Ketika kuda itu sudah mendekati Masnan, dia mengurangi kecepatan larinya dan berhenti pas di samping Masnan.
“Kuda pintar, kau memang hebat dan kebanggaanku.”kata Masnan sambil menepuk-nepuk lehernya, kuda itu seakan mengerti dan mengangguk-anggukan kepalanya. Masnan mengambil tali yang ada di pelana dan mengulurkan ke lubang itu, sambil berseru,”Burhan, paman menurunkan tali ke bawah, kamu peganglan tali itu, paman akan menarikmu ke atas.” Lama Masnan tidak mendengar apapun di bawah sana, tali yang diulurkan oleh Masnan sudah 5 tombak panjangnya baru terasa menyentuh dasar, berarti Burhan jatuh dari ketinggian yang bisa membuat patah kakinya. Memikirkan ini Masnan tambah cemas lagi, kembali dia memanggil-manggil Burhan. Tiba-tiba talinya terasa bergerak ada yang berusaha meraihnya, “Burhan, cepat raih tali itu, nak, paman akan menarik kamu ke atas, pegang talinya erat-erat jangan dilepaskan apapun yang terjadi.” Masnan merasakan talinya seperti diganduli benda berat dan tertarik ke bawah sedikit sesuai dengan berat benda yang ada di bawah itu. Pelan-pelan Masnan menarik beban itu ke atas, semakin lama semakin cepat tarikannya karena dia ingin segera melihat keadaan Burhan, hampir mendekati permukaan tanah dia sudah melihat memang Burhan yang memegang tali itu erat-erat, wajah dan bajunya sudah berlumuran tanah. Buru-buru Masnan menariknya dan melepaskan tali, memegang tubuh Burhan yang melemas. Masnan menghapuskan noda tanah yang ada di wajah Burhan, tiba-tiba dia terpekik kaget karena wajah Burhan seperti terbungkus semacam cairan lilin yang tebal berwarna bening sehingga masih bisa melihat wajah Burhan di bawahnya, dan hanya mata, serta semua lubang di wajahnya saja yang tidak tertutup cairan yang membeku itu. Belum hilang kaget Masnan, tiba-tiba di sampingnya telah berdiri seorang tua yang gagah sekali memandang wajah Burhan. “Hmmm.”katanya, suara itu mirip sekali dengan suara orang yang menolong dia. Tangan orang tua itu bergerak di sekujur tubuh Burhan sambil terus menggumam tidak jelas, semakin dia memeriksa semakin berseri wajah orang tua itu. “Anak yang hebat dan beruntung. Mempunyai susunan tulang yang sempurna dan susunan syaraf otak yang luar biasa serta ketahanan tubuh yang hebat, benar-benar kombinasi yang nyaris tanpa cacat.”kata kakek itu dengan senang, “Siapa nama anak ini?”tanya kakek pada Masnan. “Burhan, tuan, dan siapakah tuan, apakah tuan yang menolong saya tadi?” “Kamu jangan panggil aku tuan, panggil saja pak Gaek (Tua). Apakah ini muridmu?” “Benar sekali pak Gaek,” dalam hati Masnan heran kenapa orang ini bisa tahu Burhan adalah muridnya bukan anaknya. “Pasti kau bertanya dalam hati kenapa aku tahu dia bukan anakmu, itu dikarenakan struktur tulangnya jauh lebih bagus darimu dan bentuk wajahnya tidak ada sedikitpun yang mirip denganmu,”kata orang tua itu dengan tersenyum geli. Masnan semakin yakin bahwa orang tua yang senang dipanggil pak Gaek ini pastilah tokoh persilatan ternama yang sudah menghilang dari dunia persilatan. Dia berusaha mengalihkan pembicaraan karena dia kuatir wajah Burhan yang ditutupi oleh cairan bening itu. “Pak, tahukah anda cairan apa yang membeku di wajah muridku ini?” “Aku tahu, anak ini benar-benar beruntung sekali, kau pernah mendengar nama binatang Kadal Baangin (berangin)?” “Pernah, dulu sekali diceritakan oleh guruku. Jangan katakan muridku mendapat semburan ludah dari kadal itu?”tanya Masnan was-was, karena dia pernah mendengar cerita bahwa kadal ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dagingnya sangat lezat sekali untuk dimakan, barang siapa yang pernah memakan dagingnya maka suhu tubuhnya akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungannya, jadi suhu tubuh orang itu akan tetap stabil di udara dingin maupun di udara panas sekalipun. Hanya ludah kadal ini tidak baik bagi sembarangan orang, bisa menyebabkan kematian yang menggenaskan, tapi jika orang sudah pernah memakan dagingnya maka ludah ini tidak berpengaruh apapun bahkan bisa membuat bagian tubuh manapun kena semburannya, akan bisa menyembuhkan lukanya sendiri misalnya kalau orang itu kena goresan tombak seperti Masnan tadi maka luka yang menganga di kulit itu akan mengering dan menutup sendiri tanpa perlu bantuan obat-obatan apapun juga serta tidak meninggalkan jejak pada kulitnya. “Apapun yang diceritakan oleh gurumu, itu benar adanya, anak ini sungguh beruntung sekali.” Tiba-tiba Burhan membuka matanya dan saat dia membuka matanya dia langsung menatap wajah pak tua itu, dan orang tua itu langsung kaget menerima tatapan bening dan teduh dari Burhan. “Hahahaha... Tuhan, Kau sungguh baik mengabulkan permohonan hambaMu yang rendah ini. Di usia yang semakin larut ini Kau berikan aku sebuah hadiah yang bagus sekali yang tidak berani aku meminta lebih,”kata kakek itu dengan berlinang air mata tapi mulutnya tetap tersenyum. Masnan dan Burhan yang baru sadar itu terkejut melihat kakek itu tertawa dengan gembiranya sampai berlinangan air matanya. Mereka heran apa yang dikatakan oleh orang tua itu, terlebih lagi Burhan yang baru sadar dia masih kebingungan memandang sekitarnya. “Paman, di manakah kita ini? Dan kenapa mukaku terasa tebal?” tanya dia kebingungan. Tangannya sudah terangkat hendak memegang wajahnya, tapi buru-buru orang tua itu menarik tangannya. “Jangan kau pegang wajahmu dulu, besok siang baru boleh dibersihkan, karena cairan itu belum membeku sepenuhnya di wajahmu, jadi khasiatnya belum sempurna.” Bersambung………… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.5/1400 - Release Date: 27/04/2008 9:39 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
