Jaan
dinanti
sampai
Kawasan
Mandeh

.......
Tandeh

😢😢😢

On Apr 10, 2017 09:56, "Novenri (novenri)" <[email protected]> wrote:

> Mak Ngah…..
>
>
>
> Sampai bilo bisa kito tunggu hasie e….. apo iyo lai talok dek Bupati
> berbuat bantuak nan liau sabuik tu…. Jan beko jd sipongang sajo, hutan
> bakau nan di tanam sakian lamo bisa tandeh cando itu.
>
>
>
> Mungkin habih puaso kito danga hasie e….?????????????????
>
>
>
> Wassalam dari tongah hutan sawit l lintas riau sumut
>
> nov
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Sjamsir Sjarif
> *Sent:* Monday, April 10, 2017 9:47 AM
> Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya Akan Usut
> Tuntas Pelakunya
>
>
>
> Minggu,09 April 2017 - 20:11:59 WIB
>
> [image: Bupati Pessel: Mereka Anggap Mandeh Negeri Tidak Bertuan, Saya
> Akan Usut Tuntas Pelakunya]Bupati Pessel Hendrajoni saat melakukan
> kunjungan keduanya ke Mandeh, bersama sejumlah OPD dan perwakilan
> masyarakat setempat. (Okis Mardiansyah)
>
> PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni
> terus menelusuri sejumlah kerusakan hutan bakau (mangrove), di Kawasan
> Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh. Menurutnya pengrusakan tersebut
> ditenggarai melibatkan sejumlah oknum pejabat tinggi daerah maupun provinsi.
>
>  Pada kunjungan kedua kalinya, Jumat (7/4), Bupati Hendrajoni semangkin
> meradang, sebab Kawasan Mandeh yang terdapat di kenagarian Sungai Nyalo,
> kecamatan Koto XI Tarusan, Kaaten Pessel itu, sudah dikuasai oleh sejumlah
> pejabat yang menganggap Mandeh seperti negeri tidak bertuan. Namun, ia
> masih enggan menyebutkan nama-nama pelaku tersebut.
>
>  "Ini pejabat tinggi semua yang bermain, sudah jelas tidak ada izin.
> Namun, mereka anggap daerah ini (mandeh) seperti negeri tidak bertuan. Hal
> ini harus menjadi tanggung jawab kita semua untuk mengusutnya," tegas
> Hendrajoni saat itu.
>
>  Menurut Bupati Hendrajoni, dari sejumlah data yang dikumpulkan, kerusakan
> yang paling terparah terdapat di Kenagarian Sungai Nyalo Mudiek Aia, di
> lokasi tersebut kurang lebih 480 meter persegi kawasan hutan bakau
> (mangrove) sudah dirambah tangan-tangan jahil sejak tahun 2016 lalu.
> Sehingga pada akhir (Februari 2017), luas kawasan yang dirambah terus saja
> bertambah dengan luas kurang lebih 56x15 meter, atau setara dengan 750
> meter persegi, dengan total kerusakan mencapai 1.230 meter yang sudah di
> babat habis.
>
>  "Tidak hanya kawasan Bakau saja yang mereka babat, terumbu karang juga
> diambil untuk pembangunan dermaga pribadi oleh tangan jahil yang tidak
> bertanggung jawab," ujar Bupati dengan nadgeram.
>
>  1
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya>
>
>    - 2
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya/1>
>       - Halaman Selanjutnya
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64487/bupati-pessel-mereka-anggap-mandeh-negeri-tidak-bertuan-saya-akan-usut-tuntas-pelakunya/1>
>
> …………………….ba kuduank…….
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke