Pak Anggun
  samo awak mah
  iko "lamang nan jaleh"
  kampuang halaman DIBANGUN
   
  nan jaleh di Jawa terutama
  nan mambuek urang awak kalah jiko manyalonkan Presiden (iko bisa sajo..syah2 
sajo
  awak maimpikan..urang minang jadi RI 1 dan itu hak sebagai penduduk RI)
  tapi di Grass Root diJawa..baa kecek Pak Anggun ...FANATISME
  bahaso pasarannya  POKOKE....TANDO TANGAN DARAH..
  POKOKE...MBAK KAMI.......POKOKE....POKOKE..
   
  Batua tu angko Pak anggun
  Gubernur wak Pak Gamawan wakatu Talk Show
  di Program IMPACT..Peter F Gonta manayabuik juo jumlah tu
  saparo di ranah Minang.... saparo marantau
  selagi rang subarang nan POKOKE itu..yo payah awak malawan
  rang minang terkenal agak Moderat stek indak Patron dan Klien
  baa kejek Rajo......Ngge .............Ngge..sabana Ngge..ditingkek bawah
  kalau urang awak IYO alun tantu IYO
  kadang iyokan dek urang laluan dek awak..ondeh...
   
  Salam-Andi J - (43 +, L)

anggun gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Apa yang disampaikan oleh bapak Saafroedin Bahar, seolah-olah "menampar" bagi 
sebagian peserta milis ini, yang telah begitu bergairah (ada yang sudah 
bersedia menjadi team sukses dan dukungan lainnya) untuk mewujudkan mimpi 
INDONESIA 2009 akan dipimpin oleh Urang Minang. 

tapi sebagai orang tua yang arif, bapak saafroedin tidak hendak mematikan 
semangat yang ada (dan saya kira beliau juga megimpikan akan tiba masa Presiden 
Indonesia adalah Urang Awak), namun lebih kepada menyadarkan kita dari "wishful 
thingking" atau panjang angan-angan kalau dalam bahasa agama, akan realitas 
(dalam term filsafat, istilah "realita" mencakup arti yangl lebih luas, yaitu 
"alam semesta") sebenarnya yang saat ini terjadi.

mungkin, akan ada yang berpikir bukankah kenyataan/kesuksesan berawal dari 
"sebuah impian yang muluk-muluk pada awalnya"??? kan tidak salah jika orang 
Minang punya cita-cita menempatkan putra terbaiknya di RI 1??

Mungkin juga ada yang berpikir, bukankah persoalan-persoalan yang terjadi di 
ranah/lokal/daerah terjadi karena kebijakan pusat (cerita perubahan struktur 
nagari ke desa mungkin telah akrab bagi bapak2 dan ibu sekalian) dan banyak hal 
bisa diselesaikan melalui kekuasaan di pusat (kita bisa melihat bagaimana pak 
Harto ketika memimpin, telah menyediakan sarana dan fasilitas di desa 
kelahirannya, buya syafi'i mesti menggunakan kekuasaan sebagai Ketua 
Muhammadiyah untuk melakukan pendekatan agar kampung kelahirannya dialiri 
listrik, bagaimana presiden SBY mengusahakan pendirian Pabrik Rokok di tanah 
kelahiran beliau di Pacitan, sehingga mengangkat standar hidup penduduk di 
sana). dalam artian, ketika kita bisa meraih kursi tertinggi di Republik ini 
peluang kita memperbaiki ranah minang akan semakin besar. 

ada sebuah kesan bahwa ajakan marilah kita perbaiki dulu kampung halaman 
sebelum kita berpkir ke arah perebutan kekuasaan, merupakan upaya mereduksi 
semangat kaum muda minang yang tersebar di berbagai tempat di negeri ini.

