan pembebasan lahan tersebut, karena lokasi 
yang menjadi target pembebasan lahan tidak dapat dibebaskan, sebab terkendala 
aturan pembebasan lahan dari pusat. “Masih ada kendala teknis yang terjadi di 
lapangan,” ungkap Nasrul Abit.



 Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menambahkan, terkendala pembebasan 
lahan tersebut terbentur karena Undang-undang Nomor 2 tahun 2012 tentang 
Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, dimana ada 18 item yang dapat 
dibebaskan pemerintah, namun dari 18 item itu kebetulan lahan untuk pariwisata 
tidak termasuk. "Jadi tidak masuknya ke 18 item itu. Kita akan carikan solusi 
lainnya seperti merujuk kepada peraturan Menteri Agraria nomor 6 tahun 2015 
terkait pengadaan lahan untuk diluar dari 18 item itu, dengan syarat harus 
menjadi program prioritas pemerintah pusat. Karena tidak masuk 18 itu maka kita 
rujuk dengan peraturan itu. Sebab, mandeh masuk program prioritas pemerintah," 
ulasnya.



Oni menambahkan, karena pembebasan lahan mandeh sangat besar sehingga tidak 
masuk dalam program nasional, ada kawasan starategi nasional yang dikeluarkan 
Kementerian agraria dan tata ruang merevisi daerah yang masuk kawasan strategi 
nasional tersebut. "Untuk itu kita upayakan mandeh masuk program kawasan 
strategis nasional sehingga pembebasan mandeh sesuai dengan aturan yang 
berlaku," pungkasnya.



Wakil Gubernur sendiri meminta keseriusan bupati/walikota dalam mengembangkan 
pariwisata di daerahnya masing-masing. Sehingga target menarik wisatawan 
sebanyak-banyaknya ke Sumbar dapat tercapai.  "Bupati/walikota mesti 
mempersiapkan satu maupun dua tujuan wisata yang menjadi prioritas. Jadi, 
daerah mesti mempersiapkan mana yang menjadi prioritas sehingga kita bisa 
melakukan MoU antara Provinsi dan Kab/Kota. Jika telah MoU dapat kita bantu 
dari Provinsi dalam pengembanganya," ujarnya.



 "Oleh karena itu diperlukan niat dari kepala daerah untuk mengembangkan 
pariwisata ini. Karena provinsi tidak punya kewenangan untuk melakukan 
eksekusi. Sebab kewenangan ada di daerah," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini ada 9 kabupaten/kota yang aktif dalam pengembangan 
pariwisata dari 19 kabupaten/kota itu. Di antaranya,  Tanah Datar, Agam, 
Sawahlunto. Padang, Pesisir Selatan, Bukittingi, Limapuluhkota. "Kalau hanya 9 
kabupaten/kota yang aktif itu saja yang berkeinginan untuk mengembangkan 
wisatanya. Maka cukup itu saja. Jadi kita minta benar-benar keseriusan kepala 
daerah. Bahkan, ada daerah yang mengusulkan untuk mengembangkan wisatanya namun 
setiap rapat koordinasi tidak datang. Bagaimana kita mau kembangkan setiap 
rapat tidak ada," tukasnya. (h/mg-mel)

On Monday, March 13, 2017 at 10:21:11 AM UTC-7, Fitr Tanjuang wrote:
Rabu ka chino lai Mak Ngah

Wassalam

2017-03-13 9:03 GMT-04:00 Sjamsir Sjarif 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>:
Dari Serambi Aceh kita baca:
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke