Pokok-Pokok Pikiran Soal Kereta Api dan Pariwisata Sumbar Oleh Nofrins Napilus
PadangKini.com; Selasa, 22/4/2008, 23:11 WIB <http://www.padangkini.com/foto/kolom/Kolom-Nofrins.jpg> ASET Kereta Api di Sumatera Barat merupakan 'aset raksasa' Sumatera Barat yang nilainya triliunan rupiah. Terdiri dari belasan lokomotif, puluhan gerbong, dan lebih dari 200 km panjang rel dan prasarana lainnya dengan 1.000 orang karyawan yang saat ini terpaksa disubsidi dari pusat. Tetapi sudah hampir 5 tahun ini jadi 'aset tidur' yang tidak produktif. Kecuali lintas Indarung-Teluk Bayur sepanjang 17 Km dan ke Pariaman. Jika bunga pinjaman bank 10 persen per tahun saja dengan aset triliunan tersebut, bisa diperkirakan berapa besar sebetulnya kita kehilangan peluang setiap bulannya. Tidak semua provinsi memiliki aset sebesar Sumbar ini. Kereta api di Sumbar pernah berjaya cukup lama dan telah berjasa besar dalam mengangkat perekonomian Sumatera Barat yang dulu lebih dikenal dengan sebutan 'Mak Itam'. Sampai-sampai membuat nostalgia bagi masyarakat Sumbar yang tak pernah habis-habisnya. Jaringan rel kereta api di Sumatera Barat sangat unik dengan adanya 'rel kereta bergigi' yang ukuran ini di dunia saat ini hanya tinggal di Swiss dan Sumatera Barat saja. Sumatera Barat memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa. Tidak hanya untuk skala Indonesia, tetapi juga di dunia. Hampir semua orang mengakui hal ini. Bentangan rel tersebut ternyata melalui obyek-obyek wisata utama di Sumbar. Membelah kehijauan alam hutan hujan tropis Lembah Anai dan menyisir pinggiran Danau Singkarak sepanjang 19 km. Sulit mencari bandingannya dimana pun di dunia ini. Bagi yang lahir, besar, dan tinggal di Sumatera Barat, mungkin hal ini bukan lagi sesuatu yang dianggap luar biasa. Industri pariwisata merupakan satu-satunya potensi terbesar untuk bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Sumatera Barat lebih berarti. Industri Pariwisata merupakan industri yang lebih demokratis, karena hampir semua lapisan dan segmen masyarakat akan mendapat keuntungan jika pariwisata berkembang baik. Sejauh itu didukung peraturan yang lebih jelas dan lebih tegas. Mungkin perlu kita pelajari bagaimana negara tetangga kita yang cukup kental nilai-nilai keagamaannya dalam menerapkan peraturan sehingga pariwisata di sana bisa jadi primadona dan akhirnya mereka lebih dikenal di dunia internasional. Bagi yang memahaminya, industri pariwisata adalah 'industri jasa raksasa' di dunia. Misalkan wisatawan datang ke Sumbar untuk 3 hari 2 malam saja, membayar hotel, makan, jalan-jalan, belanja, dan membeli oleh-oleh, setidaknya Rp2 juta uang wisatawan tersebut akan 'tinggal' di Sumatera Barat di luar tiket pesawat. Jika jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 1 juta orang per tahun, diperkirakan minimal Rp2 triliun akan menjadi income Sumatera Barat. Dengan asumsi tersebut, tidak heran banyak negara sekarang berlomba-lomba berpromosi besar-besaran secara lebih serius dengan pendekatan blue print dan marketing strategy yang piawai untuk mendorong peningkatan ekonominya melalui industri pariwisata ini. Bisa dibayangkan kenapa pariwisata menjadi income nomor dua setelah industri manufacturing di Malaysia. Jumlah wisatawan masuk ke negara kecil tetangga kita ini pada 2006 jumlahnya 16 juta orang per tahun! Penduduk Malaysia hanya 23 juta. Wisatawan masuk ke Perancis 70 juta orang per tahun! Penduduk Perancis hanya 60 juta orang. Kembali ke asumsi kasar di atas, mari kita berhitung berapa besarnya income mereka per tahun? Industri apa yang bisa menyaingi pemasukkan sebesar dan selebar ini? Adanya kepedulian dari masyarakat perantau dan masyarakat di Sumbar yang tergabung dalam organisasi non-profit Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) yang bertujuan untuk mendorong dan menghidupkan serta mengoptimalkan kereta api dan pariwisata di Sumatera Barat. Semua biaya dan dana untuk aktivitas organisasi sampai terbang bolak-balik ke Sumbar sekalipun, dikeluarkan dari kantong pribadi masing-masing anggota secara sukarela. Dasarnya hanya satu: 'kepedulian'. Mereka terdiri dari kaula muda, profesional, eksekutif, sesepuh, dan tidak hanya berasal dari suku Minangkabau saja, tetapi juga dari Jawa, Sunda, Batak, Bali, sampai Amerika, Australia, Australia, dll. Keprihatinan mereka hanya satu, melihat pengalaman selama ini: "sekali jaringan kereta api dimatikan, akan amat sulit menghidupkannya kembali". Harapan besar lainnya adalah, jika loko uap bisa dihidupkan kembali, itu akan jadi 'madu' untuk menarik wisatawan dunia ke Sumatera Barat. Sensasinya akan sangat luar biasa dampaknya untuk mengangkat citra Sumatera Barat di mata dunia pariwisata nantinya. Para 'penggila' Kereta Api di seluruh dunia yang ribuan jumlahnya, selalu berburu dan berkeliling rutin secara reguler ke berbagai belahan dunia untuk menikmati keunikan-keunikan seperti ini. Mereka secara tidak langsung nanti bisa jadi free marketing agents kita ke dunia international untuk promosi pariwisata Sumatera Barat. MPKAS bersama PT KAI Sumbar dan 30 orang pecinta KA yang tergabung dalam IRPS (Indonesian Railways Preservation Society/ www.irps.or.id <http://www.irps.co.id/> ) pada 2 Desember 2006 melakukan uji coba bersama dari Padang ke Padang Panjang dengan KA Wisata. Rute Padang Panjang ke Solok belum bisa dilalui karena ada beberapa tempat bantalannya sudah sangat kritis dan belum aman untuk dilalui. Sebanyak 30 orang kawula muda dan beberapa eksekutif profesional yang tergabung di IRPS, juga dengan biaya dari kantong pribadi masing-masing, telah datang ke Sumatera Barat untuk melihat dan mencoba membantu apa yang dapat dan mampu mereka lakukan demi KA. Di Lembah Anai, Novaprima, koordinator rombongan IRPS mengatakan, "Ada apa dengan Sumbar Pak, alamnya begini indah yang belum ada apa-apanya dibanding daerah saya di Jawa, tetapi kereta apinya kok disia-siakan begitu saja, ya?" Dari hasil perjalanan bersama MPKAS, IRPS dan KAI Sumbar ini, menghasilkan salah satu foto yang sangat terkenal di situs interaktif www.west-sumatra.com <http://www.west-sumatra.com/> dengan judul "Aku Hidup Lagi...". Foto ini juga dijadikan billboard besar di jalan keluar Bandara Interansional Minangkabau, "Selamat Datang Di Sumatera Barat, Kereta Api Wisata Menanti Anda" yang sampai saat ini pada kenyataannya belum terealisir. Di Jakarta, setiap kami mencetak foto ini di studio foto, selalu orang-orang tidak bisa menahan diri dan bertanya: "Ini foto diambil di negara mana, Pak...? Pemandangannya bagus sekali...". Dan selalu kami jawab bahwa ini di Indonesia dan itu Sumatera Barat. Dan selalu masih sulit bagi mereka langsung percaya begitu saja.... Bulan lalu di Paris salah satu travel agent terbesar Perancis juga menanyakan keberadaan KA Wisata ini setelah melihat foto tersebut. Mereka berminat untuk membuat paket perjalanan ke Sumbar asalkan termasuk dengan KA Wisata ini juga. Karena ini akan menambah minat dan nilai jual paket yang akan mereka tawarkan nantinya. Dari talk show interaktif di TVRI, radio-radio swasta, baik di Sumbar maupun di Jakarta, umumnya masyarakat menyatakan dukungannya terhadap akan diluncurkannya KA Wisata ini. Mereka sudah rindu akan suara "cus... cuss..." Mak Itam yang sudah lama hilang dari bagian kehidupan mereka sehari-hari, apalagi kalau loko uap bisa hidup lagi. Demikian juga masukkan dari para operator pariwisata seperti yang tergabung di ASITA. Tamu-tamu mereka umumnya yang datang ke Sumbar selalu menanyakan kapan mereka bisa mencoba KA melalui Lembah Anai tersebut, karena foto-fotonya sudah beredar di internet, ada beberapa email yang menanyakan bagaimana cara pesan tiket KA Wisata di Sumbar tersebut. Ibu Meutia Hatta tahun lalu juga ikut mendukung KA Wisata dan pengecetan Jembatan Tinggi Anai agar lebih 'eye catching' dan menyarankan adanya festival rakyat di sekitar jembatan tersebut pada saat pembukaan atau penutupan proses pengecatannya nanti. Bapak Emil Salim sangat mendukung karena kemacetan kendaraan mobil sudah tidak bisa dihindarkan lagi pada akhir minggu dan hari besar lainnya, terutama menuju Bukittinggi, serta dukungan-dukungan lainnya. MPKAS juga telah beberapa kali menghadap Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan untuk isu KA Wisata dan KA Sumbar secara keseluruhan. Terakhir pada Maret 2007 lalu MPKAS bersama Gubernur Sumatera Barat Bapak Fauzi Gamawan menghadap ke Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta. Pak Dirjen (waktu itu masih dijabat Bapak Soemino) berjanji akan membantu membangkitkan kembali Kereta Api di Sumatera Barat. Gubernur diminta membuat surat resmi dari Pemda Sumbar ke Dephub RI. Gubernur juga menyampaikan secara terbuka di situ tentang peranan moril MPKAS dalam rangka membantu mendorong dan mengoptimalkan KA di Sumbar. Sekarang melalui jaringan internet (milis dan situs interaktif), MPKAS telah mampu membangun jaringan kepedulian ke seluruh dunia dengan hasil nyata. Untuk tahap awal dalam menyelamatkan KA Sumatera Barat, berupaya menempatkannya sebagai 'ikon' atau 'mascot' Pariwisata Sumatera Barat. Sehingga Gubernur pun akhirnya telah mencanangkan KA Wisata sebagai salah satu Unggulan Pariwisata Sumatera Barat. Menurut Gubernur, Presiden dan Wakil Presiden pun juga mendukung inisiatif ini. Artinya sudah hampir dari 1 tahun lalu. Pada 8 April 2007 lalu Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah dijadwalkan akan meresmikan dimulainya KA Wisata ini. Tetapi musibah gempa besar datang sebulan sebelumnya, 6 Maret 2007. Sekali lagi juga tertunda akibat gempa berikutnya pada 12 September 2007. Walaupun hampir semua rel dalam kondisi baik, 2 lokasi agak terganggu, tetapi perlu dilakukan perbaikan bantalan rel dan jembatan di beberapa tempat demi keamanan. Telah disepakati oleh para perantau Minangkabau yang tergabung di internet dan digulirkan ke seluruh dunia, juga direspon positif oleh Gubernur Sumbar, bahwa akan diadakan Pulang Basamo Sedunia 2008 oleh perantau dengan menggunakan ikon atau maskot KA Wisata tersebut. Di Amerika Serikat mereka sudah mencetak 10.000 buah brosur dan ratusan poster yang disebar ke banyak negara dimana salah satu acaranya adalah naik KA Wisata ini. Promosi dan "ajakan untuk siapa saja" oleh para perantau ini juga didukung dengan Pameran Foto-foto Pariwisata Sumbar di KBRI Paris, KBRI Washington, dan rencananya dalam waktu dekat sedang dijajaki di KBRI Sydney, serta di beberapa kota di negara-negara tersebut. Ajakan "Visit West Sumatra 2008" ini, ditujukan tidak hanya sekedar untuk perantau Minang. Tetapi 'untuk siapa saja': urang sumando, temen-teman, dan kolega-kolega bule mereka lainnya. MinangUSA sebagai inisiator Pulang Basamo 2008 ini telah mencatat 198 orang yang menyatakan akan ikut rombongan ini. Walaupun akhirnya pesertanya akan sangat relatif jumlahnya, tetapi proses-proses dan pendekatan-pendekatan yang dilakukan untuk Pulang Basamo 2008 ini di seluruh dunia sudah merupakan promosi pariwisata gratis tersendiri untuk Pemda Sumatera Barat. Secara tidak langsung, para perantau telah ikut serta ambil peranan mempromosikan Pariwisata Sumatera Barat secara sukarela dan swadana. Sebaliknya, besar harapan kita dari perantau agar Pemda Sumbar juga 'memanfaatkan' momentum ini untuk melakukan perbaikan-perbaikan internal, terutama fasilitas publik seperti WC Umum, dan lain-lain, termasuk kenyamanan pentingnya untuk menghargai tamu-tamu yang datang ke Sumbar. Untuk mendukung agar KA Wisata sampai ke Sawahlunto ini bisa direalisasikan, pada Januari 2007 Gubernur bersama jajaran Pemda Kabupaten dan Kota yang dilalui Kereta Api, sudah memberikan komitmennya untuk mendukung perbaikan 'bantalan rel dan jembatan' KA dengan mengadakan kesepakatan akan menanggung sebagian biaya yang diperlukan. Sekali lagi, karena musibah gempa besar tahun lalu, semua dana yang telah dianggarkan tersebut dialihkan untuk membantu korban bencana. Semoga Gubernur, pada tahun Anggaran 2008 bersedia mengkoordinir komitmen tersebut kembali agar KA Wisata segera terealisir. Terakhir Oktober 2007 lalu, Bapak Wakil Presiden juga telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap KA ini ketika melakukan peninjauan ke Indarung-Teluk Bayur. Beliau langsung menelepon Menteri Perhubungan untuk ditindaklanjuti. Menurut kami, sebaiknya kita di Sumbar juga melakukan sesuatu dan menunjukkan keseriusan kita terhadap optimalisasi KA ini. Jika ini berjalan baik, kita harapkan agar Bapak Presiden ataupun Wakil Presiden bersedia meresmikannya nanti. Karena tujuan utamanya adalah 'publikasi besar' buat promosi program KA Wisata ini. Kalau pun belum bisa satu kali seminggu, satu bulan sekali pun, sudah cukup bagus untuk memulainya. Mungkin juga telah sama-sama kita sadari bahwa tidak semua provinsi bisa memiliki sarana kereta api. Lengkap dengan keindahan alam dan kekayaan budaya luar biasa karunia dan amanah dari Allah SWT seperti di Ranah Minangkabau ini. Sehingga sekali lagi MPKAS meghimbau semua pihak untuk mendukung KA Wisata ini sebagai langkah awal menghidupkan kembali dan "revitalisasi" KA di Sumbar agar jangan sampai mati dan hilang begitu saja. Kalau ini terjadi, kami khawatir kapan Pemda Sumbar akan mampu bangkit lagi dan menyediakan uang triliunan rupiah untuk membangun jaringan sarana dan prasarana KA ini lagi. APBN sekalipun belum tentu akan begitu saja mau mengucurkan dananya ke Sumbar. Dan apa kata dunia nanti kepada kita jika ini sampai terjadi...? Sebagai hasil menghadap ke Dirjen Perkeretaapian Maret 2007, pada Maret 2008 kita sudah dapat konfirmasi bahwa untuk mendukung KA Wisata Sumbar akan mendapat 5 tambahan gerbong baru produksi PT INKA senilai total Rp15 miliar. Gerbong akan diterima langsung di Sumbar tanpa keluar ongkos angkut lagi. Diperkirakan gerbong-gerbong tersebut akan dikirim Juli 2008. Percepatan penambahan kendaraan bermotor yang melalui jalan raya, bukan main dahsyatnya. Sehingga kata-kata 'macet' juga bukan istilah aneh lagi di Sumatera Barat, khususnya di akhir minggu atau hari-hari libur nasional. Kalau sekitar hari-hari Lebaran, dari Padang ke Bukittinggi bisa mencapai 7 jam. Sumatera Barat dengan kontur yang penuh berbukit-bukit, akan kesulitan untuk menambah dan melebarkan jalan raya...! Sehingga jalur Kereta Api sudah saatnya untuk segera dioptimalkan untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas. Agar masyarakat dan wisatawan bisa melakukan perjalanan dengan tepat waktu. Bapak Emil Salim sudah sering menyampaikan hal senada di beberapa forum tentang hal ini. Bapak Gamawan Fauzi, Januari 2007 lalu pernah melontarkan ide pembangunan 'Light Monorail' di Padang dan Bukittinggi. MPKAS sangat mendukung hal ini. Karena Light Monorail ini cukup ditopang tiang-tiang besi sederhana saja sehingga investasinya tidak besar, seperti di sekitar area pelabuhan Sydney. Misalnya untuk di Padang bisa dipasang dari UNP, sepanjang Pantai Padang, masuk kota sampai Pasar Raya, dan seterusnya. Di Bukittinggi dipasang mulai dari Padang Luar, masuk kota, Ngarai, memutar masuk kota dan arah Hotel Pusako, dan kembali ke Padang Luar. Untuk Bukittinggi ini akan sangat membantu. Agar yang datang dari luar kota cukup parkir kendaraan mereka di Padang Luar, lalu naik Monorail ke dalam kota dan check-in di hotel-hotel berdekatan. Naik monorail bisa sekalian menikmati indahnya pemandangan tanpa memikirkan kemacetan jalan raya. Bayangkan jika Kereta Api dari BIM bisa langsung masuk ke stasiun Bukittinggi lalu dilanjutkan dengan Monorail. Awal Februari 2008 lalu, Metro TV sampai merasa perlu meliput dan menyiarkan aktivitas MPKAS ini di acara favorit Metro TV, yaitu OASIS. Bersamaan dengan liputan Metro TV ini, sekaligus kita ekspose secara terbuka adanya 'Gerbong Kepresidenan' yang interiornya dari kayu dan sofanya berlapis kulit. Gerbong ini dulu dipakai oleh Almarhum Soeharto untuk inspeksi Indarung-Teluk Bayur. Setelah liputan dari Metro TV ini, akhirnya banyak mengalir dukungan- moril dari berbagai pihak, termasuk dari berbagai media nasional. Dan ini sangat berarti bagi perkembangan dunia perkeretaapian dan pariwisata Sumbar nantinya. Dari Direksi PT KAI kami selalu mendapat informasi bahwa KAI sekarang sering diundang Pemda Sumbar terkait intensifnya Pemda Sumbar mencari dan menarik investor asing untuk Pembangunan Jalan Tembus Kereta Api dari Solok ke Indarung sepanjang 22 Km melalui terowongan yang cukup panjang. Rencana jalan tembus ini sudah merupakan rencana lama KAI dengan Semen Padang yang tertunda. Untuk menggugah Pemda Sumbar, MPKAS pernah mempresentasikannya pada 1 Desember 2006 di Kantor Gubernur, Jl. Sudirman Padang yang dihadiri Sekdaprov Sumbar, Kadishub, Kadisbudpar, Kepala BAPPEDA, kepala-kepala Kantor Pariwisata yang dilalui kereta api, dan kawan-kawan media lokal Sumbar. Jika jalan tembus ini berhasil, disamping akan membuka peluang dan mengoptimalkan Pelabuhan Teluk Bayur, itu akan membantu mengurangi 'repotnya' PT Semen Padang mengurus sekitar 1.200 truk yang keluar masuk setiap hari di Indarung yang mengangkut batubara dan Semen. Truk-truk berat ini juga yang memacetkan dan menghancurkan sebagian besar jalan raya di Sumbar. Sehingga anggaran perawatan jalan raya meningkat tinggi. Terakhir, kami dari MPKAS dan MAPPAS (Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar yang lahir setelah MPKAS) sebagai 'duo peduli Sumbar' juga mencoba mensosialisasikan usulan program 'menuju masyarakat pariwisata kelas dunia' dengan judul 'Ampek Rancak, Limo Lamak Bana'. Konsep ini masih sangat terbuka untuk didiskusikan dan diubah jika diperlukan. Tujuannya untuk mencoba menghimbau secara bertahap untuk lebih meningkatkan lagi dan sama-sama memulai membiasakan diri bagaimana menyambut tamu secara lebih baik dan 'lebih berkelas' lagi. Isinya 'Ampek Rancak, Limo Lamak Bana' itu adalah: (1) Welcoming People. Agar lebih membiasakan diri lagi menyambut dan mempersilahkan tamu dengan lebih hormat. (2) Appreciation/Thanksful. Agar lebih membiasakan diri dengan ringan menyampaikan terima kasih untuk mengapresiasi usaha dan tindakan tamu kita walau kecil sekalipun. Setidaknya mereka sudah mau datang dan berkunjung ke 'rumah kita'. (3) Apologize. Agar lebih membiasakan diri menyampaikan kata maaf, walaupun hal-hal kecil yang mungkin dirasa belum memuaskan tamu kita, sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan hangat bagi tamu. (4) Calculating. Agar lebih mencoba menghitung dampak jangka panjang agar tidak terjadi inkosistensi dan kenaikan harga tiba-tiba yang mengagetkan para tamu kita atau menghitung dampak tindakan-tindakan kita terhadap kemungkinan harapan kembalinya tamu kita ke 'rumah kita' lagi nantinya. Karena jika mereka mau kembali, pasti mereka akan bawa uang lebih besar lagi ke rumah kita untuk dibelanjakan. Juga berhitung tentang kemungkinan tamu yang tidak nyaman akan dengan mudahnya bercerita dan melempar isu melalui milis-milis di internet. Satu orang menulis, bisa ribuan orang sekaligus membacanya. Bayangkan kalau mereka teruskan lagi cerita ketidaknyamanan tersebut. (5) Keep Smiling Face. Berusaha selalu ramah dan tersenyum kepada siapa pun untuk membangun hubungan-hubungan yang lebih baik dan membuat 'memory' yang tidak terlupakan akan keramahan dan kehangatan sambutan kita di mata para tamu-tamu kita. Kenapa pendekatan ini kita sosialisasikan juga? Karena kita ingin wisatawan agar mau kembali dan berulang-ulang berkunjung ke Sumbar karena terkesan dengan masyarakatnya yang berbudaya tinggi dan memiliki alam yang luar biasa indahnya. Semoga semua usaha kita secara bersama-sama ini bermanfaat bagi masyarakat banyak. Semoga jasa besar Almarhum Bapak Chaidir N. Latief, mantan Ketua Umum MPKAS, yang telah merintis dengan gigih tanpa kenal lelah membangun kepedulian terhadap KA dan pariwisata di Sumbar ini tidak sia-sia begitu saja. Akhirul kalam, MPKAS sekali lagi menghimbau Pemda Sumbar, Pemkab dan Pemko Sumbar yang dilalui rel KA agar segera urun rembuk lagi untuk meneruskan kembali niat dan komitmen yang telah disepakati 3 Januari 2007 lalu di Kantor Gubernur Sumbar. * Penulis Sekretaris Jenderal MPKAS (Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat). Informasi lebih lanjut silakan buka . <http://www.mpkas.west-sumatra.com/> www.mpkas.west-sumatra.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
