Assalamualaikum w.w. Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta,

Sesungguhnya saya tidak berkeinginan untuk ikut berwacana tentang 'capres dari Sumbar' dalam milis RN ini, yang menurut penglihatan saya lebih banyak merupakan 'wishful thinking' belaka. Apalagi sudah cukup banyak pendapat yang diutarakan oleh para netters lain.

Namun sekedar merespons permintaan Nanda Hanifah, dapat saya sampaikan bahwa pencalonan seorang capres tidak semudah itu: 1) harus liwat parpol, yang masing-masingnya sudah menimang-nimang calonnya sendiri; 2) pencalonan presiden liwat parpol tidak gratis, harus ada "gizi"-nya ratusan miliar rupiah, yang hanya bisa dibayar oleh para cukong, yang pasti akan minta fasilitas. [ Saya sama sekali tidak yakin ada 'capres Minang' yang punya dana sebanyak itu];  3) calon yang akan dipilih orang banyak adalah calon yang secara pribadi memberi kesan akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang menghimpit rakyat banyak [kalau bisa dengan 'tongkrongan' yang meyakinkan, seperti SBY]; 4) tidak ada jaminan sama sekali bahwa calon yang direstui parpol besar pasti akan menang, karena pendukung parpol bisa mempunyai pendirian yang berbeda dari keinginan DPP-nya. Ingat kasus kegagalan Wiranto-Salahuddin Wahid yang dicalonkan Golkar dalam Pemilu 2004, atau kasus kegagalan Megawati yang dicalonkan PDI-P dalam Pemilu yang sama. Yang terpilih malah pasangan SBY-JK yang dicalonkan oleh partai-partai kecil, tentu dengan dukungan penyandang dana yang kuat, yang sebagiannya sudah duduk dalam pemerintahan kini. Sukar dibantah, bahwa pesona pribadi SBY dengan tongkrongan tinggi besar, charming, pensiunan jenderal, berpengalaman dalam pemerintahan, terkesan jujur dan sopan, mempunyai daya tarik yang sukar disaingi oleh pesaing manapun. Banyak jajak pendapat yang menunjukkan bahwa para pemilih masih banyak memilih SBY, dengan JK atau tanpa JK.

Jika dipikir-pikir, siapapun yang akan jadi presiden nanti, akan 'mamikua lamang angek', oleh karena: 1) demikian beratnya beban tanggung jawab yang harus dipikulnya terutama dalam bidang ekonomi; 2) demikian kecilnya kemampuan APBN untuk mendukung rencana perbaikan ekonomi tersebut; 3) demikian berkuasanya DPR RI, yang mampu mengganjal siapa pun yang akan menjadi presiden; 4) demikian rusaknya sistem pemerintahan oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme; 5) demikian meluasnya ketidakpuasan  rakyat, baik terhadap pemerintah dan DPR RI. Apa para 'capres Minang' siap untuk memikul 'lamang angek' ini ?

Tambahan lagi, apa mungkin pemilih pada tingkat 'grass roots'  dari Jawa -- yang merupakan sebagian besar pemilih -- akan memilih 'capres Minang' yang muncul secara tiba-tiba ? Wapres JK saja sangsi apa akan dirinya akan terpilih jika mencalonkan diri secara langsung.

Jadi bagaimana baiknya ? Bagaimana kalau kita perbaiki dulu kampung halaman kita di Sumatera Barat ? Menurut penglihatan dan pengalaman saya, 'sagarobak tundo' masalah Ranah yang perlu kita tangani bersama. Sudah saatnya kita bangun dari mimpi indah ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Wed, 4/30/08, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 30, 2008, 2:25 PM

Assalammualaikum Wr Wb dunsanak kasadono yth

 

Sanak Hendra,

Wakatu Gus Dur jadi presiden heboh dunia .. kok urang buto bisa jadi presiden ?

Wakatu Mega jadi presiden heboh juo urang sabalik... kok bisa ??

Kuliah S1 indak tamaik, pangalaman ??

Kato kawan uni, " ah itu bisa diatur "

Trus ado juo nan usil katiko Suharto nan jadi presiden, " Suharto dun cuman satahun jadi presidennoh, salabiahno ibu Tin ". ???

 

Oh iyo, awak kan lai punyo dosen LEMHANAS, awak tanyo dulu kabaliaulah.

 

Bapak Saaf yth

 

Turunkanlah ilmu politik praktis kakami rakyaik badarai gon bapak.

Untuak nan katibo, sia nan cocok ka jadi presiden RI ? Baa caro maanalisisno ?

Kami nantian patunjuak bapak.

 

Wass

 

Hanifah Damanhuri



--- On Wed, 4/30/08, Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )
To: "rantaunet" <[email protected]>
Date: Wednesday, April 30, 2008, 9:42 AM

Dunsanak sadonyo, 
Sesuai dengan kaidah, bahwa orang minang harus belajar dari alam juga dari
sejarah
Alam takambang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang dll .
Utk kepemimpinan mulai dari kepala dusun sampai wali nagari apo lain presiden,
kita perlu mengambil pelajaran dari sejarah dari para pemimpin yg berhasil.
Sekedar tambahan sajo , perbandingan di militer, seorang pemimpin terlatih
secara bertahap memimpin dari level yg lebih rendah sampai ke level yg lebih
tinggi. Mulai dari komandan regu, peleton, kesatuan, batalyon, divisi dan
selanjutnya sampai menjadi seorang panglima besar.
Pemimpin yg baik, adalah pemimpin yg terlatih karena telah memimpin dari level
yg rendah sampai ke yang lebih tinggi Presiden Iran, sebelum nya adalah
walikota Teheran. Di Amerika, presiden yg berhasil awalnya adalah gubernur
Negara bagian. Banyak juga kita ambil contoh2 lain
Ada pepatah, perjalanan panjang dan jauh di mulai dari sebuah langkah kecil yg
ringan , menurut ambo pribadi seorang pemimpin yg baik ialah pemimpin yg telah
terbiasa memimpin dalam skala kecil kemudian naik secara bertingkat.Beberapa
nabi, kita lihat sejarahnya waktu muda nya pernah menjadi pengembala ternak (
nabi Musa, nabi Muhammad dll )
Seorang pemimpin bisa juga dilihat dari masa kecil / muda nya , misalnya saat
kecil ia sering memimpin teman2 nya main bola, atau mengembala ternak, pimpinan
di sekolah / kampus nya.
Pemimpin berbeda dengan pemikir, karena pemikir / pembicara belum tentu bisa
juga dalam implementasi praktis di lapangan. Seseorang yg ahli politik, sering
berbicara masalah politik, bahkan mengajari gubernur atau presiden sekalipun,
belum tentu bisa jadi pemimpin sebenarnya.
Seseorang yg langsung menjadi pemimpin di level tinggi, tanpa pernah mempunyai
pengalaman di level bawah, kemungkinan besar kurang berhasil dalam kepemimpinan
nya kelak, karena demikianlah hukum alam, seperti banyak kita lihat pada
pemimpin karbitan di jaman orba dulu.
Kembali ke cerita calon presiden, ambo labiah setuju dg kaidah alami, seorang
pemimpin bisa kita lihat dari kemampuannya memimpin di level yg lebih rendah
atau di masa lalu nya.
Sebagai bandingan, jalur yg dilalui pak Gamawan Fauzi , cukup alamiah dan
pantas , ia mulai dari bupati solok kemudian gubernur sumbar, tak salah kelak
ia menapaki jadi presiden pula, sebagaimana hal nya Fadel yg jadi gubernur
gorontalo. Di Sumut gubernur baru nya , adalah bupati Langkat juga awalnya.
Idealnya seorang bupati di sumbar, adalah berasal dari walinagari atau camat yg
berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Gubernur berasal dari bupati
yg paling berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Presiden RI.
Kembali ke filosofis Alam terkembang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang ,
ambo lebih setuju, bahwa seorang pemimpin, semisal presiden, gubernur, bupati
dll, adalah mereka yg telah berhasil memimpin di level yg lebih rendah.

Salam hangat dari tengah keheningan kebun teh gunung malabar, bandung selatan
Hendra Messa
http://hdmessa.wordpress.com
---------

TOPIK: Ini Dia Capres Dari Sumbar
== 1 dari 2 ==
Tanggal: Sel 29 Apr 2008 00:35
Dari: "Indra Jaya Piliang" 

Sajak tahun 2008 dimulai, ambo alah labiah banyak bapidato, ketimbang jadi
seorang seminaris. Menutup akhir tahun, ambo pidato di depan GP Ansyor
(Saefullah Jusuf dkk), memasuki 1 Muharram, ambo diminta "jadi Ustad"
di PP
Muhammadiyah (di depan Din Syamsuddin, dkk). Tahun ko, alah banyak gubernur
nan ambo tamui, terakhir ambo makan malam samo Zulkifli Nurdin di Rumah
Dinas Gubernur Jambi, lalu orasi sampai jam 12 malam di Hotel Abadi (sabtu
lalu, tanggal 26 April). Sabalunnyo, ambo orasi di depan Fadel Muhammad di
Gorontalo dan makan malam di rumah dinasnyo. Di Sumsel, ambo duduak baduo jo
Alex Noerdin dalam debat gubernur Sumsel 2008-2013. di Aceh, ambo juo orasi
di depan sejumlah partai politik local dan nasional. Ado juo nan dari Kodam
dan Polda.
Tadi malam, ambo di TVRI soal NAMRU2. padi tadi, batamu jo urang Inggris.
Barusan, jo urang Bali. Bisuak pagi, ambo ka Aceh, presentasi dalam kegiatan
Bapennas. Sabtu, ambo ka Semarang.
Itulah hiduik ambo. Alun urusan lain jo pihak DPR, DPD, parpol, dll. Dalam
kapasitas apapun. Manuruik ambo, iko caro baraja hiduik, mauji nyali,
membenturkan ide.
Jadi, ambo mengalir sajo, basamo ombak.
ijp




____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ



Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---







Kirim email ke