Namun, lagi-lagi saya cendrung setuju dengan pak Saafroedin, yang mencoba 
melihat secara jernih peluang dan tantangan persoalan pencalonan ini. saya 
hanya ingin menambahkan sebuah data riil yang ada terkait peluang kemenangan 
calon dari Minang. sebagaimana yang tertulis di berbagai referensi, jumlah suku 
minangkabau yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara di dunia berjumlah 
sekitar 11-12 juta jiwa (kalau salah mohon diperbaiki..). kalau kita bandingkan 
dengan jumlah suku jawa yang merupakan suku terbesar di negeri ini, sekitar 90 
juta, berarti perbandingan kita dengan suku jawa 1/8 atau 1/9. sebagaimana yang 
kita ketahui "grass root" yang disampaikan oleh pak Saafroedin  memiliki tipe 
"ketaatan" dan "fanatisme" terhadap etnis dan pemimpin dari kalangan mereka. 
gejala ini bukan hanya terjadi di grass root, di dataran intelektual jawa pun 
terjadi fenomena fanatisme ini. so, kalau mau hitung2an statistik (karena 
pemilu dihitung berdasarkan suara terbanyak, suara tukang
 becak dengan suara profesor sama nilainya) maka, bisa jadi calon dari Minang 
akan kalah.

saya kira himbauan untuk kembali memulai sesuatu dari "diri sendiri", kemudian 
memperbaiki keluarga, kampung, adalah himbauan yang arif dan beginilah 
sebenarnya langkah awal dari revolusi. sebagaimana Rasulullah yang mulai 
berdakwah kepada keluarga, kerabat terdekat, sampai pesona islam merambah ke 
wilayah-wilayah lain. Rasulullah hijrah ke madinah (daerah rantau) dalam rangka 
membangun sebuah peradaban bersama orang-orang yang loyal dengan beliau. orang 
minang merantau biasa karena desakan ekonomi dan pencarian ilmu pengetahuan. 
Rasulullah didukung oleh sahabat-sahabat yang setia bahkan rela mengorban 
nyawanya demi rasulullah dan islam. kenyataan ini berbeda sekali dengan 
kenyataan komunitas minang. penyakit psikologis yang melumpuhkan ikatan dan 
kesetiaan masih bersarang di kebanyakan orang minang. kalau sudah begitu 
bagaimana mau maju bersama-sama...

kalau calon dari Minang SAMA SAJA KUALITASNYA  dengan pemimpin yang sekarang 
bahkan lebih parah buat apa memilih orang minang. sudah saatnya berpikir 
transnasional (bukan trans nasional cooperation yang saya maksudkan) tidak 
membela etnis sendiri meskipun dia salah atau benar. 

JADI PERBAIKILAH DIRI SENDIRI DULU ADALAH JAWABAN ARIF BAGI ORANG-ORANG YANG 
BENAR-BENAR MENGIMPIKAN REVOLUSI....saluuut buat pak Saafroedin...

"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Assalamualaikum w.w. 
Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta,

Sesungguhnya saya tidak berkeinginan untuk ikut berwacana tentang 'capres dari 
Sumbar' dalam milis RN ini, yang menurut penglihatan saya lebih banyak 
merupakan 'wishful thinking' belaka. Apalagi sudah cukup banyak pendapat yang 
diutarakan oleh para netters lain.

Namun sekedar merespons permintaan Nanda Hanifah, dapat saya sampaikan bahwa 
pencalonan seorang capres tidak semudah itu: 1) harus liwat parpol, yang 
masing-masingnya sudah menimang-nimang calonnya sendiri; 2) pencalonan presiden 
liwat parpol tidak gratis, harus ada "gizi"-nya ratusan miliar rupiah, yang 
hanya bisa dibayar oleh para cukong, yang pasti akan minta fasilitas. [ Saya 
sama sekali tidak yakin ada 'capres Minang' yang punya dana sebanyak itu];  3) 
calon yang akan dipilih orang banyak adalah calon yang secara pribadi memberi 
kesan akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang menghimpit rakyat banyak 
[kalau bisa dengan 'tongkrongan' yang meyakinkan, seperti SBY]; 4) tidak ada 
jaminan sama sekali bahwa calon yang direstui parpol besar pasti akan menang, 
karena pendukung parpol bisa mempunyai pendirian yang berbeda dari keinginan 
DPP-nya. Ingat kasus kegagalan Wiranto-Salahuddin Wahid yang dicalonkan Golkar 
dalam Pemilu 2004, atau kasus kegagalan Megawati yang
 dicalonkan PDI-P dalam Pemilu yang sama. Yang terpilih malah pasangan SBY-JK 
yang dicalonkan oleh partai-partai kecil, tentu dengan dukungan penyandang dana 
yang kuat, yang sebagiannya sudah duduk dalam pemerintahan kini. Sukar 
dibantah, bahwa pesona pribadi SBY dengan tongkrongan tinggi besar, charming, 
pensiunan jenderal, berpengalaman dalam pemerintahan, terkesan jujur dan sopan, 
mempunyai daya tarik yang sukar disaingi oleh pesaing manapun. Banyak jajak 
pendapat yang menunjukkan bahwa para pemilih masih banyak memilih SBY, dengan 
JK atau tanpa JK.

Jika dipikir-pikir, siapapun yang akan jadi presiden nanti, akan 'mamikua 
lamang angek', oleh karena: 1) demikian beratnya beban tanggung jawab yang 
harus dipikulnya terutama dalam bidang ekonomi; 2) demikian kecilnya kemampuan 
APBN untuk mendukung rencana perbaikan ekonomi tersebut; 3) demikian 
berkuasanya DPR RI, yang mampu mengganjal siapa pun yang akan menjadi presiden; 
4) demikian rusaknya sistem pemerintahan oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme; 
5) demikian meluasnya ketidakpuasan  rakyat, baik terhadap pemerintah dan DPR 
RI. Apa para 'capres Minang' siap untuk memikul 'lamang angek' ini ?

Tambahan lagi, apa mungkin pemilih pada tingkat 'grass roots'  dari Jawa -- 
yang merupakan sebagian besar pemilih -- akan memilih 'capres Minang' yang 
muncul secara tiba-tiba ? Wapres JK saja sangsi apa akan dirinya akan terpilih 
jika mencalonkan diri secara langsung.
  
Jadi bagaimana baiknya ? Bagaimana kalau kita perbaiki dulu kampung halaman 
kita di Sumatera Barat ? Menurut penglihatan dan pengalaman saya, 'sagarobak 
tundo' masalah Ranah yang perlu kita tangani bersama. Sudah saatnya kita bangun 
dari mimpi indah ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
  (L, 71 th, Jakarta)



--- On Wed, 4/30/08, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari 
sumbar ? )
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 30, 2008, 2:25 PM

            Assalammualaikum Wr Wb dunsanak kasadono yth
   
  Sanak Hendra, 
  Wakatu Gus Dur jadi presiden heboh dunia .. kok urang buto bisa jadi presiden 
?
  Wakatu Mega jadi presiden heboh juo urang sabalik... kok bisa ??
  Kuliah S1 indak tamaik, pangalaman ??
  Kato kawan uni, " ah itu bisa diatur "
  Trus ado juo nan usil katiko Suharto nan jadi presiden, " Suharto dun cuman 
satahun jadi presidennoh, salabiahno ibu Tin ". ???
   
  Oh iyo, awak kan lai punyo dosen LEMHANAS, awak tanyo dulu kabaliaulah.
   
  Bapak Saaf yth
   
  Turunkanlah ilmu politik praktis kakami rakyaik badarai gon bapak.
  Untuak nan katibo, sia nan cocok ka jadi presiden RI ? Baa caro maanalisisno ?
  Kami nantian patunjuak bapak. 
   
  Wass
   
  Hanifah Damanhuri
  

--- On Wed, 4/30/08, Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  From: Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )
To: "rantaunet" <[email protected]>
Date: Wednesday, April 30, 2008, 9:42 AM


