Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata Sumbar,
Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008 – bersamaan dengan dengan hari Selasa
pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta – saya sungguh terpaku menyaksikan siaran
langsung pidato calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Barack
Obama, di Chicago, pusat industri mobil, yang sedang menghadapi masa suram,
bukan hanya akibat kenaikan harga BBM tetapi juga akibat persaingan dengan
mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak pengamat politik Amerika
yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai politisi benar-benar akan diuji
sewaktu berhadapan dengan massa pemilih di kota ini.
Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya diri
tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah mendapatkan
dukungan para delegasi dan super-delegates dari Partai Demokrat, dan yang masih
harus diresmikan dalam Konvensi Partai Demokrat pada tanggal 25 Agustus
mendatang, menyampaikan program-programnya dengan kalimat-kalimat sederhana
yang mudah difahami setiap orang – lengkap dengan angka-angka dukungan anggaran
untuk melaksanakan setiap program -- mengenai berbagai masalah yang sedang
menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat dewasa ini. Walaupun masih
berstatus sebagai calon presiden, namun secara amat meyakinkan, Obama sudah
tampak sebagai seorang presiden baru Amerika Serikat, yang berbicara kepada
seluruh bangsa Amerika Serikat, terlepas apakah yang bersangkutan dari pengikut
Partai Demokrat atau Partai Republik.
Saya yang secara pribadi sudah mengalami kurun kepresiden lima orang presiden
Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden Soekarno, yang
selain mampu memukau orang banyak, juga mampu menyampaikan gagasan dan
kebijakannya dengan dukungan data dan fakta, tanpa membaca konsep pidato sama
sekali. Saya yakin, pidatonya yang memukau massa tersebut selain berasal dari
pengalamannya sebagai senator, ingatan yang kuat, dukungan para penasihatnya
dan ahli strategi kampanyenya, juga karena ia mempelajari seluruh masalah yang
sedang dihadapi Amerika Serikat, baik masalah dalam negeri maupun masalah luar
negeri, dan mengembangkan serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya.
Seluruhnya itu jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada Bangsa
dan Negaranya yang sedang dirundung berbagai masalah itu.
Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika Serikat
dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima tahun ini
telah memakan korban lebih dari 4000 orang anggota militer Amerika Serikat
serta telah memakan biaya ratusan miliar dollar, pada saat Amerika Serikat
sendiri sedang dirundung hutang luar negeri yang amat besar. Biaya yang bisa
dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang yang sesungguhnya
tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun perekonomian Amerika
Serikat sendiri. Untuk menyediakan lapangan kerja, ia menjanjikan akan menambah
anggaran untuk keperluan pendidikan dan pelatihan bagi setiap anak, menambah
anggaran untuk mendorong penelitian dan pengembangan sehingga industri Amerika
Serikat bisa bersaingan dengan industri negara-negara lainnya, dan akan
meninjau kembali perjanjian perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia
menjamin agar orang Amerika paling sedikit
mempunyai pendidikan setingkat college. Untuk itu ia akan menyediakan bantuan
keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus dibayar kembali melalui pekerjaan
sosial atau sebagai anggota Peace Corps di luar negeri.Bagi anggota militer
yang selesai menjalankan tugasnya di Irak, ia akan memperjuangkan G.I Bill ,
yaitu undang-undang yang menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan tinggi.
Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk
menghubungkan seluruh Amerika Serikat – dari kota-kota besar sampai ke
desa-desa terpencil --- dengan jaringan internet broadband dalam tempo sepuluh
tahun mendatang. Bukan main. Dapat saya bayangkan bahwa dengan dukungan
jaringan internet broadband tersebut seluruh, ulangi seluruh, Amerika Serikat
benar-benar akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh orang Amerika itu
sudah makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah menyaksikan kemiskinan
masyarakat Amerika, khususnya warga kulit hitam, di kota-kota Negara Bagian
Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah berubah banyak selama 34 tahun
ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan penduduk di pegunungan Appalachia,
yang sampai sekarang masih demikian halnya.. Saya percaya jaringan internet
selain akan membuka wawasan mereka juga akan membuka peluang mereka untuk maju.
Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa kaitannya
dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang sama sekali
tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membangun kembali negerinya sendiri.
Secara khusus ia mengeritik perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan, yang
pada suatu sisi mengekspor ratusa ribu mobil ke Amerika Serikat, tetapi pada
sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya sendiri.
Secara amat meyakinkan ia benar-benar melumat seluruh kebijakan Presiden George
W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John McCain, sehingga
kedua tokoh Partai Republik tersebut bagaikan sudah tinggal bayang-bayang
belaka dalam pentas politik Amerika Serikat. Walau pemilihan presiden Amerika
Serikat akan berlangsung empat bulan lagi, namun Obama sudah tampil secara amat
meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain mampu menyatukan kembali
Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan yang lebih baik untuk sepuluh
tahun mendatang. Sebabnya sederhana. Calon presiden Partai Demokrat lainnya,
Senator Hillary Rodham Clinton, telah menghentikan kampanyenya dan secara
ksatria mengakui kemenangan Obama, mengucapkan selamat, dan mendorong
pendukungnya untuk mendukung Barack Obama.Presiden incumbent George W Bush yang
secara pribadi selama ini bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak
jujur, dan gagal dalam Perang Irak yang tidak
populer itu, secara in concreto seakan-akan sudah dilupakan oleh Bangsa
Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai Republik sudah cukup tua tua –
71 tahun – berambut putih dan terkesan sakit-sakitan, selain tidak mahir
berpidato dan kaku, juga tidak mampu menampilkan kebijakan yang cerdas dan
meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh Bangsa
Amerika. Setelah tampil menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia
berkampanye di kota-kota kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini
merupakan seorang prima donna dalam panggung politik Amerika Serikat. Tidaklah
mengherankan bahwa mantan Wakil Presiden Al Gore, yang juga merupakan seorang
pemenang Hadiah Nobel, memberikan dukungan kepada Barack Obama.
Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat,
Selama malala sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya sudah
sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden Amerika
Serikat, khususnya Senator Hillary Rodham Clinton, Senator John McCain, dan
Senator Barack Obama. Sungguh, dari pengamatan langsung ini – walau hanya
melalui siaran televisi -- saya banyak belajar bagaimana sistem pemerintahan
demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang paling awal, khususnya
dalam memilih seorang calon presiden pada negara adikuasa tunggal di dunia masa
kini. Saya merasa bersyukur selain dapat menyaksikan munculnya seorang presiden
Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam juga menyaksikan akan lahirnya
suatu era baru Amerika Serikat, pasca rezim Presiden George W Bush yang
angkuh, fanatik, dan gila perang itu. Amerika Serikat telah melahirkan seorang
statesman baru.
Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal dalam
bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa melejit
demikian cepat mengalahkan para politisi senior, sehingga di Indonesia ia bisa
disebut sebagai seorang satrio piningit. Juga amat menarik untuk diperhatikan
bahwa biaya kampanye Obama tidaklah didukung oleh cukong-cukong besar yang
kemudian minta jabatan di pemerintahan – seperti terjadi di Indonesia – tetapi
berasal dari sumbangan para puluhan ribu simpatisannya.Saya mendapat kesan
bahwa walaupun Obama dicalonkan melalui 'kenderaan' sebuah partai politik,
namun hampir tidak terlihat peran dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat
ini. Saya juga tidak pernah mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini. Seperti
juga dengan para calon presiden lainnya, Obama didukung oleh sebuah tim sukses
yang terdiri dari para sukarelawan yang dibiayai dari dukungan dana yang
disumbangkan para pendukungnya. Saya
yakin betul, bahwa dalam sistem pemilihan presiden di Amerika ini tidak ada
permintaan pimpinan pusat partai untuk mendapatkan ‘gizi’ dari para calon, yang
bagaimanapun juga harus bertarung sendiri memperoleh dukungan pemilih.
Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden Amerika
Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan
berlangsung bulan April 2009 yang akan datang. Terbayang dalam pikiran saya
para calon yang akan maju, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dan
Megawati Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X,
mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, mantan
Gubernur DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan beberapa ketua serta tokoh partai
politik lainnya.
Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon presiden
Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau publik, dan
tidak seorangpun yang – sampai saat ini -- telah menampilkan gagasan yang
cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah besar bangsa Indonesia
yang sudah dirundung krisis selama 10 tahun terakhir. Lebih dari itu beberapa
orang di antara para calon presiden ini menyandang masalah masa lampau yang
perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi saya memperoleh kesan bahwa
beberapa orang di antara para calon presiden ini hanya berbekal jual pesona,
memanfaatkan fanatisme pendukung, atau jika hal-hal itu tidak dimilikinya,
bersiap-siap untuk mengucurkan dana untuk ‘membeli” suara pada saatnya nanti.
Sedih memang.
Akhirulkalam, saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah sistem
politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu seorang
calon presiden yang merupakan tokoh muda nasional – di bawah umur 50 tahun --
yang selain merupakan orator yang piawai dan relatif berpengalaman dalam
pemerintahan, juga mampu merumuskan kebijakan kenegarawanan yang meyakinkan
untuk menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian berat, terutama
menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang sudah benar-benar
mencekik leher Rakyat ? Terus terang, selama partai politik Indonesia masih
berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai broker dalam “industri politik” yang
bergelimang uang, saya koq tidak yakin. Mau tidak mau, nampaknya perlu ada
Reformasi Gelombang Kedua, untuk mengoreksi dan menuntaskan agenda Reformasi
Gelombang Pertama yang telah dibajak oleh para avonturir politik.
Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden baru
Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka situs website-nya:
www.barackobama.com. Pasti asyik.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---