Seismograph adalah alat pencatat/pendeteksi gempa berdasarkan UU yg berhak
mengoperasikan hanya BMKG.
Jadi, berita ini ada miss leading nya
Yang hilang itu adalah Repeater EWS milik BNPB
Fungsinya untuk mengirim signal
1.text voice
2.live voice
3. Sirene
Ini kronologis kepemilikan aset (repeater/rep) yang hilang tersebut :
1. Rep ews milik bnpb (udah diserahkan ke bpbd kab pesisir)
2.rep kemensos (udah diserahkan ke dinsos kab pesisir)
3.rep kom bnpb (udah diserahkan ke bpbd kab pesisir selatan
4.rep kom PMI milik palang merah propinsi sumbar
Dan acesoris lainnya yg hilang utk pendukung sirine EWS tsunami
Demikian klarifikasi yg awak dapek dari BMKG dan BPBD Sumbar.
Imran, 40+, tingga di padang
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Sjamsir Sjarif <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 28 Mar 2017 17:08:29
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] MALING TAK PANDANG BULU!
MALING TAK PANDANG BULU!
Indak ado gunonyo untuak si maliang, namun karajo mamaliang dianggap karajo
rancak juo! Aduuhhh parangai urang awak; Dasar Maling!
-- MakNgah
Dari Haluan kitobaco pulo:
Alat Pendeteksi Tsunami di Pessel Dicuri, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Selasa,28 Maret 2017 - 17:59:13 WIB
[image: Alat Pendeteksi Tsunami di Pessel Dicuri, Kerugian Ditaksir Rp1
Miliar] Kondisi pintu tempat alat pendeteksi tsunami di simpan di di Bukit
Biawak, Kecamatan IV Jurai Painan, Kabupaten Pessel, raib dibawa maling,
Selasa (28/3). Kerugian ditaksi mencapai satu miliar. IST
PAINAN, HARIANHALUAN.COM—Maling tak pandang bulu, inilah yang terjadi di
Pesisir Selatan. Alat pendeteksi tsunami dan sejumlah alat komunikasi milik
BPBD Pessel yang berada di Bukit Biawak, Kecamatan IV Jurai Painan,
Kabupaten Pessel, raib dibawa maling. Padahal alat itu, berfungsi untuk
mendeteksi bencana tsunami atau untuk kepentingan masyarakat Pessel sendiri.
Kabid Pascabencana dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Pessel, S. Marpaung mengatakan, bahwa kasus tersebut sudah
dilaporkan ke Polres Pessel dengan Nomor Laporan (LP):104/B/III/2017/SPKT-
C/Res-Pessel.
"Kami mengetahuinya setelah tim teknisi dari provinsi Sumbar melakukan
pengecekan kelapangan. Namun, alat itu sudah tidak ada lagi, saat itu
terlihat pintu dalam keadaan terbuka, karena ada bekas congkel. Hal ini
tentu sangat berisiko pada daerah ini, karena tidak bisa lagi mendeteksi
bencana tsunami secara dini. Seperti kecamatan Bayang, Batang Kapas,
Sutera, Lengayang, dan sejumlah kecamatan lainnya, terkecuali kecamatan IV
Jurai," ungkapnya saat dihubungi Harianhaluan.com, Selasa (28/3)
Lebih lanjut kata dia, selain repeater, sambungan radio antar instansi
pemerintahan seperti BPBD dan PMI juga hilang, sehingga komunikasi jarak
jauh tidak bisa dilakukan.
- 1
<http://harianhaluan.com/news/detail/64370/alat-pendeteksi-tsunami-di-pessel-dicuri-kerugian-ditaksir-rp1-miliar#>
- 2
<http://harianhaluan.com/news/detail/64370/alat-pendeteksi-tsunami-di-pessel-dicuri-kerugian-ditaksir-rp1-miliar/1>
- Halaman Selanjutnya
<http://harianhaluan.com/news/detail/64370/alat-pendeteksi-tsunami-di-pessel-dicuri-kerugian-ditaksir-rp1-miliar/1>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.