Minyak nilam adalah salah satu dari sekian banyak minyak atsiri.
Selain minyak nilam ada lagi minyak pala, minyak cengkeh, minyak dari
daun cengkeh, minyak dari daun limau (dikampuang awak daun limau ko
dipakai untuak mamasak gulai dagiang), minyak sereh, minyak dari
bungo-bungo, minyak jahe (jahe biaso atau jahe merah) dll seterusnya.

Sadoalahe nan tasabuik di ateh ado dikampuang awak. Jadi sangaik
potensi untuak dikambangkan. Pasa international minyak atsiri ko
tarutamo adalah Amerika, Japang, Eropah dan Timur Tengah. Jadi kalau
ingin berbisnis sambia mangambangkan potensi kampuang awak rancak bana
di Rantau Net mangingek anggota Rantau net ado disadonyo pasa pasa
potensi tasabuik di ateh. Tingga baa caranyo mansinergikanyo agar
saliang mauntuangkan.

Salah satu bibit nilam yang terbaik memang dari Aceh. Tapi bibit
tersebut bisa juga ditanam dikampung kita gak tahu apakah mutunya sama
dengan hasil dari daerah asalnya.

Kalau ingin baraja labiah banyak tantang minyak atsiri bisa bagabuang
di milis ko: [EMAIL PROTECTED]

Salah satu ahlinyo nan banyak mambarikan masuakan tantang minyak
atsiri adolah Buk Ben urang awak nan tingga di Amrik. Baliau sangaik
padek ilmunyo dan tahu pulo jaringan bisnisnyo. Kalau indak salah Ibuk
Ben anggota pulo di milis ko. Mungkin dek sadang asik jalan jalan di
kampuang dalam rangka liburan, alun sempat mancogok lai.

Sakian dari ambo,
Zulkifli Taher anak ketek dari Pakandangan-Pariaman


On 6/15/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>  Minyak Nilam, Mentawai. Posting ini merupakan suatu sumber berita yang
>  penting untuk retrospeksi pandangan dunia kita.
>
>  1. Minyak Nilam. Daerah penghasil Minyak Nilam yang lebih dikenal selama
>  ini adalah Aceh. Daerah Aceh sudah menjadi sasaran buruan
>  pencium-pencium ekonomi asing sejak masa yang tidak diketahui sepanjang
>  sejarah. Kia tahu Kapur Barus sudah dikenal dengan adanya kota Barus
>  yang sudah dikenal pedagang-pedagan Arab sejak masa dan mungkin sebelum
>  Nabi Sulaiman.
>
>  Minyak Nilam adalah induk segala parfum. Saya kira juga Minyak Nilam
>  seiring dengan itu sudah menjadi pujaan Ratu Balqis (Queen of Sheba)
>  yang dapat merayu kasih cinta Nabi Sulaiman. Nabi Muhammad s.a.w.
>  khabarnya senang juga dengan parfum, banyak orang-orang Arab di Mesjid
>  baik hari Hari Jumat apalagi hari Raya mengoleskan parfum katanya
>  mengikuti sunnah.
>
>  Dalam keterangan-keterangan umum, hanya Aceh yang dianggap sebagai
>  sumber barang-barang kecil bernilai tinggi ini. Selain itu Aceh dikenal
>  dengan produk-produk terkenal diluar dengan Pinang dan Perca ,sekarang
>  gas, dll. Nah, dasar, atau induk semua parfumm ini berasal dari Minyak
>  Nilam, Pachouli Oil yang tumbuhannya bearsal dari Indonesia, yah di
>  Aceh, sekarang rupanya juga baru diketahui tumbuh di Mentawai.
>
>  2. Mentawai. Kita, dari Sumatera Barat Daratan mudah-mudahan baru
>  dikejutkan dengan adanya Minyak Nilam yang dihasilkan di Mentawai. Baru
>  saja kita dikejutkan bahwa Mentgawai adalah tempat sorga surfers
>  termashur di seluruh dunia yabngdapat diekpoitasi untuk keperlua
>  turisme. Banyak lagi sumber-sumber alam yang tidak kita ketahui dari
>  pandangan kita dari Sumatera Barat Daratan. Betapa kayu-kayu berharga
>  sudah dibabat besar-besaran , tanpa atau dengan sepengetahuan diam-diam
>  oleh "orang-orang yang tahu cari untung" di ibukota daratan kita.
>
>  Kita di daratan, barangkali terlalu Minang Sentrik, ignoran, tidak
>  mengindahkan penduduk dan kekayaan kepulauan berharga ini. Lihatlah
>  Google Earth, terbang-terbanglah di atasnsya. Bandingkanlah areal
>  Mentawai paralel dari sepanjang pantai Sumatera Barat dari Utara ke
>  Selatan. Luasnya kalau dilihat sepintas lalu, kira-kira sama dengan
>  separoh Sumatera Barat Daratan. Tetapi pernahkah kita memperhatikannya.
>  Bahkan dalam pandangan ekstrim kita menganggap penduduk Mentawai orang
>  terbelakang, yah maaf, dikategorikan dan barangkali diperlakukan,
>  sebagai orang yang masih biadab, tidak perlu diperhatikan. Yang kita
>  anggap Sumatera Barat yang dijuluki "sumbar",  kata yang kurang saya
>  senangi itu, hanyalah Sumatera Barat Daratan saja, Daerah Inti
>  Minangkabau. Kapankah kita akan terhindar dari Minang Sentrik ini?
>
>  Salam,
>
>  --Inyiak Sunguik
>
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke