Assalamu'alaikum wr wb. Pak Saaf yht;Saketek usul bahwa de facto di Indonesia ko alah tujueh urang Presiden Republik ko Yang indak disabuik sabuik dan masih alun diakui keberadaannyo yolah Mr Asaat sebagai presiden R I S dimana waktu itu R I dalam lingkungan R I S;serta Mr Syafrudin Prawiranegara sebagai presiden P D R I,dimana R I waktu itu sudah tak ada.Ini perlu diungkapkan sesering mungkin supaya kita tidak mengabaikan yang telah terjadi di republik ini,juga untuk menyampaikan hal ini pada yang mudo2 seperti Miko,dr Rahyu Salim dan sebagian besar urang dapue Rantaunet yang lahie sasudah thn 50 an. Mudah2 an berkenan dan terima kasih.
Wassalam; Hilman Mahyuddin.65 2008/6/17 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>: > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata > Sumbar, > > > > Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008 – bersamaan dengan dengan hari Selasa > pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta – saya sungguh terpaku menyaksikan > siaran langsung pidato calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, > Barack Obama, di Chicago, pusat industri mobil, yang sedang menghadapi > masa suram, bukan hanya akibat kenaikan harga BBM tetapi juga akibat > persaingan dengan mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak > pengamat politik Amerika yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai > politisi benar-benar akan diuji sewaktu berhadapan dengan massa pemilih di > kota ini. > > > > Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya > diri tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah > mendapatkan dukungan para delegasi dan *super-delegates* dari Partai > Demokrat, dan yang masih harus diresmikan dalam Konvensi Partai Demokrat > pada tanggal 25 Agustus mendatang, menyampaikan program-programnya dengan > kalimat-kalimat sederhana yang mudah difahami setiap orang – lengkap dengan > angka-angka dukungan anggaran untuk melaksanakan setiap program -- mengenai > berbagai masalah yang sedang menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat > dewasa ini. Walaupun masih berstatus sebagai calon presiden, namun secara > amat meyakinkan, Obama sudah tampak sebagai seorang presiden baru Amerika > Serikat, yang berbicara kepada seluruh bangsa Amerika Serikat, terlepas > apakah yang bersangkutan dari pengikut Partai Demokrat atau Partai Republik. > > > > > Saya yang secara pribadi sudah mengalami kurun kepresiden lima orang > presiden Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden > Soekarno, yang selain mampu memukau orang banyak, juga mampu menyampaikan > gagasan dan kebijakannya dengan dukungan data dan fakta, tanpa membaca > konsep pidato sama sekali. Saya yakin, pidatonya yang memukau massa > tersebut selain berasal dari pengalamannya sebagai senator, ingatan yang > kuat, dukungan para penasihatnya dan ahli strategi kampanyenya, juga karena > ia mempelajari seluruh masalah yang sedang dihadapi Amerika Serikat, baik > masalah dalam negeri maupun masalah luar negeri, dan mengembangkan > serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya. Seluruhnya itu > jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada Bangsa dan Negaranya > yang sedang dirundung berbagai masalah itu. > > > > Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika > Serikat dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima > tahun ini telah memakan korban lebih dari 4000 orang anggota militer > Amerika Serikat serta telah memakan biaya ratusan miliar dollar, pada saat > Amerika Serikat sendiri sedang dirundung hutang luar negeri yang amat besar. > Biaya yang bisa dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang > yang sesungguhnya tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun > perekonomian Amerika Serikat sendiri. Untuk menyediakan lapangan kerja, ia > menjanjikan akan menambah anggaran untuk keperluan pendidikan dan pelatihan > bagi setiap anak, menambah anggaran untuk mendorong penelitian dan > pengembangan sehingga industri Amerika Serikat bisa bersaingan dengan > industri negara-negara lainnya, dan akan meninjau kembali perjanjian > perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia menjamin agar orang Amerika > paling sedikit mempunyai pendidikan setingkat *college.* Untuk itu ia akan > menyediakan bantuan keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus dibayar > kembali melalui pekerjaan sosial atau sebagai anggota *Peace Corps *di > luar negeri.* *Bagi anggota militer yang selesai menjalankan tugasnya di > Irak, ia akan memperjuangkan *G.I Bill *, yaitu undang-undang yang > menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan tinggi. > > > > Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk > menghubungkan seluruh Amerika Serikat – dari kota-kota besar sampai ke > desa-desa terpencil --- dengan jaringan *internet broadband *dalam tempo > sepuluh tahun mendatang*. *Bukan main. Dapat saya bayangkan bahwa dengan > dukungan jaringan *internet broadband *tersebut seluruh, ulangi seluruh, > Amerika Serikat benar-benar akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh > orang Amerika itu sudah makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah > menyaksikan kemiskinan masyarakat Amerika, khususnya warga kulit hitam, di > kota-kota Negara Bagian Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah berubah > banyak selama 34 tahun ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan penduduk > di pegunungan Appalachia, yang sampai sekarang masih demikian halnya.. Saya > percaya jaringan internet selain akan membuka wawasan mereka juga akan > membuka peluang mereka untuk maju. > > > > Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa kaitannya > dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang sama sekali > tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membangun kembali negerinya sendiri. > Secara khusus ia mengeritik perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan, > yang pada suatu sisi mengekspor ratusa ribu mobil ke Amerika Serikat, tetapi > pada sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya sendiri. > > > > Secara amat meyakinkan ia benar-benar *melumat *seluruh kebijakan Presiden > George W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John McCain, > sehingga kedua tokoh Partai Republik tersebut bagaikan sudah tinggal > bayang-bayang belaka dalam pentas politik Amerika Serikat. Walau pemilihan > presiden Amerika Serikat akan berlangsung empat bulan lagi, namun Obama > sudah tampil secara amat meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain > mampu menyatukan kembali Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan > yang lebih baik untuk sepuluh tahun mendatang. Sebabnya sederhana. Calon > presiden Partai Demokrat lainnya, Senator Hillary Rodham Clinton, telah > menghentikan kampanyenya dan secara ksatria mengakui kemenangan Obama, > mengucapkan selamat, dan mendorong pendukungnya untuk mendukung Barack > Obama.Presiden *incumbent *George W Bush yang secara pribadi selama ini > bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak jujur, dan gagal dalam > Perang Irak yang tidak populer itu, secara *in concreto *seakan-akan sudah > dilupakan oleh Bangsa Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai > Republik sudah cukup tua tua – 71 tahun – berambut putih dan terkesan > sakit-sakitan, selain tidak mahir berpidato dan kaku, juga tidak mampu > menampilkan kebijakan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab > masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh Bangsa Amerika. Setelah tampil > menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia berkampanye di kota-kota > kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini merupakan seorang *prima > donna* dalam panggung politik Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan bahwa > mantan Wakil Presiden Al Gore, yang juga merupakan seorang pemenang Hadiah > Nobel, memberikan dukungan kepada Barack Obama. > > > > Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat, > > > > Selama *malala* sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya > sudah sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden > Amerika Serikat, khususnya Senator Hillary Rodham Clinton, Senator John > McCain, dan Senator Barack Obama. Sungguh, dari pengamatan langsung ini – > walau hanya melalui siaran televisi -- saya banyak belajar bagaimana > sistem pemerintahan demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang > paling awal, khususnya dalam memilih seorang calon presiden pada negara > adikuasa tunggal di dunia masa kini. Saya merasa bersyukur selain dapat > menyaksikan munculnya seorang presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit > hitam juga menyaksikan akan lahirnya suatu era baru Amerika Serikat, > pasca rezim Presiden George W Bush yang angkuh, fanatik, dan gila perang > itu. Amerika Serikat telah melahirkan seorang *statesman *baru. > > > > Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal > dalam bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa > melejit demikian cepat mengalahkan para politisi senior, sehingga di > Indonesia ia bisa disebut sebagai seorang *satrio piningit.* Juga amat > menarik untuk diperhatikan bahwa biaya kampanye Obama tidaklah didukung oleh > *cukong-cukong *besar yang kemudian minta jabatan di pemerintahan – > seperti terjadi di Indonesia – tetapi berasal dari sumbangan para puluhan > ribu simpatisannya..Saya mendapat kesan bahwa walaupun Obama dicalonkan > melalui 'kenderaan' sebuah partai politik, namun hampir tidak terlihat peran > dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat ini. Saya juga tidak pernah > mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini. Seperti juga dengan para calon > presiden lainnya, Obama didukung oleh sebuah *tim sukses *yang terdiri > dari para sukarelawan yang dibiayai dari dukungan dana yang disumbangkan > para pendukungnya. Saya yakin betul, bahwa dalam sistem pemilihan presiden > di Amerika ini tidak ada permintaan pimpinan pusat partai untuk mendapatkan > 'gizi' dari para calon, yang bagaimanapun juga harus bertarung sendiri > memperoleh dukungan pemilih. > > > > Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden > Amerika Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan > berlangsung bulan April 2009 yang akan datang. Terbayang dalam pikiran saya > para calon yang akan maju, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, > Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan presiden KH Abdurrahman Wahid dan > Megawati Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, > mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, > mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan beberapa ketua serta tokoh > partai politik lainnya. > > > > Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon presiden > Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau publik, dan > tidak seorangpun yang – sampai saat ini -- telah menampilkan gagasan yang > cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah besar bangsa Indonesia > yang sudah dirundung krisis selama 10 tahun terakhir. Lebih dari itu > beberapa orang di antara para calon presiden ini menyandang masalah masa > lampau yang perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi saya > memperoleh kesan bahwa beberapa orang di antara para calon presiden ini > hanya berbekal *jual pesona, * memanfaatkan fanatisme pendukung, atau > jika hal-hal itu tidak dimilikinya, bersiap-siap untuk mengucurkan dana > untuk 'membeli" suara pada saatnya nanti. Sedih memang. > > > > *Akhirulkalam, *saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah sistem > politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu seorang > calon presiden yang merupakan tokoh muda nasional – di bawah umur 50 tahun > -- yang selain merupakan orator yang piawai dan relatif berpengalaman dalam > pemerintahan, juga mampu merumuskan kebijakan kenegarawanan yang > meyakinkan untuk menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian > berat, terutama menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang > sudah benar-benar mencekik leher Rakyat ? Terus terang, selama partai > politik Indonesia masih berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai *broker > *dalam "industri politik" yang bergelimang uang, saya *koq *tidak yakin. > Mau tidak mau, nampaknya perlu ada Reformasi Gelombang Kedua, untuk > mengoreksi dan menuntaskan agenda Reformasi Gelombang Pertama yang telah > dibajak oleh para avonturir politik. > > > > Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden > baru Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka *situs website*-nya: > www.barackobama.com. Pasti asyik. > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA) > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
