Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 25 Juni 2008 kito baco:
________________________________

Jangan Pernah Mencoba Menikmati Narkoba 
angan pernah mencoba mengonsumsi narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). 
Barang haram ini memiliki dampak negatif pada berbagai aspek seperti fisik dan 
mental. Dampak fisik, tubuh bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel 
dan organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa 
berfungsi normal. 
Bagi mereka yang terjerat narkoba, bila dihentikan, akan mengubah semua susunan 
dan keseimbangan kimia tubuh. Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat 
dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan pada 
masa gejala putus obat (GPO) ini. 
Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti 
liver, jantung, paru-paru, ginjal, dan otak juga mengalami kerusakan akibat 
penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhir 
dengan katup jantung yang bocor, paru-paru bolong, gagal ginjal, serta liver 
yang rusak. 
Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus (Hepatitis C dan 
HIV/AIDS) yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik. Selain 
ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental. 
Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan 
fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO (sakaw) 
diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk 
yang dikenal dengan istilah 'sugesti'. Sakaw berbeda dengan sugesti. 
Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah lain untuk GPO, sedangkan sugesti 
adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali 
menggunakan narkoba. Sugesti tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali 
berfungsi secara normal. 
Sugesti bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam kepala 
seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Sugesti sering kali 
menyebabkan terjadinya 'perang' dalam diri seorang pecandu. 
Pikiran seorang pecandu menjadi terobsesi pada narkoba dan penggunaan narkoba. 
Pecandu tidak pernah memikirkan dampak dari tindakan yang dilakukannya, seperti 
mencuri, berbohong, atau sharing needle, karena perilakunya selalu impulsif, 
tanpa pernah dipikirkan terlebih dahulu. 
Mereka juga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam arti, ia selalu 
mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Dampak mental dari narkoba adalah 
mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang sudah dalam tahap 
kecanduan. 
Terapi Metadon 
Jerat narkoba mungkin sulit dilepaskan. Namun, mereka yang masih peduli 
terhadap diri sendiri atau bahkan orang lain yang sudah terjerumus kepada 
konsumsi obat-obatan terlarang, akan menempuh segala cara untuk sembuh. 
..... dst ... baca di Suara Pembaruan ...


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke