----- Forwarded Message -----
 From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>
 To: Jacky Mardono <[email protected]> 
 Sent: Saturday, 26 August 2017, 10:20
 Subject: Fitnah lebih jahat dari pembunuhan!
   
Yang terhormat redaksi radio Elshinta.
Semalam, Jum’at tgl 25 agustus 2017, rupanya radio Elshintamasih melanjutkan 
diskusi tentang “sindikat saracen.”  Komentar saya tentang diskusi semalam, 
sama dengan sms yangtelah saya kirimkan kepada Bpk. Remon Fauzi sekretaris 
redaksi radio Elshinta. SMSlengkapnya sbb:
Yth bpk Remon Fauzi sekretaris redaksi radio ES.Melalui radio ES, saya ucapkan 
"beravo"untuk polri yang berhasil membongkar sindikat saracen.Kesimpulan saya, 
konsumen dari "bisnis" sindikatsaracen adalah perorangan maupun golongan yang 
mempunyai prinsip "tujuanmenghalalkan semua cara", kalau perlu dengan 
pitnah!Ada ayat dari kitab suci yang menyatakan "pitnahlebih jahat dari 
pembunuhan".Ayat inilah yang disitir oleh pak Nas, ketikapemakaman jenazah para 
Pahlawan Revolusi pada tanggal 5 oktober 1965.Untuk ini perlu kiranya 
kewaspadaan baik peroranganmau pun golongan dalam masyarakat agar tidak 
terjebak dalam filosofi bahwatujuan menghalalkan semua cara.Sekali lagi bravo 
untuk Polri.” Untuk melengkapi SMS tersebut, disini saya copy pastesambutan pak 
Nas pada tanggal 5 Oktober 1965:  Para prajuritsekalian,Kawan 
kawansekalian,Terutama rekanrekan yang sekarang kami sedang lepaskan. 
Bissmillahirrahmanirrahiim... Hari ini hariangkatan bersenjata kita, hari yang 
selalu gemilang. tapi yang kali ini, hariyang dihinakan, oleh fitnahan, 
dihinakan oleh penghianatan, dihinakan olehpenganiayaan.Tetapi hari angkatan 
bersenjata kita, kita setiap prajurit tetaprayakan dalam hati sanubari kita, 
dengan tekad kita, dengan nama Allah yangmaha kuasa, bahwa kita akan tetap 
menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan. Jendral YaniJendral Suprapto,Jendral 
Hartono,Haryono,Jendral Parman,Jendral Panjaitan,Jendral Sutoyo,Letnan Tendean, 
Kamu semuamendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban 
meneruskanperjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, 
meneruskanperjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci. Kamu semua, tidakada 
yang lebih tahu dari pada kami yang di sini, daripada saya sejak 20 tahunkita 
selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita,membela 
pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita. Saya tahu, kamumanusia, 
tentu ada kekurangan, kesalahan kita semua demikian, tapi saya tahukamu semua, 
lewat 20 tahun penuh memberikan semua darma baktimu semua yang adapadamu untuk 
cita-cita yang tinggi itu. Dan karena itu, kamu, biarpun, hendakdicemarkan, 
hendak difitnah, bahwa kamu penghianat, justru disini kami semua,saksi yang 
hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai dengan kewajiban kitasemua, menegakan 
keadilan, kebenaran, kemerdekaan. Tidak ada yang ragu-ragu.Kami semua sedia 
juga, mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itubenar, kami akan 
buktikan. Rekan rekan, adikadik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang 
tertua, dalam TNI yang tinggalbersama lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu, 
membela kehormatan kamu.  Menghadaplahsebagai pahlawan. Pahlawan dalam hati 
kami seluruh TNI. Sebagai pahlawan,menghadaplah kepada asal mula kita, yang 
menciptakan kita, ALLAH SWT. Karenaakhirnya Dia-lah Panglima Kita Yang Paling 
Tertinggi. Dia-lah yang menentukansegala sesuatu, juga atas diri kita semua. 
Tetapi dengan keimanan ini juga,kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap 
menang, dan yang tidak benar akantetap hancur. Fitnah, fitnahberkali kali. 
Fitnah, lebih jahat dari pembunuhan, fitnah lebih jahat daripembunuhan. Kita 
semua difitnah, dan saudara-saudara telah dibunuh. Kitadiperlakukan demikian. 
Tapi jangan kita, jangan kita dendam hati. Iman kepadaAllah SWT, iman 
kepada-Nya, mengukuhkan kita, karena Dia perintahkan. Kitasemua berkewajiban, 
untuk menegakan keadilan dan kebenaran.” Fitnah apa gerangan yang dialami oleh 
para pahlawanrevolusi?   Menurut Letkol Untung, komandan gerakan 30 S, mereka 
adalah “antek– antek “ CIA, yang merupakan “local army friend” yang akan 
mengadakan coupd'état terhadap PBR Sukarno!Maka dari itu pak Nas mensitir 
“firman Allah” yangmenyatakan ,“ fitnah lebih jahat dari pembunuhan.” Saya 
ucapkan “salut” kepada radio Elshinta yang selalumenghadirkan topic – topic 
diskusi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.  Sebagaimana kita ketahui, 
tujuan nasional dari NKRI adalah :
1.       melindungi segenap bangsa Indonesia2.       untuk memajukan 
kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa3.       ikut melaksanakan 
ketertiban dunia yangberdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan 
sosial
Sekali lagi “bravo” untuk Polri yang telah berhasilmengungkap sindikat Saracen, 
dan  salutuntuk radio Elshinta yang pantang mundur dalam mencerdaskan anak 
bangsa.Wassalam,Jacky Mardono TjokrodiredjoPensiunan agt Polri

|  | Virus-free. www.avast.com  |



   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke