Da Riri komentar uda dibawah iko ancak ditanyoan ka perwakilan Adkasi nan keceiknyo indak ado celah he he.
C U Da, makan siang dulu. Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>> Peraturannyo iyo bitu bob tapi pelaksanaannyo masih jauh dari kenyataan bob. Ambo sei pernah bob memberikan training penyusunan APBD waktu jaman "Rancangan Anggaran Satuan Kerja". Nal, Ambo raso statement Ronal iko kurang tapek, Nal. Ambo alun pernah basuo satu pasalpun di aturan perundangan mengenai keuangan negara dan daerah - mulai dari ICW tahun 1925 - nan melarang adanya pemberian jasa sarupo nan Ronal sabuik kan. Pengertian "menyusun", "menyampaikan" dsb di perundangan itu ndak berarti pejabat itu sendiri yang harus melakukan (secara fisik), tapi masalah tangguangjawab, Nal. Bahkan untuk audit pun BPK dan BPKP biasa saja pakai Kantor AKuntan Publik. Satu2nyo pekerjaan keuangan negara/ daerah nan secara fisik indak buliah dilakukan oleh urang laun cuma pengisian Buku Kas Umum (BKU) - kalau iko memang privilege nyo Bendaharawan. Jadi kalau bikin program, bantu bikin anggaran, dst bukan berarti "peraturan jauh dari kenyataan". Kalau isi anggaran tu ROnal yang "nyetel", nah itu baru lain cerita. Tapi begini, Seingat saya, bantuan dari pihak luar (konsultan atau developer) dll ini memang relatif baru di daerah2 di Indonesia. Sebelum ada "makuda", kayanya belum ada yang begini2. Apakah itu artinya sistem keuangan daerah menjadi lebih rumit atau pegawai pemda kurang pintar? Mungkin, tapi faktor itu ketek. Kerumitan sistem akuntansi pemerintahan jauah di bawah akuntansi umum kok. Tapi herannyo, kok developerr2 dan konsultan2 tu labiah banyak mambantu daerah. Tentang belakangan ini pemda labiah cadiak sahinggo ndak paralu minta bantuan konsultan dan developer, yo mungkin sajo Nal. Apolagi kalau SIPKD nan sadang dikarajoan Depdagri dengan Depkeu diimplementasikan di 171 daerah, mungkin 171 daerah tu harus say good bye ka developer dan konsultan keuangan daerah, Nal Riri Ha Ha Ha Terlalu text book bob :d. Peraturannyo iyo bitu bob tapi pelaksanaannyo masih jauh dari kenyataan bob. Ambo sei pernah bob memberikan training penyusunan APBD waktu jaman "Rancangan Anggaran Satuan Kerja". Bilo ado wakatu awak basuo ambo lihatkan ke boby mulai dari "LPJ, APBD sampai inventarisasi Asset Pemda". Atau boby berbisik lah ke kawan kawan di "Bpk atau teman teman dari Bakun depkeu, banyak urang santai disinan nan terlibat penyusunan sado alahe isi paruik pemda bob". Nan namo nyo panitia anggaran yang biaso no diketuai oleh "Sekda" sebagai ketua panitia anggaran dan didampingi oleh ketua bappeda trus kemudian dianggotai oleh "bagian keuangan, dispenda dan lainnyo", kebanyakan kalau didaerah fungsinyo tanda tangan jatah uang jadi anggota anggaran sama mengamankan jatah anggaran masing masing satker. Sedang pelaksanaan dilapangan mah bob tetap aja yang susun "KONSULTAN" he he he sorry to say bob. Bob daku mulai jadi programmer keuangan daerah sejak tahun 2000 dan mulai tahun 2002 saat memimpin sendiri implementasi kepmen 29 tahun 2002 tentang keuangan daerah kemudian diikuti dengan uu no 17 tahun 2003 yang dikeluarkan depkeu kemudian sejak mula mulai ingin dibentuk ADKASI akhir tahun 2000 dan kemudian dibentuk sekitar tahun 2001 kemudian diikuti dengan APKASI tahun 2002, malah yang terakhir ini gua pernah hadiri mubes pertama APKASI dibali bos he he he. Baru sekarang2 ini pemerintah daerah agak pinter bob dalam menyususn laporan keuangannya, itu pun dibeberapa daerah saja seperti sebagian jawa, sebagian sumatra, sedang jauh didaerah pelosok sana bob sampe bete ngajarinnya. Daku sampai puncak pania dan watansompeng di sulawesi nyusun anggaran bob baru sekarang sekarang ini aja tugas daku nunjuk orang untuk pergi kalau dulu gua pergi sendiri bob he he he. Jadi teorinya betul bob aplikasinya masih jauh bayang2nya bob Best Regards Ronal Chandra Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Nal.. satahu ambo nan salamoko bakacimpuang di DPRD dan kantua gubernur dan pernah pulo bertugas di kabupaten an kantua walikota sebagai wartawan...raso e kalau manyusun LPJ atau LKPJ namo e kini indak ado urang lua nan bisa masuak do nal.. Sebab LPJ dan LKPJ di susun oleh pemerintah daerah setelah menggunakan anggaran yang disahkan tahun sebelumnya...Batua kecek ronal anggaran yang sudah disusun dan disahkan harus dipertanggungjawabkan termasuk pembelian inventaris.. Sedangkan kalau indak habis doh..inyo akan menjadi sisa anggaran dan itu hrs tercatat dalam kas daerah. Khsus untuk barang barang bergerak dan tidak bergerak seperti mobil, hrs tercatat di biro/bagian perlengkapan pemerintah daerah...sedangkan barang pakai habis hrs ada tercatat tanggal pembelian dan disertai dengan kwitansi resmi dari instansi penjual. APBD (KUA) itu sendiri disusun oleh Pemda dengan DPRD dalam sebuah kepanitiaan khusus di DPRD yang disebut panitia anggaran... Antah ado aturan baru buliah pihak swasta manyususn LPJ/LKPJ Pemda...ambo yo ndak tau tu doh..kalau lai ado dek ronal tolong lah forward ka ambo bia bisa lo ambo agiah tahu DPRD banyak ko...dek ambo karajo kini di Asosiasi DPRD Kabupaten... Kami di ADKASI akan batarimo kasi bana tu mah Nal..he he Ntah ko ronal sato mangetikkan antah lah yo..kalau manyusun KUA atau APBD atau LPJ lo lai...yo agak balain snek dek ambo bunyi e nal.. :D:D hi hi hi... ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
