Pak, kalau boleh saya menambahkan, media didaerah hidupnya memang dari kemurahan hati pemda. Reformasi belum menyentuh media. Kenapa banyak kita jumpai berita yang selalu menampilkan para pejabat, ini tidak lain ada harga dibelakang itu. Seperti yg bapak lihat di Pekanbaru, banyak nya banci tampil (pejabat yg selalu berpose dihalaman utama), ini akibat adanya deal2 dibelakang meja. Tampa itu kawan2 dari media atau media itu sendiri tidak bisa menjaga kelangsungan hidupnya. Mereka akan kesulitan modal bila mereka berada dalam posisi penjeimbang. Jadi media didaerah posisinya seperti makan buah simalakama. Tetapi akan lebih parah lagi bila mereka menerima jabatan yg dipunyai pemerintah, kalau bahasa kasarnya telah terjadi pelacuran profesi. Dimana sebagai seorang pemberita itu berada dalam posisi indipendent. Iko gaya orba masih dipakai. Sebuah pembelajaran eh..kemunduran terbesar di Sumatera Barat.
jadi, oto2 rusak tu memang harus diganti, tapi cubo lah apak2 nan ado disiko mulai mancari calon2 panganti oto2 rusak tersebut. Mulai lah dari Padang, Bukiktinggi dll. Mantuak ndak do potensi urang awak, ndak ado calon kepala daerah lai, yg ado yo oto2 rusak tasabuik. Ba a disabuik oto rusak, yo ndak pertumbuhan disemua lini. Malah kecendrungannyo terjadi kemunduran. Jadi apo namonyo. Kalau oto rusak yo ndak bisa jalan, jadi lah basi tuo nan lah bakarek. He..he.. Jan sampai hilang waktu sio2 untuk pertumbuhan semua lini disumatera barat. Ceik lai media di pakan jo di padang lah satali.... nanang jkt Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network -----Original Message----- From: jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 25 Jun 2008 20:59:59 To: <[email protected]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Sekali lagi Soal komisaris Perusda dari kalangan Pers Bung Boby Tulisan tentang kritik anda salah seorang Redaktur Senior Padek yang memegang Komisaris Perusda di Sumbar telah saya baca di Blog anda Suara Gelombang Faktanya begitu yang terjadi saat ini, saya juga mengamati di Pekanbaru/Riau masih media/koran satu Group dengan Padek "Jawa Post Group' yaitu Riau Post, jika saya simak beberapa tahun kebelakang ini betul-betul telah menjadi corong Pemerintah (Penguasa) Daerah Setiap halamannya penuh dengan kegiatan hari2 para Pejabat Pro Otonomi, Pro Kab Ini, Pro Kab Itu, Pro Kota ini begitu sub title setiap halamannya jauh dari koran kritis sebagaimana yang anda tulis/kritik Pers sebagai penjaga Moral membawa kebenaran hati nurani, bukan mulut yang berbicara, tapi hati dan jiwa yang berbicara yang disalurkan pada tajamnya mata pena seorang wartawan..begitukan Lalu koran ini penuh acara seremoni-seremoni dengan tampilan poto bewarna-warni yang semarak sebuah komunitas yang nama-namanya seperti si Ahok pesta di hotel ini si Acai meresmikan organisasi di hotel itu Mari kita kritik terus Bob tentang hal ini apapun cerita Zaili menjadi Komisaris di Perusda tentu ada kecendrungan berpihak ke Pemda dalam arti kata "tagigik lidah..untuak mengecekan kebenaran dan manyampaikan kritik jika ada hal2 yang menyimpang terutama kebijakan-kebijakan strategis yang tidak berpihak kepada Rakyat di Sumbar Apakah Boby sudah sampaikan tulisan ini (opini) ke media kompetitornya di Sumbar, pasti dimuat Bob...he..he Sekian dulu dari saya..selamat berjuang Bung Boby buat kemajuan ranah kita Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, mungkin sanak lain terutama dikalangan Pers bisa menjawab kritikan Boby ini Salam-AJ (43 +, Pku) http://jupardi.multiply.com --- On Thu, 6/26/08, Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Sekali lagi Soal komisaris Perusda dari kalangan Pers To: [email protected] Date: Thursday, June 26, 2008, 4:06 AM Assalaamualaikum........ Pak Syaf, Mak Sati, Mak Ngah dan sarato keluarga besar RN lainnya... AMbo kito soal Si Jusfiq ko indak usah awak lanjuik an...sia bana Jusfiq ko...inyo khan cuma urang nan bisa mamuta kaset maleo dan indak ado lagu baru nan ancak dan sanang tadanga di talingo doh...beberapa waktu lalu, ambo juo member di milsi urangawak dan tadinyo ambo raso milis itu bagus karano diisi dengan postingan yang membangun...namun kutiko moderator milis maagiah lampu hijau ka jusfiq untuak mangambangan lapiak usangnyo disinan, mangko jadi paniang lah milis itu (menurut ambo).. Kini ado hal yang harus dan segera awak pikirkan daripada sekedar memikirkan seorang manusia bernama JUSFIQ HADJAR...persoalan di kampung halaman, seperti kemiskinan, pendidikan, serta lainnya jelas memerlukan perhatian kita untuk dibahas dan dicarikan jalan keluar.. Ambo raso Pak Syaf, Mak Sati, Mak Ngah sepakat jo ambo...dan awak akhirilah sagalo tanyo dan perkataan tentang jusfiq ko.. Patangko ambo mamposting soal pengangkatan pimpinan media di Padang sebagai komisaris di perusahaan daerah..dan Allhamdulillah lai surang da Nanang nan mambaleh...ma yang lain... kalau dek ambo, jujur ambo ndak satuju dengan langkah Gubernur (Gamawan Fauzi) yang awak sabuik sebagai gubernur yang bersih, visioner, dna lain sebagainya itu..kenapa harus Zaili yang wartawan dan pemimpin umum media masa yang jadi komisaris... Menurut ambo apa yang dilakukan Gamawan secar tidak langsung telah mengebiri pers di daerah agar tidak lagi kritis terhadap kebijakannya yang banyak dinilai tidak tepat. Ini yang harus awak bahas..kritisi dan ingatkan Gamawan tentang apa yang dilakukannya tidaklah tepat...... Salam --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
