Terdengar lagi teriakan Epen,"Kibasan Ekor Menyengat Bumi", segera mereka
bergerak lagi membentuk formasi baru untuk menghadapi Masnan, Barisan Barat
yang tadinya diam saja mulai memasuki arena pertempuran. Sekarang Masnan
dikeroyok 48 orang dengan 4 tombak beracun yang selalu mengincar dia
kemanapun bergerak. Masnan tentu saja tidak membiarkan tombak itu mengenai
tubuhnya segera dia melakukan serangan balik dengan ilmu andalannya
Manyilang Tangan Bumi Tarangkek yang bermuatan tenaga dalam tiga perempat
bagian, dia tidak mau keluarkan semua karena takutnya pemimpin mereka turun
tangan dia tidak bisa melawan mereka. Itu saja dia sudah bisa mengimbangi
formasi tersebut, melihat hal ini Epen tambah naik darah, dia memerintahkan
lagi," Terjangan Kaki Hantam Bumi" ini merupakan ilmu ketiga pada barisan
kalajengking, berarti tinggal 2 gerakan lagi dalam formasi itu.

Keadaan ini berlangsung cukup alot dan dahsyat sekali, mereka yang jatuh
bangun karena pukulan Masnan langsung bangkit kembali dan bergerak ke dalam
formasinya untuk mengurung Masnan. Sungguh sebuah formasi yang sangat
tangguh, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh mematuhi setiap perintah
yang diberikan. Masnan melihat walaupun pimpinannya memberikan aba-aba
formasinya tapi dalam formasi itu sendiri mereka mempunyai pimpinan barisan
yang bergerak sesuai dengan instruksi dari tombak yang digerakkan oleh orang
yang bertumpu pada bahu temannya atau bisa dikatakan sebagai ekor dari
kalajengking. Masnan mulai merasa keadaan ini tidak menguntungkannya mereka
sudah bertempur cukup lama, dan dia tahu 48 orang itu sudah pernah kena
kepalan tangan dan kakinya tapi herannya mereka seakan tidak merasakannya.
Dia mulai melihat sekelilingnya sambil tetap menghindari tusukan tombak
beracun itu, ketika matanya terarah kepada orang yang bernama Pinyak, dia
melihat mulut orang itu komat kamit dan matanya dalam posisi lurus menatap
satu arah yaitu ke arahnya.

Masnan tidak tahu apa yang terjadi tapi dia melihat setiap ada yang jatuh
tiba-tiba mereka bisa berdiri kembali dalam kondisi sepertinya tidak
merasakan kesakitan akibat pukulan atau tamparan yang diberikan padahal
jelas sekali kondisi mereka sudah babak belur tapi tetap saja mereka mampu
bergerak seperti tidak ada apa-apa. Memang Masnan tidak mau membunuh mereka
langsung selain dia tidak tega dia juga ingin menangkap mereka hidup-hidup
agar bisa diadili sesuai hukum kerajaan. Ini bisa menjadi contoh bagi
perampok lain untuk tidak berbuat seperti perkumpulan ini. Tapi ini hanya
tinggal keinginan karena semakin lama formasi ini semakin berbahaya karena
para anggotanya mulai bergerak nekat mendekati dan mengepung dia.

Epen yang melihat keadaan lawan sudah agak keteteran menjadi senang sehingga
dia menjadi meningkatkan serangan untuk segera menyelesaikan pertarungan
ini. Dia bersama teman-temannya juga menganggumi pria yang bernama Masnan
ini, masih dalam keadaan tidak kekurangan sesuatu apapun padahal ilmu yang
mereka lontarkan sudah mencapai tingkat ketiga. Kini dia melihat dia bisa
melontarkan ilmu tingkat empat untuk semakin menekan lawan sehingga keadaan
berbalik menjadi kemenangan di pihak dia.



Terdengar teriakan menggelegar dari mulut Epen,"Marapek(merapat) Badan
Sejajar Bumi" ini adalah formasi yang paling berbahaya karena semua anggota
barisan kembali mengepung Masnan dari 4 penjuru tapi dengan posisi kaki
setengah ditekuk bahkan yang bergerak seperti capit, semua berjongkok dan
orang yang bertumpu di badan temannyapun sudah turun ke belakang tombak
tetap terentang di atas kepala. Tiba-tiba terdengar desingan tombak dari 4
penjuru menyerang Masnan, dan capit yang tadinya berjongkok begerak
bersamaan meloncat ke depan menubruk kaki Masnan.

Dia diserbu dua arah dari bawah dan atas, jika dia mengelakkan tubrukan kaki
meloncat ke atas sudah pasti tubuhnya menjadi sasaran empuk tombak, jika dia
merunduk kakinya disamber dari bawah. Yang hebatnya lagi ke empat tombak
berdesing ke arahnya tidak pada ketinggian yang sama, bahkan mereka
berjenjang mulai dari setinggi si bawah pusar, setinggi perut, setinggi dada
dan setinggi leher, semuanya susul menyusul dari 4 penjuru, jadi hanya
orang2 yang benar-benar mempunyai ilmu peringan tubuh tingkat tinggi yang
mau mengelak dari lontaran tombak itu. Dan dia tahu dia tidak punya ilmu
seperti Kahar dalam hal ilmu peringan tubuh, tapi dia punya tenaga dalam
yang kuat sekali yang bertumpu pada bumi, oleh karena itu dia memutuskan
merundukan badannya dan memperkokoh kuda-kudanya mempersiapkan dirinya
menggunakan ilmu Hempasan Angin Tabangkan Awan untuk menerima serangan dari
bawah.

Jadi sebelum tombak itu mengenai tubuhnya segera dia mengayunkan tangannya
ke arah bawah, terjadilah benturan yang hebat sekali dan terlihat orang yang
berusaha menyambar kaki Masnan tadi terlempar semua ke belakang dengan wajah
berlepotan darah karena tinjunya bersarang di wajah mereka dengan telak
sekali, menimpa temannya di belakang yang sedang menunggu untuk membantu
serangan mereka. Sedangkan tombak yang dilontarkan hanya sedikit sekali
jaraknya dari punggung Masnan yang buru-buru merunduk menghindari serangan,
diterima oleh masing-masing pemegang tombak, ini artinya tombak tersebut
sudah bukan milik semula semua bertukar posisi sesuai dengan arah lontaran.

Benar-benar serangan yang berbahaya sekali, kini Masnan tahu kalau dia ingin
segera menyelesaikan pertempuran ini dia harus secepatnya menyikirkan
lawannya, yang berarti dia harus membunuh atau minimal melukai berat mereka.
Segera dia merapal ilmu andalannya dalam tingkat yang lebih tinggi dari
sebelumnya, dan bersiap menerima serangan berikut. Dan kembali dia melihat
keanehan orang yang sudah kena hajaran dia dengan keras sekali, masih bisa
berdiri dan membentuk formasi kembali, bahkan dia tidak melihat di wajah
mereka rasa sakit akibat pukulannya itu. Dia memalingkan kepalanya ke arah
pria yang bernama Pinyak itu dan dia melihat pria itu sedang komat kamit dan
dari kepalanya keluar asap berkilauan keperakan dari ubun-ubunnya.

Langsung dia dapat menduga pria ini mempunyai ilmu hitam yang bisa
menghipnotis orang untuk tidak merasakan kesakitan atau yang lebih dikenal
di dunia persilatan dengan sebutan Ilmu Hitam Panarik (penarik) Sukma, ilmu
ini sudah lama hilang dari dunia persilatan tapi kini bisa muncul lagi ini
artinya dunia persilatan akan diguncang kembali dengan prahara. Tapi dia
bisa melihat ilmu yang digunakan pria itu belum terlalu sempurna bahkan
masih belum menyamai sang empunya ilmu ketika waktu dia kecil dulu melihat
gurunya bersama para sahabatnya menghadapi Bandaro Rumbiah (sejenis daun
yang digunakan untuk atap) seorang iblis yang mempunyai ilmu kebatinan
aliran sesat tingkat tinggi. Dia mampu membuat orang yang setengah karat
tetap melanjutkan pertempuran dengan tenaga yang sama seperti dia normal.
Akhirnya Bandaro Rumbiah berhasil dibunuh, dan beredar kabar ilmu itu lenyap
bersama meninggal sang pencipta ilmu itu. Tapi kini ilmu itu muncul kembali
berarti ilmu jahat itu sudah ada perwarisnya, dia harus berhati-hati kalau
ingin bisa selamat dari pertempuran yang mematikan ini.



Bersambung....


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke