Sanak Ikshan...ambo jawek juo lah snek postingan sanak ko...
ambo berada pada posisi sebagai mantan wartawan nan dalam pengalaman sarto ilmu
nan ambo pelajari tamasuak dari Zaili itu sendiri yang dulunyo adalah bos ambo.
(ambo pernah ampek tahun di Padang Ekspres tu) bahwa menjadi wartawan adalah
pekerjaan profesional.
Kami di kalangan wartawan memegang teguh Etika bahwa wartawan harus berimbang
dan bebas dari kepentingan...batua kecek sanak soal sia na awak nan ka
manyuruah gamawan tu untuak mamecat Zaili...
Sakali lagi ambo hanya mengkiritis apa yang telah dilakukan...kalau gamawan
manarimo ancak bana kalau indak ndak lo ba'a doh...ambo masih masih peduli
dengan kampuang ko..dan kepentingan ambo adalah sebagai sesama wartawan dan
sesama orang yang peduli kepada kampung halaman untuk mengingatkan Zaili bahwa
pilihannya untuk menerima jabatan itu adalah salah. paliang indak, tidak tepat
dilakukan oleh wartawan.
Dan baliak soal Zaili terima atau tidak saran ambo kembali ka inyo...
---------------
Iko ado saketek tulisan soal wartawan dan indipendensi
Benarkah Bila Wartawan Dekat Pejabat?
Terima kasih untuk email Anda. Saya kebetulan sering berpikir soal pertanyaan
Anda, selama tiga atau empat tahun terakhir ini: "Benar atau salah seorang
wartawan dekat dengan kekuasaan?" Saya juga seorang wartawan, seperti Anda,
yang sering harus wawancara orang-orang berkuasa. Saya juga beberapa kali
ditawari ini dan itu. Entah sekedar dimintai pendapat atau ditraktir makan.
Atau ditawari jabatan. Entah masuk partai, jadi penasehat, menulis pidato dan
sebagainya. Biasanya saya sopan menolak.
Saya lalu membaca buku-buku penting dalam jurnalisme. Bahkan dalam rangka
mencari jawaban yang akurat, saya mengambil inisiatif menterjemahkan buku The
Elements of Journalism karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel ke Bahasa
Indonesia. Buku ini cukup populer. Judulnya, Sembilan Elemen Jurnalisme. Kini
sudah cetakan ketiga.
Prinsipnya, menurut buku itu, wartawan harus independen dari nara sumber
mereka. Independensi ini mutlak diperlukan agar si wartawan bisa meliput dengan
tenang serta membuat penilaian dengan tanpa beban.
Independensi ini terutama penting dari aktor-aktor berkuasa, termasuk politisi,
jenderal, birokrat dan pengusaha. Namun wartawan juga harus independen dari
orang-orang biasa, yang kekuasaannya relatif kecil, a.l. pedagang kaki lima,
tukang becak, penduduk desa, warga kota dan sebagainya. Namun biasanya ini
bukan masalah.
Bill Moyers, host acara televisi "Bill Moyers on PBS" mengatakan, "I had to
learn all over again that what's important for the journalist is not how close
you are to power but how close you are to reality."
Lebih penting untuk wartawan buat dekat dengan realitas daripada dekat dengan
kekuasaan.
Ketika menemani Bill Kovach berjalan ke Medan, Surabaya, Jogjakarta, Bali dan
Jakarta pada Desember 2003, saya sempat tanya kepadanya, "Apa elemen terpenting
dari sembilan elemen jurnalisme untuk wartawan Indonesia?"
Kovach tak ragu menjawab, "Independensi." Kovach melihat bahaya paling besar
untuk kebebasan pers, yang baru muncul di Indonesia sesudah Presiden Soeharto
mundur Mei 1998, adalah kedekatan wartawan dengan penguasa.
Kesimpulan saya tidaklah perlu buat wartawan untuk "dekat" dengan kekuasaan.
Saya percaya makin bermutu jurnalisme dalam suatu masyarakat, makin bermutu
pula masyarakat itu. Kalau kita mau mutu masyarakat kita meningkat, kita harus
belajar "dekat" dengan realita masyarakat. Terima kasih.
Andreas Harsono
========================
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---