klasik masalah di minang, mak Ngah

Wassalam
fitr

2017-03-14 23:26 GMT-04:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>:

> *Lah Lapeh Kijang ka Rimbo Mandeh:*
> MasyaAllah ....
> *Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?*
> Rabu,15 Maret 2017 - 09:13:14 WIB
> [image: Raja Salman Tunda Investasi di Mandeh. Kenapa?]
>
> PADANG, HALUAN –  Investasi Rasa Salman di Mandeh yang disebut-sebut
> triliunan rupiah, urung terlaksana. Raja Salman belum bisa berinvestasi di
> kawasan Mandeh karena berbagai persoalan yang terjadi. Hal itu disebutkan
> Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit saat Rapat Koordinasi Dan
> Workshop Percepatan Pengembagan Pariwisata Sumbar, Selasa (14/3) di Hotel
> Mercure, Jalan Purus.
>
>
> Nasrul Abit mengatakan, salah satu pemicu tak jadinya Raja Salman
> berinvestasi di Mandeh karena terganjal pembebasan lahan yang masih belum
> rampung. "*Iya**. *Raja Salman belum berinvestasi di Mandeh karena
> pembebasan lahan yang belum rampung. Mereka, tidak mau berurusan dengan
> perorangan. Untuk itu minta tanah dibebaskan terlebih dahulu. Masih ada
> sekitar 400 hektare di Gunung Ameh yang belum bebas lahannya," ucapnya.
>
>
> Ia menambahkan, terganjal persoalan pembebasan lahan tersebut, karena
> lokasi yang menjadi target pembebasan lahan tidak dapat dibebaskan, sebab
> terkendala aturan pembebasan lahan dari pusat. “Masih ada kendala teknis
> yang terjadi di lapangan,” ungkap Nasrul Abit.
>
>
>  Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menambahkan, terkendala
> pembebasan lahan tersebut terbentur karena Undang-undang Nomor 2 tahun 2012
> tentang Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum, dimana ada 18 item yang
> dapat dibebaskan pemerintah, namun dari 18 item itu kebetulan lahan untuk
> pariwisata tidak termasuk. "Jadi tidak masuknya ke 18 item itu. Kita akan
> carikan solusi lainnya seperti merujuk kepada peraturan Menteri Agraria
> nomor 6 tahun 2015 terkait pengadaan lahan untuk diluar dari 18 item itu,
> dengan syarat harus menjadi program prioritas pemerintah pusat. Karena
> tidak masuk 18 itu maka kita rujuk dengan peraturan itu. Sebab, mandeh
> masuk program prioritas pemerintah," ulasnya.
>
>
> Oni menambahkan, karena pembebasan lahan mandeh sangat besar sehingga
> tidak masuk dalam program nasional, ada kawasan starategi nasional yang
> dikeluarkan Kementerian agraria dan tata ruang merevisi daerah yang masuk
> kawasan strategi nasional tersebut. "Untuk itu kita upayakan mandeh masuk
> program kawasan strategis nasional sehingga pembebasan mandeh sesuai dengan
> aturan yang berlaku," pungkasnya.
>
>
> Wakil Gubernur sendiri meminta keseriusan bupati/walikota dalam
> mengembangkan pariwisata di daerahnya masing-masing. Sehingga target
> menarik wisatawan sebanyak-banyaknya ke Sumbar dapat tercapai.
> "Bupati/walikota mesti mempersiapkan satu maupun dua tujuan wisata yang
> menjadi prioritas. Jadi, daerah mesti mempersiapkan mana yang menjadi
> prioritas sehingga kita bisa melakukan MoU antara Provinsi dan Kab/Kota.
> Jika telah MoU dapat kita bantu dari Provinsi dalam pengembanganya,"
> ujarnya.
>
>
>  "Oleh karena itu diperlukan niat dari kepala daerah untuk mengembangkan
> pariwisata ini. Karena provinsi tidak punya kewenangan untuk melakukan
> eksekusi. Sebab kewenangan ada di daerah," ungkapnya.
>
> Ia menambahkan, saat ini ada 9 kabupaten/kota yang aktif dalam
> pengembangan pariwisata dari 19 kabupaten/kota itu. Di antaranya,  Tanah
> Datar, Agam, Sawahlunto. Padang, Pesisir Selatan, Bukittingi,
> Limapuluhkota. "Kalau hanya 9 kabupaten/kota yang aktif itu saja yang
> berkeinginan untuk mengembangkan wisatanya. Maka cukup itu saja. Jadi kita
> minta benar-benar keseriusan kepala daerah. Bahkan, ada daerah yang
> mengusulkan untuk mengembangkan wisatanya namun setiap rapat koordinasi
> tidak datang. Bagaimana kita mau kembangkan setiap rapat tidak ada,"
> tukasnya. (*h/mg-mel*)
>
> On Monday, March 13, 2017 at 10:21:11 AM UTC-7, Fitr Tanjuang wrote:
>>
>> Rabu ka chino lai Mak Ngah
>>
>> Wassalam
>>
>> 2017-03-13 9:03 GMT-04:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>:
>>
>>> Dari Serambi Aceh kita baca:
>>>
>>> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke