Wassalamu'alaykum wr.wb
Terima kasih pak Syaf atas informasinya.
Saya masih mempertanyakan keikhlasan publik Amerika atas
kesediaan merelakan orang kulit hitam menjadi orang nomor satu di
Amerika.
Kalau seandainya itu terjadi maka merupakan suatu lompatan besar,
kalau Bill Gates mengatakan bahwa internet merupakan revolusi
komunikasi, maka seandainya Barack Obama yang berkulit hitam itu
betul-betul menjadi presiden AS maka merupakan revolusi human
rights di AS.
Selama ini saya selalu membedakan antara US Goverment dan American
People, keyakinan saya publik Amerika tidak suka
perang, karena perang yang dilakukan AS selama menciptakan musuh
dimana-mana, sehingga bagi rakyat Amerika merupakan kerugian
karena mengalami keterbatasan untuk pergi keluar negeri, akibat ketakutan
terancam keselamatan.
Sudah selayaknya publik Amerika bangkit untuk memonitor dan
mengkoreksi kebijakan pemerintahnya , gaya kehidupan
yang selama ini mereka nikmati telah menutupi informasi-informasi
sesungguhnya
keadaan dunia yang semakin buruk akibat kebijakan pemerintahnya.
Kita menunggu kebangkitan publik Amerika.
Arnoldison
Tuesday, June 17, 2008, 11:32:42 PM, you wrote:
DSB> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta RN dan pegiat pariwisata
Sumbar,
DSB>
DSB> Hari Senin malam tanggal 16 Juni 2008 bersamaan dengan dengan hari
Selasa pagi tanggal 17 Juni 2008 di Jakarta saya sungguh terpaku menyaksikan
siaran langsung pidato calon presiden Amerika
DSB> Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama, di Chicago, pusat industri
mobil, yang sedang menghadapi masa suram, bukan hanya akibat kenaikan harga
BBM tetapi juga akibat persaingan dengan
DSB> mobil-mobil buatan Jepang dan Korea Selatan. Banyak pengamat politik
Amerika yang beranggapan bahwa kepiawaiannya sebagai politisi benar-benar akan
diuji sewaktu berhadapan dengan massa pemilih
DSB> di kota ini.
DSB>
DSB> Hasilnya luar biasa. Dengan wajah serius dan dengan sikap penuh percaya
diri tanpa terkesan angkuh, Obama yang berusia 46 tahun dan sudah mendapatkan
dukungan para delegasi dan super-delegates
DSB> dari Partai Demokrat, dan yang masih harus diresmikan dalam Konvensi
Partai Demokrat pada tanggal 25 Agustus mendatang, menyampaikan
program-programnya dengan kalimat-kalimat sederhana yang
DSB> mudah difahami setiap orang lengkap dengan angka-angka dukungan anggaran
untuk melaksanakan setiap program -- mengenai berbagai masalah yang sedang
menjadi keprihatinan bangsa Amerika Serikat
DSB> dewasa ini. Walaupun masih berstatus sebagai calon presiden, namun secara
amat meyakinkan, Obama sudah tampak sebagai seorang presiden baru Amerika
Serikat, yang berbicara kepada seluruh bangsa
DSB> Amerika Serikat, terlepas apakah yang bersangkutan dari pengikut Partai
Demokrat atau Partai Republik.
DSB>
DSB> Saya yang secara pribadi sudah mengalami kurun kepresiden lima orang
presiden Indonesia, dengan segera teringat pada gaya pidato Presiden Soekarno,
yang selain mampu memukau orang banyak, juga
DSB> mampu menyampaikan gagasan dan kebijakannya dengan dukungan data dan
fakta, tanpa membaca konsep pidato sama sekali. Saya yakin, pidatonya yang
memukau massa tersebut selain berasal dari
DSB> pengalamannya sebagai senator, ingatan yang kuat, dukungan para
penasihatnya dan ahli strategi kampanyenya, juga karena ia mempelajari seluruh
masalah yang sedang dihadapi Amerika Serikat, baik
DSB> masalah dalam negeri maupun masalah luar negeri, dan mengembangkan
serangkaian program yang cerdas untukmengatasinya. Seluruhnya itu
jelas bersumber dari dedikasinya yang luar biasa kepada
DSB> Bangsa dan Negaranya yang sedang dirundung berbagai masalah itu.
DSB>
DSB> Tentang masalah Perang Irak, ia menyatakan akan menarik pasukan Amerika
Serikat dari perang yang dilancarkan tanpa dasar yang kuat dan selama lima
tahun ini telah memakan korban lebih dari 4000
DSB> orang anggota militer Amerika Serikat serta telah memakan biaya ratusan
miliar dollar, pada saat Amerika Serikat sendiri sedang dirundung hutang luar
negeri yang amat besar. Biaya yang bisa
DSB> dihemat, yang selama ini digunakan untuk membiayai perang yang
sesungguhnya tidak perlu terjadi itu, akan digunakannya untuk membangun
perekonomian Amerika Serikat sendiri. Untuk menyediakan
DSB> lapangan kerja, ia menjanjikan akan menambah anggaran untuk keperluan
pendidikan dan pelatihan bagi setiap anak, menambah anggaran untuk mendorong
penelitian dan pengembangan sehingga industri
DSB> Amerika Serikat bisa bersaingan dengan industri negara-negara lainnya, dan
akan meninjau kembali perjanjian perdagangan luar negeri yang tidak adil. Ia
menjamin agar orang Amerika paling sedikit
DSB> mempunyai pendidikan setingkat college. Untuk itu ia akan menyediakan
bantuan keuangan kepada setiap mahasiswa, yang harus dibayar kembali melalui
pekerjaan sosial atau sebagai anggota Peace
DSB> Corps di luar negeri.Bagi anggota militer yang selesai menjalankan
tugasnya di Irak, ia akan memperjuangkan G.I Bill , yaitu undang-undang yang
menjamin kelanjutan pendidikannya di perguruan
DSB> tinggi.
DSB>
DSB> Bagi saya pribadi, yang amat mengesankan adalah program Obama untuk
menghubungkan seluruh Amerika Serikat dari kota-kota besar sampai ke
desa-desa terpencil --- dengan jaringan internet
DSB> broadband dalam tempo sepuluh tahun mendatang. Bukan main. Dapat saya
bayangkan bahwa dengan dukungan jaringan internet broadband tersebut seluruh,
ulangi seluruh, Amerika Serikat benar-benar
DSB> akan masuk ke abad 21. Jangan kita kira seluruh orang Amerika itu sudah
makmur. Belum. Tahun 1974 dahulu saya pernah menyaksikan kemiskinan masyarakat
Amerika, khususnya warga kulit hitam, di
DSB> kota-kota Negara Bagian Louisiana. Saya tidak yakin keadaannya sudah
berubah banyak selama 34 tahun ini. Saya pernah membaca tentang kemiskinan
penduduk di pegunungan Appalachia, yang sampai
DSB> sekarang masih demikian halnya.. Saya percaya jaringan internet selain
akan membuka wawasan mereka juga akan membuka peluang mereka untuk maju.
DSB>
DSB> Dalam membela kepentingan nasional Amerika Serikat, ia tidak lupa
kaitannya dengan politik luar negeri. Ia mengeritik pemerintahan Irak yang sama
sekali tidak mau mengeluarkan anggaran untuk
DSB> membangun kembali negerinya sendiri. Secara khusus ia mengeritik
perjanjian perdagangan dengan Korea Selatan, yang pada suatu sisi mengekspor
ratusa ribu mobil ke Amerika Serikat, tetapi pada
DSB> sisi lain memproteksi hasil pertanian negerinya sendiri.
DSB>
DSB> Secara amat meyakinkan ia benar-benar melumat seluruh kebijakan Presiden
George W Bush serta kebijakan calon presiden Partai Republik John McCain,
sehingga kedua tokoh Partai Republik tersebut
DSB> bagaikan sudah tinggal bayang-bayang belaka dalam pentas politik Amerika
Serikat. Walau pemilihan presiden Amerika Serikat akan berlangsung empat bulan
lagi, namun Obama sudah tampil secara amat
DSB> meyakinkan sebagai seorang presiden, yang selain mampu menyatukan kembali
Bangsa Amerika juga mampu menunjukkan masa depan yang lebih baik untuk sepuluh
tahun mendatang. Sebabnya sederhana.
DSB> Calon presiden Partai Demokrat lainnya, Senator Hillary Rodham Clinton,
telah menghentikan kampanyenya dan secara ksatria mengakui kemenangan Obama,
mengucapkan selamat, dan mendorong
DSB> pendukungnya untuk mendukung Barack Obama.Presiden incumbent George W Bush
yang secara pribadi selama ini bersikap sangat angkuh, fanatik, terkesan tidak
jujur, dan gagal dalam Perang Irak yang
DSB> tidak
DSB> populer itu, secara in concreto seakan-akan sudah dilupakan oleh Bangsa
Amerika .Calon presiden John McCain dari Partai Republik sudah cukup tua tua
71 tahun berambut putih dan terkesan
DSB> sakit-sakitan, selain tidak mahir berpidato dan kaku, juga tidak mampu
menampilkan kebijakan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab masalah-masalah
yang sedang dihadapi oleh Bangsa Amerika.
DSB> Setelah tampil menyedihkan dalam rapat-rapat umum, sekarang ia berkampanye
di kota-kota kecil. Dengan kata lain, Barack Obama sekarang ini merupakan
seorang prima donna dalam panggung politik
DSB> Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan bahwa mantan Wakil Presiden Al
Gore, yang juga merupakan seorang pemenang Hadiah Nobel, memberikan dukungan
kepada Barack Obama.
DSB>
DSB> Para sanak pegiat pariwisata Sumatera Barat,
DSB>
DSB> Selama malala sebulan lebih di Negara Bagian Texas dan California saya
sudah sering mengikuti siaran langsung pidato kampanye para calon presiden
Amerika Serikat, khususnya Senator Hillary
DSB> Rodham Clinton, Senator John McCain, dan Senator Barack Obama. Sungguh,
dari pengamatan langsung ini walau hanya melalui siaran televisi -- saya
banyak belajar bagaimana sistem pemerintahan
DSB> demokrasi presidensial berfungsi sejak dari taraf yang paling awal,
khususnya dalam memilih seorang calon presiden pada negara adikuasa tunggal di
dunia masa kini. Saya merasa bersyukur selain
DSB> dapat menyaksikan munculnya seorang presiden Amerika Serikat pertama yang
berkulit hitam juga menyaksikan akan lahirnya suatu era baru Amerika Serikat,
pasca rezim Presiden George W Bush yang
DSB> angkuh, fanatik, dan gila perang itu. Amerika Serikat telah melahirkan
seorang statesman baru.
DSB>
DSB> Sungguh menarik, bahwa Obama yang sebelum penampilannya yang fenomenal
dalam bulan-bulan terakhir ini relatif belum banyak dikenal orang, bisa melejit
demikian cepat mengalahkan para politisi
DSB> senior, sehingga di Indonesia ia bisa disebut sebagai seorang satrio
piningit. Juga amat menarik untuk diperhatikan bahwa biaya kampanye Obama
tidaklah didukung oleh cukong-cukong besar yang
DSB> kemudian minta jabatan di pemerintahan seperti terjadi di Indonesia
tetapi berasal dari sumbangan para puluhan ribu simpatisannya.Saya mendapat
kesan bahwa walaupun Obama dicalonkan
DSB> melalui 'kenderaan' sebuah partai politik, namun hampir tidak terlihat
peran dari dewan pimpinan pusat Partai Demokrat ini. Saya juga tidak pernah
mendengar siapa ketua Partai Demokrat ini.
DSB> Seperti juga dengan para calon presiden lainnya, Obama didukung oleh
sebuah tim sukses yang terdiri dari para sukarelawan yang dibiayai dari
dukungan dana yang disumbangkan para pendukungnya.
DSB> Saya
DSB> yakin betul, bahwa dalam sistem pemilihan presiden di Amerika ini tidak
ada permintaan pimpinan pusat partai untuk mendapatkan gizi dari para calon,
yang bagaimanapun juga harus bertarung
DSB> sendiri memperoleh dukungan pemilih.
DSB>
DSB> Mau tidak mau tentu saja saya membandingkan proses pemilihan presiden
Amerika Serikat ini dengan proses pemilihan presiden di Indonesia, yang akan
berlangsung bulan April 2009 yang akan datang.
DSB> Terbayang dalam pikiran saya para calon yang akan maju, antara lain:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden M.Jusuf Kalla, para mantan
presiden KH Abdurrahman Wahid dan Megawati
DSB> Soekarnoputri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, mantan
Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima TNI/ Jenderal TNI Wiranto, mantan Gubernur
DKI Jakarta Letjen Sutiyoso dan
DSB> beberapa ketua serta tokoh partai politik lainnya.
DSB> Sungguh amat menyolok, bahwa tidak seorangpun di antara para calon
presiden Indonesia mendatang ini yang merupakan orator yang mampu memukau
publik, dan tidak seorangpun yang sampai saat ini
DSB> -- telah menampilkan gagasan yang cerdas dan meyakinkan untuk menjawab
masalah-masalah besar bangsa Indonesia yang sudah dirundung krisis selama 10
tahun terakhir. Lebih dari itu beberapa orang
DSB> di antara para calon presiden ini menyandang masalah masa lampau yang
perlu dijernihkannya lebih lanjut. Secara pribadi saya memperoleh kesan bahwa
beberapa orang di antara para calon presiden
DSB> ini hanya berbekal jual pesona, memanfaatkan fanatisme pendukung, atau
jika hal-hal itu tidak dimilikinya, bersiap-siap untuk mengucurkan dana untuk
membeli suara pada saatnya nanti. Sedih
DSB> memang.
DSB>
DSB> Akhirulkalam, saya bertanya kepada diri saya sendiri, mungkinkah sistem
politik Indonesia melahirkan seorang Barack Obama Indonesia, yaitu seorang
calon presiden yang merupakan tokoh muda
DSB> nasional di bawah umur 50 tahun -- yang selain merupakan orator yang
piawai dan relatif berpengalaman dalam pemerintahan, juga mampu merumuskan
kebijakan kenegarawanan yang meyakinkan untuk
DSB> menanggulangi kompleksitas masalah nasional yang demikian berat, terutama
menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran, yang sudah benar-benar
mencekik leher Rakyat ? Terus terang, selama
DSB> partai politik Indonesia masih berfungsi seperti sekarang, yaitu sebagai
broker dalam industri politik yang bergelimang uang, saya koq tidak yakin.
Mau tidak mau, nampaknya perlu ada
DSB> Reformasi Gelombang Kedua, untuk mengoreksi dan menuntaskan agenda
Reformasi Gelombang Pertama yang telah dibajak oleh para avonturir politik.
DSB>
DSB> Bagi para sanak yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang calon presiden
baru Amerika Serikat mendatang ini silakan dibuka situs website-nya:
www.barackobama.com. Pasti asyik.
DSB> Wassalam,
DSB> Saafroedin Bahar
DSB> (L, 71 th, kini sedang di San Ramon, California, USA)
DSB>
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---