Mamak elthaf, presiden itu malaekat. Kelemahan orang Indonesia dalam memilih pemimpin adalah memilih malaekat. Presiden itu orang biasa saja. Justru yang pola pikirnya menjadi pola piker masyarakat kebanyakan yang diperlukan. Yang mengerti dengan masyarakat kebanyakan. Yang paham bahwa kurang dari 5% masyarakat Indonesia yang berpendidikan tinggi. Yang tahu bahwa 80% lebih tenaga kerja Indonesia terdiri dari tamatan SD atau tidak tamat SD.
Yang juo paham bahwa yang berpendidikan tinggi itu juo banyak yang hanyo sakadar pemburu dollar. Kurang dari 20 urang Indonesia yang menerbitkan buku di luar negeri, dari penerbit ternama, kalau ukurannyo adalah santiang aka. Hampir sadonyo ndak namuah tajun ka pemerintahan, doh, melainkan bergerak di pinggiran. Ambo mau jawab soal bahasa Inggris dllnyo (dulu juo ado posting model iko). Ambo acok batamu jo urang-urang bule, japang, cino, korea, dllnyo. Urang japang jo cino ndak banyak kecek, doh. Haik-haik sajo. Urang _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Elthaf (elthaf) Sent: 30 April 2008 15:38 To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Saraik manjadi Presiden, Wapres RI Assalaamualaikum wr.wb., Bagi ambo nan kamanjadi presiden jo Wapres RI itu syaraiknyo adolah: 1. Laki-laki, Islam taat, lah manunaikan rukun islam kalimo naiak haji, berkeluarga yang rukun, usia 50 - 60 tahun 2. Kok dapek urang Jawa rancak, banyak nilai plusnyo, Presiden dari Jawa dan Wapres dari Minang, wapres juo laki-laki. 3. Pendidikan minimal S1, sarancaknyo S2 atau S3 dari lua nagari, misalnyo Harvard dll, pikirannyo lah terpola labiah mangglobal 4. Bahaso Inggris santiang, minimal pernah sakola atau lulusan dari PT di lua nagari dan lah acok maagiah presentasi, seminar dalam dan lua nagari. 5. Bisa main Golf, akan labiah bagengsi dan santiang malobby di padang Golf 6. Bisa manyanyi, indak kaku di acara informal, 7. Menguasai English, Golf, Nyanyi lah syarat standar untuak seorang pemimpin, Leader, syaraik iko tamasuak untuak gubernur, wako, bupati. 8. Panampilan gagah, barasiah, wajahnyo enak dipandang. 9. Kalau dari militer, TNI AD, minimal lah pernah jadi Pangdam, atau satingkek Mayor Jenderal, sarancaknyo pernah jadi Wakasad, Kasad, Pangkostrad, sekjen Dephan, Kasum, lah bintang tigo atau ampek, 10. Kalau dari birokrat, lah pernah sakola di lua nagari, pernah jadi menteri. 11. Kalau dari pengusaha, punyo asset M M an, atau lah T lah, punyo usaho yang banyak bidang dan cabangnyo, hulu ka hilia 12. Kalau dari partai, minimal panguruih di DPP, jaan hanyo pernah mauruih partai sajo, harus pernah maurus negara atau perusahaan, hebat di partai alun menjamin bisa mauruih negara. syaratnyo sasuia nan dari birokrat atau nan dari pengusaha. 13. Lah banyak ikuik pelatihan, seminar, kepantiaan dll. 14. lah luluih Lemhanas akan laibuah baiak 15 Lah acok menulis di mass media dan labiah rancak kalau lah pernah mangarang buku 16. Santiang IT, minimal MS Office, Indak gaptek Dek ambo untuak kini, sarancaknyo presiden RI tu dari TNI AD dengan pangkat Letjen atau Jenderal Di lua dari nan di ateh rasonyo terlalu barek untuak mauruih negara awak ko, jaan GD dan MG yang jadi pedoman, hasianyo kan lah samo kito caliak. Seorang leader nan kompetensi dan keahliannyo biaso-biaso sajo hasianyo juo biaso-biaso sajo dan malah akan mundur, jadi kalau kamanjadi Presiden, Gubernur, Bupati/Wako kompetensinyo tu harus tinggi dan hebatlah. Mohon maaf kalau kurang tapek Tarimokasih Wasalam, Elthaf _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang Sent: Wednesday, April 30, 2008 11:56 AM To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? ) Banyak yang menempung jenjang karir berakhir tampa hasil. Rata@ bupati dan walikota di Sumatera Barat adalah orang karir, bahkan gubernurnya pun orang karir, apa yang terjadi. Dari Jamannya Gub Azuar Anas samapai saat eranya Gamawan Fauzi, apa ada yang berhasil? saya pribadi melihat bahwa keberhasilan seseorang tidak bisa dinilai dari satu pihak saja. Azuar Anas, Hasan Basri Durin memang bisa menjadi menteri, tetapi keberhasilan mereka adalah keberhasilan personal dan kedaekatan pribadi. Dari dahulu sampai kini provinsi awak ko salalu managadahkan tangan dari kemurahan urang pusat. Banyak potensi yang ado ndak ta olah maksimal. Kalo ado bancano balomba-lomba ka Jakarta mancari umbangan. Sadiah awak maliek iko, apo lai bancano dijadikan alasan maminta bantuan/sadakah. Jadi saya tidak melihat bahwa karir akan sukses memimpin. Semuanya dikembalikan kepada manusianya. Bicara pemimpin adalah bicara kesempatan, kita bisa lihat ada beberapa daerah yang sukses saat ini dan tidak dipimpin oleh orang karir di pemerintahan. Contoh Gorontalo dipimpin pengusaha, Solo dipimpin pengusaha, Sragen ahli perminyakan dan jadi pengusaha, di Bali kabupaten yg paling miskin Singgaraja (maaf kalau salah) dipimpin oleh seorang profesor, dikalimantan timur juga kabupaten (saya lupa namanya)yg paling miskin dipimpin oleeh dokter. Kalo di Sumbar saaya cuma melihat Sawahlunto yg dipimpin seorang pengusaha. Penilaian saya di ranah sumatera barat. Pasaman dipimpin oleh polisi, tidak maju-maju dan kadang kebijaksanaannya lucu juga. Ibukota Lubuk Sikaping menjadi tempat pembuangan sampah akhir dari kec. Panti dan Tapus (dihari pasar). Ini kota tempat saya dibesarkan. Perobahan yang saya lihat, ada satu unit perangkat lampu lalu lintas di jalan utama yg sempit dan dibatasi oleh taman kota sebagai pembagi jalan. Dulu juga dipimpin oleh polisi, ada yang unik juga, kepala rumah sakit dipimpin oleh seorang sarjana agama. masa itu tidak ada kemajuan. Bukittinggi dipimpin oleh orang karir, apa yang terjadi. Saya baru pulang dari Bukittinggi dan perpindahan transportasi pada terminal aur kuning, apa yg dilihat, ampun kotor dan sembraut. Ditengah kota mungkin lebih banyak angkutan dari pada orang ......kali, sama kayak bogor yg dipenuhi angkot. Satu lagi pasar padang luar yg macetnya mengimbangi macet jakarta dikala hari ujan dan jam pulang kantor di hari Jumat. Belum lagi sensasinya yg akan menutup jam gadang di malam tahun baru 2008. Kalau saya lihat para pengambil keputusan ini harusnya orang -orang terpilih dan teruji, kalau orang karir di pemerintahan itu seperti air mengalir saja, kurang tantangan karena mereka berada dalam koridor yg sudah ditetapkan. Mungkin ada satu dua yg berhasil, tetapi langka. Sumbar menghasilkan para pemikir yg brilian dan telah terbukti oleh zaman. Sayang saat ini para pemudanya banyak mengharap diterima jadi pegawai negeri. Bilo lah era keemasan iko bisa baliak maangkek kebesaran urang minang. Maaf kalo adaa kato@ nan salah Nanang ----- Original Message ---- From: Hendra Messa <[EMAIL PROTECTED]> To: rantaunet <[email protected]> Sent: Wednesday, April 30, 2008 9:42:20 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? ) Dunsanak sadonyo, Sesuai dengan kaidah, bahwa orang minang harus belajar dari alam juga dari sejarah Alam takambang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang dll . Utk kepemimpinan mulai dari kepala dusun sampai wali nagari apo lain presiden, kita perlu mengambil pelajaran dari sejarah dari para pemimpin yg berhasil. Sekedar tambahan sajo , perbandingan di militer, seorang pemimpin terlatih secara bertahap memimpin dari level yg lebih rendah sampai ke level yg lebih tinggi. Mulai dari komandan regu, peleton, kesatuan, batalyon, divisi dan selanjutnya sampai menjadi seorang panglima besar. Pemimpin yg baik, adalah pemimpin yg terlatih karena telah memimpin dari level yg rendah sampai ke yang lebih tinggi Presiden Iran, sebelum nya adalah walikota Teheran. Di Amerika, presiden yg berhasil awalnya adalah gubernur Negara bagian. Banyak juga kita ambil contoh2 lain Ada pepatah, perjalanan panjang dan jauh di mulai dari sebuah langkah kecil yg ringan , menurut ambo pribadi seorang pemimpin yg baik ialah pemimpin yg telah terbiasa memimpin dalam skala kecil kemudian naik secara bertingkat.Beberapa nabi, kita lihat sejarahnya waktu muda nya pernah menjadi pengembala ternak ( nabi Musa, nabi Muhammad dll ) Seorang pemimpin bisa juga dilihat dari masa kecil / muda nya , misalnya saat kecil ia sering memimpin teman2 nya main bola, atau mengembala ternak, pimpinan di sekolah / kampus nya. Pemimpin berbeda dengan pemikir, karena pemikir / pembicara belum tentu bisa juga dalam implementasi praktis di lapangan. Seseorang yg ahli politik, sering berbicara masalah politik, bahkan mengajari gubernur atau presiden sekalipun, belum tentu bisa jadi pemimpin sebenarnya. Seseorang yg langsung menjadi pemimpin di level tinggi, tanpa pernah mempunyai pengalaman di level bawah, kemungkinan besar kurang berhasil dalam kepemimpinan nya kelak, karena demikianlah hukum alam, seperti banyak kita lihat pada pemimpin karbitan di jaman orba dulu. Kembali ke cerita calon presiden, ambo labiah setuju dg kaidah alami, seorang pemimpin bisa kita lihat dari kemampuannya memimpin di level yg lebih rendah atau di masa lalu nya. Sebagai bandingan, jalur yg dilalui pak Gamawan Fauzi , cukup alamiah dan pantas , ia mulai dari bupati solok kemudian gubernur sumbar, tak salah kelak ia menapaki jadi presiden pula, sebagaimana hal nya Fadel yg jadi gubernur gorontalo. Di Sumut gubernur baru nya , adalah bupati Langkat juga awalnya. Idealnya seorang bupati di sumbar, adalah berasal dari walinagari atau camat yg berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Gubernur berasal dari bupati yg paling berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Presiden RI. Kembali ke filosofis Alam terkembang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang , ambo lebih setuju, bahwa seorang pemimpin, semisal presiden, gubernur, bupati dll, adalah mereka yg telah berhasil memimpin di level yg lebih rendah. Salam hangat dari tengah keheningan kebun teh gunung malabar, bandung selatan Hendra Messa http://hdmessa.wordpress.com <http://hdmessa.wordpress.com/> --------- TOPIK: Ini Dia Capres Dari Sumbar == 1 dari 2 == Tanggal: Sel 29 Apr 2008 00:35 Dari: "Indra Jaya Piliang" Sajak tahun 2008 dimulai, ambo alah labiah banyak bapidato, ketimbang jadi seorang seminaris. Menutup akhir tahun, ambo pidato di depan GP Ansyor (Saefullah Jusuf dkk), memasuki 1 Muharram, ambo diminta "jadi Ustad" di PP Muhammadiyah (di depan Din Syamsuddin, dkk). Tahun ko, alah banyak gubernur nan ambo tamui, terakhir ambo makan malam samo Zulkifli Nurdin di Rumah Dinas Gubernur Jambi, lalu orasi sampai jam 12 malam di Hotel Abadi (sabtu lalu, tanggal 26 April). Sabalunnyo, ambo orasi di depan Fadel Muhammad di Gorontalo dan makan malam di rumah dinasnyo. Di Sumsel, ambo duduak baduo jo Alex Noerdin dalam debat gubernur Sumsel 2008-2013. di Aceh, ambo juo orasi di depan sejumlah partai politik local dan nasional. Ado juo nan dari Kodam dan Polda. Tadi malam, ambo di TVRI soal NAMRU2. padi tadi, batamu jo urang Inggris. Barusan, jo urang Bali. Bisuak pagi, ambo ka Aceh, presentasi dalam kegiatan Bapennas. Sabtu, ambo ka Semarang. Itulah hiduik ambo. Alun urusan lain jo pihak DPR, DPD, parpol, dll. Dalam kapasitas apapun. Manuruik ambo, iko caro baraja hiduik, mauji nyali, membenturkan ide. Jadi, ambo mengalir sajo, basamo ombak. ijp ____________________________________________________________________________ ________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ _____ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http:/mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8H DtDypao8Wcj9tAcJ%20> it now.<BR --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
