Kelompok2 HOAX ini media sosial ini ada di semua pihak yang berseberang
sekarang ini.Kalau mau fair dan bijaksana, semua harus diberantas dan jangan
ada yang di anak emaskan oleh pemerintah.
Tan Ameh
Sent from my Samsung device
-------- Original message --------
From: "Akhir, Zainul (zainula)" <[email protected]>
Date: 8/28/17 07:35 (GMT+07:00)
To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] Fitnah lebih jahat dari pembunuhan!
Terima kasih share infonya Pak Jacky.
Saya melihat ini suatu tindakan nyata yang tepat sasaran kalua tidak Negara
kita akan tambah hancur diperalat orang 2 yang tidak bertangguang jawab
mengutamakan
kepentingan pribadi/golongan dari pada kepentingan orang banyak / Negara
Karena tergiur dengan uang/jabatan/pangkat sehingga segala cara dilakukan .
Kebablasan mengeluarkan pendapat/menghujat/fitnah/adu domba sudah menjadi hal
yang biasa sehingga kita disibukkan untuk
menyelesaikan/mendamaikan/mengadili/mengahkimi
sehingga terabaikan memikirkan yang positif dan karya untuk kemajuan anak
Bangsa dllnya.
Semoga dunia qibah ini habis di NKRI ini dan be positif thinking …
Bravo buat POLRI….
Salam,
Zainul Akhir Tanjung.54 th+ , PKU-Riau
From: 'Jacky Mardono Tjokrodiredjo' via RantauNet
[mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, August 26, 2017 10:36 AM
To: TNI Redaksi Elshinta <[email protected]>
Cc: Jacky Mardono <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [R@ntau-Net] Fitnah lebih jahat dari pembunuhan!
----- Forwarded Message -----
From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>
To: Jacky Mardono <[email protected]>
Sent: Saturday, 26 August 2017, 10:20
Subject: Fitnah lebih jahat dari pembunuhan!
Yang terhormat redaksi radio Elshinta.
Semalam, Jum’at tgl 25 agustus 2017, rupanya radio Elshinta masih melanjutkan
diskusi tentang “sindikat saracen.”
Komentar saya tentang diskusi semalam, sama dengan sms yang telah saya kirimkan
kepada Bpk. Remon Fauzi sekretaris redaksi radio Elshinta. SMS lengkapnya
sbb:
Yth bpk Remon Fauzi sekretaris redaksi radio ES.
Melalui radio ES, saya ucapkan "beravo" untuk polri yang berhasil membongkar
sindikat saracen.
Kesimpulan saya, konsumen dari "bisnis" sindikat saracen adalah perorangan
maupun golongan yang mempunyai prinsip "tujuan menghalalkan semua cara",
kalau perlu dengan pitnah!
Ada ayat dari kitab suci yang menyatakan "pitnah lebih jahat dari pembunuhan".
Ayat inilah yang disitir oleh pak Nas, ketika pemakaman jenazah para Pahlawan
Revolusi pada tanggal 5 oktober 1965.
Untuk ini perlu kiranya kewaspadaan baik perorangan mau pun golongan dalam
masyarakat agar tidak terjebak dalam filosofi bahwa tujuan menghalalkan
semua cara.
Sekali lagi bravo untuk Polri.”
Untuk melengkapi SMS tersebut, disini saya copy paste sambutan pak Nas pada
tanggal 5 Oktober 1965:
Para prajurit sekalian,
Kawan kawan sekalian,
Terutama rekan rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.
Bissmillahirrahmanirrahiim...
Hari ini hari angkatan bersenjata kita, hari yang selalu gemilang. tapi yang
kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh penghianatan,
dihinakan oleh penganiayaan.Tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap
prajurit tetap rayakan dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita, dengan nama
Allah yang maha kuasa, bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran,
keadilan.
Jendral Yani
Jendral Suprapto,
Jendral Hartono, Haryono,
Jendral Parman,
Jendral Panjaitan,
Jendral Sutoyo,
Letnan Tendean,
Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban
meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita,
meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.
Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami yang di sini, daripada
saya sejak 20 tahun kita selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan
kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita.
Saya tahu, kamu manusia, tentu ada kekurangan, kesalahan kita semua demikian,
tapi saya tahu kamu semua, lewat 20 tahun penuh memberikan semua darma
baktimu semua yang ada padamu untuk cita-cita yang tinggi itu. Dan karena itu,
kamu, biarpun, hendak dicemarkan, hendak difitnah, bahwa kamu penghianat,
justru disini kami semua, saksi yang hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai
dengan kewajiban kita semua,
menegakan keadilan, kebenaran, kemerdekaan. Tidak ada yang ragu-ragu. Kami
semua sedia juga, mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itu benar,
kami akan buktikan.
Rekan rekan, adik adik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang tertua, dalam
TNI yang tinggal bersama lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu,
membela kehormatan kamu.
Menghadaplah sebagai pahlawan. Pahlawan dalam hati kami seluruh TNI. Sebagai
pahlawan, menghadaplah kepada asal mula kita, yang menciptakan kita,
ALLAH SWT. Karena akhirnya Dia-lah Panglima Kita Yang Paling Tertinggi.
Dia-lah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita semua. Tetapi
dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang,
dan yang tidak benar akan tetap
hancur.
Fitnah, fitnah berkali kali. Fitnah, lebih jahat dari pembunuhan, fitnah lebih
jahat dari pembunuhan. Kita semua difitnah, dan saudara-saudara telah
dibunuh. Kita diperlakukan demikian. Tapi jangan kita, jangan kita dendam
hati. Iman kepada Allah SWT, iman kepada-Nya, mengukuhkan kita, karena Dia
perintahkan. Kita semua berkewajiban, untuk menegakan keadilan dan kebenaran.”
Fitnah apa gerangan yang dialami oleh para pahlawan revolusi?
Menurut Letkol Untung, komandan gerakan 30 S, mereka adalah “antek – antek “
CIA, yang merupakan “local army friend” yang akan mengadakan coup d'état
terhadap PBR Sukarno!
Maka dari itu pak Nas mensitir “firman Allah” yang menyatakan ,“ fitnah lebih
jahat dari pembunuhan.”
Saya ucapkan “salut” kepada radio Elshinta yang selalu menghadirkan topic –
topic diskusi dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.
Sebagaimana kita ketahui, tujuan nasional dari NKRI adalah :
1.
melindungi segenap bangsa Indonesia
2.
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
3.
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial
Sekali lagi “bravo” untuk Polri yang telah berhasil mengungkap sindikat
Saracen, dan salut untuk radio Elshinta yang pantang mundur dalam mencerdaskan
anak bangsa.
Wassalam,
Jacky Mardono Tjokrodiredjo
Pensiunan agt Polri
Virus-free.
www.avast.com
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke
[email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.