Mak Ngah…..

Sampai bilo bisa kito tunggu hasie e….. apo iyo lai talok dek Bupati berbuat 
bantuak nan liau sabuik tu…. Jan beko jd sipongang sajo, hutan bakau nan di 
tanam sakian lamo bisa tandeh cando itu.

Mungkin habih puaso kito danga hasie e….?????????????????

Wassalam dari tongah hutan sawit l lintas riau sumut
nov

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Sjamsir Sjarif
Sent: Monday, April 10, 2017 9:47 AM
Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut Tuntas 
Pelakunya

Minggu,09 April 2017 - 20:11:59 WIB
[Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut 
Tuntas Pelakunya]Bupati Pessel Hendrajoni saat melakukan kunjungan keduanya ke 
Mandeh, bersama sejumlah OPD dan perwakilan masyarakat setempat. (Okis 
Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni terus 
menelusuri sejumlah kerusakan hutan bakau (mangrove), di Kawasan Wisata Bahari 
Terpadu (KWBT) Mandeh. Menurutnya pengrusakan tersebut ditenggarai melibatkan 
sejumlah oknum pejabat tinggi daerah maupun provinsi.

 Pada kunjungan kedua kalinya, Jumat (7/4), Bupati Hendrajoni semangkin 
meradang, sebab Kawasan Mandeh yang terdapat di kenagarian Sungai Nyalo, 
kecamatan Koto XI Tarusan, Kaaten Pessel itu, sudah dikuasai oleh sejumlah 
pejabat yang menganggap Mandeh seperti negeri tidak bertuan. Namun, ia masih 
enggan menyebutkan nama-nama pelaku tersebut.

 "Ini pejabat tinggi semua yang bermain, sudah jelas tidak ada izin. Namun, 
mereka anggap daerah ini (mandeh) seperti negeri tidak bertuan. Hal ini harus 
menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengusutnya," tegas Hendrajoni saat itu.

 Menurut Bupati Hendrajoni, dari sejumlah data yang dikumpulkan, kerusakan yang 
paling terparah terdapat di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiek Aia, di lokasi 
tersebut kurang lebih 480 meter persegi kawasan hutan bakau (mangrove) sudah 
dirambah tangan-tangan jahil sejak tahun 2016 lalu. Sehingga pada akhir 
(Februari 2017), luas kawasan yang dirambah terus saja bertambah dengan luas 
kurang lebih 56x15 meter, atau setara dengan 750 meter persegi, dengan total 
kerusakan mencapai 1.230 meter yang sudah di babat habis.

 "Tidak hanya kawasan Bakau saja yang mereka babat, terumbu karang juga diambil 
untuk pembangunan dermaga pribadi oleh tangan jahil yang tidak bertanggung 
jawab," ujar Bupati dengan nadgeram.

 
1<http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya>

     *   
2<http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya/1>
     *   Halaman 
Selanjutnya<http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya/1>
…………………….ba kuduank…….

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke