Dari SUARA PEMBARUAN DAILY Rabu 30 April 2008 kito baco tulisan Christianto 
Wibisono. Saya kutip di bawah ini (tanpa izin) sekedar untuak dibaca Rang Lapau 
karena ada hubungan dengan ota Lapau.
Salam,
--MakNgah

________________________________

THE GLOBAL NEXUS
Samawi, Agnostik, dan Tuhan Versi Infiniti  
Christianto Wibisono 
ada Rabu 16 April 2008 Paus Benediktus XVI menikmati menu makan siang ulang 
tahun ke-81 yang disiapkan oleh Franco Nuchese, pemilik restoran Café Milan di 
Washington DC. Dalam The Washington Post 23 April 2008, Nuchese menulis bahwa 
jamuan untuk Sri Paus berbeda dengan banyak raja, ratu, presiden, dan perdana 
menteri yang pernah dialaminya. 
Pada Minggu 20 April, mantan uskup Fernando Lugo (56) menjadi presiden terpilih 
Paraguay menghentikan Partai Colorado yang telah 60 tahun lebih berkuasa di 
negara mayoritas Katolik itu. Sejak merdeka 1844, selama 110 tahun, Paraguay 
mengenal 46 presiden yang berkuasa silih berganti melalui kudeta dan atau 
pemilu bohongan model Orba. 
Pada 1954, Jenderal Alfredo Stroessner merebut kekuasaan dan akan menjadi 
diktator selama 35 tahun hingga 1989. Perlu waktu 19 tahun untuk menggusur 
tuntas Orde Stroessner barulah Fernando Lugo muncul sebagai presiden terpilih 
dengan slogan kiri. 
Pada Rabu 16 April di Lemhannas, Menhan Dr Juwono Sudarsono membuka Seminar 
Menyelamatkan Reformasi dengan Moral dan Etika oleh the Fatwa Center. Wakil 
Ketua MPR AM Fatwa mendirikan tFC mengikuti jejak the Habibie Center. Disusul 
the Ary Suta Center oleh mantan Kepala BPPN serta TB Center, oleh anggota 
Wantimpres TB Silalahi. 
Makalah saya berjudul "Reformasi Indonesia dalam Paradigma Geopolitik Baru". 
Sistem politik Indonesia yang telah menggusur diktator Soeharto mirip dengan 
Paraguay menggusur diktator Stroessner, belum menemukan seorang Lupo. Walaupun 
belum tentu kebijakan Lupo yang populis, antikapitalis juga akan bisa 
memberikan solusi yang optimal bagi negara yang sudah terlanjur "dijarah" oleh 
elite diktator selama 60 tahun. 
Catatan Pinggir Goenawan Mohamad, Tempo 3 Maret 2008, berjudul Fouda merupakan 
kritik terhadap sistem politik berbasis Islam, yang gagal memberikan solusi 
suksesi politik. Dalam sejarah kilafah terjadi begitu banyak kudeta, kontra 
kudeta, pembunuhan politik dan perang suksesi sesama kerabat kalifah yang 
meninggal atau terbunuh. 
Ketua Matakin Budi S Tanuwibowo pada resepsi ulang tahun ke-57 Matakin, Sabtu 
(19/4), mengutip kisah kebenaran kecil dan kebenaran yang lebih besar. Dua 
murid Confucius berdebat sambil bertaruh. Murid A bilang 8x3 =23 dan sedia mati 
untuk itu, sedang murid B tentu saja bilang yang benar ialah 8x3 =24. Tapi, ia 
hanya rela copot topi kalau salah. Keduanya menghadap Confucius dan anehnya 
sang guru membenarkan murid A. Setelah A pergi, B yang membuang topi memprotes. 
Confucius mengatakan jika ia membenarkan B, maka B akan kehilangan teman karena 
A rela mati. Sedang B hanya membuang topi, B tetap hidup begitu pula si A. 
Confucius lebih mengutamakan hidup daripada debat matematis. 
Teologi dan Filsafat 
Saya merujuk buku The Great Transformation tentang era lahirnya tokoh besar, 
seperti, Lao Tze, Confucius, Socrates, Buddha, hingga Yesus pada zaman Axial 
Age, abad pivotal yang luar biasa. Mereka telah mewariskan wacana teologi dan 
filsafat yang relevan hingga saat ini. Manusia yang secara iptek melejit dalam 
waktu 200 tahun terakhir sejak revolusi industri, ternyata mandek dalam 
transformasi moral, etika, dan harkat martabatnya. 
Buku Kearifan Timur, karya teman SMA Loyola saya, Yusuf Sutanto, seorang 
insinyur tekstil beragama Katolik yang kemudian akrab dengan Zen, Confucius, 
Taoisme, Lao Tze, Hindu, Buddha, dan derivatifnya baru saja dibedah oleh 
Siswono Yudohusodo dan pembahas lain pada Rabu 23 April. 
Manusia masih bicara soal dominasi dan hegemoni suku, bangsa, agama, ras dan 
mengklaim sebagai mayoritas ingin menundukkan minoritas. Padahal tidak ada satu 
agama pun yang bisa mengklaim diri sebagai mayoritas. Semua adalah minoritas. 
Golongan yang disebut atheis ditambah Agnostik yang tidak menganut agama 
tertentu, tapi mengakui Tuhan sebagai kekuatan supranatural yang omnipotent 
mencapai 1,5 miliar atau ketiga setelah Kristen + Katolik 2,1 miliar dan Islam 
1,1 miliar. Hindu di nomor 4 dengan 900 juta, menyusul Taoisme dan Confucius 
400 juta, setara dengan Buddhis dan agama tradisional Afrika. 
Agama telah ternodai oleh tingkah laku ekstrem pemeluknya, sehingga sebagian 
masyarakat lebih senang "independen" sebagai agnostic. Kejahatan terhadap 
kemanusiaan, seperti, di Rwanda, Darfur, Bosnia, Kosovo yang dilakukan atas 
dasar perbedaan suku, agama, dan ras tentu harus dihukum supaya tidak terulang. 
Di Indonesia purnawirawan menolak mempertanggungjawabkan kegagalan tugas 
melindungi rakyat yang mati dan teraniaya oleh kejahatan terhadap kemanusiaan 
yang berlindung di balik "berhala negara". 
Sementara itu, krisis pangan menghantui masyarakat, sehingga pusat grosir, 
seperti, Sam's Club dan Costco di AS, sudah membatasi pembelian beras oleh 
pelanggan. Hanya empat karung ukuran 10 kg boleh dibeli, sebab kalau dibiarkan 
maka pengusaha restoran akan menimbun puluhan karung mengantisipasi gejolak 
harga dan kelangkaan beras. 
Kata Kunci 
Steven Pearlstine, Robert Samuelson, dan Ruth Marcus menulis dalam The 
Washington Post (24/4) penyakit AS adalah gila belanja, dengan 70 persen dari 
gaji setara US$ 1 triliun, naik dari 63 persen pada 1980. Pada 2000 utang US$ 
7,4 triliun atau 103 persen pendapatan. Pada 2007 berlipat US$ 14,4 triliun 
atau 139 persen dari pendapatan. Kata kuncinya ialah besar pasak daripada tiang 
ditambah biaya perang Irak triliunan dolar AS. 
Perbedaan falsafah Barat Timur, Samawi non-Samawi, teologi sektarian seperti 
yang ditulis Thomas Friedman bahwa agama dianggap Tuhan versi 0.0 Hindu, 1.0 
Yahudi, 2.0 Kristen, dan 3.0 Islam harus direformasi. Tuhan yang benar ialah 
versi Infiniti, yang tahan segala zaman, cuaca, abad, jagad dan melintasi 
batasan suku, agama, ras, dan etnis. 
Tuhan yang dikungkung oleh SARA jelas bukan Tuhan sejati versi Infiniti. 
Celakanya justru manusia munafik yang berteriak paling keras mencoba membela 
Tuhan versi terkungkung itulah yang mendominasi elite dan pendapat umum dunia. 
Tuhan versi Infiniti tidak perlu dibela oleh manusia picik. Sebab yang diukur 
dan diapresiasi oleh Tuhan versi Infiniti adalah satunya kata dan perbuatan, 
alias tidak munafik. Hanya sibuk ritual berdoa dan ber retorika demi Tuhan, 
demi Agama, tapi malah menjadi sumber konflik politik, bahkan dengan kekerasan 
terhadap sesama manusia atau sesama agama. 
Paraguay adalah konflik internal Katolik, Mesir dengan kisah Fouda adalah 
konflik sesama Muslim, Indonesia dengan kasus Ahmadyah, Tibet adalah Buddha dan 
RRT adalah campuran Taois dan Confucianis, plus derivate Buddha, Dalai Lama 
berlindung di India yang sekuler, tapi mayoritas Hindu. 
Semua menjadi kacau- balau sebab tidak ada yang menghormati kebenaran sejati 
8x3=24. Mayoritas membenarkan 8x3=23, dengan fanatisme ingin membantai pihak 
yang benar. Ironi dan tragedi dunia manusia ialah penganut 8x3 =23 malah merasa 
diwahyu-I dan ingin memusnahkan pihak 8x3=24. 
Penulis adalah pengamat masalah nasional dan internasional 

________________________________

Last modified: 28/4/08 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke