Assalamualaikum w.w. Sanak Anggun, Sanak Jupardi, dan Nanda Hanifah,
Tarimo kasih banyak ateh pangaratian sanak dan Nanda taradok pandapek dan saran ambo. Tapi ambo indak kamahalangi para sanak kito nan alah maraso bana-bana siap untuak maju. Go ahead. Hanyo kalau kito pakai 'SWOT Analysis' a la kadarnyo, rasonyo yo paralu mukjizat -- jo pitih banyak -- supayo 'capres dari Sumbar' bisa bana-bana tapiliah tahun 2009 bisuak, kurang labiah sabaleh bulan lai dari kini. Apo indak tasasak bana jo wakatu ? Alah sampai dima parsiapan ?
Tapi mano tahu, rasaki urang kan balain-lain. bak kecek Nanda Hanifah, Gus Dur sajo bisa, manga awak indak.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta)
--- On
Thu, 5/1/08, jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Balasan: [EMAIL PROTECTED] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? ) To: [email protected] Date: Thursday, May 1, 2008, 11:36 AM
Pak Anggun samo awak mah iko "lamang nan jaleh" kampuang halaman DIBANGUN nan jaleh di Jawa terutama nan mambuek urang awak kalah jiko manyalonkan Presiden (iko bisa sajo..syah2 sajo awak maimpikan..urang minang jadi RI 1 dan itu hak sebagai penduduk RI) tapi di Grass Root diJawa..baa kecek Pak Anggun ...FANATISME bahaso pasarannya POKOKE....TANDO TANGAN DARAH.. POKOKE...MBAK
KAMI.......POKOKE....POKOKE.. Batua tu angko Pak anggun Gubernur wak Pak Gamawan wakatu Talk Show di Program IMPACT..Peter F Gonta manayabuik juo jumlah tu saparo di ranah Minang.... saparo marantau selagi rang subarang nan POKOKE itu..yo payah awak malawan rang minang terkenal agak Moderat stek indak Patron dan Klien baa kejek Rajo......Ngge
.............Ngge..sabana Ngge..ditingkek bawah kalau urang awak IYO alun tantu IYO kadang iyokan dek urang laluan dek awak..ondeh... Salam-Andi J - (43 +, L)
anggun gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Apa yang disampaikan oleh bapak Saafroedin Bahar, seolah-olah "menampar" bagi sebagian peserta milis ini, yang telah begitu bergairah (ada yang sudah bersedia menjadi team sukses dan dukungan lainnya) untuk mewujudkan mimpi INDONESIA 2009 akan dipimpin oleh Urang Minang.
tapi sebagai orang tua yang arif, bapak saafroedin tidak hendak mematikan semangat yang ada (dan saya kira beliau juga megimpikan akan tiba masa Presiden Indonesia adalah Urang Awak), namun lebih kepada menyadarkan kita dari "wishful thingking" atau panjang angan-angan kalau
dalam bahasa agama, akan realitas
(dalam term filsafat, istilah "realita" mencakup arti yangl lebih luas, yaitu "alam semesta") sebenarnya yang saat ini terjadi.
mungkin, akan ada yang berpikir bukankah kenyataan/kesuksesan berawal dari "sebuah impian yang muluk-muluk pada awalnya"??? kan tidak salah jika orang Minang punya cita-cita menempatkan putra terbaiknya di RI 1??
Mungkin juga ada yang berpikir, bukankah persoalan-persoalan yang terjadi di ranah/lokal/daerah terjadi karena kebijakan pusat (cerita perubahan struktur nagari ke desa mungkin telah akrab bagi bapak2 dan ibu sekalian) dan banyak hal bisa diselesaikan melalui kekuasaan di pusat (kita bisa melihat bagaimana pak Harto ketika memimpin, telah menyediakan sarana dan fasilitas di desa kelahirannya, buya syafi'i mesti menggunakan kekuasaan sebagai Ketua Muhammadiyah untuk melakukan pendekatan agar kampung kelahirannya dialiri listrik, bagaimana presiden SBY mengusahakan pendirian Pabrik Rokok di tanah kelahiran
beliau di Pacitan,
sehingga mengangkat standar hidup penduduk di sana). dalam artian, ketika kita bisa meraih kursi tertinggi di Republik ini peluang kita memperbaiki ranah minang akan semakin besar.
ada sebuah kesan bahwa ajakan marilah kita perbaiki dulu kampung halaman sebelum kita berpkir ke arah perebutan kekuasaan, merupakan upaya mereduksi semangat kaum muda minang yang tersebar di berbagai tempat di negeri ini.
Namun, lagi-lagi saya cendrung setuju dengan pak Saafroedin, yang mencoba melihat secara jernih peluang dan tantangan persoalan pencalonan ini. saya hanya ingin menambahkan sebuah data riil yang ada terkait peluang kemenangan calon dari Minang. sebagaimana yang tertulis di berbagai referensi, jumlah suku minangkabau yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara di dunia berjumlah sekitar 11-12 juta jiwa (kalau salah mohon diperbaiki..). kalau kita bandingkan dengan jumlah suku jawa yang merupakan suku terbesar di negeri ini, sekitar 90 juta,
berarti
perbandingan kita dengan suku jawa 1/8 atau 1/9. sebagaimana yang kita ketahui "grass root" yang disampaikan oleh pak Saafroedin memiliki tipe "ketaatan" dan "fanatisme" terhadap etnis dan pemimpin dari kalangan mereka. gejala ini bukan hanya terjadi di grass root, di dataran intelektual jawa pun terjadi fenomena fanatisme ini. so, kalau mau hitung2an statistik (karena pemilu dihitung berdasarkan suara terbanyak, suara tukang becak dengan suara profesor sama nilainya) maka, bisa jadi calon dari Minang akan kalah.
saya kira himbauan untuk kembali memulai sesuatu dari "diri sendiri", kemudian memperbaiki keluarga, kampung, adalah himbauan yang arif dan beginilah sebenarnya langkah awal dari revolusi. sebagaimana Rasulullah yang mulai berdakwah kepada keluarga, kerabat terdekat, sampai pesona islam merambah ke wilayah-wilayah lain. Rasulullah hijrah ke madinah (daerah rantau) dalam rangka membangun sebuah peradaban bersama orang-orang yang
loyal dengan beliau.
orang minang merantau biasa karena desakan ekonomi dan pencarian ilmu pengetahuan. Rasulullah didukung oleh sahabat-sahabat yang setia bahkan rela mengorban nyawanya demi rasulullah dan islam. kenyataan ini berbeda sekali dengan kenyataan komunitas minang. penyakit psikologis yang melumpuhkan ikatan dan kesetiaan masih bersarang di kebanyakan orang minang. kalau sudah begitu bagaimana mau maju bersama-sama...
kalau calon dari Minang SAMA SAJA KUALITASNYA dengan pemimpin yang sekarang bahkan lebih parah buat apa memilih orang minang. sudah saatnya berpikir transnasional (bukan trans nasional cooperation yang saya maksudkan) tidak membela etnis sendiri meskipun dia salah atau benar.
JADI PERBAIKILAH DIRI SENDIRI DULU ADALAH JAWABAN ARIF BAGI ORANG-ORANG YANG BENAR-BENAR MENGIMPIKAN REVOLUSI....saluuut buat pak Saafroedin...
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta,
Sesungguhnya saya tidak berkeinginan untuk ikut berwacana tentang 'capres dari Sumbar' dalam milis RN ini, yang menurut penglihatan saya lebih banyak merupakan 'wishful thinking' belaka. Apalagi sudah cukup banyak pendapat yang diutarakan oleh para netters lain.
Namun sekedar merespons permintaan Nanda Hanifah, dapat saya sampaikan bahwa pencalonan seorang capres tidak semudah itu: 1) harus liwat parpol, yang masing-masingnya sudah menimang-nimang calonnya sendiri; 2) pencalonan presiden liwat parpol tidak gratis, harus ada "gizi"-nya ratusan miliar rupiah, yang hanya bisa dibayar oleh para cukong, yang pasti akan minta fasilitas. [ Saya sama
sekali tidak yakin ada 'capres Minang' yang punya dana
sebanyak itu]; 3) calon yang akan dipilih orang banyak adalah calon yang secara pribadi memberi kesan akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang menghimpit rakyat banyak [kalau bisa dengan 'tongkrongan' yang meyakinkan, seperti SBY]; 4) tidak ada jaminan sama sekali bahwa calon yang direstui parpol besar pasti akan menang, karena pendukung parpol bisa mempunyai pendirian yang berbeda dari keinginan DPP-nya. Ingat kasus kegagalan Wiranto-Salahuddin Wahid yang dicalonkan Golkar dalam Pemilu 2004, atau kasus kegagalan Megawati yang dicalonkan PDI-P dalam Pemilu yang sama. Yang terpilih malah pasangan SBY-JK yang dicalonkan oleh partai-partai kecil, tentu dengan dukungan penyandang dana yang kuat, yang sebagiannya sudah duduk dalam pemerintahan kini. Sukar dibantah, bahwa pesona pribadi SBY dengan tongkrongan tinggi besar, charming, pensiunan jenderal, berpengalaman dalam pemerintahan, terkesan jujur dan sopan, mempunyai daya tarik yang sukar
disaingi oleh pesaing
manapun. Banyak jajak pendapat yang menunjukkan bahwa para pemilih masih banyak memilih SBY, dengan JK atau tanpa JK.
Jika dipikir-pikir, siapapun yang akan jadi presiden nanti, akan 'mamikua lamang angek', oleh karena: 1) demikian beratnya beban tanggung jawab yang harus dipikulnya terutama dalam bidang ekonomi; 2) demikian kecilnya kemampuan APBN untuk mendukung rencana perbaikan ekonomi tersebut; 3) demikian berkuasanya DPR RI, yang mampu mengganjal siapa pun yang akan menjadi presiden; 4) demikian rusaknya sistem pemerintahan oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme; 5) demikian meluasnya ketidakpuasan rakyat, baik terhadap pemerintah dan DPR RI. Apa para 'capres Minang' siap untuk memikul 'lamang angek' ini ?
Tambahan lagi, apa mungkin pemilih pada tingkat 'grass roots' dari Jawa -- yang merupakan sebagian besar pemilih -- akan memilih 'capres Minang' yang muncul secara tiba-tiba ? Wapres JK saja sangsi apa akan dirinya akan
terpilih jika
mencalonkan diri secara langsung. Jadi bagaimana baiknya ? Bagaimana kalau kita perbaiki dulu kampung halaman kita di Sumatera Barat ? Menurut penglihatan dan pengalaman saya, 'sagarobak tundo' masalah Ranah yang perlu kita tangani bersama. Sudah saatnya kita bangun dari mimpi indah ini.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta)
--- On Wed, 4/30/08, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? ) To: [email protected] Date: Wednesday, April 30, 2008, 2:25 PM
| Assalammualaikum Wr Wb dunsanak kasadono yth Sanak Hendra, Wakatu Gus Dur jadi presiden heboh dunia .. kok urang buto bisa jadi presiden ? Wakatu Mega jadi presiden heboh juo urang sabalik... kok bisa ?? Kuliah S1 indak tamaik, pangalaman ?? Kato kawan uni, " ah itu bisa diatur " Trus ado juo nan usil katiko Suharto nan jadi presiden, " Suharto dun cuman satahun jadi presidennoh, salabiahno ibu Tin ". ??? Oh iyo, awak kan lai punyo dosen LEMHANAS, awak tanyo dulu kabaliaulah. Bapak Saaf yth Turunkanlah ilmu politik praktis kakami rakyaik badarai gon bapak. Untuak nan katibo, sia nan cocok ka jadi presiden RI ? Baa caro maanalisisno ? Kami nantian
patunjuak bapak.
Wass Hanifah Damanhuri
--- On Wed, 4/30/08, Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? ) To: "rantaunet" <[email protected]> Date: Wednesday, April 30, 2008, 9:42 AM
Dunsanak sadonyo, Sesuai dengan kaidah, bahwa orang minang harus belajar dari alam juga dari sejarah Alam takambang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang dll . Utk kepemimpinan mulai dari kepala dusun sampai wali nagari apo lain presiden, kita perlu mengambil pelajaran dari sejarah dari para pemimpin yg berhasil. Sekedar tambahan sajo , perbandingan di militer, seorang pemimpin terlatih secara bertahap memimpin
dari level yg lebih rendah sampai ke level yg lebih tinggi. Mulai dari komandan regu, peleton, kesatuan, batalyon, divisi dan selanjutnya sampai menjadi seorang panglima besar. Pemimpin yg baik, adalah pemimpin yg terlatih karena telah memimpin dari level yg rendah sampai ke yang lebih tinggi Presiden Iran, sebelum nya adalah walikota Teheran. Di Amerika, presiden yg berhasil awalnya adalah gubernur Negara bagian. Banyak juga kita ambil contoh2 lain Ada pepatah, perjalanan panjang dan jauh di mulai dari sebuah langkah kecil yg ringan , menurut ambo pribadi seorang pemimpin yg baik ialah pemimpin yg telah terbiasa memimpin dalam skala kecil kemudian naik secara bertingkat.Beberapa nabi, kita lihat sejarahnya waktu muda nya pernah menjadi pengembala ternak ( nabi Musa, nabi Muhammad dll ) Seorang pemimpin bisa juga dilihat dari masa kecil / muda nya , misalnya saat kecil ia sering memimpin teman2 nya main
bola, atau mengembala ternak, pimpinan di sekolah / kampus nya. Pemimpin berbeda dengan pemikir, karena pemikir / pembicara belum tentu bisa juga dalam implementasi praktis di lapangan. Seseorang yg ahli politik, sering berbicara masalah politik, bahkan mengajari gubernur atau presiden sekalipun, belum tentu bisa jadi pemimpin sebenarnya. Seseorang yg langsung menjadi pemimpin di level tinggi, tanpa pernah mempunyai pengalaman di level bawah, kemungkinan besar kurang berhasil dalam kepemimpinan nya kelak, karena demikianlah hukum alam, seperti banyak kita lihat pada pemimpin karbitan di jaman orba dulu. Kembali ke cerita calon presiden, ambo labiah setuju dg kaidah alami, seorang pemimpin bisa kita lihat dari kemampuannya memimpin di level yg lebih rendah atau di masa lalu nya. Sebagai bandingan, jalur yg dilalui pak Gamawan Fauzi , cukup alamiah dan pantas , ia mulai dari bupati solok kemudian
gubernur sumbar, tak salah kelak ia menapaki jadi presiden pula, sebagaimana hal nya Fadel yg jadi gubernur gorontalo. Di Sumut gubernur baru nya , adalah bupati Langkat juga awalnya. Idealnya seorang bupati di sumbar, adalah berasal dari walinagari atau camat yg berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Gubernur berasal dari bupati yg paling berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Presiden RI. Kembali ke filosofis Alam terkembang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang , ambo lebih setuju, bahwa seorang pemimpin, semisal presiden, gubernur, bupati dll, adalah mereka yg telah berhasil memimpin di level yg lebih rendah.
Salam hangat dari tengah keheningan kebun teh gunung malabar, bandung selatan Hendra Messa http://hdmessa.wordpress.com ---------
TOPIK: Ini Dia Capres Dari Sumbar == 1 dari 2 == Tanggal: Sel 29 Apr 2008 00:35 Dari: "Indra Jaya Piliang"
Sajak tahun 2008 dimulai, ambo alah labiah banyak bapidato, ketimbang jadi seorang seminaris. Menutup akhir tahun, ambo pidato di depan GP Ansyor (Saefullah Jusuf dkk), memasuki 1 Muharram, ambo diminta "jadi Ustad" di PP Muhammadiyah (di depan Din Syamsuddin, dkk). Tahun ko, alah banyak gubernur nan ambo tamui, terakhir ambo makan malam samo Zulkifli Nurdin di Rumah Dinas Gubernur Jambi, lalu orasi sampai jam 12 malam di Hotel Abadi (sabtu lalu, tanggal 26 April). Sabalunnyo, ambo orasi di depan Fadel Muhammad di Gorontalo dan makan malam di rumah dinasnyo. Di Sumsel, ambo duduak baduo jo Alex Noerdin dalam debat gubernur Sumsel 2008-2013. di Aceh, ambo juo orasi di depan sejumlah partai politik local dan nasional. Ado juo nan dari Kodam dan Polda. Tadi malam, ambo di TVRI soal NAMRU2. padi tadi, batamu jo urang Inggris. Barusan, jo urang Bali. Bisuak pagi, ambo ka Aceh, presentasi dalam
kegiatan Bapennas. Sabtu, ambo ka Semarang. Itulah hiduik ambo. Alun urusan lain jo pihak DPR, DPD, parpol, dll. Dalam kapasitas apapun. Manuruik ambo, iko caro baraja hiduik, mauji nyali, membenturkan ide. Jadi, ambo mengalir sajo, basamo ombak. ijp
____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
=============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
| | |