Dunsanak sadonyo, 
Sesuai dengan kaidah, bahwa orang minang harus belajar dari alam juga dari
sejarah 
Alam takambang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang dll .
Utk kepemimpinan mulai dari kepala dusun sampai wali nagari apo lain presiden,
kita perlu mengambil pelajaran dari sejarah dari para pemimpin yg berhasil.
Sekedar tambahan sajo , perbandingan di militer, seorang pemimpin terlatih
secara bertahap memimpin dari level yg lebih rendah sampai ke level yg lebih
tinggi. Mulai dari komandan regu, peleton, kesatuan, batalyon, divisi dan
selanjutnya sampai menjadi seorang panglima
 besar.
Pemimpin yg baik, adalah   pemimpin yg terlatih karena telah memimpin dari level
yg rendah sampai ke yang lebih tinggi Presiden Iran, sebelum nya adalah
walikota Teheran. Di Amerika, presiden yg berhasil awalnya adalah gubernur
Negara bagian. Banyak juga kita ambil contoh2 lain 
Ada pepatah, perjalanan panjang dan jauh di mulai dari sebuah langkah kecil yg
ringan , menurut ambo pribadi seorang pemimpin yg baik ialah pemimpin yg telah
terbiasa memimpin dalam skala kecil kemudian naik secara bertingkat.Beberapa
nabi, kita lihat sejarahnya waktu muda nya pernah menjadi pengembala ternak (
nabi Musa, nabi Muhammad dll ) 
Seorang pemimpin bisa juga dilihat dari masa kecil / muda nya , misalnya saat
kecil ia sering memimpin teman2 nya main bola, atau mengembala ternak, pimpinan
di sekolah / kampus nya.
Pemimpin berbeda dengan pemikir, karena pemikir / pembicara belum tentu bisa
juga dalam implementasi praktis di
 lapangan. Seseorang yg ahli politik,   sering
berbicara masalah politik, bahkan mengajari gubernur atau presiden sekalipun,
belum tentu bisa jadi pemimpin sebenarnya.
Seseorang yg langsung menjadi pemimpin di level tinggi, tanpa pernah mempunyai
pengalaman di level bawah, kemungkinan besar kurang berhasil dalam kepemimpinan
nya kelak, karena demikianlah hukum alam, seperti banyak kita lihat pada
pemimpin karbitan di jaman orba dulu.
Kembali ke cerita calon presiden, ambo labiah setuju dg kaidah alami, seorang
pemimpin bisa kita lihat dari kemampuannya memimpin di level yg lebih rendah
atau di masa lalu nya.
Sebagai bandingan, jalur yg dilalui pak Gamawan Fauzi , cukup alamiah dan
pantas , ia mulai dari bupati solok kemudian gubernur sumbar, tak salah kelak
ia menapaki jadi presiden pula, sebagaimana hal nya Fadel yg jadi gubernur
gorontalo. Di Sumut gubernur baru nya , adalah bupati Langkat juga awalnya. 
Idealnya
 seorang bupati di sumbar, adalah berasal dari   walinagari atau camat yg
berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Gubernur berasal dari bupati
yg paling berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Presiden RI.
Kembali ke filosofis Alam terkembang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang ,
ambo lebih setuju, bahwa seorang pemimpin, semisal presiden, gubernur, bupati
dll, adalah mereka yg telah berhasil memimpin di level yg lebih rendah.

Salam hangat dari tengah keheningan kebun teh gunung malabar, bandung selatan 
Hendra Messa
http://hdmessa.wordpress.com
---------

TOPIK: Ini Dia Capres Dari Sumbar 
== 1 dari 2 ==
Tanggal: Sel 29 Apr 2008 00:35
Dari: "Indra Jaya Piliang"  

Sajak tahun 2008 dimulai, ambo alah labiah banyak bapidato, ketimbang jadi
seorang seminaris. Menutup akhir tahun, ambo pidato di depan GP Ansyor
(Saefullah Jusuf dkk), memasuki 1 Muharram, ambo diminta
 "jadi Ustad"
di PP
Muhammadiyah (di depan Din Syamsuddin,   dkk). Tahun ko, alah banyak gubernur
nan ambo tamui, terakhir ambo makan malam samo Zulkifli Nurdin di Rumah
Dinas Gubernur Jambi, lalu orasi sampai jam 12 malam di Hotel Abadi (sabtu
lalu, tanggal 26 April). Sabalunnyo, ambo orasi di depan Fadel Muhammad di
Gorontalo dan makan malam di rumah dinasnyo. Di Sumsel, ambo duduak baduo jo
Alex Noerdin dalam debat gubernur Sumsel 2008-2013. di Aceh, ambo juo orasi
di depan sejumlah partai politik local dan nasional. Ado juo nan dari Kodam
dan Polda. 
Tadi malam, ambo di TVRI soal NAMRU2. padi tadi, batamu jo urang Inggris.
Barusan, jo urang Bali. Bisuak pagi, ambo ka Aceh, presentasi dalam kegiatan
Bapennas. Sabtu, ambo ka Semarang. 
Itulah hiduik ambo. Alun urusan lain jo pihak DPR, DPD, parpol, dll. Dalam
kapasitas apapun. Manuruik ambo, iko caro baraja hiduik, mauji nyali,
membenturkan ide. 
Jadi, ambo
 mengalir sajo, basamo ombak.
ijp



       
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


      
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.


      
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 

            
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!    
  




       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke